Minggu, 06 Maret 2011

Aura Positif dari Dipertahankannya BI Rate, Dibayangi oleh Tingginya Harga Minyak Dunia

Jumat (4/3/2011), IHSG naik 48,364 poin (+1,38%) ke level 3.542,903, total transaksi sebesar Rp 26,8 triliun, foreign mencatatkan nett sell Rp 5,9 triliun dan Rupiah ditutup menguat di posisi Rp 8.790. Transaksi di bursa melonjak akibat transaksi penjualan BUMI untuk Vallar di pasar negosiasi dengan total transaksi Rp 21,3 triliun. Sehingga di market reguler total transaksi tercatat hanya sebesar 4,7 trilyun, dan foreign mencatatkan nett buy sebesar 669 millar.

Sementara itu, Dow Jones turun 88,32 poin (-0,72%) ke level 12.169,88. S&P 500 turun 9,82 poin (-0,74%) ke level 1.321,15 dan Nasdaq melemah 14,07 poin (-0,50%) ke level 2.784,67. Sehingga selama sepekan lalu Dow Jones naik 0,3% sedangkan S&P dan Nasdaq keduanya bertambah 0,1%. Wall Street kembali melemah pada perdagangan Jumat lalu, atas melonjaknya harga minyak dunia ke level tertinggi dalam 29 bulan. Kontrak harga minyak naik 2,5% menjadi US$ 104/barel, sedangkan minyak mentah jenis Brent naik hingga di atas US$116/barel. Kenaikan harga minyak memicu kecemasan investor kalau anggaran belanja konsumen akan melambat dan menekan tingkat konsumsi.

Penguatan Bursa Regional Asia dan keputusan BI untuk menahan BI Rate direspons positif oleh investor di lantai bursa pada perdagangan akhir pekan lalu. Saham2 perbankan menjadi katalis penguatan indeks. Indeks berhasil menembus resist pola triangle pattern, dan bagusnya lagi berhasil tutup diatas MA 50. Secara teknikal, MACD masih dalam trend positif, namun Stochastic yang cenderung overbought menyebabkan IHSG berpeluang untuk mengalami profit taking. Hanya saja penurunan tidak boleh lebih rendah dari 3475-3480 yang menjadi support short term uptrend line IHSG saat ini. Jika itu terjadi, maka indeks akan memasuki konsolidasi dengan kecenderungan melemah lagi. Support dan Resisten selama sepekan kedepan berada di  level 3475-3480 dan 3590-3605 (fibo 61,8%). Sedangakan suport dan resisten terdekat ada di 3515 dan 3550.
  
ITMG:
Secara teknikal, ITMG masih dalam kondisi downtrend
Namun candle membentuk hammer dengan ekor yang panjang, menandakan telah terjadi reversal
Kenaikan hampir mencapai fibo 50%, maka target kenaikan selanjutnya adalah fibo 61,8% disekitar 45.300.
Ada gap atas di level 45.700-45.400.
Stochastic dan MACD masih dalam posisi death cross, namun mulai berbalik arah dan berpeluang golden cross.
Volume terjadinya reversal sangat besar mencapai 3 kali volume rata-rata VMA 20 days.
Spekulasi BOW dengan target 45.300 (fibo 61,8%) hingga 45.700 (gap atas), stop loss level di MA 200
Support 43.250....42.500
Resist 45.300....45.700

HEXA:
Bergerak dalam pola ascending triangle
3 candle terakhir bergerak diatas cloud, menandakan bahwa saham ini mulai masuk area bullish
Sangat bagus jika break 6950 dan mampu close diatasnya dengan volume besar.
MACD masih bergerak sideways dalam posisi golden cross di buy area
Indikator GMMA juga mulai bullish, walaupun masih bergerak sideways
Namun volume perdagangan masih bergerak tipis
Spekulasi buy di 6700-6800, dengan level cutloss di 6600
Target jika pola ascending triangle di break out, ada di 7800 (fibo 123,6%), namun tetap bertahap dan harus melewati level psikologis 7000 dan 7450 sebagai harga tertingginya.
Support 6700-6750
Resist 6900...7150...7450

INDF:
Break out dari resisten down trend line-nya
Momentum MACD menguat dalam posisi golden cross di buy area
Stochastic golden cross memasuki area overbought
Volume naik signifikan
Spekulasi buy di 4900-5000, dengan target 5100-5250
Support 4850-4900, resist 5050...5100...5200

BDMN:
Masih bergerak uptrend, namun waspadai adanya pola distribusi, dimana harga naik tapi volume semakin turun.
Stochastic dan MACD bergerak sideways cenderung melemah
Volume semakin turun dibawah rata-rata VMA 20 days
Lakukan SOS jika turun menjebol support uptrend-nya dengan volume besar
Support 6250...6050...5850
Resisten 6500...6700

Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar