Senin kemaren IHSG dibuka langsung bergerak turun mengikuti rontoknya Bursa Regional dan Global. Secara perlahan tapi pasti, indeks terperosok makin dalam, hingga akhirnya ditutup anjlok 94,499 poin (-2,44%) ke level 3.778,454, total transaksi sebesar 5,6 Triliun, foreign mencatatkan net sell 675 miliar, dan Rupiah ditutup melemah di Rp 8.580/US $.
Dini hari tadi, Bursa Wall Street masih melanjutkan pelemahannya. Dow Jones ditutup turun 130,78 poin (-1,05%) menjadi 12.381,26. S&P 500 jatuh 15,90 poin (-1,19%) menjadi 1.317,37, dan Nasdaq turun 44,42 poin (-1,58%) menjadi 2.758,90.
Apa yang menjadi kekhawatiran saya terjadi. Walaupun secara TA, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan akibat penutupan di all time high pada pekan lalu, namun karena pengaruh Bursa Global dan Regional yang sangat kuat, menyebabkan indeks terkoreksi cukup dalam. Ternyata IHSG tidak dapat lepas dari berbagai sentimen negatif Global. Kekhawatiran krisis utang baru zona Euro yang memburuk dan kekhawatiran tentang perlambatan prospek pertumbuhan ekonomi AS, serta kekhawatiran resesi Jepang ditambah data manufaktur China yang di bawah ekspektasi, terendah dalam 10 bulan, mengindikasikan pelambatan proses pemulihan ekonomi Global.
Akibat koreksi yang terjadi kemaren, maka secara otomatis peluang IHSG untuk mencapai level baru di 3900 pada akhir pekan ini dapat dikatakan sangat kecil. Karena koreksi kemaren, merupakan yang paling dalam sejak IHSG mengalami rally kenaikannya pada awal Februari 2011. Secara TA, penutupan kemaren memunculkan sinyal yang sangat jelek pada IHSG. Short term uptrend indeks telah patah dan ditutup dengan candle membentuk bearish engulfing dengan volume yang besar. Semua indikator yang ada juga memberikan sinyal yang kurang bagus. Sepertinya Bear mulai muncul keluar dari kandangnya. Namun jika kita lihat, memang uptrend indeks jangka pendek telah patah, tapi secara jangka panjang, indeks masih dapat dikatakan bullish. Diperkirakan hari ini, IHSG masih akan tertekan dan jika tidak terjadi panic selling seperti kemaren, indeks diperkirakan akan bergerak dengan support I: 3760 dan support II: 3730, sedangkan resisten I: 3782 dan resisten II: 3803.
Untuk hari ini, saya tidak akan memberikan banyak rekomendasi saham, karena dalam kondisi seperti kemaren, TA menjadi kurang berfungsi, disebabkan keputusan investor/trader lebih dipengaruhi oleh psikologis tradingnya. Tetap waspada dengan fokus dan disiplin pada trading plans masing2 adalah kunci keberhasilan dalam dunia saham. Untuk hari ini, selasa 24 Mei 2011, cermati saham2 sebagai berikut:
SMGR:
Candle ditutup dengan membentuk doji, sehingga konfirmasi pergerakan selanjutnya akan ditentukan pada hari ini.
Kenaikan masih tertahan oleh resisten 9800.
Stochastic masih golden cross di over bought area.
MACD masih golden cross dalam pergerakan yang positif.
Volume kemaren cenderung turun walaupun masih diatas VMA 20 hariannya.
Spekulasi buy di support uptrend line di 9400-9450, target terdekat di 9800, stop loss jika break down 9350.
Support 9400-9450
Resisten 9750-9800
BMRI:
Penurunan masih tertahan di support uptrend line-nya
Stochastic masih golden cross, bergerak naik namun mulai berbalik arah
MACD masih bergerak turun dalam trend negatif.
Volume pada saat terjadi koreksi sangat kecil dibawah rata-rata
Spekulasi buy di 6950-7000, dengan target terdekat di 7200-7250, stop loss jika break down 6950
Support 6950-7000
Resisen 7150...7250
Have an Amazing Trade and Happy Profit


Tidak ada komentar:
Posting Komentar