Pada perdagangan Jumat (20/5/2011), IHSG kembali memecahkan rekor harga tertingginya. Walaupun sempat mengalami profit taking dengan masuk ke teritori negatif, namun aksi buying pada saham2 Sektor Semen dan Astra Grup, mampu menjaga indeks untuk tidak ditutup di zona merah. IHSG akhirnya ditutup naik 13,143 poin (+0,34%) ke level 3.872,953, total transaksi 4,8 triliun, foreign mencatatkan net buy 87 miliar dan Rupiah ditutup menguat di posisi Rp 8.535,-/US $.
Sementara itu, Dow Jones ditutup turun 93,28 poin (-0,74%) ke level 12.512,04. S&P 500 turun 10,33 poin (-0,77%) ke level 1.333,27 dan Nasdaq turun 19,99 poin (-0,71%) ke level 2.803,32. Bursa Wall Street turun seiring dengan turunnya data penjualan ritel dan kekhawatiran terhadap krisis utang di Eropa, seiring penurunan peringkat utang Yunani sebanyak 3 level oleh Fitch Ratings.
Dengan penutupan indeks di all time high-nya pada pekan lalu, maka secara Technical Analysis (TA), IHSG berpeluang menuju level 3900 pada pekan ini. Jika saya lihat chart IHSG secara weekly, indeks telah break out dari resistennya, dengan penutupan candle membentuk hammer. Stochastic bergerak slips, sideways di overbought area. MACD masih golden cross dengan pergerakan yang positif. Volume perdagangan juga besar diatas rata-ratanya, meskipun perdagangan pekan lalu cuma 4 hari, karena adanya libur waisak. Untuk melihat lebih jelas, double click gambar chart dibawah ini:
Walaupun secara TA, saya melihat adanya potensi besar bagi IHSG untuk melanjutkan bullish rally-nya menuju level baru di 3900 pada pekan ini, namun sentimen negatif dari Bursa Global masih membayangi IHSG untuk mencapai hal tersebut. Krisis hutang Eropa, khususnya yang terjadi pada Yunani dan Portugal, ditambah potensi perlambatan ekonomi AS jelang berakhirnya putaran kedua stimulus The Fed pada Juni nanti yang kemungkinan tidak diperpanjang, akan memberikan sentimen negatif bagi psikologis investor. Untuk besok senin, indeks diperkirakan akan bergerak dengan support I: 3849 dan support II: 3834, sedangkan resisten I: 3877 dan resisten II: 3885.
Walaupun secara TA, saya melihat adanya potensi besar bagi IHSG untuk melanjutkan bullish rally-nya menuju level baru di 3900 pada pekan ini, namun sentimen negatif dari Bursa Global masih membayangi IHSG untuk mencapai hal tersebut. Krisis hutang Eropa, khususnya yang terjadi pada Yunani dan Portugal, ditambah potensi perlambatan ekonomi AS jelang berakhirnya putaran kedua stimulus The Fed pada Juni nanti yang kemungkinan tidak diperpanjang, akan memberikan sentimen negatif bagi psikologis investor. Untuk besok senin, indeks diperkirakan akan bergerak dengan support I: 3849 dan support II: 3834, sedangkan resisten I: 3877 dan resisten II: 3885.
Sedangkan untuk saham2 yang layak dicermati untuk perdagangan senin, 23 Mei 2011 adalah:
UNTR:
Garis MA 200 (garis warna hijau) masih menjadi support kuat dalam menahan penurunan saham ini.
UNTR memiliki history, yaitu pasca Right Issue sahamnya selalu bergerak naik, seperti yang terjadi pada tahun 2008
Setiap Stochastic golden cross diarea oversold (panah ungu) dan bersamaan dengan candle menyentuh garis MA 200, UNTR selalu mengalami rebound yang cukup lumayan sekitar 23%, sehingga jika benar itu terjadi, maka berpotensi menuju target level all time high di 26.400-26.600
MACD masih death cross, namun mulai berbalik positif terlihat dari pergerakan histogram hijau.
Volume masih tinggi diatas rata-rata hariannya
Trading buy diarea garis MA 200, yang saat ini berada di 22.000, dengan minor target menutup gap di 23.300, dan berpotensi menuju target 24.500 dengan stop loss jika close dibawah 21.500
Support 22.000.... 21.750
INTP:
Break out double resisten sekaligus, yaitu resisten level 17.100 (garis hitam) dan resisten short term downtrend line-nya (garis biru).
Titik Parabolic Sar mulai muncul dibawah, mengidentifikasikan mulai rebound
Stochastic bergerak uptrend dalam posisi golden cross
Penurunan MACD mulai berbalik arah, berpeluang terjadi golden cross
Volume naik signifikan diatas VMA 20 hariannya
Trading BOW di 16.900-17.100, berpeluang menguji resisten 17.900 dan jika mampu tembus 18.000 akan menuju target 18.400-18.500, stop loss jika close dibawah 16.500
Support 17.100....16.900
CMNP:
Membentuk pola candlestick three white soldiers, dengan volume yang semakin meningkat, mencerminkan kekuatan buyer yang mendominasi pergerakan saham ini.
Stochastic masih bergerak naik dalam posisi golden cross di area over bought area.
MACD uptrend dalam pergerakan positif, dengan histogram hijau yang makin tinggi
Bolinger band telah terbuka lebar, namun candle telah keluar dari bibir atas bolinger, sehingga ada potensi untuk mengalami minor koreksi, sebelum melanjutkan kenaikannya kembali.
Pekan lalu, 2 kali saya merekomendasikan untuk membeli saham ini di area harga 1170-1200 dengan minor target di 1260, selamat bagi yang telah membeli sesuai rekomendasi karena target telah tercapai.
Bagi yang masih memegang dapat melakukan posisi hold, dengan target berikutnya di area 1330-1350.
Bagi yang belum membeli, jika ada minor koreksi, lakukan spekulasi buy di area 1220-1260, stop loss jika break down level 1200.
Support 1260...1220
BLTA:
Senin besok adalah listing IPO saham BULL, yang katanya mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 16,77 kali pada masa penawaran 12-16 Mei lalu. Tentu saja ini akan menjadi sentimen positif bagi induknya, yaitu BLTA.
Secara TA, setelah terkoreksi akibat profit taking selama 6 hari, BLTA mengalami rebound dari support uptrend line jangka pendek-nya, dengan volume besar.
Stochastic sudah mulai golden cross kembali
Namun MACD masih death cross dan bergerak sideways
Berpeluang menguji resisten 435, yang jika mampu ditembus keatas akan menuju 445-450.
Support 410...400





Tidak ada komentar:
Posting Komentar