Senin, 10 Januari 2011

Tips Trading Senin 10 Januari 2011

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (7/1/2011), IHSG turun 104,804 poin (-2,81%) ke level 3.631,453, dengan total transaksi sebesarRp 6,656 trilliun, dimana Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 1,51 triliun.
Ada beberapa hal yang menyebabkan IHSG mengalami koreksi yang begitu besar pada akhir pekan lalu, antara lain:
1. Secara TA, IHSG berada pada posisi Triple Top disekitar 3789, hal ini menyebabkan para Trader untuk mengambil posisi profit taking setelah rally akibat window dressing pada akhir tahun.
2. Indeks melorot seiring dengan anjloknya beberapa harga komoditas dunia akibat penguatan dollar AS. Tercatat harga minyak dunia yang kembali turun dibawah $ 90/barrel.
3. Inflasi yang tinggi terutama berkaitan komoditas pangan yang diramal bakal naik 7% hingga 8% yang disebabkan oleh cuaca yang ekstrem pada berbagai belahan dunia. Hal ini membuat investor berspekulasi bahwa jika inflasi tinggi, maka besar kemungkinan BI akan menaikkan suku bunga acuannya.
4. Spekulasi lain adalah pendapat bahwa penurunan IHSG disebabkan adanya pengalihan dana oleh investor asing ke pasar Amerika Serikat, yang disebabkan oleh kondisi di AS yang sedang mengalami pemulihan. Para investor terutama asing, yang sudah mendapatkan keuntungan besar dari emerging market, kembali mengalihkan dananya ke AS.

Sementara itu pada penutupan perdagangan akhir pekan di Wall Street, Dow Jones ditutup melemah 22,55 poin (-0,19%) ke level 11.674,76; S&P 500 turun tipis 2,35 poin (-0,18%) ke level 1.271,50 dan Nasdaq terkoreksi 6,72 poin (-0,25%) ke level 2.703,17. Wall Street terkoreksi menyusul putusan bersalah oleh pengadilan dalam kasus perbankan sehingga membuat investor melepas saham2 bank. Belum lagi ditambah pengumuman data pengangguran dimana dilaporkan masih banyak warga Amerika yang mencari pekerjaan kendati angka pengangguran mulai surut.
Selain itu secara TA, Dow Jones yang sudah bergerak naik selama 6 minggu terakhir harus diwaspadai sebab indicator MACD, Stochastic dan juga RSI terlihat cenderung membentuk negative divergence. Bila ditutup dibawah 11.400, maka Dow akan berpotensi untuk kembali terkoreksi ke level 11.000.

Lalu bagaimana dengan perdagangan IHSG pada pekan depan? Beberapa faktor yang masih menjadi "Strength" (faktor kekuatan) bagi IHSG adalah:
1. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan masih akan tumbuh sebesar 6,3%-6,4% sepanjang 2011 ini. 
2. Faktor peringkat Indonesia yang diperkirakan akan naik menjadi investment grade masih memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar. 
3. Outlook makroekonomi Indonesia yang masih stabil terlihat dari nilai tukar Rupiah, suku bunga yang tetap, cadangan devisa yang meningkat dan kuatnya domestic market.
4. Harga2 komoditi yang diperkirakan akan menguat sepanjang 2011 ini akan memberikan dampak yang positif bagi saham2 pertambangan seperti CPO sektor, coal sektor, dan energy sektor maupun tambang2 logam.

Sedangkan yang menjadi "Weakness" (faktor pelemahan) bagi IHSG adalah:
1. Investor asing yang mulai keluar dari IHSG dalam 2 hari terakhir cukup besar, hampir sekitar 2 triliun. Terlihat saham2 yang dilepas adalah ASII, TLKM, BBRI, BMRI, BBNI, BBCA. Aksi jual yang melanda saham ASII disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang kurang mendukung sektor otomotif yaitu rencana pembatasan BBM bersubsidi, kenaikan bea pajak balik nama, dan pajak progresif kendaran bermotor, sehingga hal ini bisa menurunkan minat beli konsumen di kuartal I. Tingkat inflasi juga berpengaruh terhadap pergerakan saham ASII. Sebab Inflasi yang tinggi dapat diartikan kenaikan suku bunga dan jika itu terjadi, pembiayaan di sektor otomotif dan properti akan mengalami penurunan. Selain itu kenaikan suku bunga ini juga akan menggerus margin profit saham2 perbankan. Sedangkan untuk saham TLKM terkait dengan stagnannya pertumbuhan laba bersihnya namun ROE nya menurun dalam beberapa tahun terakhir ini.
2. Penguatan US dollar yang menyebabkan harga2 komoditi mulai turun. Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, harga minyak dunia turun menjadi $ 88,03/barel. Hal ini diikuti dengan penurunan beberapa harga komoditi lainnya. Selain itu komoditi CPO juga mengalami penurunan yang cukup besar. Koreksi pada CPO ini terjadi karena pasar beralih menggunakan minyak kedelai untuk bahan bakar dan makanan. Pasalnya, pasca kenaikan minyak sawit yang mencapai rekor tertinggi dalam 34 bulan terakhir di US$ 1.267,56 per ton, menyebabkan harga minyak kedelai menjadi lebih murah.
3. Profit taking yang dilakukan oleh para pelaku pasar. Seperti kita tahu bahwa kenaikan pada akhir tahun dan 3 hari awal perdagangan tahun ini adalah semu, dikarenakan kenaikan tersebut tidak diikuti oleh volume yang besar. Hal ini terjadi karena rally yang terjadi pada akhir tahun adalah akibat dari window dressing, dimana emiten berusaha mengangkat sahamnya untuk mempercantik laporannya pada akhir tahun.

Dari beberapa alasan diatas terlihat bahwa untuk jangka menengah-pendek IHSG masih akan cenderung melemah diakibatkan oleh faktor inflasi yang disebabkan oleh harga pangan yang terus meningkat di tengah perubahan iklim yang ekstrim. BMG memperkirakan cuaca yang ekstrim ini akan berlangsung hingga bulan Maret-Mei 2011, selain itu pembatasan BBM bersubsidi, kenaikan TDL, kenaikan cukai rokok dan naiknya gaji PNS juga akan memicu inflasi sehingga diperkirakan Inflasi pada triwulan I/2011 akan mencapai 7%. 
Namun untuk jangka panjang, dengan melihat kondisi fundamental makroekonomi kita, maka setiap penurunan adalah kesempatan untuk membeli, maka cermati saham2 yang berfundamental baik dan memiliki kinerja kedepannya bagus seperti saham2 sektor komoditi (batubara, CPO dan enegy) dan juga saham2 yang mendapat sentimen positif dari kebijakan pemerintah, seperti saham2 pelayaran yang akan diuntungkan dengan kebijakan "asas cabotage" yang mulai diberlakukan awal tahun ini.

IHSG :
Membentuk pola triple top 2 hari lalu di 3789.
Karena sudah bergerak naik terlalu tajam sepanjang 2010, sehingga koreksi sehat sangat diperlukan agar tidak overheating.
Stochastic death cross dan keluar dari overbought area.
Momentum MACD juga melemah selama 2 hari berturut-turut.
Diperkirakan jika koreksi berlanjut akan menuju level support 3595 dan resistance ada di level 3675.

BUMI :
BUMI menguji support trend line jangka pendek di 3125
MACD berpotensi death cross bila BUMI melemah di bawah 3,075
Stochastic death cross dan berpotensi keluar dari overbought area
Support 3000-3025, Resist 3200

ITMG :
Indeks Dow Jones Coal (DJUSCL) masih bergerak naik
Koreksi tertahan oleh short term support line dan MA 20 di 52.300   
Stochastic death cross di overbought area dn momentum MACD melemah
Support 50.000-50.700, Resist 55.000-55.900
MPPA:
Di rumorkan bahwa akuisisi Lotte Shopping Co Ltd. terhadap hypermart mendekati clossing, dengan skema pengambilan saham Star Pacific tbk (LPLI) oleh Lotte pada harga diatas 1900.
Ada gap sebesar 130 rupiah di harga 1690-1820
Berpeluang menutup gap atas di 1820, jika transaksi penjualan hypermart terlaksana.
Stochastic naik meninggalkan oversold area.
MACD berpeluang golden cross
Support 1560-1590, Resisten 1740-1820




Have an Amazing Trade and Good Luck...
-SMH-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar