Kamis kemaren IHSG ditutup melemah 11,027 poin (-0,31%) ke level 3.587,648, total transaksi Rp 3,2 triliun, foreign mencatatkan nett sell 15 miliar.
Semalam Dow Jones anjlok 228,48 poin (-1,87%) ke level 11.984,61. S&P 500 turun 24,91 poin (-1,89%) ke level 1.295,11 dan Nasdaq merosot 50,70 poin (-1,84%) ke level 2.701,02. Bursa Wall Street turun dalam setelah munculnya laporan Arab Saudi telah memulai aksi melawan para demonstran. Hal itu semakin meningkatkan kekhawatiran seputar ketidakstabilan di negara2 penghasil minyak utama dunia. Selain itu data ekonomi yang rilis semalam juga buruk, dimana data klaim pengangguran meningkat 26.000 menjadi 397.000 dan defisit perdagangan AS melebar jauh dari ekspektasi menjadi US$ 46,3 miliar.
Sesuai prediksi kemaren, IHSG terkoreksi setelah penguatan 5 hari berturut-turut. Pelemahan terjadi akibat aksi profit taking yang dilakukan investor, bersamaan dengan terkoreksinya mayoritas Bursa Global.
Sesuai prediksi kemaren, IHSG terkoreksi setelah penguatan 5 hari berturut-turut. Pelemahan terjadi akibat aksi profit taking yang dilakukan investor, bersamaan dengan terkoreksinya mayoritas Bursa Global.
Bursa Regional Asia terkoreksi setelah Jepang melaporkan bahwa ekonominya menyusut melebihi estimasi. Selain itu, kemaren Bank of Korea menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini, setelah inflasi yang melebihi target 2 bulan berturut-turut. Ditambah lagi, China untuk pertama kalinya mencetak defisit perdagangan US$ 7,3 miliar pada Februari. Ini adalah defisit pertama sejak 1 tahun terakhir dan terbesar dalam 7 tahun terakhir.
Sentimen negatif juga datang dari Eropa dimana Moodys menurunkan peringkat utang Spanyol menjadi Aa2 dari sebelumnya Aa1, dengan prospek negatif. Namun dari dalam negeri, berita Pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi (premium dan solar) menjadi sentimen positif. Sehingga indeks tidak terkoreksi terlalu dalam dan koreksi yang terjadi hingga kemaren masih terbilang wajar.
Sentimen negatif juga datang dari Eropa dimana Moodys menurunkan peringkat utang Spanyol menjadi Aa2 dari sebelumnya Aa1, dengan prospek negatif. Namun dari dalam negeri, berita Pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi (premium dan solar) menjadi sentimen positif. Sehingga indeks tidak terkoreksi terlalu dalam dan koreksi yang terjadi hingga kemaren masih terbilang wajar.
Dengan Dow Jones yang anjlok dibawah level psikologis 12.000, bersamaan dengan koreksi Bursa Global kemaren, maka mau tidak mau IHSG akan melanjutkan koreksinya pada hari ini. Indeks masih bisa dikatakan bullish jika masih mampu bertahan di support level 3550. Harapan jika support tersebut jebol, paling tidak indeks akan konsolidasi dalam range area 3495-3550. Untuk posisi trading, jika support 3550 dijebol dengan volume besar, maka ada baiknya untuk mengamankan portfolio dulu. Salah satu kunci sukses dalam trading adalah melakukan "Disiplin", karena akan menghindarkan kita dari kerugian yang lebih dalam.
IHSG:
Masih mampu close diatas MA 5
Stochastic mulai death cross di overbought area
Momentum MACD mulai melemah dan volume penurunan kemaren tergolong kecil
Support 3550...3520...3495
Resisten 3606...3630
MYOR:
Saham ini masih dalam kondisi bearish, namun sudah berhasil break short term downtrend channel dengan volume yang cukup besar diatas rata-rata
Stochastic golden cross meninggalkan oversold area
MACD mulai berbalik arah, berpeluang untuk golden cross
Volume kenaikan 2 hari ini terbilang cukup besar diatas VMA 20 days
Support 9500...9300
Resist 10.000....10.300
Have an Amazing Trade and Happy Profit.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar