Selasa kemaren IHSG naik tipis 12,918 poin (+0,36%) ke level 3.548,649, dengan total transaksi sebesar Rp 4,210 triliun, dimana foreign nettbuy tipis sebanyak Rp 29,717 miliar. Setelah sempat mondar-mandir di antara zona hijau dan merah, IHSG akhirnya bisa mencetak rebound menjelang penutupan perdagangan.
Sehari setelah libur, Bursa Wall Street ditutup dengan Dow Jones menguat 50,55 poin (+0,43%) ke level 11.837,93, S&P 500 juga menguat 1,78 poin (0,14%) ke level 1.295,02 dan Nasdaq menguat 10,55 poin (+0,38%) ke level 2,765,85. Wall Street melanjutkan rally-nya seiring dengan dorongan dari kenaikan saham perusahaan komoditas dan janji petinggi Eropa untuk memberikan dukungan terhadap negara2 bermasalah di Eropa. Sentimen positif pasar berasal dari Rusia yang mempertimbangkan untuk membeli obligasi Spanyol. Kondisi ini, mengurangi kecemasan pasar atas krisis utang zona euro, sehingga membangkitkan gairah pasar atas aset2 berisiko (risk appetite).
Sehari setelah libur, Bursa Wall Street ditutup dengan Dow Jones menguat 50,55 poin (+0,43%) ke level 11.837,93, S&P 500 juga menguat 1,78 poin (0,14%) ke level 1.295,02 dan Nasdaq menguat 10,55 poin (+0,38%) ke level 2,765,85. Wall Street melanjutkan rally-nya seiring dengan dorongan dari kenaikan saham perusahaan komoditas dan janji petinggi Eropa untuk memberikan dukungan terhadap negara2 bermasalah di Eropa. Sentimen positif pasar berasal dari Rusia yang mempertimbangkan untuk membeli obligasi Spanyol. Kondisi ini, mengurangi kecemasan pasar atas krisis utang zona euro, sehingga membangkitkan gairah pasar atas aset2 berisiko (risk appetite).
Penguatan tipis IHSG kemaren dipicu akumulasi beli pada saham2 yang sudah turun tajam. Tapi secara teknikal, indeks masih bergerak sideways dalam trend bearish jangka pendek. Investor masih ragu2 dalam melakukan pembelian secara besar2an. Pasar masih menunggu data inflasi bulan ini dan kepastian dari kenaikan BI Rate.
BDMN:
Kenaikan BDMN sebesar 11,21% menjadi Rp 5.950, dipicu oleh rumor akuisisi oleh DBS
Stochastic golden cross melanjutkan uptrendnya.
MACD golden cross dengan histogram bar meningkat signifikan.
Rebound menembus resist downtrend jangka pendek dengan volume yang sangat besar
Kenaikan tertahan oleh fibo 50% di 6050.
Waspadai aksi profit taking setelah kenaikan yang tinggi kemaren.
Support 5500... 5800
Resisten 6050...6300
TLKM:
Moody's menaikan peringkat TLKM menjadi Baa1 dari Baa2, karena kekuatan keuangan finansial dan operasional yang bagus.
Asing mengumpulkan dalam beberapa hari ini dan kemarin masih membukukan nettbuy hampir sebesar 120M.
Stochastic uptrend golden cross, MACD golden cross dengan histogram bar diatas centreline
Tembus resist downtrenline jangka pendeknya berpeluang menuju 8000 kembali, namun volume dibawah VMA 20 harinya
Support 7600... 7750
Resist 8000... 8150
INCO:
Asing masih membukukan netbuy sekitar 25 M.
Close diatas MA 20>MA 50>MA 5>MA 200
Stochastic goldencross uptrending
MACD golden cross di centreline
Namun kenaikan kurang didukung oleh volume yang memadai
Support 4575...4750
Resist 4900...5000
BJBR:
Rumor Jamsostek berminat membeli 5% saham BJBR, membuat saham ini rebound untuk sementara.
Tahun ini BJBR berniat untuk mengakuisisi 50 BPR.
Tahun ini BJBR berniat untuk mengakuisisi 50 BPR.
Candle masuk kembali kedalam bolinger band dan membentuk hammer menunjukan bottom reversal dengan volume yang besar
Stochastic masih death cross di oversold area
MACD death cross dan masih melemah
Strategy BOW di 1140-1160, dengan level cutloss jika close dibawah 1120
Support 1130-1140, Resist 1240...1280
Support 1130-1140, Resist 1240...1280
Have an Amazing Trade and Good Luck...




Tidak ada komentar:
Posting Komentar