Kamis, 26 Mei 2011

IHSG Mencoba ke Level 3800 Kembali

Rabu kemaren IHSG bergerak di zona merah sepanjang perdagangan. Indeks tertekan mengikuti trend pelemahan mayoritas Bursa Asia. Kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia akibat krisis utang Eropa yang tak kunjung usai, membuat investor menahan diri untuk melakukan pembelian. IHSG akhirnya ditutup turun tipis 5,781 poin (-0,15%) ke level 3.780,162, total transaksi senilai Rp 4,063 triliun, foreign mencatatkan net sell Rp 267 miliar dan Rupiah ditutup turun ke Rp 8.610/US $.

Dini hari tadi, Bursa Wall Street berakhir menguat dengan Dow Jones ditutup naik 38,45 poin (+0,31%) ke level 12.394,66. S&P 500 naik 4,19 poin (+0,32%) ke level 1.320,47 dan Nasdaq naik 15,22 poin (+0,55%) ke level 2.761.38. Penguatan ini walaupun dalam volume perdagangan yang tipis, berhasil menghentikan pelemahan yang sudah terjadi selama 3 hari berturut-turut.

Kemaren IHSG masih tidak mampu menguat. Berbagai berita negatif dari prospek ekonomi Global yang memburuk membuat indeks sulit bangkit dari keterpurukannya senin lalu. Namun support indeks di 3760 masih kuat menahan penurunan IHSG. Indeks masih bergerak konsolidasi dalam ruang yang sempit di area 3760-3786. Indikator2 yang ada juga masih belum menunjukan adanya pembalikan arah yang positif. IHSG akan melanjutkan penurunannya jika support 3760 ditembus kebawah, berpeluang menuju 3730. Namun jika hari ini IHSG dibuka dan mampu bertahan di level 3789, maka terbuka peluang indeks menuju 3805 sebagai resisten terdekat, dengan resisten berikutnya ada di 3818. Jika melihat Dow Jones yang ditutup positif walaupun naik tipis dini hari tadi, dan net sell asing yang mulai mereda dibandingkan 2 hari sebelumnya, maka IHSG cenderung akan mencoba kembali ke level 3800.
Saham2 yang layak dicermati pada perdagangan hari ini, Kamis 26 Mei 2011:

SMGR:
Setelah 2 hari sebelumnya candle membentuk doji, kemaren candle ditutup membentuk pola spinning tops.
Indikator2 yang ada menunjukan akan berlanjutnya kenaikan saham ini, dimana RSI bergerak naik kembali dalam trend yang positif.
MACD masih dalam posisi golden cross dan bergerak naik mendatar
Volume juga masih tinggi diatas rata-rata hariannya.
Konfirmasi naik jika SMGR mampu menembus level 9800, akan berpeluang menuju level 10.000 kembali.
Support yang masih bergerak naik, dapat dipakai sebagai entry poin di 9450-9500 dengan stop loss jika turun dibawah 9450. Atau pembelian dapat dilakukan jika level 9800 ditembus dengan volume yang tinggi, dengan target menuju 10.000.
Support 9550...9450
Resisten 9750...9800

ADRO:
Berita konsorsium ADRO yang memenangi tender PLTU Jateng senilai US $ 3,5 Miliar dapat menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham ini.
Secara TA, sentimen positif mulai terlihat kembali, dimana candle bergerak naik diatas cloud Ichimoku lagi.
Indikator RSI juga mulai bergerak naik, masih dalam trend yang positif
MACD masih golden cross di buy area
Namun volume masih bergerak tipis dibawah VMA 20 days
Berpeluang menembus resisten 2400-2425 dan jika mampu break out resisten tersebut akan menuju level 2500.
Support 2300...2275
Resisten 2400..2425

INDY:
Masih konsolidasi dalam range level 3900-4200
Walaupun indikator Stochastic dan MACD masih dalam posisi death cross, namun terlihat mulai ada pembalikan arah.
Hanya masalahnya, volume perdagangan kurang cukup mendukung karena masih dibawah VMA 20 hariannya.
Masih akan menguji resisten 4200-4225, dan jika mampu close diatas resisten tersebut berpeluang menuju 4400-4450
Support 4025...3950
Resisten 4200...4275

BORN:
Stochastic telah golden cross di oversold area
MACD masih death cross namun mulai ada pembalikan arah
Volume juga masih tinggi diatas rata-rata hariannya
Target rebound terdekat menuju 1560, dan jika mampu ditembus keatas akan menuju level 1600-1610
Support 1510...1500
Resisten 1560...1600

Have an Amazing Trade and Happy Profit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar