Kamis kemaren IHSG anjlok 80,166 poin (-2,27%) ke level 3.454,118, total transaksi senilai Rp 5,034 triliun, dimana foreign nett sell sebanyak Rp 38,605 miliar. Sentimen negatif dari bursa regional membuat indeks tertekan. Penurunan bursa2 di Asia kemaren dipicu data PDB China yang kuat dan tingginya angka inflasi negara tersebut sehingga investor khawatir China akan menerapkan kebijakan moneter yang ketat untuk mengekang pertumbuhan yang terlalu cepat.
Bursa Wall Street semalam ditutup melemah, Dow Jones melemah tipis 249 poin (-0,02%) ke level 11.822,8, S&P 500 juga melemah 1,66 poin (-0,13%) ke level 1.280,26 dan Nasdaq melemah 21,07 (-0,77%) ke level 2.704,29.
Support IHSG di 3530 akhirnya jebol dan mengakhiri masa konsolidasinya. Seperti yang sudah diperkirakan, bahwa Indeks setelah memantul akibat penurunan tajam minggu lalu akan konsolidasi selama beberapa hari. Dan selama konsolidasi ini terlihat adanya aksi distribusi, dimana IHSG selalu ditekan sepanjang perdagangan dan pada waktu sore penutupan perdagangan selalu diangkat diatas support 3530 dengan volume yang kecil, seakan2 menunjukan bahwa support tersebut kuat menahan penurunan lebih lanjut. Namun kemaren support tersebut jebol dan triggernya ketika level psikologis 3500 tertembus, investor langsung mengamankan investasinya dengan melepas portofolionya karena khawatir indeks masih akan melemah lebih dalam lagi. Minimnya sentimen positif dari dalam negeri ditambah tekanan dari penurunan bursa regional membuat IHSG tak kuasa bergerak ke atas.
Bursa Wall Street semalam ditutup melemah, Dow Jones melemah tipis 249 poin (-0,02%) ke level 11.822,8, S&P 500 juga melemah 1,66 poin (-0,13%) ke level 1.280,26 dan Nasdaq melemah 21,07 (-0,77%) ke level 2.704,29.
Support IHSG di 3530 akhirnya jebol dan mengakhiri masa konsolidasinya. Seperti yang sudah diperkirakan, bahwa Indeks setelah memantul akibat penurunan tajam minggu lalu akan konsolidasi selama beberapa hari. Dan selama konsolidasi ini terlihat adanya aksi distribusi, dimana IHSG selalu ditekan sepanjang perdagangan dan pada waktu sore penutupan perdagangan selalu diangkat diatas support 3530 dengan volume yang kecil, seakan2 menunjukan bahwa support tersebut kuat menahan penurunan lebih lanjut. Namun kemaren support tersebut jebol dan triggernya ketika level psikologis 3500 tertembus, investor langsung mengamankan investasinya dengan melepas portofolionya karena khawatir indeks masih akan melemah lebih dalam lagi. Minimnya sentimen positif dari dalam negeri ditambah tekanan dari penurunan bursa regional membuat IHSG tak kuasa bergerak ke atas.
Diperkirakan tekanan masih akan berlanjut dengan level 3435 sebagai supportnya yang akan di coba untuk ditembus. Dan jika masih tertembus maka support2 selanjutnya adalah 3405, lalu 3330. Untuk hari ini rekomendasi saham tidak diberikan karena dalam situasi market seperti ini TA kurang efektif/akurat disebabkan faktor psikologi trading yang lebih dominan di market.
Namun ada 1 saham yang layak diperhatikan karena akan ada beberapa aksi korporat, yaitu BMRI yang akan melakukan Right Issue. Kemungkinan harga sahamnya dijaga untuk tidak turun terlalu dalam. Selain itu BMRI akan mendapatkan sejumlah dana sebesar 1,5-2 triliun dari IPO Garuda Indonesia, hal ini menjadi sentimen positif bagi BMRI karena akan memperkuat permodalan keuangannya. Ditambah lagi berita bahwa BMRI mencatat laba bersih 2010 sebesar Rp 8,5 triliun (unaudited), naik 18% dari tahun 2009 sebesar Rp 7,2 triliun dan kucuran kredit perseroan diperkirakan tumbuh 23% di tahun yang sama, menjadikan saham ini kuat pada perdagangan kemaren. Strateginya adalah BOW, apalagi jika bisa dapat harga dibawah 5500 akan sangat bagus.
Namun ada 1 saham yang layak diperhatikan karena akan ada beberapa aksi korporat, yaitu BMRI yang akan melakukan Right Issue. Kemungkinan harga sahamnya dijaga untuk tidak turun terlalu dalam. Selain itu BMRI akan mendapatkan sejumlah dana sebesar 1,5-2 triliun dari IPO Garuda Indonesia, hal ini menjadi sentimen positif bagi BMRI karena akan memperkuat permodalan keuangannya. Ditambah lagi berita bahwa BMRI mencatat laba bersih 2010 sebesar Rp 8,5 triliun (unaudited), naik 18% dari tahun 2009 sebesar Rp 7,2 triliun dan kucuran kredit perseroan diperkirakan tumbuh 23% di tahun yang sama, menjadikan saham ini kuat pada perdagangan kemaren. Strateginya adalah BOW, apalagi jika bisa dapat harga dibawah 5500 akan sangat bagus.
Have an Amazing Trade and Good Luck...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar