Minggu, 20 Maret 2011

Masih Bergerak Sideways

Jumat (18/3/2011), IHSG dibuka langsung menguat. Penguatan terjadi seiring dengan reboundnya Bursa Global dan Regional Asia, terutama Nikkei yang mengalami technical rebound setelah pertemuan G7 menyetujui intervensi terhadap yen Jepang. Namun penguatan yang dicetak IHSG tidak sekencang Bursa Asia akibat aksi jual menjelang penutupan perdagangan. IHSG ditutup hanya naik tipis 9,860 poin (+0,28%) ke level 3.494,070, total transaksi Rp 4,297 triliun, foreign mencatatkan nett buy 91 miliar dan Rupiah ditutup menguat di Rp 8,755/US $. 
 
Sementara itu, Dow Jones ditutup naik 83,93 poin (+0,71) ke 11.858,52, S&P naik 5,4 poin (+0,4%) ke 1.279,2 dan Nasdaq naik 7,6 poin (+0,29%) ke 2.643,6. Penguatan Bursa Wall Street terjadi setelah The Fed mengizinkan bank2 membagi dividen lebih besar untuk tahun ini dan rencana G7 untuk mengintervensi penguatan yen.
 
Untuk sepekan kedepan, krisis nuklir di Jepang dan ketegangan politik di Timur Tengah masih akan menjadi sentimen negatif bagi Bursa Global. Harga minyak yang kembali naik diatas US $100/barrel pada penutupan perdagangan pekan lalu, terjadi setelah PBB memberlakukan zona larangan terbang dan menyetujui serangan udara oleh AS dan sekutunya terhadap Khadafi yang berusaha untuk menghancurkan pemberontak Libya tanpa belas kasihan. Selain itu, Pemerintah Jepang telah menaikkan level bahaya nuklir dari 4 ke 5 dan masih berusaha mengatasi krisis nuklir yang mengancam negaranya. Hal ini menambah ketidakpastian pada market.
 
Sementara itu maraknya aksi teror bom yang terjadi belakangan ini mempengaruhi IHSG, sehingga gagal untuk ditutup kembali di level 3500. Banyaknya ancaman bom yang terjadi diperkirakan hanya bersifat sementara. Secara Teknikal, IHSG masih bergerak sideways di 3475-3550, dengan kecenderungan menurun. Penurunan di bawah 3475, akan membuka peluang bagi IHSG menuju 3375-3425. Namun sebaliknya, jika berhasil kembali diatas 3550, akan membuat indeks kembali dalam trend bullishnya. Dan harapan itu masih ada, mengingat masih banyak emiten yang belum merilis laporan keuangan menjelang akhir bulan ini.
 
IHSG:
Pekan ini diperkirakan masih bergerak sideways dalam range trading 3475-3550
Namun secara short term masih bergerak turun dalam downtrend channel-nya
Stochastic masih bergerak turun dalam posisi death cross menembus centreline area
MACD juga dalam posisi death cross sejak 2 hari lalu
Namun selama penurunan terjadi, volume cenderung tipis dibawah rata-rata VMA 20 hariannya.
Support 3475...3420
Resist 3520...3550 

HEXA:
Mengalami technical rebound dengan volume yang sangat besar
Penguatan tertahan oleh resisten down trend channel-nya
Stochastic mulai golden cross di oversold area
Penurunan MACD mulai melambat dan ada indikasi untuk berbalik arah
Spekulasi buy dengan target menuju 6450-6600, stop loss jika break down 5950
Support 5950-6000, resist 6350-6400
 
UNSP:
Membukukan laba bersih 2010 sebesar 806 miliar naik 219% dari tahun sebelumnya.
Sehingga secara fundamental sangat bagus, dengan BV 614, EPS 59/lembar saham, dan PER 5.93x
Namun secara teknikal, saat ini masih bergerak sideways dalam kecenderungan menguat
Masalahnya terletak pada volume perdagangan yang masih cenderung sepi
Stochastic dan MACD berpeluang untuk golden cross
Spekulasi buy dengan target 370-385 dan stop loss level di 335
Support 345...330
Resist 360...370
 
BUMI:
MA 20 cross up MA 50, dan candle sudah bergerak diatas cloud yang menandakan bahwa trend saham ini masih bullish.
Namun secara short term masih bergerak sideways dalam range trading 2900-3150
Sayang kenaikan kemaren meninggalkan gap bawah di 3000-3025
Stochastic berbalik arah dan ada indikasi untuk golden cross
MACD slips tidak jadi death cross
Volume naik diatas VMA 20 hariannya
Jika mampu break out 3150 dengan volume besar akan menuju target 3300
Support 2900...3000
Resist 3150... 3200...3300

AALI:
Masih bergerak sideways di level 21.000-23.500 dengan kecenderungan menguat
Indikator Stochastic mulai golden cross
MACD masih dalam posisi death cross dan bergerak sideways
Volume juga masih tipis dibawah VMA 20 days
Spekulasi buy dengan target 23.200-23.500, stoploss jika break down 21.500
Support 21.500....21.000
Resist 22.350.... 23.000
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar