Jumat (6/5/2011), IHSG ditutup turun meninggalkan level 3.800, tertekan oleh penurunan Bursa Global dan penurunan harga komoditas. Indeks ditutup turun 17,718 poin (-0,47%) ke level 3.798,554, total transaksi Rp 4,97 triliun, foreign mencatatkan net buy 239 miliar dan Rupiah ditutup melemah di Rp 8.590/US $.
Sementara itu Bursa Wall Street mengalami rebound, ditopang oleh kenaikan dolar AS dan membaiknya lapangan pekerjaan di bulan April. Dow Jones naik 54,57 poin (+0,43%) ke level 12.638,74. S&P 500 naik 5,1 poin (+0,38%) ke level 1.340,2 dan Nasdaq menguat 12,84 poin (+0,46%) ke level 2.827,56.
Ternyata kekhawatiran saya terjadi. Anjloknya harga2 komoditas membuat saham2 nya banyak dilepas oleh investor, sehingga mengalami koreksi juga pada akhirnya. Hal ini membuat IHSG tidak luput juga dari tekanan, seperti Bursa Global dan Regional yang telah tertekan lebih dulu di zona merah sepanjang perdagangan pekan lalu.
Ternyata kekhawatiran saya terjadi. Anjloknya harga2 komoditas membuat saham2 nya banyak dilepas oleh investor, sehingga mengalami koreksi juga pada akhirnya. Hal ini membuat IHSG tidak luput juga dari tekanan, seperti Bursa Global dan Regional yang telah tertekan lebih dulu di zona merah sepanjang perdagangan pekan lalu.
Memang saat ini, support IHSG di level 3789 masih kuat menahan penurunan indeks. Secara TA pun, trend short term IHSG belum berubah menjadi trend turun. Namun melihat posisi candle terakhir, tampaknya kita tidak bisa happy2 banget dengan kondisi saat ini dan membuat kita perlu waspada. Gimana ga waspada, kalau indikator2 yang ada sudah confirm turun. Stochastic dan MACD sudah death cross dan bergerak turun. Posisi candle saat ini juga sudah berada di support short term uptrend-nya. Untuk lebih jelasnya, double click gambar chart dibawah ini:
Waspada memang perlu tapi tidak perlu khawatir berlebihan, karena jika support tersebut tertembus kebawah, itu khan cuma jangka pendeknya saja. Jangka panjangnya sich IHSG masih bullish, kecuali nanti jika indeks turun dibawah 3650, baru kita perlu khawatir. Untuk melihat trend jangka panjangnya ada baiknya kita melihat weekly chart dari IHSG dibawah ini. Stochastic sudah mulai death cross. Tapi MACD masih dalam posisi golden cross dan bergerak sideways. Waspadai jika MACD weekly ini mulai death cross(akan terjadi jika indeks turun dibawah 3650), maka sinyalnya akan buruk. Nanti akan saya beri warning jika hal itu sampai terjadi dikemudian hari.
Kalau melihat kedua chart IHSG diatas, maka kemungkinannya indeks cenderung akan mengalami minor koreksi pada pekan ini. Dan selama sepekan ini diperkirakan support akan berada di sekitar level 3725 dan resisten di level 3815.
Saham2 yang layak dicermati untuk perdagangan pekan ini:
BBCA:
Setelah tertekan dari all time highnya, berhasil rebound tepat pada support uptrend channel-nya.
Apalagi candle membentuk bullish enggulfing, memberikan konfirmasi sinyal rebound tersebut.
Indikator stochastic dan MACD masih dalam posisi death cross, namun penurunan mulai melambat.
Volume masih diatas rata-rata VMA 20 hariannya.
Berpeluang menuju target terdekat di 7500-7600.
Support 7200...7100
Resist 7400...7500
TLKM:
Mengalami rebound tepat pada support uptrend line-nya dan fibo 50% nya di level 7400.
Stochatic bergerak turun dalam posisi death cross dan MACD mulai death cross
Volume rebound masih cenderung kecil, sedikit dibawah rata-rata VMA 20 hariannya.
Selama tidak turun dibawah 7400, berpeluang menuju 7750-7850 kembali dan jika mampu break dengan volume besar akan menuju level 8000 an lagi.
Spekulasi buy di 7400-7500, dengan target terdekat di 7800-7850, cut loss level jika close dibawah 7400.
Support 7350-7400
Resist 7650...7750...7850
INDF:
Rencana bakal IPO anak perusahaan PT Salim Ivomas Pratama Tbk pada awal bulan depan (jadwal sementara listing listing di BEI 9 Juni 2011) dapat menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham INDF.
Menguji resisten all time high di level 5800, yang jika mampu ditembus keatas dengan volume besar berpeluang menuju level 6000.
Stochastic golden cross dan mulai bergerak naik.
MACD berpeluang terjadi golden cross.
Volume meningkat diatas VMA 20 hariannya.
Support 5550-5600, resisten 5800-5850
SGRO:
Masih dalam trend bullish dan koreksi yang terjadi masih tergolong wajar selama tidak turun dan close dibawah level 3300.
Support level 3400 saat ini cukup kuat menahan penurunan SGRO.
Stochastic masih bergerak turun dalam posisi death cross.
MACD masih golden cross dengan kecenderungan melemah.
Volume juga masih bergerak diatas rata-rata VMA 20 hariannya.
Jika break down support 3400, maka spekulasi buy di 3300-3350, dengan target terdekat 3500-3550
Stop loss jika close dibawah 3300.
Support 3400...3350
Resist 3500...3550
Have an Amazing Trade and Happy Profit






Tidak ada komentar:
Posting Komentar