Jumat, 28 Januari 2011

IHSG akan Konsolidasi Kembali

Kamis kemaren IHSG naik tipis 12,907 poin (+0,36%) ke 3.514,624, total transaksi Rp 6,04 triliun, dimana foreign nett buy Rp 723,360 miliar. Rupiah ditutup menguat 10 poin di Rp 9.030/US $.
Semalam Dow Jones naik kurang dari 0,1% menjadi 11.989,83, S&P 500 naik 0,2% menjadi 1.299,54 dan Nasdaq naik 15.78 poin (+0.58%) menjadi  2,755.28. Dengan demikian, sudah lima hari terakhir, indeks S&P 500 melesat naik 1,5%. Tingkat kepercayaan mulai membaik, penjualan rumah juga meningkat, namun angka pengajuan klaim pengangguran yang lebih tinggi ketimbang prediksi.

Pada perdagangan kemaren, indeks menguat sepanjang Sesi I, dan awal sesi 2, namun 1 jam menjelang penutupan IHSG terkena aksi ambil untung, karena penguatan yang lebih dari 5% selama 3 hari. Profit taking melanda saham2 unggulan yang memang sudah menguat tajam sejak indeks rebound 3 hari lalu.
Berita negatif yang dipakai alasan oleh investor untk melakukan profit taking adalah diturunkannya Peringkat kredit Jepang oleh S&P dan Fitch Rating, menjadi AA- karena kekhawtiran PM Jepang tidak akan mampu untuk mengatasi utang Jepang, serta rumor yang mengatakan banyak sekuritas yg "terganjal" IPO Garuda karena nasabah "overflowed" saat pemesanan bookbuiding, sehingga harus menjual portfolio nya untuk menyiapkan dana bagi pembayarannya.
Hari ini jum'at, biasanya trader mengurangi posisi dan melakukan profit taking, ditambah dengan penguatan kemaren yang sudah mulai terbatas, maka disarankan untuk lebih berhati2. Namun kemaren asing melakukan nettbuy yang semakin besar, terutama pada saham ASII (218 mlliar) dan BBRI (123 milliar). Bulan ini tinggal 2 hari perdagangan, dan setelah itu awal bulan akan keluar data inflasi yang ditunggu2 oleh investor, sehingga besar kemungkinaannya IHSG masih akan konsolidasi dulu di level 3455-3570 dalam 3 hari kedepan.
Semalam dalam penutupan perdagangan, harga minyak dunia turun ke level US $85/barrel, namun harga komoditi logam seperti nickel dan timah malah mengalami kenaikan, sehingga cermati juga saham2 seperti ANTM, INCO dan TINS.  
IHSG:
Diperkirakan akan konsolidasi dulu setelah kenaikan selama 3 hari.
Stochastic golden cross dalam arah uptrending, MACD berpeluang golden cross dan Volume naik diatas VMA 20 days.
Jika IHSG turun dibawah 3454 dengan volume yang besar, maka ada baiknya lakukan penjualan lebih dulu, namun jika melihat asing yang mulai nettbuy dan bursa global yang cenderung bergerak sideway maka besar kemungkianan IHSG akan konsolidasi dulu.

INDY:
Tutup diatas MA 5, namun kenaikan tertahan oleh MA 50
Stochastic golden cross di oversold area, MACD death cross dalam posisi downtrend, Volume meningkat diatas VMA 20 days.
BOW on support2 nya
Support 4250... 4125
Resist 4450... 4600
TINS:
Dibuka dengan gap di 2700-2725
Kenaikan tertahan oleh reisiten downtrend cahannel
Stochastic golden cross arah uptrending, MACD golden cross dengan histogram bar diatas centre line, volume meningkat signifikan 3 kali VMA 20 days.
Kemaren Asing mencatat nettbuy banyak sebesar 66 M
Support 2700, resisten 2875
Break 2900 berpeluang untuk bermain dilevel 3000 an kembali.  
Have an Amazing Trade and Good Luck...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar