Kamis, 27 Januari 2011

Sinyal Rebound Mulai Nampak pada IHSG

Rabu kemaren IHSG melonjak 67,811 poin (+1,97%) ke level 3.501,717, total transaksi Rp 5,5 triliun, dimana foreign nett buy Rp 537,135 miliar. Rupiah menguat tipis di posisi Rp 9.040/$. Penguatan IHSG dibantu oleh penguatan saham2 perbankan, sedangkan yang menjadi satu-satunya penghambat laju kenaikan indeks adalah sektor perkebunan.
 
Semalam Bursa Wall Street ditutup naik tipis, dengan Dow Jones naik 8,25 poin (+0,07%) ke 11.985,44, S&P 500 naik 5,45 poin (+0,42%) ke 1.296,63, dan Nasdaq naik 20,25 poin (+0,74%) ke level 2.739,50. Kenaikan dipicu karena The Fed berjanji melanjutkan rencana pembelian obligasi sebesar US$ 600 miliar yang dapat memperkuat dolar AS, serta harapan ekuitas untuk terus mendapat likuiditas. Dalam pidato tahunan di depan konges, Presiden Obama mengusulkan pembekuan pengeluaran domestik selama 5 tahun ke depan, langkah ini sangat positif dan diharapkan oleh pasar serta dapat mengurangi defisit nasional AS.
 
IHSG akhirnya kembali ke level 3500, setelah pada sesi pertama indeks bolak balik ke zona merah dan hijau. Penguatan IHSG dimotori oleh ASII yang bergerak kembali ke level 50.000, dan diikuti oleh saham2 perbankan. Asing kembali masuk dan melakukan nettbuy yang lebih besar dari hari sebelumnya. Kenaikan indeks yang besar dalam 2 hari terakhir sudah cukup tinggi, sehingga dapat memicu profit taking. Namun jika market masih mendukung tidak ada salahnya membuat profit saham anda terus berlari.
 
Saham2 yang masuk rekomendasi kami 2 hari lalu, seperti BBRI, BBTN dan INTP telah memberikan profit sebesar 8% (Selamat kepada pembaca blog ini yang telah membeli saham2 tersebut). INTP sudah masuk ke target kami di 14.600-15.000. Untuk BBRI jika tidak dapat menembus 5400, maka ada baiknya untuk profit taking dulu. Sedangkan BBTN masih akan mencoba mencapai target kami di 1510-1560 (lihat postingan Selasa 25 Januari 2010).
Untuk saham rekomedasi kemaren, AKRA tampaknya masih akan melanjutkan penguatannya. Sedangkan untuk DOID disarankan untuk lakukan profit taking di level 1400-1450, sebab jika turun kembali akan membentuk pola Head & Shoulder.
 
Untuk rekomendasi hari ini, cermati saham2 berikut ini:
ASII:
Asing masih melakukan nettbuy sebesar 107 Milliar
Kembali bermain di level 50.000 setelah break area konsolidasinya
Close diatas MA 20, Stochastic uptrend golden cross dan MACD golden cross dengan histogram bar diatas centre line.
Lakukan BOW di 50.000, dengan target ke 53.000
Support 50.100... 49.500
Resist 51.250...52.950
 
 
BMRI:
BMRI sedang dalam "Proses Akumulasi" dimana harga turun tertahan dibawah, namun volume naik signifikan.
Break resisten short term downtrend channelnya dengan volume yang besar
Stochastic golden cross meninggalkan oversold area, MACD mulai golden cross
Strong buy dengan target ke 6900-7000an dan level cutloss jika close dibawah 5500
Support 5700... 5500
Resisten 6150...6350...6600
 
 
BJBR:
Terlihat BJBR sedang dalam "Proses Akumulasi", dimana harga saham turun tertahan didasar namun volume naik signifikan.
Break resisten short term downtrend channel, dengan volume yang besar.
Stochastic golden cross di oversold area, MACD mulai golden cross.
Strong buy disekitar 1180-1220, dengan target short term ke 1400-1500
Level cutloss jika close dibawah 1120.
Support 1200...1170...1130
Resisten 1240...1300...1410
 
 
ICBP:
Rencana ICBP menaikkan harga mi instan sebesar Rp 100/bungkus menjadi sentimen positif.
Break resist short term downtrend line.
Berhasil tutup diatas MA 20, Stochastic uptrend golden cross dan MACD baru golden cross dengan histogram bar diatas centre line.
Jika mampu break 4850 berpeluang bermain di level 5000 kembali.
Support 4650...4525... 4350
Resist 4850... 4975  
 
 
Have an Amazing Trade and Good Luck...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar