Rabu, 12 Januari 2011

IHSG siap ikuti Rebound Market Global, Mampukah??

Selasa kemaren IHSG masih turun 23,422 poin (-0,68%) ke level 3.455,127, dengan total transaksi senilai Rp 7,235 triliun, dimana asing masih melakukan penjualan bersih (foreign nett sell) sebesar Rp 1,344 triliun. Indeks gagal mencetak rebound, padahal pada awal perdagangan sempat menguat hingga 70 poin. Kekhawatiran akan tingginya inflasi di bulan Januari ini masih membayangi investor, terlebih lagi tidak adanya rencana maupun langkah nyata dari pemerintah untuk meredam laju inflasi membuat investor Asing melanjutkan melepas portfolionya. Hal ini membuat investor lokal mulai ikut2an panik setelah melihat asing masih melepas sahamnya.

Semalam Dow Jones menguat 34,43 poin (+0,30%) ke level 11.671,88, S&P 500 juga menguat tipis 4,73 poin (+0,37%) ke level 1.274,48 dan Nasdaq menguat 9,03 poin (+0,33%) ke level 2.716,83.
Lonjakan harga minyak mentah dunia langsung menopang kenaikan saham-saham energi. Namun saham konsumer dan transportasi melemah karena kekhawatiran tingginya biaya bahan bakar akibat melonjaknya harga minyak. Perdagangan berjalan tidak terlalu ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange sebanyak 7,2 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 8,47 miliar lembar saham.
 
Tips trading Rabu 12 Januari 2011:
Banyak faktor positif yang mulai muncul diharapkan mampu membuat IHSG rebound pada hari ini. Terlepas dari apakah IHSG benar2 rebound atau hanya akan mengalami pullback lagi, beberapa sentimen positif itu adalah:
1. Bursa regional Asia kebanyakan mulai balik arah dan mengalami rebound, ditambah juga dengan bursa Eropa yang mencatatkan kenaikan lumayan besar diatas 1% dan bursa US semalam juga melanjutkan kenaikannya lagi.
2. Secara intraday IHSG juga sudah terlalu oversold sehingga ada kemungkinan untuk mengalami technical rebound sementara.
3. Harga2 komoditi mulai naik kembali, dimana pada penutupan perdagangan kemaren harga minyak sudah kembali naik di level US $90/barrel, Investor dibuat khawatir oleh masalah pasokan akibat adanya penutupan jaringan pipa Trans Alaska, dimana pipa sepanjang 1.300 kilometer di Trans Alaska itu 'menguasai' 12% dari produksi minyak di AS. Selain itu harga2 komoditi lainnya juga merangkak naik seperti nickel yang naik 825 menjadi 24.700, timah juga naik 275 menjadi 26.550.
4. Berita Reuters melaporkan bahwa Jepang sedang mempertimbangkan untuk membeli sekitar 20 persen dari obligasi zona euro yang akan diterbitkan pada Januari ini untuk mengumpulkan dana guna mendukung utang Irlandia, sehingga umtuk sementara dapat mengurangi kecemasan dari krisis hutang di zona eropa.
5. Ekspektasi akan bagusnya laporan keuangan perusahaan2 besar US yang mulai rilis pekan ini.

Sedangkan yang menjadi sentimen negatif adalah masih besarnya Asing melepas portfolionya. Tercatat selama 4 hari penurunan bursa, asing telah melakukan netsell lebih dari 4,5 triliun. Dan jika bursa regional asia khususnya emerging market sudah mulai rebound, namun IHSG tidak juga mampu rebound, berarti ada "something wrong" dengan keadaan Indonesia yang dikhawatirkan oleh investor asing. Saat ini investor sedang mencermati langkah apa yang akan diambil oleh pemerintah untuk meredam inflasi. Perkiraan analis Credit Suisse Group (Robert Prior Wandesforde) yang dirilis kemarin menyebutkan BI berpeluang menaikkan BI Rate hingga 100 bps dari Maret sampai Agustus guna meredam lonjakan inflasi.
Tetap disarankan untuk bermain cepat dalam kondisi market seperti ini, karena secara technical masih memungkinkan IHSG untuk turun kembali sampai mencapai titik terendahnya sebelum benar2 rebound.  

ASII :
Seperti perkiraan kemaren bahwa gap atas berpeluang ditutup, dan setelah itu turun kembali.
Asing masih aggresive melepas saham ini, tercatat net sell sebesar 263 M. 
Secara teknikal  masih cenderung konsolidasi dengan kemungkinan masih turun.
Range trading saat ini ada di 46.000-49.500, akan sangat bagus jika mampu ditutup kembali diatas 49.600, dengan level cutloss jika tutup dibawah 45.900.


UNTR:
Kamaren asing mejual saham ini dengan volume yang besar, net sell 85 M
Stochastic dan MACD masih melemah dan turun
Spekulasi buy diarea 20.100-20300, karena ada 2 support disana, yaitu support kuat 20.250 dan garis MA200


INCO:
Kenaikan komoditi nickel kembali menjadi sentimen positif bagi INCO
Secara TA penurunan masih dapat berlanjut walau sudah terbatas
Stochastic dan MACD masih melemah dan turun
Spekulasi buy diarea 4400-4450, karena ada 2 support disana, yaitu support kuat 4425 dan garis MA200


ANTM:
Harga komoditi nickel dan emas mulai rebound kembali
Stochastic turun mendekati oversold area dan MACD masih turun
Penurunan tertahan oleh 2 supportnya yaitu support kuat di 2225 dan oleh garis MA 200.
Akan sangat baik jika mampu naik dan ditutup diatas 2400
Level cutloss jika tutup di bawah 2200
Support 2225-2250, Resist 2400



Have an Amazing Trade and Good Luck...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar