Selasa, 17 Mei 2011

IHSG Meninggalkan Level 3800 Lagi

Pada perdagangan Senin (16/5/2011), IHSG terkoreksi, dengan sepanjang perdagangan berjalan di zona merah. Maraknya sentimen negatif mulai dari global hingga regional, membuat indeks sulit bergerak ke atas. IHSG akhirnya ditutup turun 32,795 poin (-0,86%) ke level 3.799,226, total transaksi sebesar 3,8 triliun, foreign mencatatkan net sell 434 miliar dan Rupiah ditutup melemah di posisi Rp 8.575/US $.

Sementara itu, Dow Jones ditutup melemah 47,38 poin (-0,38%) ke level 12.548,37. S&P 500 turun 8,30 poin (-0,62%) ke level 1.329,47 dan Nasdaq melemah 46,16 poin (-1,63%) ke level 2.782,31. Kekhawatiran masalah krisis utang di Eropa, khususnya Yunani kembali membayangi, ditambah masalah yang terjadi di IMF, pasca ditahannya Dominique Strauss-Kahn karena kasus pelecehan seksual, menambah faktor negatif Bursa Global.

Secara TA, IHSG short term masih konsolidasi di level 3780-3850. Namun jika saya tarik garis dari posisi terendah IHSG pada 17 maret 2011, terlihat bahwa garis support uptrend tersebut telah patah. Ini merupakan sinyal yang kurang bagus !!. Ditambah lagi posisi penutupan candle saat ini sudah berada dibawah MA 20. Indikator2nya juga kurang bagus, dimana Stochastic juga telah death cross dan bergerak turun. Sedangkan MACD downtrend dan cenderung melemah.
Memang jelek sich.. tapi kalau dilihat volume transaksi kemaren yang cenderung tipis, bisa saja ini hanya merupakan false breakdown, dengan catatan besok indeks harus bisa tutup diatas 3830, agar garis uptrend line tersebut masih terjaga. Tapi apakah bisa?? Mengingat selama libur hari waisak selasa ini, mayoritas Bursa Global dan Regional masih cenderung tertekan. Sepertinya sich berat... tapi selama indeks tidak ditutup dibawah 3780, rasanya tidak perlu khawatir berlebihan. Tetap waspada, dengan mencermati penutupan Bursa Wall Street Selasa malam ini dan pantau apakah investor asing masih aktif melanjutkan net sell-nya dalam jumlah besar pada perdagangan rabu besok.
Untuk rekomendasi saham2 dan tips trading buat besok Rabu 18 Mei 2011:

BUMI:
Penurunan tertahan oleh support uptrend channel-nya dan garis MA 20.
Stochastic death cross dan keluar dari overbought area.
MACD death cross dan bergerak turun.
Namun volume selama terjadi koreksi cenderung tipis dibawah VMA 20 hariannya.
Waspadai jika BUMI ditutup dibawah 3450, maka trend kenaikan BUMI akan patah. Dan jika itu terjadi, kemungkinan besar profit taking pada saham2 Bakrie Grup lainnya akan berlanjut.
Ada gap bawah di 3350-3375, yang berpeluang tertutup jika support uptrend line-nya tertembus kebawah.
Spekulasi buy di 3450-3475, stop loss jika ditutup dibawah 3450.
Support 3400...3450
Resisten 3525...3575

INDY:
Selama hampir 2 bulan ini, INDY konsolidasi di level 3900-4200.
Selama belum mampu tutup diatas 4200, maka masih akan bergerak sideways dalam range konsolidasi tersebut.
Jika mampu break out dengan volume besar dan ditutup diatas 4200, berpeluang menuju level 4500-4550.
Stochastic slips dan bergerak sideways
MACD juga bergerak sideways masih dalam trend positif
Volume naik signifikan diatas VMA 20 hariannya.
Candle juga telah bergerak diatas cloud yang merupakam sinyal awal bullish
Spekualsi BOW di 4050, atau buy jika candle berhasil tutup diatas 4200.
Support 4125...4050
Resisten 4200...4275

BORN:
Stochastic bergerak turun memasuki oversold area dan dalam posisi death cross
MACD bergerak turun dan akan menembus kebawah centre line 0.
Volume pada saat turun, meningkat signifikan.
Candle keluar bibir bawah bolinger band cukup jauh, sehingga berpeluang terjadi technical rebound untuk masuk kembali kedalam.
Spekulasi buy di area support 1520-1530, dengan target technical rebound di 1600-1610, pasang stop loss ketat jika break down 1500, karena akan menuju level 1390-1400.
Support 1520...1500
Resisten 1570...1600

Have an Amazing Trade and Happy Profit 

Senin, 16 Mei 2011

Selamat Hari Raya Waisak 2555

Kebencian Tidak Akan Berakhir Jika Dibalas Dengan Kebencian...
Kebencian Harus Dibalas dengan Cinta Kasih...

Semoga Semua Makhluk Hidup Selamanya Dalam Kebahagiaan dan Bebas dari Segala Kebencian Serta Permusuhan...

SELAMAT MERAYAKAN HARI TRI SUCI WAISAK 2555
BAGI SEMUA YANG MERAYAKANNYA...


Minggu, 15 Mei 2011

Hari Kejepit, IHSG Cenderung Akan Bergerak Sepi

Jumat pekan lalu (13/5/2011), IHSG bergerak naik mengikuti Bursa Regional, dipimpin oleh Bursa China yang mengalami rebound. Sepanjang perdagangan indeks bergerak di zona hijau. IHSG akhirnya ditutup naik 23,311 poin (+0,61%) ke level 3.832,021, total transaksi Rp 5,2 triliun, foreign mencatatkan net buy 191 miliar dan Rupiah ditutup menguat tipis di posisi Rp 8.545/US $. 

Sementara itu, Dow Jones ditutup turun 100,17 poin (-0,79%) ke level 12.595,75. S&P 500 turun 10,88 poin (-0,81%) ke level 1.337,77 dan Nasdaq melemah 34,57 poin (-1,21%) ke level 2.828,47. Bursa Wall Street melemah untuk pekan keduanya menyusul jatuhnya harga2 komoditas. Selama sepekan, Dow Jones turun 0,3%, S&P 500 turun 0,2%, namun Nasdaq justru naik tipis 0,03%.

Ditengah kontroversi keputusan pemerintah yang menetapkan bahwa senin 16 Mei 2011, adalah hari libur cuti bersama, BEI akhirnya memutuskan untuk tetap membuka perdagangan bursa di pasar modal pada Senin besok. Namun mengingat besok adalah hari kejepit, ada kemungkinan perdagangan akan berjalan cenderung sepi dengan motor penggerak masih pada saham2 dari Bakrie Grup yang diikuti oleh saham2 lapis dua dan tiga. Memang luar biasa Grup Bakrie ini, ketika bearish turunnya luar biasa, demikian juga ketika sudah bullish seperti saat ini, kenaikannya juga luar biasa. Apakah kenaikan ini akan diakhiri oleh Auto Rejection Atas dari salah satu saham2 tersebut?? Well, kita lihat saja... Namun jika dilihat secara TA, saham2 tersebut telah overbought, maka jangan lupa untuk memasang trailing stop yang ketat jika terjadi penurunan.

Jika melihat IHSG, terlihat selama 2 minggu terakhir indeks berkonsolidasi dalam range 3780-3850, dengan saham2 yang bergerak naik adalah saham2 Bakrie Grup serta saham2 lapis dua dan tiga. IHSG membutuhkan sentimen positif dari saham2 Blue Chip, dan tanda2nya mulai terlihat dari pergerakan saham ASII serta GGRM yang telah menembus resistennya pada perdagangan pekan lalu. Secara weekly chart, stochastic masih bergerak sideways di area over bought dan MACD weekly masih golden cross berada dalam trend positif. Volume selama pekan lalu juga cukup tinggi. Jika melihat indikator2 tersebut, ada kemungkinan indeks dapat break out resisten all time high di 3850. Namun sentimen negatif dari Bursa Global, masih membayangi IHSG untuk dapat mencetak level harga baru lagi.

Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk pekan ini adalah:
GGRM:
Break out dari fase konsolidasi short term-nya di level 40.000-43.000 dengan volume yang sangat besar.
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross
MACD golden cross bergerak naik dengan momentum yang kuat, terlihat dari histogram hijau yang mengalami kenaikan signifikan.
Trading BOW dengan minor target di level 46.000-46.100, jika mampu ditembus dengan volume tinggi akan menuju major target di level 48.000-48.400, stop loss jika close dibawah 42.750.
Support 43.000-43.100
Resist 44.000...44.500...45.150

BJBR:
Setelah terkoreksi pasca pembagian deviden, BJBR terlihat mulai rebound cukup kuat.
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross
MACD berpeluang terjadi golden cross
Volume naik signifikan diatas VMA 20 hariannya
Terlihat saat ini MA 50 menjadi support kuat dalam menahan penurunan saham ini.
Trading buy di 1270-1280, dengan minor target 1310-1330, yang jika mampu break out level 1330 dengan volume besar berpeluang menuju 1370-1410, stop loss jika close dibawah garis MA 50-nya.
Support 1270...1240
Resist 1310...1330

BRPT:
Berita bahwa emiten berniat untuk deversifikasi ke sektor transportasi dan energi menjadi sentimen positif bagi saham ini.
Break dari resisten 1120-1130 dengan volume yang besar
Stochastic masih death cross
MACD bergerak naik dalam posisi golden cross
Spekulasi BOW di 1120-1140 dengan minor target 1180-1190, yang jika mampu break out level 1200 dengan volume besar akan menuju level 1240-1250, stop loss jika close dibawah 1100.
Support 1120...1100
Resist 1180...1200..1240

CMNP:
Setelah mengalami rebound yang cukup kuat, kemaren candle ditutup membentuk doji diatas, sehingga membutuhkan konfirmasi besok senin apakah kenaikan akan berlanjut atau tidak.
Bolinger band yang menyempit mulai terbuka, bersiap terjadi pergerakan keatas yang signifikan, namun karena candle masih keluar dari bolinger atas maka berpeluang untuk terkoreksi masuk kembali ke dalam bolinger terlebih dulu.
Candle mulai bergerak diatas cloud, memasuki hari kedua.
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross dan akan memasuki over bought area
MACD bergerak naik dalam posisi golden cross dengan momentum menguat.
Karena candle masih keluar dari bibir atas bolinger, maka BOW di 1170-1200, dengan minor target 1260, yang jika di mampu break akan menuju target 1340-1350, stop loss jika close dibawah 1160.
Support 1200...1170
Resist 1220...1260...1300...1340

Have an Amazing Trade and Happy Profit

Kamis, 12 Mei 2011

Harga Minyak Turun Di bawah US $100/Barrel Lagi

Rabu kemaren IHSG dibuka langsung bergerak positif. Penguatan indeks didorong oleh penguatan Bursa Global dan Regional. IHSG akhirnya ditutup naik 37,622 poin (+0,98%) ke level 3.838,142, total transaksi Rp 5 triliun, foreign mencatatkan net buy 355 miliar dan Rupiah ditutup menguat di posisi Rp 8.540/US $.

Sementara itu dini hari tadi, Bursa Wall Street berakhir turun seiring penurunan harga komoditas. Harga minyak turun di bawah US$ 100/barel setelah semalam AS melaporkan persediaan minyaknya meningkat. Dow Jones ditutup turun 130,33 poin (-1,02%) menjadi 12.630,03. S&P 500 turun 15,11 (-1,11%) menjadi 1.342,05, dan Nasdaq turun 26,83 poin (-0,93%) menjadi 2.845,06.

IHSG akhirnya mengakhiri masa konsolidasi jangka pendeknya di level 3780-3820, dengan dorongan kuat dari saham2 Blue Chip seperti ASII dan Banking sektor (BMRI, BBRI). Ditambah masih berlanjutnya rally saham2 Grup Bakrie membuat trend jangka pendek IHSG berubah menjadi trend naik lagi. Namun tampaknya trend short term ini akan mendapatkan tantangan kembali setelah semalam Wall Street berakhir turun. Dipastikan penurunan tersebut akan berdampak secara psikologis pada Bursa Regional, termasuk IHSG pada hari ini.
  
Secara TA, konfirmasi bull rally akan berlanjut jika IHSG mampu menembus resisten all time high di 3850, maka IHSG berpeluang besar menuju target minor di level 3900. Indikator Stochastic sudah mulai golden cross dan penurunan MACD mulai melambat, berpeluang terjadi golden cross kembali jika indeks mampu break out resisten 3850. Volume rebound dalam 2 hari terakhir juga besar diatas VMA 20 hariannya. Hari ini indeks diperkirakan akan bergerak dengan support 3800-3810 dan resisten di level 3850-3860.

Saham2 Bakrie Grup rata2 sudah mencatatkan kenaikan selama 3 hari sehingga berpeluang terjadi koreksi atau konsolidasi terlebih dulu. Untuk hari ini, saham2 yang layak dicermati adalah:

ASRI:
Berpeluang untuk testing resisten all time high-nya di level 320
Stochastic bergerak uptrend dalam posisi golden cross
MACD mulai golden cross kembali dengan histogram hijau muncul diatas centre line 0.
Volume naik signifikan diatas rata-rata hariannya.
Trading buy di 300-305, dengan minor target menuju 320
Suport 305...295
Resist 320...325

CTRA:
Mengakhiri konsolidasi short term-nya di area 370-400, dan berhasil break out dari resisten 400 dengan volume sangat besar.
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross.
MACD bersiap terjadi golden cross.
Selama tidak turun dibawah 400, berpeluang menuju target 435-440.
Support 395-400, resist 420-425

SGRO:
Setelah mengalami koreksi akibat profit taking beberapa hari, SGRO rebound dari support uptrend line.
Stochastic berpeluang terjadi golden cross kembali
MACD bergerak sideway dalam posisi death cross
Volume masih rendah sedikit dibawah VMA 20 days
Spekulasi BOW dengan target terdekat 3550-3600, yang jika mampu di break out berpeluang menuju 3800, stop loss level jika break down 3350.
Support 3350...3400
Resist 3500...3550

ANTM: 
Setelah konsolidasi dengan membentuk candle doji selama 3 hari, hingga terbentuk support di level 2175, akhirnya kemaren berhasil break out dari resisten short term downtrend line dengan membentuk candle hammer.
Stochastic golden cross mulai bergerak naik meninggalkan over bought area.
MACD mulai terjadi pembalikan arah, berpeluang terjadi golden cross.
Volume naik signifikan diatas VMA 20 days.
Namun potensi kenaikan ini mendapat tantangan dari penurunan kembali komoditi nickel semalam.
Spekulasi BOW di 2175-2225, dengan minor target 2300, stop loss jika break down 2175.
Support 2200-2175, Resist 2300-2325 

Have an Amazing Trade and Happy Profit 

Rabu, 11 Mei 2011

IHSG Kembali Lagi Ke Level 3800

Selasa kemaren IHSG ditutup kembali ke level 3800. Indeks mengalami rebound seiring pulihnya harga komoditas, setelah harga minyak dunia mulai bergerak naik lagi. IHSG akhirnya ditutup menguat 15,070 poin (+0,39%) ke level 3.800,520, total transaksi 5,2 triliun, foreign mencatatkan net sell 336 miliar, dan Rupiah ditutup menguat di posisi Rp 8.550/US $.

Sementara itu dini hari tadi, Dow Jones ditutup menguat 75,68 poin (+0,60%) ke level 12.760,36. S&P 500 juga menguat 10,87 poin (+0,81%) ke level 1.357,16 dan Nasdaq menguat 28,64 poin (+1,01%) ke level 2.871,89. Wall Street naik untuk 3 hari berturut-turut, dipimpin oleh saham-saham sektor defensif. Selain itu surplus neraca perdagangan China yang tinggi ikut memberi sentimen positif, memberikan rasa optimis ke investor seputar proses pemulihan ekonomi.

Investor BEI kembali mulai melakukan aksi beli seiring membaiknya Bursa Global dan Regional. Namun penguatan Bursa Global ini masih dibayangi oleh krisis hutang Eropa, setelah S&P men-downgrade lagi rating Yunani sebanyak 2 level menjadi B dari BB- dan menyatakan potensi penurunan lebih lanjut kedepan. Penurunan ini merupakan gambaran adanya kemungkinan resiko gagal bayar. Kondisi tersebut tentu saja akan menguntungkan pasar emerging market khususnya Asia, karena investor akan mengalihkan dananya ke Bursa Asia, termasuk Indonesia.

Jika melihat kondisi terakhir, sepertinya... anginnya mulai bergerak positif. Namun secara TA, short term IHSG belum berubah, masih konsolidasi di area 3780-3820. Indeks baru dikatakan akan melanjutkan bullish rally-nya jika mampu naik dan ditutup diatas level 3820 lagi. Dan jika hari ini Bursa Regional mendukung, sepertinya sich.. akan mudah untuk ditutup di atas level tersebut. Tapi untuk mencapai level tersebut dibutuhkan dorongan kuat dari saham2 blue chip, tidak sekedar hanya saham2 Grup Bakrie yang diikuti oleh saham2 lapis dua dan tiga saja, seperti yang terjadi akhir2 ini. Dan kemaren sinyal tersebut mulai muncul dimana saham2 perbankan mulai menunjukan tanda2 rebound. Untuk hari ini support IHSG akan berada di 3780-3790, dan resisten di 3815-3825. Sedangkan untuk saham2 yang layak diperhatikan pada hari ini adalah:

BMRI:
Berhasil rebound dengan membentuk candlestick pola bullish engulfing.
Volume terjadinya rebound juga mendukung, naik signifikan diatas rata-rata VMA 20 hariannya. 
Namun Stochastic dan MACD masih bergerak turun dalam posisi death cross.
Selama tidak turun lagi dan ditutup dibawah 6950, berpeluang menuju target 7250 dalam jangka pendek.
Support 6950...6800
Resist 7150...7250 

BBNI:
Berhasil rebound dari support uptrend channelnya dan dari MA 50 yang menjadi tahanan untuk saat ini.
Stochastic sudah mulai golden cross di over sold area dan bersiap untuk bergerak naik.
MACD masih death cross, namun penurunan mulai melambat.
Volume masih diatas VMA 20 days.
Target jangka pendek ada di 4050, penembusan level tersebut akan membawa BBNI menuju target 4150-4200.
Support 3850-3875
Resist 4000...4050

UNSP:
Berpeluang menguji resist di level 425-435
Stochastic bergerak turun dalam posisi death cross di overbought area
MACD masih naik dalam posisi golden cross
Volume naik signifikan diatas VMA 20 days
Jika mampu menjebol resisten 435 akan menuju target terdekat di 450.
Support 400-405
Resist 425...435  

ELTY:
Berhasil break out dari resisten level 150
Stochastic dan MACD bergerak naik dengan trend positif dalam posisi golden cross
Volume pada saat break out sangat tinggi diatas rata-rata 20 hariannya.
Ada gap atas di level 179-183.
Jika mampu menembus level 155, akan menuju target terdekat di 166-167.
Selama tidak turun dibawah 150, let your profit run.
Support 150...148
Resist 154...160

DEWA:
Berhasil break high lagi di level 95 dengan volume yang sangat besar
Stochastic golden cross lagi di overbought area
MACD bergerak uptrend dalam posisi golden cross
Jika mampu menjebol level psikologis 100 akan menuju target 102-105
Support 95...93
Resist 100...102...105

Have an Amazing Trade and Happy Profit 

Selasa, 10 Mei 2011

IHSG Akhirnya Tutup Dibawah Support Kuat 3789

Senin kemaren IHSG ditutup terkoreksi 13,104 poin (-0,35%) ke level 3.785,45, total transaksi Rp 3,9 triliun, foreign mencatatkan net sell sebesar 87 miliar dan Rupiah ditutup menguat di Rp 8.560/US $.
Sementara itu dini hari tadi, Dow Jones ditutup naik 45,94 poin (+0,36%) di level 12.684,68. S&P 500 naik 6,09 poin (+0,45%) ke level 1.346,29 dan Nasdaq naik 15,69 poin (+0,55%) ke level 2.843,25. Bursa Wall Street mendapat dorongan dari kenaikan kembali harga komoditas, dimana minyak mentah yang mengalami kenaikan sempat diatas 6%, membuat saham2 yang berhubungan dengan komoditi mengalami rebound setelah pekan lalu sempat jatuh.
 
IHSG akhirnya ditutup dibawah support kuat 3789. Bahkan menjelang penutupan, indeks sempat jatuh hingga ke level 3.777, namun penurunan tersebut masih tertahan oleh MA 20. Belum adanya sentimen positif yang bisa mengangkat IHSG, membuat tekanan pada indeks masih akan berlanjut, walaupun sifatnya terbatas.
Secara TA, support uptrend jangka pendek IHSG sudah patah. Namun penurunan ini masih dalam tahap profit taking yang wajar, karena tidak disertai dengan volume yang besar. Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support I ada di level 3770 dan support II ada di 3750. Sedangkan resisten I ada di level 3800 dan resisten II ada di 3815. Dan saham2 yang layak dicermati untuk perdagangan hari ini adalah:
 
SSIA:
Break out dari level all time high di 1190 dengan volume yang besar
Setelah konsolidasi dengan bolinger band yang menyempit, kemaren bolinger atas mulai terbuka, menandakan harga masih akan bergerak keatas.
Stochastic masih bergerak naik dalam posisi golden cross
MACD bergerak positif dalam posisi golden cross
Spekulasi BOW di 1180-1200, dengan target menuju 1280-1300, dan stop loss di 1160.
Support 1190-1180
Resist 1240...1260...1280
 
ENRG:
Melanjutkan rally-nya kembali dengan break high level 171 dengan volume besar
Setelah membentuk doji sehari sebelumnya, kemaren ditutup dengan membentuk full bar candle marubozu biru, yang menggambarkan dominasi pihak buyer.
Stochastic golden cross lagi di overbought area.
MACD bergerak positif masih dalam posisi golden cross.
Berpeluang kembali ke harga right issue yang pernah dilakukan pada awal tahun lalu di level 185.
Support 165...160
Resist 176...180

BLTA:
Setelah terkoreksi sehari akibat profit taking, kemaren candle ditutup membentuk hammer yang memberikan sinyal bahwa rally akan berlanjut kembali.
Indikator2 yang ada masih bergerak positif dengan Stochastic golden cross lagi di overbought area.
Sedangkan MACD masih bergerak uptrend dengan momentum yang menguat.
Volume berjalan moderate, sesuai rata-rata 20 hariannya.
Selama tidak turun dibawah 400, target masih menuju 480-500, dengan minor target di 450.
Support 400...410
Resist 425...445
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit 
  

Minggu, 08 Mei 2011

IHSG Cenderung Mengalami Minor Koreksi Pada Pekan Ini

Jumat (6/5/2011), IHSG ditutup turun meninggalkan level 3.800, tertekan oleh penurunan Bursa Global dan penurunan harga komoditas. Indeks ditutup turun 17,718 poin (-0,47%) ke level 3.798,554, total transaksi Rp 4,97 triliun, foreign mencatatkan net buy 239 miliar dan Rupiah ditutup melemah di Rp 8.590/US $.
Sementara itu Bursa Wall Street mengalami rebound, ditopang oleh kenaikan dolar AS dan membaiknya lapangan pekerjaan di bulan April. Dow Jones naik 54,57 poin (+0,43%) ke level 12.638,74. S&P 500 naik 5,1 poin (+0,38%) ke level 1.340,2 dan Nasdaq menguat 12,84 poin (+0,46%) ke level 2.827,56.

Ternyata kekhawatiran saya terjadi. Anjloknya harga2 komoditas membuat saham2 nya banyak dilepas oleh investor, sehingga mengalami koreksi juga pada akhirnya. Hal ini membuat IHSG tidak luput juga dari tekanan, seperti Bursa Global dan Regional yang telah tertekan lebih dulu di zona merah sepanjang perdagangan pekan lalu.
Memang saat ini, support IHSG di level 3789 masih kuat menahan penurunan indeks. Secara TA pun, trend short term IHSG belum berubah menjadi trend turun. Namun melihat posisi candle terakhir, tampaknya kita tidak bisa happy2 banget dengan kondisi saat ini dan membuat kita perlu waspada. Gimana ga waspada, kalau indikator2 yang ada sudah confirm turun. Stochastic dan MACD sudah death cross dan bergerak turun. Posisi candle saat ini juga sudah berada di support short term uptrend-nya. Untuk lebih jelasnya, double click gambar chart dibawah ini:
Waspada memang perlu tapi tidak perlu khawatir berlebihan, karena jika support tersebut tertembus kebawah, itu khan cuma jangka pendeknya saja. Jangka panjangnya sich IHSG masih bullish, kecuali nanti jika indeks turun dibawah 3650, baru kita perlu khawatir. Untuk melihat trend jangka panjangnya ada baiknya kita melihat weekly chart dari IHSG dibawah ini. Stochastic sudah mulai death cross. Tapi MACD masih dalam posisi golden cross dan bergerak sideways. Waspadai jika MACD weekly ini mulai death cross(akan terjadi jika indeks turun dibawah 3650), maka sinyalnya akan buruk. Nanti akan saya beri warning jika hal itu sampai terjadi dikemudian hari.
Kalau melihat kedua chart IHSG diatas, maka kemungkinannya indeks cenderung akan mengalami minor koreksi pada pekan ini. Dan selama sepekan ini diperkirakan support akan berada di sekitar level 3725 dan resisten di level 3815.
Saham2 yang layak dicermati untuk perdagangan pekan ini: 
 
BBCA:
Setelah tertekan dari all time highnya, berhasil rebound tepat pada support uptrend channel-nya.
Apalagi candle membentuk bullish enggulfing, memberikan konfirmasi sinyal rebound tersebut.
Indikator stochastic dan MACD masih dalam posisi death cross, namun penurunan mulai melambat.
Volume masih diatas rata-rata VMA 20 hariannya.
Berpeluang menuju target terdekat di 7500-7600.
Support 7200...7100
Resist 7400...7500
 
TLKM:
Mengalami rebound tepat pada support uptrend line-nya dan fibo 50% nya di level 7400.
Stochatic bergerak turun dalam posisi death cross dan MACD mulai death cross
Volume rebound masih cenderung kecil, sedikit dibawah rata-rata VMA 20 hariannya.
Selama tidak turun dibawah 7400, berpeluang menuju 7750-7850 kembali dan jika mampu break dengan volume besar akan menuju level 8000 an lagi.
Spekulasi buy di 7400-7500, dengan target terdekat di 7800-7850, cut loss level jika close dibawah 7400.
Support 7350-7400
Resist 7650...7750...7850
 
INDF:
Rencana bakal IPO anak perusahaan PT Salim Ivomas Pratama Tbk pada awal bulan depan (jadwal sementara listing listing di BEI 9 Juni 2011) dapat menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham INDF.
Menguji resisten all time high di level 5800, yang jika mampu ditembus keatas dengan volume besar berpeluang menuju level 6000.
Stochastic golden cross dan mulai bergerak naik.
MACD berpeluang terjadi golden cross.
Volume meningkat diatas VMA 20 hariannya.
Support 5550-5600, resisten 5800-5850 
 
SGRO:
Masih dalam trend bullish dan koreksi yang terjadi masih tergolong wajar selama tidak turun dan close dibawah level 3300.
Support level 3400 saat ini cukup kuat menahan penurunan SGRO.
Stochastic masih bergerak turun dalam posisi death cross.
MACD masih golden cross dengan kecenderungan melemah.
Volume juga masih bergerak diatas rata-rata VMA 20 hariannya.
Jika break down support 3400, maka spekulasi buy di 3300-3350, dengan target terdekat 3500-3550
Stop loss jika close dibawah 3300.
Support 3400...3350
Resist 3500...3550

Have an Amazing Trade and Happy Profit

Jumat, 06 Mei 2011

IHSG Bertahan Untuk Tidak Tutup di Bawah Support Kuat Level 3789

Kamis kemaren IHSG dibuka langsung turun mengikuti koreksi Bursa Global. Profit taking langsung terjadi sejak awal dibukanya perdagangan, dengan dipimpin oleh saham2 banking sektor. Namun mendekati pertengahan sesi I, indeks mulai rebound, terutama setelah BPS melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama kuartal I-2011 tumbuh sebesar 6,5%. Perlahan tapi pasti koreksi indeks mulai berkurang dengan dipimpin oleh saham2 pertambangan, hingga akhirnya ditutup naik tipis 1,344 poin (+0,03%) ke level 3.816,272. Total transaksi mencapai Rp 5,9 triliun, foreign mencatatkan net buy 134 miliar dan Rupiah ditutup melemah di Rp 8.570/US $.
 
Dini hari tadi, Bursa Wall Street kembali melanjutkan pelemahannya, menyusul jatuhnya harga minyak mentah dunia mencapai hampir 10% di bawah level US$ 100/barel. Selain itu, sentimen negatif dari buruknya data perekonomian, dimana data klaim pengangguran AS pada pekan lalu naik 10% dibandingkan pekan sebelumnya.  Dow Jones turun 139,41 poin (-1,10%) ke level 12.584,17. S&P 500 turun 12,22 poin (-0,91%) ke level 1.335,10 dan Nasdaq melemah 13,51 poin (-0,48%) ke level 2.814,72.
 
Secara TA, penutupan IHSG kemaren tidak berbeda jauh dari 1 hari sebelumnya. Candle membentuk dragon fly doji, yang menandakan adanya perlawanan dari pihak buyer. Mengindikasikan bahwa adanya pihak2 tertentu yang berusaha untuk menjaga indeks untuk tidak turun dan tutup di bawah support kuatnya di level 3789. Indikator Stochastic dan MACD telah confirm death cross dan bergerak turun. Volume kemaren lebih besar dari sehari sebelumnya.
 
Melihat kondisi ini, saya masih ragu dengan kenaikan indeks lebih lanjut. Sekilas terlihat bahwa aksi distribusi mulai berjalan. Banking sektor telah confirm turun, anehnya yang mengangkat IHSG adalah sektor tambang, padahal harga2 komoditinya sedang turun tajam. Dan biasanya bila harga komoditi turun, maka saham2nya juga akan ikut turun. Tapi kali ini tidak !! Ditambah lagi Bursa Global yang juga telah memberikan konfirmasi turun. Untuk itu tetap perlu waspada, mengalir saja ikuti market. Jangan lupa pasang stop loss yang ketat jika terjadi penurunan harga dalam volume yang besar.
 
Hari ini adalah hari terakhir perdagangan di pekan ini. Saya berharap indeks mampu tutup diatas 3825, sehingga candle-nya secara weekly masih akan bagus dan berpotensi untuk melanjutkan rally-nya pada minggu depan. Namun jika tidak mampu tutup diatas level tersebut, harapannya setidaknya indeks mampu tutup diatas support kuat 3789, sehingga trend kenaikan masih tidak patah. Tapi jika sampai tutup dibawah support kuat 3789, maka dipastikan minggu depan akan menjadi awal pekan koreksi bagi IHSG.
Untuk hari ini, tetap cermati saham2 coal sektor dan second liner yang memberikan sinyal buy pada perdagangan kemaren, seperti:
 
ITMG:
Membentuk pola descending triangle.
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross dan MACD berpeluang untuk golden cross kembali.
Volume naik diatas VMA 20 hariannya.
Potensi rebound dengan target terdekat di 48.300-48.350 yang merupakan resisten dari pola descending triangle.
Waspadai jika tidak mampu break out dari resisten tersebut, akan berpotensi turun kembali ke 46.500. Namun jika resisten tersebut mampu ditembus, akan menuju level 50.000-50.250 kembali 
Support 47.300...47.000
Resist 48.000...48.350
 
ADRO:
Rumor: ASII akan membeli 10% saham ADRO pada harga 2800, seiiring dengan rencana Grup Astra untuk diversifikasi ke sektor batubara menjadi sentimen positif bagi saham ini.
Break out down trend line di level 2275 dengan volume yang luar biasa besar.
Asing mulai masuk kembali dalam jumlah yang cukup besar, tercatat net buy sebesar 60 miliar kemaren.
Parabolic Sar turun kebawah memasuki hari ke-2, yang merupakan sinyal rebound.
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross.
Setelah bergerak sideways, MACD mulai naik dalam posisi golden cross dengan momentum yang menguat, terlihat dari kenaikan histogram bar hijau yang cukup tinggi.
Trading buy dengan target menuju level 2500, dan minor target di 2400-2425, stop loss level di 2250.
Support 2275... 2250
Resist 2375...2425
 
INDY:
Berpeluang break out resisten level 4200
Bolinger band yang menyempit, berpotensi membuka jika terjadi break out, bersiap terjadi pergerakan harga keatas yang signifikan.
Asing mencatatkan net buy yang besar diatas 120 miliar pada perdagangan kemaren.
Stochastic masih dalam posisi golden cross di overbought area
MACD masih dalam trend positif dengan posisi golden cross
Parabolic Sar mulai muncul dibawah yang merupakan sinyal awal bullish
Volume naik signifikan sangat besar diatas rata-rata.
Jika mampu break out 4200, akan menuju target 4600, dengan minor target terdekat di 4350-4375.
Support 4100...4000
Resist 4200...4250...4325
 
BLTA:
Seperti yang saya katakan 2 hari lalu, bahwa mendekati listing anak perusahannya, PT. Buana Listya Tama dan satu lagi yang bakal menyusul, yaitu Jaya Agra Wattie (Jawattie), perlahan tapi pasti BLTA menguji resisten 410. Dan kemaren resisten tersebut telah dijebol dengan volume yang tinggi.
Selamat bagi yang telah membeli sesuai rekomendasi 2 hari lalu, happy cuan...
Support kuat saat ini ada dilevel 400-410, selama tidak turun dibawah 400, lets your profit run dengan target berikutnya di 480-500.
Indikator RSI dan MACD masih bergerak naik.
Support 410...400
Resist 450...480
 
CMNP:
Berhasil break out dari downtend line nya dengan volume yang sangat besar.
Semoga kali ini tidak false break lagi, syaratnya tidak turun dibawah 1130 kembali.
Jika mampu menjebol 1160, akan menuju target terdekat di 1200, yang jika mampu dijebol keatas akan menuju target 1250-1260.
Stochastic dan MACD dalam posisi golden cross dan mulai bergerak naik.
Spekulasi buy dengan target menuju 1250, stop loss jika close dibawah level 1130.
Support 1130...1100
Resist 1160...1200
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit
 

Kamis, 05 Mei 2011

Masih Dalam Tekanan Bursa Global

Rabu kemaren IHSG dibuka langsung turun mengikuti Bursa Regional Asia yang bergerak negatif. Penurunan ini dipimpin oleh Bursa Shanghai akibat munculnya kembali kekhawatiran bahwa Bank Sentral China akan melanjutkan kebijakan memperketat moneternya. Selain itu, aksi profit taking yang melanda saham2 blue chip juga membuat IHSG bergerak di zona merah hampir sepanjang perdagangan. Namun aksi beli pada detik2 akhir jelang penutupan berhasil membuat indeks ditutup naik tipis 1,060 poin (+0,02%) ke level 3.814,928. Total transaksi mencapai Rp 5,1 triliun, foreign mencatatkan net buy 247 miliar dan Rupiah ditutup melemah di posisi Rp 8.555/US $. 
 
Sementara itu dini hari tadi, Dow Jones ditutup turun 83,93 poin (-0,66%) ke level 12.723,58. S&P 500 turun 9,30 (-0,69%) ke level 1.347,32 dan Nasdaq turun 13,39 poin (-0,47%) ke level 2.828,23. Penurunan ini disebabkan oleh merosotnya harga saham sektor komoditas dan penyerapan tenaga kerja di sektor swasta yang rendah.

Pergerakan IHSG kemaren sungguh luar biasa. Sepanjang perdagangan indeks berada dalam tekanan jual, bahkan sempat menembus support kuat 3789, dengan posisi terendah di 3783. Namun indeks tampaknya masih belum mau menyerah begitu saja. Mendekati penutupan terjadi perlawanan, dimotori oleh sektor pertambangan yang mengalami rebound, dengan dipimpin oleh BUMI. Hal ini terjadi setelah deadline tanggal 10 Mei 2011, yang diberikan bagi Vallar Plc untuk menggenapi kepemilikannya di BUMI menjadi 51% dari level 25% saat ini, sudah semakin dekat (kurang dari 1 minggu). Penguatan BUMI bersama Groupnya, ditambah penguatan ASII dan UNTR berhasil menyelamatkan IHSG, sehingga menjadi satu-satunya bursa di Asia yang mampu menguat walaupun tipis.
 
Namun apakah kenaikan ini akan berlanjut, mengingat Bursa Global yang masih dalam tekanan ?? Well.. sepertinya kita harus mulai berhati2. Mengingat penurunan Bursa Global diakibatkan oleh turunnya harga2 komoditi, maka seharusnya saham2 ini juga akan tertekan. Semalam komoditi logam (nickel dan timah) turun sangat tajam, maka hindari dulu bermain di saham2 tersebut (ANTM, TINS, INCO). Jika saham2 tambang tertekan dan saham2 banking yang saat ini berada pada support2nya juga ikut tertekan, maka dipastikan support kuat indeks di 3789 akan dengan mudah dijebol kebawah. Jadi waspadai jika skenario tersebut sampai terjadi. Namun selama belum terjadi tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
 
Secara TA, penutupan indeks yang membentuk candle hammer dengan volume yang besar, merupakan indikasi yang cukup bagus. Namun indikator2nya masih belum mendukung. Stochastic dan MACD masih death cross. Ditambah dengan penutupan Bursa Global semalam yang tertekan, membuat kondisi indeks belum cukup aman. Support hari ini diperkirakan berada di level 3780, dan resisten berada di 3825.
Saham2 yang layak dicermati hari ini adalah:
 
BUMI:
Sentimen dari Valar Plc yang akan menambah jumlah sahamnya di BUMI hingga 50% menjadi faktor positif bagi kenaikan saham ini.
Kemaren asing banyak melakukan net buy, tercatat sebanyak 421 miliar
Berhasil menembus resisten tertinggi setelah krisis 2008 di level 3475 dengan volume besar dan masih bergerak naik dalam uptrend channelnya.
Stochastic masih golden cross di overbought area
Momentum MACD menguat dengan histogram hijau yang semakin tinggi, dan bergerak naik dalam posisi golden cross.
Jika mampu break out 3600, akan menuju target di level 3700-3750
Support 3500...3425
Resist 3600...3650
 
HEXA:
Break out double resisten, yaitu resisten short term downtrend line dan resisten level 5800
Stochastic naik dalam posisi golden cross.
MACD bergerak naik dalam posisi golden cross dengan momentum menguat, namun masih bergerak dibawah centre line 0.
Parabolic Sar mulai muncul dibawah, yang merupakan sinyal rebound
Volume naik signifikan diatas VMA 20 days
Spekulasi buy, dengan minor target menuju 6000-6100, yang jika mampu di break akan menuju 6200-6350, stop loss jika close dibawah 5700.
Support 5800...5700
Resist 5950...6000
 
SGRO:
Saham ini dalam trend bullish yang cukup kuat, dan mengalami koreksi yang wajar.
Stochastic death cross dan bergerak turun akan meninggalkan area overbought
MACD masih golden cross dan mulai melemah dalam pergerakan sideway
Volume pada saat koreksi bergerak turun
Spekulasi BOW di area 3325-3350, dengan level stop loss jika close dibawah 3300
Support 3400...3350
Resist 3525...3600
 
TRUB:
Break out resisten downtrend line-nya dengan volume yang sangat besar
Candle mulai bergerak diatas cloud yang merupakan sinyal bullish
Bolinger band mulai terbuka setelah bergerak sempit dalam waktu yang cukup lama, berpotensi terjadi pergerakan harga keatas yang signifikan, selama tidak tutup kembali dibawah 66.
Stochastic bergerak uptrend dalam posisi golden cross
MACD bergerak naik dalam posisi golden cross dengan momentum yang menguat, terlihat dari histogram hijau yang semakin meningkat.
Jika mampu break out di 72, berpotensi menuju target terdekat di 78-82
Support 67...66
Resist 72...78
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit

Rabu, 04 Mei 2011

IHSG Masih Cenderung Melemah

Selasa kemaren IHSG terkoreksi, seiring koreksi pada sebagian besar Bursa Global dan Bursa Regional. Indeks ditutup turun 35,432 poin (-0,93%) ke level 3.813,868, total transaksi Rp 3,83 triliun, foreign mencatatkan net buy 164 miliar dan Rupiah ditutup melemah tipis di posisi Rp 8.550/US $.
 
Sementara itu dini hari tadi, Dow Jones naik 0,15 poin ke level 12.807,51. S&P 500 turun 4,6 poin (-0,34%) ke level 1.356,62 dan Nasdaq turun 20,22 poin (-0,71%) ke level 2.841,62. Penurunan Bursa Wall Street disebabkan karena kekhawatiran pelaku pasar akan pertumbuhan pendapatan kuartal II tahun ini yang diperkirakan akan mengalami penurunan dan kekhawatiran mengenai tingginya inflasi serta tingkat suku bunga.

Sesuai prediksi, indeks akhirnya terkoreksi setelah menguat selama 4 hari berturut-turut. Secara perlahan tapi pasti, aksi profit taking mulai melanda saham2 unggulan, setelah indeks memasuki kondisi jenuh beli dan membukukan rekor tertingginya terus. Secara TA, penurunan masih akan berlanjut untuk menguji level psikologis 3800, yang jika tertembus kebawah akan menguji level support kuatnya di 3789 (level tertinggi IHSG sebelum ditembus pada bulan lalu). Hati2 jika support kuat tersebut sampai tertembus juga kebawah, maka IHSG akan memasuki masa koreksi.
Kalau dilihat dari indikator2 yang ada, sepertinya.... sinyalnya kurang baik. Body candle pada saat penurunan kemaren lebih besar dari kenaikan 1 hari sebelumnya. Indikator Stochastic dan MACD mulai death cross. Volume penurunan kemaren juga lebih besar dari kenaikan 1 hari sebelumnya.
 
Saya sich berharap support 3789 masih dapat menahan penurunan indeks, tapi jika support tersebut benar2 tertembus kebawah, maka ada baiknya untuk mulai merealisasikan profit yang telah ada. Tetap cermati saham2 rekomendasi sebelumnya, yaitu AALI dan PGAS. Untuk AALI, selama tidak turun dibawah 23.600 masih akan menuju target 25.500-26.000. Sedangkan untuk PGAS, selama tidak turun dan tutup dibawah 4050, juga masih dapat menuju target 4300-4325. Untuk hari ini, saham yang layak dicermati adalah:
 
JSMR:
Setelah rebound dari support jangka menengahnya, JSMR berhasil break out dari resisten short term downtrend line-nya.
Parabolic Sar mulai muncul dibawah candle yang merupakan konfirmasi sinyal bullish kembali.
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross.
MACD berpeluang untuk golden cross kembali.
Volume mulai naik secara signifikan, diatas VMA 20 hariannya.
Spekulasi BOW di 3300-3350, dengan target terdekat menuju 3500, stop loss jika break down 3250.
Support 3300...3250
Resisten 3425...3475...3525
 
BLTA:
Perlahan tapi pasti, mendekati IPO anak perusahaannya PT.Buana Listya Tama yang akan listing di BEI tanggal 23 Mei 2011, BLTA bergerak naik untuk menguji resisten di 400-410
Masih bergerak naik dalam price channel uptrendingnya
Stochastic masih golden cross di overbought area
MACD masih golden cross dan bergerak naik dalam trend positif
Volume naik kembali diatas rata-rata 20 hariannya
Jika mampu break out 410, berpeluang menuju 480-500
Support 380-385
Resisten 400-410
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit