Selasa, 08 Maret 2011

Ancaman Inflasi Kedepan dari Tingginya Harga Minyak Dunia

Senin kemaren IHSG menguat 18,814 poin (+0,53%) ke level 3.561,717, total transaksi Rp 4,181 triliun, foreign mencatatkan nett buy Rp 585 miliar dan Rupiah ditutup tidak berubah di Rp 8.790/US $. Saham2 perbankan masih menjadi favorit, setelah investor asing memburunya dengan total pembelian bersih Rp 471 miliar. Sepanjang sesi 2 indeks berada di zona positif meskipun transaksi berjalan tipis.
 
Semalam Dow Jones ditutup merosot 79,85 poin (-0,66%) ke level 12.090,03. S&P 500 juga melemah 11,02 poin (-0,83%) ke level 1.310,13 dan Nasdaq melemah 39,04 poin (-1,40%) ke level 2.745,63. Ketidakpastian seputar harga minyak telah mendorong saham2 teknologi mengalami aksi jual besar sehingga menyebabkan bursa Wall Street terkoreksi kembali.

Saat ini yang menjadi kekhawatiran investor di seluruh dunia adalah tingginya harga minyak yang dapat memicu inflasi, sehingga mengancam pertumbuhan ekonomi global dan berdampak negatif pada market. Walaupun saat ini IHSG secara teknikal telah menunjukan sinyal positif, namun perlu diwaspadai, karena koreksi Bursa Global dapat memberikan "Efek Psikologis Negatif" bagi IHSG.
 
Seperti diketahui, pasca pengumuman inflasi bulan Februari yang rendah dan dipertahankannya BI Rate, indeks langsung mengalami rebound. Namun siapa yang dapat menjamin inflasi kedepan bakal tetap rendah. Kenaikan harga minyak, mau tak mau akan membuat pemerintah untuk menaikan BBM bersubsidi. Walaupun berita terakhir mengatakan bahwa pembatasan BBM bersubsidi ditunda dari semula bulan April menjadi Juli 2011. Namun jika harga minyak bertahan diatas $100/barel, apalagi jika harganya terus naik, maka akan menjadi beban bagi pemerintah. Sehingga bisa saja pemerintah tidak jadi memberlakukan pembatasan BBM bersubsidi, tetapi langsung menaikan harga BBM. Bahkan usulan untuk menaikan harga premium sebesar Rp 500-1000/liter sudah mulai dibahas. Jika hal tersebut dijalankan, maka dipastikan inflasi akan melambung kembali. Dan ujung2nya, BI Rate akan dinaikan lagi yang akan mengakibatkan indeks dapat terkoreksi kembali.
 
Dengan Dow yang ditutup merah semalam, diperkirakan IHSG akan mengalami tekanan. Apalagi kenaikan kemaren terjadi dengan volume yang tipis, menyiratkan bahwa kekuatan buyer mulai melemah, sehingga memungkinkan indeks untuk mengalami profit taking. Kemungkinannya saham2 banking dan ASII yang sudah overbought akan mengalami profit taking. Dan sebagai balancing, biasanya saham2 pertambangan dan perkebunan akan dinaikan agar indeks tidak tertekan terlalu dalam.

UNTR:
Candle break pola ascending triangle dengan volume yang cukup besar diatas rata-rata VMA 20 days
Candle juga sudah bergerak diatas cloud, berarti sudah mulai masuk bullish area kembali
Stochastic golden cross bergerak di over bought area
Momentum MACD menguat dan bergerak naik di buy area dalam posisi golden cross
Target pola ascending triangle di level 25.000-25.150 (fibo 78,6%)
Trading BOW dengan stop loss jika break down 23.000
Support 23.500.... 23.200.... 23.000
Resist 24.000.... 24.600.... 25.150
 
BWPT:
Break out dari resisten downtrend line-nya dengan volume yang cukup besar
Stochastic bergerak uptrend dalam posisi golden cross melewati centre line
MACD golden cross dengan histogram bar mulai diatas centreline
Volume naik diatas VMA 20 days
Spekulasi BOW di 1100 kebawah, dengan level cut loss di 1060, target terdekat 1160-1180
Support 1100... 1070
Resist 1140...1180
 
PGAS:
Saham ini masih bearish, namun sudah break dari resisten short term downtrend line-nya
Stochastic golden cross meninggalkan oversold area
MACD mulai golden cross
Volume naik diatas VMA 20 days
Spekulasi BOW, target terdekat 3800-3900, dengan level cut loss di bawah 3550
Support 3675...3600
Resist 3750...3800...3900
 
TLKM:
Salah satu saham yang biasanya dipakai untuk membalacing indeks ketika indeks merah
Masih bergerak dalam trend bearish, namun ada potensi untuk mengalami pull back keatas lagi walaupun terbatas
Stochastic golden cross di oversold area dan RSI bergerak naik meninggalkan oversold area
Setiap kali indikator RSI dan stochastic meninggalkan oversold area, candle mengalami pull back
Trading BOW dengan stop loss jika break down 7100, target 7550-7700
Support 7250...7100
Resist 7400...7550...7700
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar