Kamis kemaren IHSG naik tipis 10,171 poin (+0,28%) ke level 3.564,937, dengan total transaksi senilai Rp 6,909 triliun, dimana investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign nett sell) sebanyak Rp 150,991 miliar. IHSG terus menanjak pada saat pembukaan perdagangan kemaren pagi, didorong oleh transaksi investor asing yang sudah mulai membukukan pembelian bersih. Indeks bahkan sempat mendaki ke level tertingginya di 3.630,684 atau naik sekitar 75 poin. Setelah itu, indeks kembali turun secara perlahan, bahkan menjelang penutupan bursa IHSG sempat masuk ke zona merah. Aksi profit taking dilakukan beberapa investor yang sehari sebelumnya memanfaatkan pembelian saham-saham yang sudah murah dengan melepasnya kembali. Namun aksi beli yang dilakukan investor di menit2 akhir perdagangan berhasil mengangkat IHSG naik 10 poin. Penguatan saham-saham komoditas juga menjadi penahan penurunan bursa kemaren.
Semalam Dow Jones ditutup melemah 23,54 poin (-0,20%) ke level 11.731,90, S&P 500 juga melemah tipis 2,20 poin (-0,17%) ke level 1.283,76 dan Nasdaq melemah 2,04 poin (-0,07%) ke level 2.735,29. Pelemahan ini disebabkan oleh klaim pengangguran mingguan yang meloncat ke titik tertingginya sejak Oktober pada pekan lalu, sementara biaya energi dan makanan mendorong naiknya indeks produsen pada Desember. Selain itu melemahnya saham produsen obat-obatan, Merck dan juga turunnya harga komoditas juga membuat indeks berakhir di zona negatif. Meski demikian, indeks S&P 500 tetap memegang rekor tertingginya dalam 28 bulan karena investor melihat trend penguatan akan terus berlanjut, dengan fokus pada ekspektasi membaiknya laporan keuangan yang akan dirilis.
Tips trading untuk Jum'at 14 Januari 2011:
Tips trading untuk Jum'at 14 Januari 2011:
Beberapa sentimen positif yang masih menjadi pendorong bagi menguatnya IHSG adalah:
1. Dari ekternal, yaitu Portugal mengkonfirmasi kebenaran bahwa China akan membeli obligasi negara tersebut senilai 1 miliar euro, dimana sebelumnya Jepang juga menyatakan komitmennya untuk membeli 20% obligasi Portugal. Komitmen Jepang dan China atas obligasi Portugal benar-benar telah membangkitkan kepercayaan investor global. Pasar percaya, bahwa Eropa dapat mengatasi krisis hutangnya. Selain itu ada ekspektasi yang berkembang, bahwa pekan depan Eropa akan menambah dana talangan The European Financial Stability Facility (EFSF) atau Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa sebesar 400 miliar euro.
2. Kemaren harga minyak dunia menyentuh level tertinggi sejak 27 bulan terakhir sehingga meningkatkan daya tarik terhadap bahan bakar alternatif seperti batubara. Saham tambang batubara biasanya naik seiring dengan semakin mahalnya harga minyak mentah dunia. Ditambah lagi banjir di Queensland yang meluas ke selatan, mengenai area tambang, mengganggu pasokan batu bara. Pemulihan pra banjir pun diperkirakan membutuhkan waktu 3 bulan, seiring berkurangnya curah hujan. Hal ini mempengaruhi naiknya harga batu bara dunia. Dan Indonesia, sebagai negara produsen batu bara terbesar kedua dunia pun akan diuntungkan dalam hal ini, oleh karena itu cermati saham2 batu bara.
Sedangkan yang menjadi sentimen negatif bagi IHSG adalah penurunan beberapa harga komoditas pada penutupan perdagangan semalam. Tercatat harga minyak dunia turun dari harga tertingginya, walaupun masih di level US $91/barrel. Demikian juga dengan harga komoditi lainnya seperti nickel, timah dan tembaga juga mengalami koreksi tipis. Selain itu bursa Eropa juga berakhir mixed tipis dan bursa US juga mengalami penurunan tipis, setelah mengalami rally kenaikan beberapa hari.
Hari ini adalah hari Jum'at, dimana biasanya investor mengurangi posisi dan biasanya hari jum'at dipakai oleh pelaku pasar untuk mengambil profit taking walaupun tidak selalu demikian. Dengan minimnya sentimen positif dari dalam negeri dan pelemahan bursa-bursa global serta koreksi atas harga komoditas, maka diperkirakan investor masih akan melepas lagi portfolionya.
Sentimen negatif lainnya adalah masih adanya keraguan dari investor akibat penurunan yang dalam beberapa hari lalu, sehingga investor cenderung untuk bermain cepat. Sebenarnya sikap ini adalah wajar karena investor masih menunggu konfirmasi arah market kedepan. Tetap disarankan untuk bermain cepat sambil menuggu konfirmasi arah market selanjutnya. Waspadai jika tiba2 asing melakukan nettsell secara besar2an kembali.
Sentimen negatif lainnya adalah masih adanya keraguan dari investor akibat penurunan yang dalam beberapa hari lalu, sehingga investor cenderung untuk bermain cepat. Sebenarnya sikap ini adalah wajar karena investor masih menunggu konfirmasi arah market kedepan. Tetap disarankan untuk bermain cepat sambil menuggu konfirmasi arah market selanjutnya. Waspadai jika tiba2 asing melakukan nettsell secara besar2an kembali.
IHSG:
Jika tidak ada kejadian yang luar biasa lagi, diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi dengan range area 3530-3630 dalam beberapa hari kedepan.
Stochastic Golden cross meninggalkan area ovesold
Kenaikan IHSG kemaren tertahan oleh MA 20
Support 3529, Resisten 3631
HRUM:
Trend kenaikan harga batubara terutama jenis cooking coal membuat saham ini diburu investor
Membentuk bullish candle setelah naik 3 hari, dan break resisten jangka pendeknya, sehingga berpeluang untuk test all time highnya di 9900
Stochastic golden cross menuju overbought area
Support 9200, Resisten 9800-9900
BUMI:
Asing kembali melakukan nettbuy sebesar 40 M
Break resisten jangka pendeknya
Stochastic golden cross dan volume naik diatas VMA 20 harinya.
Ekspektasi laba berlipat seiring tren kenaikan harga batu bara dan restrukturisasi utang setelah diakuisisi Vallar Plc jadi pendorong masih kuatnya saham ini.
Support 3050, Resisten 3275-3300
PGAS:
Asing melakukan nettbuy sebesar 72 M
Stochastic golden cross hari kedua, MACD berpeluang golden cross
Kenaikan tertahan oleh MA 20
Support 4000... 4175, dan Resisten 4350-4400
Cermati pula rekomendasi saham kemaren yaitu AKRA dan WIKA yang masih melanjutkan kenaikannya pasca postingan kemaren. Perhatikan support dan resistennya juga indikator2 lainnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar