Rabu, 02 Maret 2011

Ketidakpastian Ekonomi Global Membayangi Penguatan IHSG

Selasa kemaren, IHSG naik 42,269 poin (+1,21%) ke level 3.512,617, total transaksi Rp 4,69 triliun, foreign mencatatkan nettbuy Rp 570 miliar dan Rupiah ditutup melemah tipis di Rp 8.820/US $.
 
Semalam Dow Jones turun 169,38 poin (-1,39%) ke level 12.056,96. S&P 500 juga merosot 21,04 poin (-1,59%) ke level 1.306,18 dan Nasdaq merosot 44,86 poin (-1,61%) ke level 2.737,41. Lonjakan harga minyak yang kembali naik, seiring memanasnya kembali kondisi di Timur Tengah, dimana kali ini terjadi di Iran, langsung memicu aksi jual di bursa Wall Street. Minyak light sweet pengiriman April melonjak $ 2,66 menjadi US$ 99,63/barel, sedang minyak Brent juga melonjak $ 3,62 menjadi US$ 115,42/barel.
 
Kemaren BPS mengumumkan inflasi Bulan Februari 2011 sebesar 0,13% dan Inflasi year on year turun menjadi 6,84%, dibawah market ekspektasi 7.13%. Maka sesuai prediksi kemaren, jika data inflasi keluar lebih kecil dari market ekspektasi maka IHSG berpeluang menuju 3500, dengan saham2 banking sektor dan ASII sebagai "lead indikator"-nya. Dan hasilnya indeks berhasil naik diatas 3500 untuk ditutup tepat di resisten pola triangle pattern di 3512. Jika resist ini mampu dijebol maka terbuka peluang bagi IHSG untuk mengalami rally keatas kembali.
 
Dan apabila kita "flashback" kembali, bahwa penyebab terbesar penurunan IHSG sejak awal Januari 2011 adalah masalah inflasi yang tinggi diatas 7%, sedangkan BI Rate saat itu hanya 6,5%. Sehingga BI akhirnya menaikan BI Rate ke 6,75% pada awal Februari 2011. Namun masalah itu tampaknya sekarang mulai berkurang. Dengan inflasi yang mulai turun mendekati BI Rate saat ini, maka kecil kemungkinannya BI akan menaikan Rate-nya kembali pada RDG BI jum'at ini, karena pemerintah juga tidak menginginkan Rupiah menguat terlalu cepat. Selain itu, masalah pembatasan konsumsi BBM juga "tertunda", dengan dimundurkannya jadwal dari semula 1 April menjadi 1 Juli, sehingga hal ini menjadi sentimen positif bagi saham ASII, ditambah lagi keluarnya laporan keuangan yang bagus serta rencana pembagian deviden, membuat ASII mengalami rebound.
 
Dengan melihat semua masalah yang mulai terkendali, seharusnya tidak ada masalah bagi IHSG untuk melanjutkan penguatannya. Apalagi musim laporan keuangan emiten2 besar yang akan segera rilis bulan Maret ini sebagian besar hasilnya bagus (walaupun masih unaudited), lalu diteruskan dengan musim pembagian deviden. Ditambah lagi, berita positif lainnya yang datang pekan lalu, dimana Lembaga pemeringkat Fitch menaikan peringkat surat utang Indonesia dari level stabil menjadi positif dan mereflesikan probabilitas lebih besar untuk menaikan ke "investment grade" dalam waktu 6-12 bulan mendatang. 
 
Namun semua sentimen positif dari internal saat ini, terhadang oleh masalah baru yang datang dari ekternal. Ketidak pastian ekonomi global akibat gejolak politik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak melonjak ke US $100/barel. Hal ini ditakutkan memperparah inflasi dunia dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
 
Lalu bagaimana dengan IHSG hari ini?
Dengan Dow yang ditutup turun cukup dalam semalam, maka kemungkinannya Bursa regional Asia akan tertekan. Demikian juga dengan IHSG, sehingga untuk tips hari ini, disarankan untuk melakukan BOW dari saham2 yang keliatan kuat kemaren.
 
IHSG:
Tampaknya IHSG cenderung lebih memilih untuk break resist dari pola triangle pattern-nya
Namun kenaikan masih tertahan di resist, sehingga dibutuhkan konfirmasi dengan menjebol resistnya
Stochastic golden cross dengan arah naik menuju overbought area
Momentum MACD menguat dan bergerak dalam trend positif
Kenaikan juga didukung oleh volume yang cukup besar diatas rata-rata VMA 20 harinya
Support 3493...3470...3423
Resist 3521...3549...3605
 
BBRI:
Break pola descending triangle
Berpeluang menutup gap di 5000-5050
Stochastic dan MACD masih naik dalam posisi golden cross
Volume naik diatas rata-rata VMA 20 harinya
Trading BOW dengan support 4775-4800
Resist 4975...5050...5200
 
AKRA:
Cum deviden tanggal 11 Maret sebesar Rp 135/lembar saham 
Sejak break resisten downtrend line, penurunan tertahan oleh MA 50 sebagai support kuatnya
Berhasil close diatas MA 5, dimana MA 5 berhasil cross up MA 50
Stochastic golden cross di overbought area
MACD bergerak uptrend menuju buy area dan histogram bar kembali hijau menunjukan kekuatan momentum bullish kembali.   
Volume naik signifikan diatas rata-rata VMA 20 harinya
Trading BOW dengan target terdekat 1690-1720
Support 1550-1570 dan resist 1630...1690...1720
 
INDY:
Bergerak sideway di level 3650-3950
Stochastic dan MACD golden cross
Volume naik diatas VMA 20 days
Penurunan mulai terbatas, trading BOW di 3725-3800
Jika mampu break 3950, target terdekat di 4100-4375
Support 3800... 3650
Resist 3950...4100...4375
 
SGRO:
Candle bottom reversal di support 2575
Berhasil close diatas MA 200
Stochastic golden cross berusaha meninggalkan oversold area
MACD berbalik arah berpeluang golden cross
Spekulasi buy di 2650-2700, dengan target terdekat di 2800-2850
Support 2700...2650...2575
Resist 2750... 2800...2850
 
ANTM:
Laba bersih ANTM 2010 (unaudited) naik 175% menjadi 1,66 triliun menjadi sentimen positif
Dibuka open gap di 2200-2225
Break out dari sideways level 2150-2225
Stochastic dan MACD masih uptrend dalam posisi golden cross
Volume perdagangan naik signifikan
Spekulasi buy di 2200-2225, target terdekat 2350-2400, stop loss level 2150
Support 2225...2150
Resist 2325...2425 

Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar