Kamis kemaren IHSG bergerak di zona merah sepanjang perdagangan akibat sentimen negatif dari Bursa Global. Krisis nuklir di Jepang hingga konflik politik di Timur Tengah masih menjadi penyebabnya. Padahal dari dalam negeri, bursa mendapat sentimen positif dari lembaga pemeringkat Fitch Rating yang akan menaikkan peringkat utang RI ke level investment grade kurang dari 12 bulan. Indeks akhirnya ditutup turun 47,267 poin (-1,34%) ke level 3.484,210, total transaksi Rp 3,8 triliun, foreign mencatatkan nettsell Rp 401 miliar dan Rupiah ditutup melemah tipis di Rp 8.790/US $.
Semalam Dow Jones ditutup naik 161,29 poin (+1,4%) ke level 11.774,59. S&P 500 naik 16,84 poin (+1,3%) ke level 1.273,72 dan Nasdaq naik 19,23 poin (+0,7%) ke level 2.636,05. Bursa Wall Street mengalami technical rebound, setelah 3 hari melemah. Investor mengalihkan perhatian ke pemulihan ekonomi domestik dari sebelumnya bencana nuklir Jepang. Pemerintah AS melaporkan data klaim pengangguran turun minggu lalu, sementara data consumer price naik 0,5% pada Februari, dan data manufaktur mengalami kenaikan. Indikator ekonomi naik 0,8% pada Februari. Rebound terjadi dalam volume perdagangan yang sangat tipis, dengan transaksi hanya sebesar 7,95 miliar lembar saham, di bawah rata2 tahun lalu yang mencapai 8,47 miliar. Nilai tersebut juga jauh di bawah volume transaksi ketika bursa Wall Street jatuh Rabu lalu, yang mencapai 11,1 miliar. Penguatan ini diprediksi hanya sementara mengingat krisis nuklir di Jepang dan ketegangan di Timur Tengah yang belum selesai.
Harga minyak Nymex naik kembali diatas US$100/barel semalam. Kenaikan harga minyak disebabkan oleh memanasnya kembali situasi di Timur Tengah, setelah Bahrain mengumumkan keadaan 3 bulan darurat pada tanggal 15 Maret kemaren, akibat telah terjadi bentrokan berdarah yang merenggut korban. Selain itu, dari Libya diberitakan pasukan Qaddafi akan melakukan serangan balik ke Benghazi, untuk merebut kembali kota tersebut dari tangan pasukan oposisi.
Sementara itu, IHSG masih bergerak konsolidasi dalam range trading 3475-3550. Kemaren support 3475 masih kuat menahan penurunan indeks. Dengan Bursa Global yang mengalami pullback, maka hari ini, IHSG juga akan mengalami technical rebound, untuk kembali ke level 3500 kembali. Yang menjadi masalahnya adalah apakah indeks sanggup menembus level 3550 dan tutup diatasnya kembali. Jika itu terjadi, maka IHSG masih dalam trend bullish.
Dengan naiknya kembali harga minyak dan komoditi (timah dan nickel), maka cermati saham2 yang berbasis komoditi yang sudah mengalami tekanan cukup dalam. Tetap disarankan untuk melakukan trading cepat, karena situasi yang belum stabil dari regional.
INCO:
Saham ini dalam trend bearish, turun dalam downtrend channel yang tajam dengan volume besar
Namun kenaikan komoditi nikel semalam yang cukup besar, diharapkan mampu membuat saham ini untuk mengalami technical rebound.
Selain itu antisipasi dari laporan keuangan 2010 yang akan keluar diperkirakan bagus.
Candle ditutup dibawah MA 5, MA 20 dan MA 50, namun masih diatas MA 200
Ada gap bawah di 4350-4400 yang belum tertutup.
Stochastic dalam posisi death cross di oversold area
MACD bergerak turun dalam posisi death cross memasuki area jual
Spekulasi buy dengan target terdekat 4700-4775
Support 4525...4475...4425
Resist 4675-4700
TINS:
Saham ini dalam trend bearish berat, dimana candle sudah berada di bawah MA 200, dan MA 5 sudah death cross dengan MA 200.
Masih bergerak turun dalam down trend channelnya, namun kenaikan harga komoditi timah, diharapkan mampu membuat saham ini untuk mengalami pullback sementara
Indikator stochastic death cross dan MACD bergerak turun dalam posisi death cross menuju area jual.
Akan sangat bagus jika mampu ditutup diatas 2650, karena akan break resisten downtrend channelnya dan sekaligus candle sudah diatas MA 200
Spekulasi buy dengan target terdekat di 2650, yang jika mampu dibreak akan menuju target berikutnya di 2700-2725, stoploss jika break down 2475
Support 2475-2500
Resist 2600...2650...2725
BBRI:
Masih bergerak dalam short term down trend channel-nya
Gap di 4925-4975 hampir tertutup, namun penurunan tertahan oleh MA 50 dan support channel di 4950
Stochastic masih bergerak turun dalam posisi death cross
MACD melemah dalam posisi golden cross dan bergerak turun
Selama penurunan dalam down trend channel, volume sangat tipis dibawah rata-rata 20 harinya
Trading BOW di 4925-5000 dengan target terdekat 5250-5350, stoploss jika break down 4900
Support 5000... 4925
Resist 5150... 5250
ASRI:
Masih bergerak dalam short term uptrend channel-nya
Penurunan tertahan oleh support uptrend line-nya
Stochastic masih bergerak turun dalam posisi death cross
MACD masih dalam posisi golden cross dan bergerak mendatar
Selama bergerak turun, volume cenderung tipis
Trading buy di 255-260, target terdekat di 275-285, stop loss jika breakdown 250
Support 250... 255
Resist 265... 275
Have an Amazing Trade and Happy Profit




Tidak ada komentar:
Posting Komentar