Selasa, 11 Januari 2011

Investor Asing keluar dari Emerging Market

Senin kemaren, IHSG terpuruk 152,904 poin (-4,22%) ke level 3.478,549, dengan total transaksi senilai Rp 8,629 triliun, dimana Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 1,63 triliun. Tingginya tingkat kekhawatiran investor terhadap besaran inflasi di bulan Januari 2011 ini membuat bursa saham tertekan. Banyak sekali sentimen negatif yang diperkirakan akan memicu besaran inflasi, seperti menguatnya harga minyak dunia dan harga komoditas lainnya serta harga pangan, pemberlakuan kenaikan TDL industri dan pembatasan subsidi BBM juga menjadi sentimen negatif. Selain itu keluarnya dana asing dari bursa saham juga menjadi penyebab utama koreksi yang terjadi.
 
Semalam Bursa Wall Street ditutup dengan mixed, dimana Dow melemah 37,31 poin (-0,32%) ke level 11.637,45, S&P 500 juga melemah 1,75 poin (-0,14%) ke level 1.269,75 namun Nasdaq menguat 4,63 poin (+0,17%) ke level 2,707,80. Indeks saham di bursa Wall Street berhasil memperkecil penurunannya pada akhir penutupan berkat prospek laporan keuangan emiten yang lebih baik yang akan mulai rilis minggu depan. Ekspektasi itu mampu meredam kekhawatiran investor seputar krisis utang Portugal yang harus meminta bailout untuk mengatasi krisis utangnya. Namun kekhawatiran itu memudar karena adanya pembicaraan dukungan dari Bank Sentral Eropa. 
 
Tips trading untuk Selasa 11 Januari 2011 :
Faktor2 yang menjadi sentimen negatif buat IHSG:
1. Ketakutan investor akan tingginya inflasi yang akan memicu naiknya BI rate, setelah Morgan Stanley mengatakan, bahwa BI kemungkinan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin mulai bulan depan untuk meredam tekanan inflasi.
2. Investor asing melakukan penjualan saham secara massive. Jika kemaren cuma ASII, TLKM dan sektor banking, namun hari ini hampir semua sektor saham terkena aksi jual oleh asing. Dan tampaknya koreksi juga terjadi di hampir semua bursa saham negara2 emerging market. Terlihat di regional Asia hampir semua pasar terkoreksi seperti IHSG, yaitu Bursa Bombay turun 467.69 (-2.38%), Bursa Shanghai turun 46.42 (-1.64%), bahkan bursa Bangladesh, Dhaka Stock Exchange anjlok hingga 9,25% hanya 1 jam setelah pembukaan perdagangan sehingga otoritas bursa Bangladesh harus menghentikan sementara perdagangan sahamnya ( baca di: http://www.detikfinance.com/read/2011/01/10/152344/1543246/6/indeks-saham-anjlok-investor-bangladesh-ngamuk ). Penyebab utama dari semua itu adalah membaiknya ekonomi AS meski masih terdapat beberapa faktor risiko. Hal ini menyebabkan 'flight to quality' dari aset-aset di negara emerging market kembali ke AS.
3. Dari sisi faktor ekternal, beberapa negara seperti China dan India kini tengah mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuannya.
4. Selain itu berita dari krisis eropa yang kembali mencuat, diberitakan bahwa tekanan terhadap Portugal meningkat dari Jerman, Perancis dan negara2 lain di zona tersebut agar mencari bantuan keuangan dari Uni Eropa dan IMF untuk menghentikan penyebaran krisis utang di wilayah tersebut.

Hampir tidak ada faktor yang menjadi sentimen positif buat IHSG saat ini, namun secara TA, masih ada potensi techincal rebound "terbatas" karena secara intraday sudah oversold, tapi sekali lagi sifatnya hanya pantulan sementara. Sehingga disarankan untuk bermain cepat.

Untuk itu saya tidak akan memberikan rekomendasi banyak saham, karena pada situasi seperti ini TA tidak akan terlalu akurat, disebabkan market lebih banyak dipengaruhi oleh psikologi trading dari para pelaku pasar. Hanya saham ASII yang akan saya bahas, mengingat jika terjadi rebound, biasanya saham ini yang bergerak dulu. Cermati juga saham BBRI yang hari ini sudah mengalami stok split 1:2 dan biasanya jika sektor banking rebound, saham ini termasuk yang rebound duluan.

IHSG:
Penurunan IHSG dalam 3 hari berturut-turut semakin besar disertai dengan volume yang semakin besar pula (turun 311 point dalam 3 hari).Asing 3 hari ini melakukan net sell lebih dari 3,5 triliun
Break garis Support double bottom di 3529
Berdasarkan pola penurunan tersebut (3789-3529=260 poin) maka berpeluang menuju 3269 (dari 3529-260 poin=3269) dan sebagai support pertahanan kuatnya adalah garis MA 200 (garis warna hijau) yang saat ini berada di 3193
Untuk saat ini support ada di fibo 127% di 3458 (mudah2an tidak jebol lagi karena panik selling) maka ada potensi untuk rebound "sementara" dengan resist di 3529 (support yang menjadi resistnya untuk saat ini)

ASII:
Candle keluar dari batas bawah bolinger band, sehingga berpeluang untuk masuk kembali.
Indikator William menunjukan adanya tanda reversal
Ada gap atas di 48250-48750 yang berpeluang ditutup jika terjadi pantulan keatas kembali.
Namun jika melihat candle yang tutup di bawah MA 200, dan volume penjualan yang tinggi serta asing yang aggresive melepas saham ini, maka diperkirakan penjualan masih akan berlanjut, terlepas dari apakah gap nya akan ditutup lebih dulu atau tidak.

Have an Amazing Trade and Good Luck...
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar