Senin kemaren IHSG dibuka langsung melemah. Indeks langsung melorot ke titik terendahnya di level 3.524,788, seiring dengan merahnya Bursa Regional Asia akibat Nikkei yang dibuka anjlok 5,5%, pasca terjadinya gempa di Jepang yang diperkirakan menelan kerugian sebesar US $ 171 miliar. Hal ini diperparah dengan rusaknya fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Fukushima yang menyebabkan kebocoran nuklir, hingga akhirnya membuat Nikkei ditutup turun 6,18%.
Sesuai prediksi, IHSG diperkirakan akan menembus level 3550. Dan setelah level tersebut tertembus, indeks melaju di zona hijau sepanjang sisa perdagangan, hingga akhirnya ditutup menguat 27,611 poin (+0,77%) ke level 3.569,839. Total transaksi Rp 4,2 triliun, foreign mencatatkan nett buy Rp 196 miliar dan Rupiah ditutup menguat di Rp 8.760/US $.
Semalam bursa Wall Street ditutup melemah merespons memburuknya kondisi Jepang pasca gempa, tsunami dan kebocoran pembangkit listrik nuklirnya. Saham-saham yang berhubungan dengan Jepang langsung melemah. Dow Jones ditutup melemah 51,24 poin (-0,43%) ke level 11.993,16. S&P 500 melemah 7,89 poin (-0,6%) ke level 1.296,39 dan Nasdaq melemah 14,64 poin (-0,54%) ke level 2.700,97.
Sementara itu, penguatan IHSG kemaren terjadi karena investor berspekulasi bahwa permintaan bahan baku akan melonjak kedepannya, disebabkan Jepang akan melakukan pembangunan kembali setelah negaranya diguncang gempa. Investor memburu saham2 sektor semen dan pertambangan terutama batu bara, sebagai substitusi energi atas bocornya reaktor nuklir (PLTN) di Jepang. Begitu juga dengan permintaan terhadap tambang logam yang lain seperti timah, nikel dan baja. Namun pada saham2 yang berhubungan langsung dengan produk2 Jepang terjadi aksi jual, seperti UNTR dan HEXA. Diperkirakan pula, Investor global mulai banyak mengalihkan dananya dari bursa Jepang ke beberapa bursa regional, termasuk ke Indonesia. Selain itu, rilis laporan keuangan emiten tahun 2010 juga akan segera keluar, mengingat saat ini sudah memasuki pertengahan bulan Maret. Sebagai catatan, semua laporan keuangan 2010 harus keluar sebelum 31 Maret 2011.
Sementara itu, penguatan IHSG kemaren terjadi karena investor berspekulasi bahwa permintaan bahan baku akan melonjak kedepannya, disebabkan Jepang akan melakukan pembangunan kembali setelah negaranya diguncang gempa. Investor memburu saham2 sektor semen dan pertambangan terutama batu bara, sebagai substitusi energi atas bocornya reaktor nuklir (PLTN) di Jepang. Begitu juga dengan permintaan terhadap tambang logam yang lain seperti timah, nikel dan baja. Namun pada saham2 yang berhubungan langsung dengan produk2 Jepang terjadi aksi jual, seperti UNTR dan HEXA. Diperkirakan pula, Investor global mulai banyak mengalihkan dananya dari bursa Jepang ke beberapa bursa regional, termasuk ke Indonesia. Selain itu, rilis laporan keuangan emiten tahun 2010 juga akan segera keluar, mengingat saat ini sudah memasuki pertengahan bulan Maret. Sebagai catatan, semua laporan keuangan 2010 harus keluar sebelum 31 Maret 2011.
Walaupun Dow Jones ditutup turun semalam, tapi IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan penguatannya walaupun terbatas. Penurunan Dow Jones disebabkan banyaknya saham2 Jepang yang listing di sana, seperti Toyota, Honda, Sony, Canon, dll. Hal inilah yang menjadi faktor pemberat penurunan Dow Jones. Selain itu kemungkinan penurunan Nikkei juga sudah mulai terbatas, setelah penurunan yang tajam kemaren. Untuk IHSG hari ini, support beradi di 3550, jika ditembus kebawah maka support 3520 akan menjadi support kuatnya, sedangkan resisten berada di 3605.
ITMG:
Asing banyak membeli saham ini kemaren, tercatat nettbuy hampir 99 miliar
Berhasil break out dari resisten down trend-nya dan tutup diatas MA 20
Stochastic dan MACD mulai golden cross
Volume naik signifikan diatas VMA 20 harinya
Spekulasi buy, dengan target terdekat 46.700-46.850
Support 45.500-45.200
Resist 46.000.... 46.800
ADRO:
Break resisten down trend line-nya dan berhasil tutup diatas MA 20
Stochastic golden cross meninggalkan oversold area
MACD mulai golden cross, namun masih bergerak mendatar
Volume naik signifikan diatas VMA 20 harinya
Trading buy dengan target terdekat di 2500-2550, stop loss di 2250
Support 2275...2350
Resist 2500...2550
BJBR:
Mencatatkan laba bersih sepanjang 2010 sebesar 890,225 miliar, atau sebesar Rp 114,82/saham
Masih bergerak sideways dalam range trading 1090-1180
Stochastic death cross, namun MACD masih dalam posisi golden cross bergerak sideways
Break 1180, akan menuju target terdekat 1230-1240
Trading buy di level 1100-1130, dengan stop loss jika break down 1090
Support 1090...1110
Resist 1170-1180
KRAS:
Kehancuran infrastruktur di Jepang akibat Tsunami dapat memicu permintaan baja untuk kebutuhan pembangunan kembali gedung, jembatan dan beberapa infrastruktur lainnya yang mengunakan baja.
Saat ini candle masih berada dipersimpangan
Stochastic bergerak turun dalam posisi death cross
MACD bergerak naik dalam posisi golden cross, namun momentum mulai melemah
Spekulasi BOW di 1040-1060, target jika mampu break 1100 akan menuju 1140 kembali
Stop loss jika break down 1010
Support 1040...1060
Resist 1100... 1140
Have an Amazing Trade and Happy Profit




Tidak ada komentar:
Posting Komentar