Rabu kemaren IHSG dibuka bergerak fluktuatif di 45 menit awal perdagangan. Sempat jatuh diposisi terendahnya 3508,595, namun setelah itu indeks melenggang di zona hijau hingga penutupan. IHSG ditutup naik 38,51 poin (+1,09%) ke level 3.556,231, total transaksi Rp 4,127 triliun, foreign mencatatkan nett buy 226 miliar dan Rupiah ditutup melemah di Rp 8.720/US $.
Semalam Dow Jones ditutup naik 67,39 poin (+0,56%) ke level 12.086,02. S&P 500 naik 3,77 poin (+0,29%) ke level 1.297,54 dan Nasdaq naik 14,43 poin (+0,54%) ke level 2.698,30. Wall Street menguat berkat kenaikan saham-saham material logam. Saham Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc melesat 5%, sedangkan Alcoa Inc naik 3% karena kenaikan harga tembaga di tengah lonjakan permintaan stok logam.
Sementara itu, IHSG akhirnya berhasil rebound cukup tinggi 38 poin, kendati beberapa Bursa Regional terseret dalam tekanan negatif. Secara TA, indeks sudah berada dalam trend bullish-nya kembali. Berhasil tutup diatas MA 5, MA 20 dan MA 50. Indikator Stochastic dan MACD juga sudah golden cross sehingga mendukung kenaikan ini, membuat indeks berpeluang melanjutkan kenaikannya menuju level 3600 kembali untuk menguji resisten 3610. Namun sayang kenaikan ini tidak didukung oleh volume yang besar. Sehingga mencerminkan kekuatan buyer yang tidak cukup kuat. Hal ini mungkin disebabkan oleh kekuatiran investor akan bayang2 faktor ekternal yang masih tidak dapat diabaikan, seperti krisis Lybia, krisis nuklir di Jepang dan isu seputar kenaikan suku bunga Eropa.
Sementara itu, IHSG akhirnya berhasil rebound cukup tinggi 38 poin, kendati beberapa Bursa Regional terseret dalam tekanan negatif. Secara TA, indeks sudah berada dalam trend bullish-nya kembali. Berhasil tutup diatas MA 5, MA 20 dan MA 50. Indikator Stochastic dan MACD juga sudah golden cross sehingga mendukung kenaikan ini, membuat indeks berpeluang melanjutkan kenaikannya menuju level 3600 kembali untuk menguji resisten 3610. Namun sayang kenaikan ini tidak didukung oleh volume yang besar. Sehingga mencerminkan kekuatan buyer yang tidak cukup kuat. Hal ini mungkin disebabkan oleh kekuatiran investor akan bayang2 faktor ekternal yang masih tidak dapat diabaikan, seperti krisis Lybia, krisis nuklir di Jepang dan isu seputar kenaikan suku bunga Eropa.
Jika kenaikan kemaren dipimpin oleh sektor semen, maka mendekati akhir bulan, boleh mulai melirik saham2 banking, karena... konon katanya Maret ini bisa terjadi deflasi. Terkait benar tidaknya kita lihat nanti awal bulan ketika data inflasi tersebut dirilis. Jika memang terjadi deflasi, maka kemungkinananya BI Rate akan tetap di 6,75%. Selain itu cermati saham2 Blue Chip yang akan merilis laporan keuangan. Jika keluar bagus, maka saham2 tersebut diharapkan bisa bergerak naik mengikuti SMGR dan INDF, yang pasca keluarnya laporan keuangan mampu naik dengan menjebol resisten kuatnya. Cermati juga saham2 pertambangan logam (TINS, ANTM, INCO), terkait dengan rebound nya kembali harga komoditi logam. Kenaikan harga komoditi logam ini yang mendongkrak kenaikan Bursa Wall Street semalam, dengan dukungan kenaikan dari saham2 sektor tersebut.
BMRI:
Laporan keuangan unaudited menyebutkan laba bersih mencapai 9,2 triliun. Jika nanti dirilis ternyata sesuai atau lebih bagus, maka saham ini akan bergerak naik mengikuti pergerakan SMGR.
Selama 5 hari terakhir bergerak sideways dengan candle membentuk doji, menunjukkan masih terjadi pertempuran antara buyer dan seller di area konsolidasi yang ketat yaitu di level 5900-6050.
Volume mulai naik diatas rata-rata 20 hariannya.
Indikator Stochastic dan MACD, memang belum menunjukan sinyal buy, karena masih bergerak turun dalam posisi death cross.
Spekulasi BOW di 5900-5950, dengan target terdekat 6150-6250, stop loss jika break down 5850
Support 5900-5950, Resist terdekat 6050-6100
ANTM:
Merilis laporan keuangan 2010 dengan kenaikan laba bersih hingga 179%, merupakan sentimen yang positif bagi saham ini. Diharapakan seperti SMGR dan INDF yang sahamnya rally pasca keluarnya laporan keuangan yang bagus.
Berhasil break out dari downtrend line nya
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross
MACD mulai golden cross dengan histogram bar hijau diatas centreline
Volume naik signifikan
Trading buy dengan target terdekat menuju 2275, yang jika mampu di break akan menuju 2350
Support 2150...2100
Resist 2175...2350
TINS:
Rebound harga komoditi timah yang kembali diatas US $31.000, diharapkan menjadi sentimen positif.
Tapi masih bergerak dalam down trend channelnya.
Akan sangat bagus jika mampu break 2600 dengan volume besar, karena akan keluar dari downtrend channel tersebut, sehingga berpeluang menuju 2700-2750
Stochastic sudah golden cross dan mulai keluar dari oversold area
Penurunan MACD mulai melemah dan mulai berbalik arah
Namun rebound ini kurang didukung dengan volume
Support 2475-2500
Resist 2600...2700...2750
INTP:
Break out dari resisten down trend line-nya
Candle juga berhasil close diatas cloud ichimoku
Indikator Stochastic dan MACD mulai golden cross
Volume naik signifikan
Trading buy dengan target terdekat di 15.650-15.700
Support 14.600-14.500, Resist 15.500....15.700
UNTR:
Berita mulai beroperasinya kembali Pabrik Komatsu di Jepang membuat saham ini rebound kencang, setelah mengalami penurunan akibat gempa dan Tsunami di Jepang.
Stochastic golden cross dan sudah keluar dari oversold area
MACD mulai berbalik arah dan berpeluang untuk golden cross
Volume rebound naik signifikan diatas VMA 20 days
Target terdekat menuju 23.800-24.000
Support 23.000... 22.600
Resist 23.900.... 24.500
Have an Amazing Trade and Happy Profit





Tidak ada komentar:
Posting Komentar