Pada perdagangan Senin (16/5/2011), IHSG terkoreksi, dengan sepanjang perdagangan berjalan di zona merah. Maraknya sentimen negatif mulai dari global hingga regional, membuat indeks sulit bergerak ke atas. IHSG akhirnya ditutup turun 32,795 poin (-0,86%) ke level 3.799,226, total transaksi sebesar 3,8 triliun, foreign mencatatkan net sell 434 miliar dan Rupiah ditutup melemah di posisi Rp 8.575/US $.
Sementara itu, Dow Jones ditutup melemah 47,38 poin (-0,38%) ke level 12.548,37. S&P 500 turun 8,30 poin (-0,62%) ke level 1.329,47 dan Nasdaq melemah 46,16 poin (-1,63%) ke level 2.782,31. Kekhawatiran masalah krisis utang di Eropa, khususnya Yunani kembali membayangi, ditambah masalah yang terjadi di IMF, pasca ditahannya Dominique Strauss-Kahn karena kasus pelecehan seksual, menambah faktor negatif Bursa Global.
Secara TA, IHSG short term masih konsolidasi di level 3780-3850. Namun jika saya tarik garis dari posisi terendah IHSG pada 17 maret 2011, terlihat bahwa garis support uptrend tersebut telah patah. Ini merupakan sinyal yang kurang bagus !!. Ditambah lagi posisi penutupan candle saat ini sudah berada dibawah MA 20. Indikator2nya juga kurang bagus, dimana Stochastic juga telah death cross dan bergerak turun. Sedangkan MACD downtrend dan cenderung melemah.
Memang jelek sich.. tapi kalau dilihat volume transaksi kemaren yang cenderung tipis, bisa saja ini hanya merupakan false breakdown, dengan catatan besok indeks harus bisa tutup diatas 3830, agar garis uptrend line tersebut masih terjaga. Tapi apakah bisa?? Mengingat selama libur hari waisak selasa ini, mayoritas Bursa Global dan Regional masih cenderung tertekan. Sepertinya sich berat... tapi selama indeks tidak ditutup dibawah 3780, rasanya tidak perlu khawatir berlebihan. Tetap waspada, dengan mencermati penutupan Bursa Wall Street Selasa malam ini dan pantau apakah investor asing masih aktif melanjutkan net sell-nya dalam jumlah besar pada perdagangan rabu besok.
Untuk rekomendasi saham2 dan tips trading buat besok Rabu 18 Mei 2011:
BUMI:
Penurunan tertahan oleh support uptrend channel-nya dan garis MA 20.
Stochastic death cross dan keluar dari overbought area.
MACD death cross dan bergerak turun.
Namun volume selama terjadi koreksi cenderung tipis dibawah VMA 20 hariannya.
Waspadai jika BUMI ditutup dibawah 3450, maka trend kenaikan BUMI akan patah. Dan jika itu terjadi, kemungkinan besar profit taking pada saham2 Bakrie Grup lainnya akan berlanjut.
Ada gap bawah di 3350-3375, yang berpeluang tertutup jika support uptrend line-nya tertembus kebawah.
Spekulasi buy di 3450-3475, stop loss jika ditutup dibawah 3450.
Support 3400...3450
Resisten 3525...3575
INDY:
Selama hampir 2 bulan ini, INDY konsolidasi di level 3900-4200.
Selama belum mampu tutup diatas 4200, maka masih akan bergerak sideways dalam range konsolidasi tersebut.
Jika mampu break out dengan volume besar dan ditutup diatas 4200, berpeluang menuju level 4500-4550.
Stochastic slips dan bergerak sideways
MACD juga bergerak sideways masih dalam trend positif
Volume naik signifikan diatas VMA 20 hariannya.
Candle juga telah bergerak diatas cloud yang merupakam sinyal awal bullish
Spekualsi BOW di 4050, atau buy jika candle berhasil tutup diatas 4200.
Support 4125...4050
BORN:
Stochastic bergerak turun memasuki oversold area dan dalam posisi death cross
MACD bergerak turun dan akan menembus kebawah centre line 0.
Volume pada saat turun, meningkat signifikan.
Candle keluar bibir bawah bolinger band cukup jauh, sehingga berpeluang terjadi technical rebound untuk masuk kembali kedalam.
Spekulasi buy di area support 1520-1530, dengan target technical rebound di 1600-1610, pasang stop loss ketat jika break down 1500, karena akan menuju level 1390-1400.
Support 1520...1500
Have an Amazing Trade and Happy Profit




Tidak ada komentar:
Posting Komentar