Minggu, 13 Maret 2011

Mencermati IHSG Pasca Terjadinya Gempa dan Tsunami Di Jepang

Jum'at lalu (11/3/2011), IHSG dibuka langsung turun mengikuti pelemahan Bursa2 Regional Asia yang mengekor kejatuhan Wall Street pada kamis malam. Tapi penurunan masih tertahan oleh support 3550.
Memasuki sesi 2, indeks jatuh lebih dalam dan menembus support 3550, terutama setelah terjadinya gempa di Jepang yang menggerus indeks Nikkei. Melihat dampak dari gempa yang memicu terjadinya tsunami setinggi 10 meter tersebut, mengakibatkan Bursa Global terseret turun. Tercatat Bursa Hanseng, STI, Sensex dan Bursa Eropa pada saat pembukaan, langsung anjlok. Hal ini membuat IHSG turun semakin dalam hingga menyentuh level terendah di 3.513,095. Namun menjelang penutupan, sejumlah aksi buying berusaha mengangkat indeks sehingga akhirnya ditutup di 3.542,228, turun 45,42 poin (-1,27%). Total transaksi perdagangan Rp 3,4 triliun dan foreign mencatatkan nett sell 276 miliar.

Sedangkan Dow Jones Jum'at lalu ditutup naik 59,79 poin (+0,50%) menjadi 12.044,40, S&P 500 menguat 9,17 poin (+0,71%) menjadi 1.304,28 dan Nasdaq naik 14,59 poin (+0,54%) menjadi 2.715,61. Meskipun terjadi gempa di Jepang, kekuatiran di Wall Street mereda setelah aksi demonstrasi di Arab Saudi mulai berjalan tertib. 

Sementara itu, gempa yang terjadi di Jepang kemungkinan akan memberikan efek psikologis bagi market global, walaupun sifatnya hanya sementara. Akibat dari gempa yang terjadi, dapat berdampak buruk kepada ekonomi Jepang dan dunia, disebabkan Jepang adalah ekonomi ketiga terbesar di dunia. Efek langsung dari bencana ini adalah terganggunya ekspor-impor ke Jepang akibat banyaknya pelabuhan yang rusak. Selain itu, bencana ini dapat menggagalkan pemulihan ekonomi yang mulai muncul di Jepang dan meningkatkan utang masyarakat Jepang yang saat ini besarnya sudah mencapai 200% dari PDB negara itu.

Dengan melihat Dow Jones yang ditutup positif dan kembali diatas 12.000, kemungkinan Bursa Regional Asia juga akan berjalan positif besok Senin. IHSG diperkirakan akan mencoba menembus level 3550 kembali. Sebelumnya IHSG mampu bertahan di support tersebut, jika tidak terjadi gempa di Jepang yang menyebabkan Bursa Regional anjlok. Dan jika Senin besok indeks mampu ditutup bertahan diatas level 3550, maka akan terbuka kemungkinan bagi IHSG untuk naik kembali ke level 3600 pada pekan depan. Untuk sepekan kedepan, support IHSG akan berada di 3495-3500 dan resisten ada di 3600-3630. 

IHSG:
Penurunan kemaren tertahan oleh MA 50 dan garis support dari uptrend channel-nya
Stochastic bergerak turun dalam posisi death cross meninggalkan overbought area
MACD melemah dan bergerak turun, tapi masih di buy area.
Volume penurunan kecil dibawah rata2 VMA 20 days
Support 3520...3495
Resisten 3550... 3606

ASII:
Break down dari support uptrend channel dan penurunan tertahan oleh fibo 23,6%
Memasuki trend koreksi tapi dengan volume yang tipis
Stochastic death cross bergerak turun meninggalkan overbought area
MACD mulai melemah dan bergerak turun, namun masih belum death cross
Ada gap bawah di 52.050-52.300, dan jika trend turun masih berlanjut, berpeluang menutup gap tersebut
Apabila gap tersebut tertutup, lakukan pembelian bertahap, di level 52.100-52.300 (area fibo 38,3%) dan strong buy ada dilevel 50.800-51.000 (area fibo 50%), stop loss jika break down 50.000
Support 53.850.... 53.000
Resisten 55.000.... 55.600

INDF:
Dibuka dengan open gap down, sehingga membentuk gap bawah di 4850-4875
Penurunan tertahan oleh fibo 50% di 4800
Berhasil close diatas MA 20 dan candle membentuk doji star
MACD berpeluang death cross jika tutup dibawah 4800
Stochastic bergerak turun dalam posisi death cross
Volume pada waktu koreksi cenderung tipis, dibawah rata-rata VMA 20 harinya
Support kuat ada di 4725-4750
Spekulasi buy dengan target 4950-5000 dan stop loss level jika break down 4725
Support 4800...4725
Resist 4875...4950

GJTL:
MA5 bergerak mendekati MA 20 dan hampir golden cross
Stochastic dan MACD bergerak naik dalam posisi golden cross
Volume naik diatas VMA 20 harinya
Akan sangat bagus jika mampu break resisten pola descending triangle di 2225, maka target akan menuju 2325-2375.
Spekulasi BOW di 2100-2125 dengan stoploss jika break down 2000 
Support 2125...2000
Resist 2225...2325...2375

KLBF:
Bergerak dalam short term uptrend channel-nya
Bolinger band mulai membuka setelah menyempit
Stochastic bergerak naik memasuki overbought area
MACD bergerak naik melewati centre line
Volume 3 hari terakhir naik signifikan diatas VMA 20 days
Spekulasi BOW, target terdekat 3175-3250
Support 3000-3025
Resist 3175...3250

Have an Amazing Trade and Happy Profit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar