Minggu, 16 Januari 2011

IHSG masuk konsolidasi

Jum'at lalu IHSG naik tipis 4,207 poin (+0,11%) ke level 3.569,144, dengan total transaksi senilai Rp 4,015 triliun, dimana investor asing kembali melakukan penjualan bersih sebesar Rp 317,791 miliar. Indeks dibuka menguat tipis 4 poin, dan setelah itu langsung turun terus, bahkan sempat melemah 40 poin lebih, terendah dilevel 3.518,564. Namun aksi borong saham menjelang penutupan berhasil membuat indeks ditutup menguat tipis 4 poin di tengah volume transaksi yang tipis pula. Hampir semua sektor balik arah hanya dalam 1 menit menjelang penutupan. Penguatan dipimpin oleh sektor infrastruktur yang menguat lebih dulu, sementara sektor yang masih melemah pertambangan, industri dasar dan properti.

Sementara itu pada penutupan perdagangan akhir pekan, Dow Jones naik 55,48 poin (+0,47%) menjadi 11.787,38, S&P500 naik 9,48 poin (+0,74%) ke level 1.293,24 dan Nasdaq naik 20,01 poin (+0,73%) ke level 2.755,3. Saham-saham di bursa Wall Street AS mengalami penguatan ditopang oleh saham sektor keuangan. Indeks Dow Jones naik ke level tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir yang merupakan level tertinggi sejak 25 Juni 2008 lalu. Pasar keuangan Amerika Serikat tutup pada Senin ini memperingati hari Martin Luther King.
Secara teknikal Dow Jones sudah mencatatkan new high setelah menguat selama 7 minggu berturut-turut dari weekly chartnya. Ekpektasi membaiknya laporan keuangan beberapa perusahaan besar yang akan rilis minggu ini membuat Dow berpeluang menguji level 11.800 dengan target menembus level psikologis 12.000. Waspadai adanya aksi profit taking karena terlihat adanya beberapa indikator yang membentuk divergence negatif dan mengingat pekan ini merupakan pekan ke 8 jika penguatan masih berlanjut.
 
Lalu bagaimana dengan IHSG pada pekan ini?
Sepanjang pekan lalu investor dikhawatirkan dengan inflasi yang tinggi yang akan memicu naiknya BI Rate.
Kenaikan BI Rate amat bergantung pada besaran inflasi Januari 2011, bila inflasi Januari 2011 nanti di atas 0,5%, apalagi mendekati level inflasi bulanan Januari 2010 di 0,84%, maka diperkirakan BI akan segera menaikan BI Rate. Lebih-lebih jika ditambah dengan terjadinya sudden reversal (pembalikan modal asing secara tiba-tiba) sehingga cadangan devisa menurun. Untuk sementara ini kekhawatiran investor akan tingginya inflasi tampaknya sudah terapresiasi di market dengan turunnya indeks bahkan sampai sekitar level 3434,27. 
Juga selama pekan lalu, aksi jual bersih investor asing mencapai Rp 3,65 triliun. Sedangkan pada pekan sebelumnya, asing hanya melakukan aksi jual bersih Rp 265 miliar. Artinya, aksi jual bersih asing di pasar saham melonjak 1276,52% dan total dana asing yang keluar dari bursa sejak awal tahun hampir mencapai 4 triliun. Waspadai aksi distribusi seperti yang terlihat pada perdagangan kemaren, karena sepanjang perdagangan indeks ditekan dengan asing terus membuang barang, namun pada akhir perdagangan indeks diangkat dengan volume kecil agar ditutup hijau. Tetap cermati harga2 komoditas dan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar serta pergerakan dari investor asing sebab jika melihat besarnya dana yang sudah keluar dan makin membesar, tampaknya masih akan ada aksi jual lanjutan. Untuk sementara ini indeks kelihatan bergerak sideway dan konsolidasi dulu sambil menunggu arah pergerakan selanjutnya. Dalam kondisi seperti ini, jangan memaksakan untuk memasang harga jual yang terlalu tinggi, karena para trader biasanya akan cepat2 merealisasikan profitnya jika sudah ada untung. 
 
IHSG:
Setelah mengalami koreksi yang cukup dalam sepanjang pekan lalu, diperkirakan IHSG akan mulai konsolidasi dengan range trading 3527-3630, sampai salah satu level support ataupun resisten tersebut dibreak yang akan menentukan arah kelanjutannya.
Penurunan kemaren tertahan oleh beberapa support kuat yaitu MA5 dan MA100
Konfirmasi Bullish kembali jika IHSG mampu tutup diatas MA 50 dilevel 3660
Stochastic golden cross dan naik meninggalkan oversold area, MACD berpeluang golden cross
 
 
INDF:
Kenaikan hari ke 3 pasca postingan hari kamis minggu lalu.
Stochastic golden cross dan uptrending, MACD golden cross hari pertama.  
Close berhasil diatas MA 50 sehingga berpeluang menuju 5000 lagi.
Support ada di 4700-4750, dengan resisten di 5000-5100
 
 
WIKA:
Menargetkan memperoleh total kontrak sebesar Rp 25,68 triliun pada 2011, naik 23,34% dibanding 2010.
Kenaikan hari ke 3 pasca postingan hari kamis minggu lalu.
Kenaikan tertahan oleh MA 20 dan MA 50.
Stochasitc uptrending golden cross dan MACD berpeluang untuk golden cross juga namun volume kenaikan mulai berkurang.
Support 590... 620, resisten 670... 690...710
 
 
Cermati pula rekomendasi saham kemaren seperti BUMI yang masih melanjutkan kenaikannya dengan target ke 3275-3300, dan juga AKRA yang juga masih melanjutkan kenaikan pasca postingan hari kamis minggu lalu. Perhatikan support dan resistennya juga indikator2 yang ada.
 
Have an Amazing Trade and Good Luck...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar