Rabu, 16 Maret 2011

Bursa Global Anjlok "Terkena Radiasi" Nuklir Jepang

Selasa kemaren IHSG dibuka langsung anjlok, mengikuti Bursa Regional Asia yang jeblok akibat bocornya kembali salah satu reaktor nuklir PLTN di Jepang yang membawa negara ini kedalam krisis nuklir. Hal ini menyebabkan investor global panik dan mengamankan portofolionya, sehingga membuat Bursa Global anjlok dalam.
Sepanjang perdagangan kemaren, IHSG terus berada di teritori negatif. Bahkan indeks sempat menyentuh posisi terendahnya di level 3.476,693 pada pertengahan sesi 1, setelah berita bahwa radiasi radioaktif telah mencapai Tokyo. Kabar ini membawa Nikkei sempat merosot hingga 14%. Namun pada penutupan perdagangan, indek Nikkei tercatat turun 1.015,34 poin (-10,55%) ke level 8.605,15, setelah Bank of Japan (BoJ) melipatgandakan skema pembelian aset2 dan menyuntikan dana triliunan yen ke pasar selama 2 hari berturut-turut guna menstabilkan sistem perbankan dalam menjaga likuiditas pasar.
IHSG kemaren akhirnya ditutup turun 45,356 poin (-1,28%) ke level 3.524,483, total transaksi Rp 4,969 triliun, foreign mencatatkan nett buy Rp 41 miliar dan Rupiah ditutup melemah di posisi Rp 8.785/US $. 
 
Support kuat IHSG di 3520 ternyata masih kuat menahan penurunan indeks. Walaupun tertekan kembali ke level 3400, namun akhirnya indeks berhasil tutup di 3524. Tapi seberapa kuat IHSG dapat bertahan dari tekanan bursa global? Jika Bursa Global kembali tertekan dalam, mau tak mau, cepat atau lambat IHSG juga akan terimbas sentimen negatif tersebut.
Dalam Era Globalisasi, semua pasar sepertinya tersambung walaupun tidak secara langsung. Dua hari lalu, Bursa Global masih kelihatan bertahan pasca gempa di Jepang. Tapi setelah Nikkei jatuh lebih dalam pada hari kedua, mau tak mau menyeret semua Bursa Global untuk turun dalam. Sebagai catatan, ketika krisis 2008 yang terjadi di USA, walaupun Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan dan dikatakan tidak mengalami resesi, tapi IHSG mengalami kejatuhan yang dalam juga. Jadi ada baiknya untuk mulai berhati-hati !!
Secara Logika, penurunan Nikkei sudah keterlaluan, turun 17% dalam 2 hari. Tapi saat ini, tampaknya logika sudah tidak jalan. Yang ada adalah "FEAR" karena ketidakpastian pasar, terutama akan dampak dari bencana alam di Jepang dan kemelut politik di Timur Tengah yang masih belum selesai. Kemungkinan untuk turun lagi masih ada, jika melihat masalah bahwa masih ada 2 reaktor nuklir Fukushima Daiichi, yaitu reaktor 5 dan 6 yang mulai overheating. Namun jika masalah tersebut dapat diselesaikan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi rebound, mengingat penurunan yang sudah terlalu dalam. Untuk itu, pantau pergerakan Bursa Regional Asia pada pagi hari, terutama Nikkei, karena IHSG diuntungkan dengan buka lebih siang dari mereka. Juga cermati penutupan Bursa Wall Street pagi ini (pada saat blog ini di update rata2 masih turun diatas 1,5%).
 
INDY:
Saat ini masih bergerak sideways di level 3650-3950
Stochastic mulai golden cross
MACD masih bergerak sideways dalam posisi golden cross
Candle masih bergerak dalam persimpangan dan 2 hari ini volume naik sangat signifikan, menunjukan pertarungan yang kuat antara buyer dan seller
Strategy: jika terjadi panic selling, lakukan Strong Buy di level 3600-3650 (sebagai catatan: level 3600, adalah level tertinggi INDY sebelum krisis tahun 2008 yang dijebol pada tahun lalu, sehingga level ini akan menjadi support kuat bagi saham ini). Cutloss level di 3575.
Support 3725...3650
Resist 3950-3975
 
PGAS:
Candle membentuk doji dan close dibawah MA20 dan MA 5
Stochastic dan MACD bergerak naik dalam posisi golden cross
Volume turun dibawah rata-rata
Spekulasi BOW di 3600-3625, target terdekat di 3800, stoploss jika break down 3500
Support 3600... 3500
Resist 3775-3800
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar