Kamis kemaren IHSG dibuka langsung turun mengikuti koreksi Bursa Global. Profit taking langsung terjadi sejak awal dibukanya perdagangan, dengan dipimpin oleh saham2 banking sektor. Namun mendekati pertengahan sesi I, indeks mulai rebound, terutama setelah BPS melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama kuartal I-2011 tumbuh sebesar 6,5%. Perlahan tapi pasti koreksi indeks mulai berkurang dengan dipimpin oleh saham2 pertambangan, hingga akhirnya ditutup naik tipis 1,344 poin (+0,03%) ke level 3.816,272. Total transaksi mencapai Rp 5,9 triliun, foreign mencatatkan net buy 134 miliar dan Rupiah ditutup melemah di Rp 8.570/US $.
Dini hari tadi, Bursa Wall Street kembali melanjutkan pelemahannya, menyusul jatuhnya harga minyak mentah dunia mencapai hampir 10% di bawah level US$ 100/barel. Selain itu, sentimen negatif dari buruknya data perekonomian, dimana data klaim pengangguran AS pada pekan lalu naik 10% dibandingkan pekan sebelumnya. Dow Jones turun 139,41 poin (-1,10%) ke level 12.584,17. S&P 500 turun 12,22 poin (-0,91%) ke level 1.335,10 dan Nasdaq melemah 13,51 poin (-0,48%) ke level 2.814,72.
Secara TA, penutupan IHSG kemaren tidak berbeda jauh dari 1 hari sebelumnya. Candle membentuk dragon fly doji, yang menandakan adanya perlawanan dari pihak buyer. Mengindikasikan bahwa adanya pihak2 tertentu yang berusaha untuk menjaga indeks untuk tidak turun dan tutup di bawah support kuatnya di level 3789. Indikator Stochastic dan MACD telah confirm death cross dan bergerak turun. Volume kemaren lebih besar dari sehari sebelumnya.
Melihat kondisi ini, saya masih ragu dengan kenaikan indeks lebih lanjut. Sekilas terlihat bahwa aksi distribusi mulai berjalan. Banking sektor telah confirm turun, anehnya yang mengangkat IHSG adalah sektor tambang, padahal harga2 komoditinya sedang turun tajam. Dan biasanya bila harga komoditi turun, maka saham2nya juga akan ikut turun. Tapi kali ini tidak !! Ditambah lagi Bursa Global yang juga telah memberikan konfirmasi turun. Untuk itu tetap perlu waspada, mengalir saja ikuti market. Jangan lupa pasang stop loss yang ketat jika terjadi penurunan harga dalam volume yang besar.
Hari ini adalah hari terakhir perdagangan di pekan ini. Saya berharap indeks mampu tutup diatas 3825, sehingga candle-nya secara weekly masih akan bagus dan berpotensi untuk melanjutkan rally-nya pada minggu depan. Namun jika tidak mampu tutup diatas level tersebut, harapannya setidaknya indeks mampu tutup diatas support kuat 3789, sehingga trend kenaikan masih tidak patah. Tapi jika sampai tutup dibawah support kuat 3789, maka dipastikan minggu depan akan menjadi awal pekan koreksi bagi IHSG.
Untuk hari ini, tetap cermati saham2 coal sektor dan second liner yang memberikan sinyal buy pada perdagangan kemaren, seperti:
ITMG:
Membentuk pola descending triangle.
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross dan MACD berpeluang untuk golden cross kembali.
Volume naik diatas VMA 20 hariannya.
Potensi rebound dengan target terdekat di 48.300-48.350 yang merupakan resisten dari pola descending triangle.
Waspadai jika tidak mampu break out dari resisten tersebut, akan berpotensi turun kembali ke 46.500. Namun jika resisten tersebut mampu ditembus, akan menuju level 50.000-50.250 kembali
Support 47.300...47.000
Resist 48.000...48.350
ADRO:
Rumor: ASII akan membeli 10% saham ADRO pada harga 2800, seiiring dengan rencana Grup Astra untuk diversifikasi ke sektor batubara menjadi sentimen positif bagi saham ini.
Break out down trend line di level 2275 dengan volume yang luar biasa besar.
Asing mulai masuk kembali dalam jumlah yang cukup besar, tercatat net buy sebesar 60 miliar kemaren.
Parabolic Sar turun kebawah memasuki hari ke-2, yang merupakan sinyal rebound.
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross.
Setelah bergerak sideways, MACD mulai naik dalam posisi golden cross dengan momentum yang menguat, terlihat dari kenaikan histogram bar hijau yang cukup tinggi.
Trading buy dengan target menuju level 2500, dan minor target di 2400-2425, stop loss level di 2250.
Support 2275... 2250
Resist 2375...2425
INDY:
Berpeluang break out resisten level 4200
Bolinger band yang menyempit, berpotensi membuka jika terjadi break out, bersiap terjadi pergerakan harga keatas yang signifikan.
Asing mencatatkan net buy yang besar diatas 120 miliar pada perdagangan kemaren.
Stochastic masih dalam posisi golden cross di overbought area
MACD masih dalam trend positif dengan posisi golden cross
Parabolic Sar mulai muncul dibawah yang merupakan sinyal awal bullish
Volume naik signifikan sangat besar diatas rata-rata.
Jika mampu break out 4200, akan menuju target 4600, dengan minor target terdekat di 4350-4375.
Support 4100...4000
Resist 4200...4250...4325
BLTA:
Seperti yang saya katakan 2 hari lalu, bahwa mendekati listing anak perusahannya, PT. Buana Listya Tama dan satu lagi yang bakal menyusul, yaitu Jaya Agra Wattie (Jawattie), perlahan tapi pasti BLTA menguji resisten 410. Dan kemaren resisten tersebut telah dijebol dengan volume yang tinggi.
Selamat bagi yang telah membeli sesuai rekomendasi 2 hari lalu, happy cuan...
Support kuat saat ini ada dilevel 400-410, selama tidak turun dibawah 400, lets your profit run dengan target berikutnya di 480-500.
Indikator RSI dan MACD masih bergerak naik.
Support 410...400
Resist 450...480
CMNP:
Berhasil break out dari downtend line nya dengan volume yang sangat besar.
Semoga kali ini tidak false break lagi, syaratnya tidak turun dibawah 1130 kembali.
Jika mampu menjebol 1160, akan menuju target terdekat di 1200, yang jika mampu dijebol keatas akan menuju target 1250-1260.
Stochastic dan MACD dalam posisi golden cross dan mulai bergerak naik.
Spekulasi buy dengan target menuju 1250, stop loss jika close dibawah level 1130.
Support 1130...1100
Resist 1160...1200
Have an Amazing Trade and Happy Profit






Tidak ada komentar:
Posting Komentar