Rabu kemaren IHSG dibuka langsung bergerak positif. Penguatan indeks didorong oleh penguatan Bursa Global dan Regional. IHSG akhirnya ditutup naik 37,622 poin (+0,98%) ke level 3.838,142, total transaksi Rp 5 triliun, foreign mencatatkan net buy 355 miliar dan Rupiah ditutup menguat di posisi Rp 8.540/US $.
Sementara itu dini hari tadi, Bursa Wall Street berakhir turun seiring penurunan harga komoditas. Harga minyak turun di bawah US$ 100/barel setelah semalam AS melaporkan persediaan minyaknya meningkat. Dow Jones ditutup turun 130,33 poin (-1,02%) menjadi 12.630,03. S&P 500 turun 15,11 (-1,11%) menjadi 1.342,05, dan Nasdaq turun 26,83 poin (-0,93%) menjadi 2.845,06.
IHSG akhirnya mengakhiri masa konsolidasi jangka pendeknya di level 3780-3820, dengan dorongan kuat dari saham2 Blue Chip seperti ASII dan Banking sektor (BMRI, BBRI). Ditambah masih berlanjutnya rally saham2 Grup Bakrie membuat trend jangka pendek IHSG berubah menjadi trend naik lagi. Namun tampaknya trend short term ini akan mendapatkan tantangan kembali setelah semalam Wall Street berakhir turun. Dipastikan penurunan tersebut akan berdampak secara psikologis pada Bursa Regional, termasuk IHSG pada hari ini.
Secara TA, konfirmasi bull rally akan berlanjut jika IHSG mampu menembus resisten all time high di 3850, maka IHSG berpeluang besar menuju target minor di level 3900. Indikator Stochastic sudah mulai golden cross dan penurunan MACD mulai melambat, berpeluang terjadi golden cross kembali jika indeks mampu break out resisten 3850. Volume rebound dalam 2 hari terakhir juga besar diatas VMA 20 hariannya. Hari ini indeks diperkirakan akan bergerak dengan support 3800-3810 dan resisten di level 3850-3860.
Saham2 Bakrie Grup rata2 sudah mencatatkan kenaikan selama 3 hari sehingga berpeluang terjadi koreksi atau konsolidasi terlebih dulu. Untuk hari ini, saham2 yang layak dicermati adalah:
ASRI:
Berpeluang untuk testing resisten all time high-nya di level 320
Stochastic bergerak uptrend dalam posisi golden cross
MACD mulai golden cross kembali dengan histogram hijau muncul diatas centre line 0.
Volume naik signifikan diatas rata-rata hariannya.
Trading buy di 300-305, dengan minor target menuju 320
Suport 305...295
CTRA:
Mengakhiri konsolidasi short term-nya di area 370-400, dan berhasil break out dari resisten 400 dengan volume sangat besar.
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross.
MACD bersiap terjadi golden cross.
Selama tidak turun dibawah 400, berpeluang menuju target 435-440.
Support 395-400, resist 420-425
SGRO:
Setelah mengalami koreksi akibat profit taking beberapa hari, SGRO rebound dari support uptrend line.
Stochastic berpeluang terjadi golden cross kembali
MACD bergerak sideway dalam posisi death cross
Volume masih rendah sedikit dibawah VMA 20 days
Spekulasi BOW dengan target terdekat 3550-3600, yang jika mampu di break out berpeluang menuju 3800, stop loss level jika break down 3350.
Support 3350...3400
Resist 3500...3550
ANTM:
Setelah konsolidasi dengan membentuk candle doji selama 3 hari, hingga terbentuk support di level 2175, akhirnya kemaren berhasil break out dari resisten short term downtrend line dengan membentuk candle hammer.
Stochastic golden cross mulai bergerak naik meninggalkan over bought area.
MACD mulai terjadi pembalikan arah, berpeluang terjadi golden cross.
Volume naik signifikan diatas VMA 20 days.
Namun potensi kenaikan ini mendapat tantangan dari penurunan kembali komoditi nickel semalam.
Spekulasi BOW di 2175-2225, dengan minor target 2300, stop loss jika break down 2175.
Have an Amazing Trade and Happy Profit




Tidak ada komentar:
Posting Komentar