Minggu, 29 Mei 2011

Pekan ini IHSG Akan Menguji Level Tertingginya Kembali

Pada perdagangan Jumat (27/5/2011), IHSG ditutup naik 17,562 poin (+0,46%) ke level 3.832,378. Total transaksi senilai 3,4 triliun, foreign mencatatkan net buy 330 miliar dan Rupiah ditutup menguat di Rp 8.565/US $.

Sementara itu, Bursa Wall Street ditutup naik, didukung oleh melemahnya US dolar dan naiknya harga komoditas. Dow Jones ditutup naik 38,82 poin (+0,31%) ke level 12.441,58. S&P 500 naik 5,41 poin (+0,41%) ke level 1.331,10 dan Nasdaq naik 13,94 poin (+0,50%) ke level 2.796,86. Namun dalam sepekan, Dow Jones tercatat turun -0,56%, S&P 500 turun -0,16% dan Nasdaq turun -0,23%. Dow Jones dan S&P 500 kembali melemah untuk pekan keempatnya secara berturut-turut.

Walaupun IHSG ditutup naik pada Jum'at pekan lalu, namun selama sepekan indeks mengalami penurunan sebesar 1,1%. Secara TA, trend kenaikan jangka pendek indeks memang sepertinya baru akan dimulai, setelah berhasil close diatas level 3830. Namun volume transaksi yang tipis pada perdagangan 2 hari terakhir, menggambarkan bahwa rebound indeks setelah mengalami penurunan yang dalam pada senin pekan lalu, belum bisa dikatakan normal. Hal ini memberikan ketidakpastian mengenai arah trend jangka pendek IHSG. Dari indikator yang ada, Stochastic sudah mengalami golden cross kembali. MACD masih bergerak turun dalam posisi death cross, namun mulai mengalami pembalikan arah, terlihat dari histogram yang sudah berwarna hijau untuk kedua kalinya. Jika besok senin IHSG mampu bertahan di level 3830, maka indeks akan menguji 3850 sebagai resistennya. Dengan support indeks akan berada di 3815, dan support berikutnya ada di level 3803.

Bursa Global sepertinya mulai mengalami rebound akibat kondisi yang oversold, setelah tertekan selama 4 pekan terakhir. Sentimen negatif dari krisis utang Eropa dan kekhawatiran pemulihan perekonomian Global yang melambat juga sepertinya mulai mereda setelah pertemuan para pemimpin negara G8 akhir pekan lalu. Selain itu rebound-nya harga komoditi, dimana harga minyak dunia yang telah kembali ke US $ 100/barrel juga turut membantu rebound-nya Bursa Global. Seiring hal tersebut, maka IHSG berpeluang untuk menguji resisten all time highnya di level 3872 pada pekan ini. Peluang tersebut akan makin besar jika pada awal bulan nanti terjadi deflasi (diumumkan hari rabu, 1 Juni 2011) seperti pernyataan BPS pekan lalu.

Saham2 yang dapat dicermati untuk pekan ini adalah:
BMRI:
Kembali rebound tepat di support uptrend line-nya dan berhasil close diatas MA 5 dan MA 20 nya lagi.
Stochastic juga mulai golden cross kembali
MACD masih bergerak turun dalam posisi death cross, namun mulai terjadi pembalikan arah.
Namun volume masih rendah dibawah rata-rata hariannya.
Berpeluang menguji resisten all time high-nya kembali di 7350 dan jika awal bulan nanti terjadi deflasi, besar kemungkinan akan break out all time high menuju target 7700 dengan minor target di 7500.
Support 7000...6900
Resisten 7350...7350

ITMG:
Melanjutkan postingan sehari sebelumnya, setelah berhasil break out dari downtrend line-nya, ITMG masih berpotensi untuk naik lagi.
Indicator secara umum masih cenderung naik dimana Stochastic dan MACD telah golden cross
Volume juga mulai naik kembali, meningkat diatas VMA 20 days.
Berpeluang menuju minor target di level 48.900-49.000, dengan level stop loss jika close dibawah 47.000
Support di 47.450.... 47.000
Resisten 48.000.... 48.450

GJTL:
Pasca kenaikan yang tajam, saham ini mengalami profit taking dan koreksi yang terjadi diperkirakan sudah mulai terbatas.
Indicator Stochastic masih cenderung turun dalam posisi death cross.
MACD juga potensial death cross.
Namun volume pada saat terjadi profit taking cenderung turun, dibawah VMA 20 hariannya.
MA 20 diperkirakan akan menjadi support kuat yang menahan penurunan saham ini dan diperkirakan akan menjadi area rebound bersamaan dengan fibo 50 % yang ada di level 2775-2800 nanti.
Support 2850...2775
Resisten 3000...3050

AKRA:
Berhasil break out resisten 1720 dan close diatasnya.
Stochastic dan MACD golden cross kembali, bersiap untuk bergerak naik.
Volume pada saat terjadi break out sangat besar, diatas rata-rata hariannya.
Berpeluang menuju target 1810-1820 untuk menguji resisten all time highnya dan jika level 1820 mampu ditembus dan bertahan di atasnya, maka AKRA memiliki peluang menuju target 1920-1930.
Jika terjadi profit taking di area 1720-1730, adalah kesempatan untuk melakukan buy
Support 1730...1700
Resisten 1800...1820

Have an Amazing Trade and Happy Profit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar