Minggu, 13 Maret 2011

Mencermati IHSG Pasca Terjadinya Gempa dan Tsunami Di Jepang

Jum'at lalu (11/3/2011), IHSG dibuka langsung turun mengikuti pelemahan Bursa2 Regional Asia yang mengekor kejatuhan Wall Street pada kamis malam. Tapi penurunan masih tertahan oleh support 3550.
Memasuki sesi 2, indeks jatuh lebih dalam dan menembus support 3550, terutama setelah terjadinya gempa di Jepang yang menggerus indeks Nikkei. Melihat dampak dari gempa yang memicu terjadinya tsunami setinggi 10 meter tersebut, mengakibatkan Bursa Global terseret turun. Tercatat Bursa Hanseng, STI, Sensex dan Bursa Eropa pada saat pembukaan, langsung anjlok. Hal ini membuat IHSG turun semakin dalam hingga menyentuh level terendah di 3.513,095. Namun menjelang penutupan, sejumlah aksi buying berusaha mengangkat indeks sehingga akhirnya ditutup di 3.542,228, turun 45,42 poin (-1,27%). Total transaksi perdagangan Rp 3,4 triliun dan foreign mencatatkan nett sell 276 miliar.

Sedangkan Dow Jones Jum'at lalu ditutup naik 59,79 poin (+0,50%) menjadi 12.044,40, S&P 500 menguat 9,17 poin (+0,71%) menjadi 1.304,28 dan Nasdaq naik 14,59 poin (+0,54%) menjadi 2.715,61. Meskipun terjadi gempa di Jepang, kekuatiran di Wall Street mereda setelah aksi demonstrasi di Arab Saudi mulai berjalan tertib. 

Sementara itu, gempa yang terjadi di Jepang kemungkinan akan memberikan efek psikologis bagi market global, walaupun sifatnya hanya sementara. Akibat dari gempa yang terjadi, dapat berdampak buruk kepada ekonomi Jepang dan dunia, disebabkan Jepang adalah ekonomi ketiga terbesar di dunia. Efek langsung dari bencana ini adalah terganggunya ekspor-impor ke Jepang akibat banyaknya pelabuhan yang rusak. Selain itu, bencana ini dapat menggagalkan pemulihan ekonomi yang mulai muncul di Jepang dan meningkatkan utang masyarakat Jepang yang saat ini besarnya sudah mencapai 200% dari PDB negara itu.

Dengan melihat Dow Jones yang ditutup positif dan kembali diatas 12.000, kemungkinan Bursa Regional Asia juga akan berjalan positif besok Senin. IHSG diperkirakan akan mencoba menembus level 3550 kembali. Sebelumnya IHSG mampu bertahan di support tersebut, jika tidak terjadi gempa di Jepang yang menyebabkan Bursa Regional anjlok. Dan jika Senin besok indeks mampu ditutup bertahan diatas level 3550, maka akan terbuka kemungkinan bagi IHSG untuk naik kembali ke level 3600 pada pekan depan. Untuk sepekan kedepan, support IHSG akan berada di 3495-3500 dan resisten ada di 3600-3630. 

IHSG:
Penurunan kemaren tertahan oleh MA 50 dan garis support dari uptrend channel-nya
Stochastic bergerak turun dalam posisi death cross meninggalkan overbought area
MACD melemah dan bergerak turun, tapi masih di buy area.
Volume penurunan kecil dibawah rata2 VMA 20 days
Support 3520...3495
Resisten 3550... 3606

ASII:
Break down dari support uptrend channel dan penurunan tertahan oleh fibo 23,6%
Memasuki trend koreksi tapi dengan volume yang tipis
Stochastic death cross bergerak turun meninggalkan overbought area
MACD mulai melemah dan bergerak turun, namun masih belum death cross
Ada gap bawah di 52.050-52.300, dan jika trend turun masih berlanjut, berpeluang menutup gap tersebut
Apabila gap tersebut tertutup, lakukan pembelian bertahap, di level 52.100-52.300 (area fibo 38,3%) dan strong buy ada dilevel 50.800-51.000 (area fibo 50%), stop loss jika break down 50.000
Support 53.850.... 53.000
Resisten 55.000.... 55.600

INDF:
Dibuka dengan open gap down, sehingga membentuk gap bawah di 4850-4875
Penurunan tertahan oleh fibo 50% di 4800
Berhasil close diatas MA 20 dan candle membentuk doji star
MACD berpeluang death cross jika tutup dibawah 4800
Stochastic bergerak turun dalam posisi death cross
Volume pada waktu koreksi cenderung tipis, dibawah rata-rata VMA 20 harinya
Support kuat ada di 4725-4750
Spekulasi buy dengan target 4950-5000 dan stop loss level jika break down 4725
Support 4800...4725
Resist 4875...4950

GJTL:
MA5 bergerak mendekati MA 20 dan hampir golden cross
Stochastic dan MACD bergerak naik dalam posisi golden cross
Volume naik diatas VMA 20 harinya
Akan sangat bagus jika mampu break resisten pola descending triangle di 2225, maka target akan menuju 2325-2375.
Spekulasi BOW di 2100-2125 dengan stoploss jika break down 2000 
Support 2125...2000
Resist 2225...2325...2375

KLBF:
Bergerak dalam short term uptrend channel-nya
Bolinger band mulai membuka setelah menyempit
Stochastic bergerak naik memasuki overbought area
MACD bergerak naik melewati centre line
Volume 3 hari terakhir naik signifikan diatas VMA 20 days
Spekulasi BOW, target terdekat 3175-3250
Support 3000-3025
Resist 3175...3250

Have an Amazing Trade and Happy Profit

Jumat, 11 Maret 2011

Dow Jones Anjlok dibawah Level Psikologis 12.000

Kamis kemaren IHSG ditutup melemah 11,027 poin (-0,31%) ke level 3.587,648, total transaksi Rp 3,2 triliun, foreign mencatatkan nett sell 15 miliar.
 
Semalam Dow Jones anjlok 228,48 poin (-1,87%) ke level 11.984,61. S&P 500 turun 24,91 poin (-1,89%) ke level 1.295,11 dan Nasdaq merosot 50,70 poin (-1,84%) ke level 2.701,02. Bursa Wall Street turun dalam setelah munculnya laporan Arab Saudi telah memulai aksi melawan para demonstran. Hal itu semakin meningkatkan kekhawatiran seputar ketidakstabilan di negara2 penghasil minyak utama dunia. Selain itu data ekonomi yang rilis semalam juga buruk, dimana data klaim pengangguran meningkat 26.000 menjadi 397.000 dan defisit perdagangan AS melebar jauh dari ekspektasi menjadi US$ 46,3 miliar.

Sesuai prediksi kemaren, IHSG terkoreksi setelah penguatan 5 hari berturut-turut.
Pelemahan terjadi akibat aksi profit taking yang dilakukan investor, bersamaan dengan terkoreksinya mayoritas Bursa Global.
Bursa Regional Asia terkoreksi setelah Jepang melaporkan bahwa ekonominya menyusut melebihi estimasi. Selain itu, kemaren Bank of Korea menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini, setelah inflasi yang melebihi target 2 bulan berturut-turut. Ditambah lagi, China untuk pertama kalinya mencetak defisit perdagangan US$ 7,3 miliar pada Februari. Ini adalah defisit pertama sejak 1 tahun terakhir dan terbesar dalam 7 tahun terakhir.
Sentimen negatif juga datang dari Eropa dimana Moodys menurunkan peringkat utang Spanyol menjadi Aa2 dari sebelumnya Aa1, dengan prospek negatif. Namun dari dalam negeri, berita Pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi (premium dan solar) menjadi sentimen positif. Sehingga indeks tidak terkoreksi terlalu dalam dan koreksi yang terjadi hingga kemaren masih terbilang wajar.
 
Dengan Dow Jones yang anjlok dibawah level psikologis 12.000, bersamaan dengan koreksi Bursa Global kemaren, maka mau tidak mau IHSG akan melanjutkan koreksinya pada hari ini. Indeks masih bisa dikatakan bullish jika masih mampu bertahan di support level 3550. Harapan jika support tersebut jebol, paling tidak indeks akan konsolidasi dalam range area 3495-3550. Untuk posisi trading, jika support 3550 dijebol dengan volume besar, maka ada baiknya untuk mengamankan portfolio dulu. Salah satu kunci sukses dalam trading adalah melakukan "Disiplin", karena akan menghindarkan kita dari kerugian yang lebih dalam.
 
IHSG:
Masih mampu close diatas MA 5
Stochastic mulai death cross di overbought area
Momentum MACD mulai melemah dan volume penurunan kemaren tergolong kecil
Support 3550...3520...3495
Resisten 3606...3630
 
MYOR:
Saham ini masih dalam kondisi bearish, namun sudah berhasil break short term downtrend channel dengan volume yang cukup besar diatas rata-rata
Stochastic golden cross meninggalkan oversold area
MACD mulai berbalik arah, berpeluang untuk golden cross
Volume kenaikan 2 hari ini terbilang cukup besar diatas VMA 20 days
Support 9500...9300
Resist 10.000....10.300
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Kamis, 10 Maret 2011

IHSG Rawan Profit Taking, Setelah Penguatan 5 Hari Berturut

Rabu kemaren IHSG bertambah 18,361 poin (+0,51%) ke level 3.598,675, total transaksi Rp 4,569 triliun, foreign mencatatkan nett buy Rp 346 miliar dan Rupiah ditutup menguat di Rp 8.770/US $.
 
Semalam Dow Jones ditutup melemah tipis 1,29 poin (-0,01%) ke level 12.213,09. S&P 500 juga melemah 1,80 poin (-0,14%) ke level 1.320,02 dan Nasdaq turun 14.05 poin (-0.51%) ke 2,751.72.

Penguatan IHSG kemaren adalah kenaikan hari kelima secara berturut-turut, sehingga hari ini indeks rawan koreksi profit taking. Secara teknikal indeks sudah memasuki bullish area kembali selama masih bertahan diatas 3550. Jika turun dibawah tersebut, maka indeks akan cenderung konsolidasi kembali dalam range 3470-3550.
 
Setelah saham2 perbankan dan pertambangan mengalami kenaikan, tampaknya saham2 second liner mulai menggeliat. Apalagi akhir2 ini banyak rumor2 mengenai laporan keuangan yang bagus dan perkiraan pembagian deviden yang tinggi. Kemaren yang mendapat giliran adalah saham2 seperti: TLKM, GJTL, CPIN dan SGRO. Terkait hal ini ada 2 kemungkinan, yang pertama adalah jika memang laporan keuangan bagus, maka harga sudah bergerak mendahului dan yang kedua kemungkinan distribusi barang yang dimiliki oleh bandar jika ternyata laporan keuangan tersebut jelek.
 
IHSG:
Candle sudah bergerak diatas cloud (level 3550), yang berarti indeks sudah memasuki area bullish kembali, dengan syarat tidak turun dibawah 3550 lagi.
MACD bergerak positif naik dalam posisi golden cross menembus centre line
Namun stochastic mulai death cross di overbought area, sehingga memungkinkan untuk terjadi profit taking.
Volume kenaikan 3 hari terakhir juga cenderung tipis, dibawah rata-rata VMA 20 days, yang menunjukan kekuatan buyer mulai berkurang.
Support 3550...3500...3470
Resist 3610...3630... 3687
 
MEDC:
Tanda2 rebound dari support kuat 2850, nampak pada saham ini
Stochastic golden cross dan bersiap meninggalkan oversold area
MACD mulai berbalik arah dan berpeluang untuk golden cross
Volume 2 hari ini naik diatas VMA 20 days
Trading buy dengan target 3100-3150, stoploss jika break down 2850
Support 2925...2850
Resist 3000...3100...3150
 
GJTL:
Rumor laporan keuangan yang bagus dan tingginya pembagian deviden mengangkat saham ini
Support kuat level 2000 menjagai saham ini dari penurunan
Stochastic golden cross dan bergerak naik meninggalkan oversold area
MACD golden cross dan volume naik signifikan
Trading buy dengan target 2300-2350, stop loss jika break down 2000 
Support 2075...2000
Resist 2200... 2300...2350
 
BLTA:
Candle sudah berada diatas cloud, yang berarti memasuki bullish area
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross
MACD golden cross dengan histogram bar pertama kali hijau diatas centre line
Volume naik signifikan diatas VMA 20 days
Jika mampu break resist downtrend di 370, berpeluang menuju 385-400
Support 360...350
Resist 370...385...400
 
WINS:
Candle membentuk bullish harami, dengan volume besar
Masih bergerak sideways di area trading 315-370
Stochastic golden cross
Momentum MACD menguat dan dalam posisi golden cross
Konfirmasi naik dari pola bullish harami ini adalah jika mampu break up 355 dengan volume besar, maka berpeluang menuju 370-380
Support 335...325...315
Resist 355...370...375
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Rabu, 09 Maret 2011

Selama BBM Bersubsidi Belum Naik, Nikmati saja kenaikan IHSG

Selasa kemaren IHSG menguat 18,597 poin (+0,52%) ke level 3.580,314, total transaksi Rp 4,3 triliun, foreign mencatatkan nett buy tipis Rp 24 miliar dan Rupiah ditutup tidak berubah di Rp 8.790/US $.
 
Semalam Dow Jones ditutup menguat 124,58 poin (+1,03%) ke level 12.214,61. S&P 500 juga menguat 11,69 poin (+0,89%) ke level 1.321,82 dan Nasdaq menguat 20,14 poin (+0,73%) ke level 2.765,77. Proyeksi laba Bank of America (BoA) yang mengesankan diatas ekspektasi analis (mencapai US$ 40 miliar) dan turunnya harga minyak berhasil mengangkat bursa Wall Street dan bertahan di level psikologis 12.000. Harga minyak mentah dunia memang akhirnya turun setelah Arab Saudi menyatakan pihaknya akan menangkis setiap gangguan di pasar minyak.  
 
Sepanjang perdagangan sesi 1 kemaren, IHSG bergerak keluar masuk zona positif dan negatif. Tampaknya investor menunggu hasil rapat Komisi VII DPR dengan pemerintah soal rencana pembatasan konsumsi BBM subsidi. Namun menjelang pertengahan sesi 2, muncul kabar dari Aljazeera yang memberitakan bahwa Pemimpin Libya Mu'ammar Khadafi bersedia mengundurkan diri jika mendapatkan jaminan keselamatan. Hal itu langsung direspon positif oleh Bursa Regional Asia, terutama Hanseng yang langsung menguat tajam. Selain itu, berita mengenai ditundanya Rapat Komisi VII DPR dengan pemerintah juga menjadi sentimen positif bagi IHSG, sehingga sepanjang akhir sesi 2 indeks bergerak naik dan berhasil ditutup di zona hijau.

Secara teknikal indeks masih berada dalam trend positif. Selama tidak ada gangguan dari faktor fundamental makro ekonomi Indonesia, indeks diperkirakan masih akan melaju menuju level 3600 kembali. Namun jika BBM dinaikkan, maka tekanan inflasi akan tinggi, sebab berdampak langsung pada beban bea transportasi industri dan harga2 pangan akan kembali naik akibat naiknya biaya transportasi. Dan jika inflasi tinggi, ujung2nya adalah kenaikan BI Rate lagi untuk menjinakan inflasi tersebut. Hal ini dapat membuat indeks kembali tertekan. Namun selama pemerintah belum menaikan harga BBM Premium, kita masih dapat menikmati kenaikan IHSG. 
 
Sesuai prediksi, pada perdagangan kemaren terlihat saham2 perbankan mulai terkena aksi ambil untung sedangkan saham2 tambang mulai bergerak naik, seperti HRUM, ITMG, BORN, PTBA dan BUMI. Saham2 second liner juga tidak mau ketinggalan dan mulai menggeliat. Beberapa saham yang perlu dicermati untuk trading adalah : INKP, NIKL, CPIN dan CMNP karena volume sudah mulai muncul cukup besar.
 
PTBA:
Break pola symetrical triangle pattern dengan volume yang sangat besar
Target harga berdasarkan pola triangle pattern adalah dilevel 21.800-22.000
Stochastic dan MACD bergerak uptrend dalam posisi golden cross
Trading buy dengan stop loss level jika break down 19.900
Support 20.300.... 19.950
Resist 20.700.... 21.000.... 22.000
 
BBRI:
Koreksi pasca gagal menembus resisten 5350, sehingga membentuk triple top
Ada gap bawah di 4925-4975
Stochastic death cross di overbought area
Momentum MACD melemah, tapi masih dalam posisi golden cross
Penurunan tanpa volume menunjukan masih dalam koreksi yang wajar
BOW di level 4925-5000
Support 5050...4925
Resist 5350...5400
 
BORN:
Break resisten downtrend line-nya dengan volume yang besar, sehingga menggagalkan koreksi pola descending triangle.
Kemaren Asing banyak membeli saham ini hampir 50 miliar
MACD dan Stochastic golden cross
Kenaikan tertahan oleh MA 50 dan fibo 38,2% di 1570
Support kuat saat ini ada di level break out-nya yaitu di 1500-1510
Trading buy dengan target terdekat di 1650-1670, stop loss jika break down 1500
Support 1530...1500
Resist 1630...1680
 
ITMG:
Tampaknya sudah memasuki area konsolidasi kembali dan penurunan sudah mulai terbatas
MACD bergerak mendatar dalam posisi death cross
Namun indikator stochastic sudah golden cross dan bergerak naik
Level buy yang aman ada disekitar level 41.850-42.500, spekulasi buy di harga 42.600-43.150
Stoploss jika harga break down 41.850
Support 43.150.... 42.500.... 41.850
Resist 44.250.... 45.000.... 45.250
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Selasa, 08 Maret 2011

Ancaman Inflasi Kedepan dari Tingginya Harga Minyak Dunia

Senin kemaren IHSG menguat 18,814 poin (+0,53%) ke level 3.561,717, total transaksi Rp 4,181 triliun, foreign mencatatkan nett buy Rp 585 miliar dan Rupiah ditutup tidak berubah di Rp 8.790/US $. Saham2 perbankan masih menjadi favorit, setelah investor asing memburunya dengan total pembelian bersih Rp 471 miliar. Sepanjang sesi 2 indeks berada di zona positif meskipun transaksi berjalan tipis.
 
Semalam Dow Jones ditutup merosot 79,85 poin (-0,66%) ke level 12.090,03. S&P 500 juga melemah 11,02 poin (-0,83%) ke level 1.310,13 dan Nasdaq melemah 39,04 poin (-1,40%) ke level 2.745,63. Ketidakpastian seputar harga minyak telah mendorong saham2 teknologi mengalami aksi jual besar sehingga menyebabkan bursa Wall Street terkoreksi kembali.

Saat ini yang menjadi kekhawatiran investor di seluruh dunia adalah tingginya harga minyak yang dapat memicu inflasi, sehingga mengancam pertumbuhan ekonomi global dan berdampak negatif pada market. Walaupun saat ini IHSG secara teknikal telah menunjukan sinyal positif, namun perlu diwaspadai, karena koreksi Bursa Global dapat memberikan "Efek Psikologis Negatif" bagi IHSG.
 
Seperti diketahui, pasca pengumuman inflasi bulan Februari yang rendah dan dipertahankannya BI Rate, indeks langsung mengalami rebound. Namun siapa yang dapat menjamin inflasi kedepan bakal tetap rendah. Kenaikan harga minyak, mau tak mau akan membuat pemerintah untuk menaikan BBM bersubsidi. Walaupun berita terakhir mengatakan bahwa pembatasan BBM bersubsidi ditunda dari semula bulan April menjadi Juli 2011. Namun jika harga minyak bertahan diatas $100/barel, apalagi jika harganya terus naik, maka akan menjadi beban bagi pemerintah. Sehingga bisa saja pemerintah tidak jadi memberlakukan pembatasan BBM bersubsidi, tetapi langsung menaikan harga BBM. Bahkan usulan untuk menaikan harga premium sebesar Rp 500-1000/liter sudah mulai dibahas. Jika hal tersebut dijalankan, maka dipastikan inflasi akan melambung kembali. Dan ujung2nya, BI Rate akan dinaikan lagi yang akan mengakibatkan indeks dapat terkoreksi kembali.
 
Dengan Dow yang ditutup merah semalam, diperkirakan IHSG akan mengalami tekanan. Apalagi kenaikan kemaren terjadi dengan volume yang tipis, menyiratkan bahwa kekuatan buyer mulai melemah, sehingga memungkinkan indeks untuk mengalami profit taking. Kemungkinannya saham2 banking dan ASII yang sudah overbought akan mengalami profit taking. Dan sebagai balancing, biasanya saham2 pertambangan dan perkebunan akan dinaikan agar indeks tidak tertekan terlalu dalam.

UNTR:
Candle break pola ascending triangle dengan volume yang cukup besar diatas rata-rata VMA 20 days
Candle juga sudah bergerak diatas cloud, berarti sudah mulai masuk bullish area kembali
Stochastic golden cross bergerak di over bought area
Momentum MACD menguat dan bergerak naik di buy area dalam posisi golden cross
Target pola ascending triangle di level 25.000-25.150 (fibo 78,6%)
Trading BOW dengan stop loss jika break down 23.000
Support 23.500.... 23.200.... 23.000
Resist 24.000.... 24.600.... 25.150
 
BWPT:
Break out dari resisten downtrend line-nya dengan volume yang cukup besar
Stochastic bergerak uptrend dalam posisi golden cross melewati centre line
MACD golden cross dengan histogram bar mulai diatas centreline
Volume naik diatas VMA 20 days
Spekulasi BOW di 1100 kebawah, dengan level cut loss di 1060, target terdekat 1160-1180
Support 1100... 1070
Resist 1140...1180
 
PGAS:
Saham ini masih bearish, namun sudah break dari resisten short term downtrend line-nya
Stochastic golden cross meninggalkan oversold area
MACD mulai golden cross
Volume naik diatas VMA 20 days
Spekulasi BOW, target terdekat 3800-3900, dengan level cut loss di bawah 3550
Support 3675...3600
Resist 3750...3800...3900
 
TLKM:
Salah satu saham yang biasanya dipakai untuk membalacing indeks ketika indeks merah
Masih bergerak dalam trend bearish, namun ada potensi untuk mengalami pull back keatas lagi walaupun terbatas
Stochastic golden cross di oversold area dan RSI bergerak naik meninggalkan oversold area
Setiap kali indikator RSI dan stochastic meninggalkan oversold area, candle mengalami pull back
Trading BOW dengan stop loss jika break down 7100, target 7550-7700
Support 7250...7100
Resist 7400...7550...7700
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Minggu, 06 Maret 2011

Analisa Saham CTRA

Menjawab pertanyaan Bro Roni:
Secara teknikal CTRA sudah break long down trend line resisten-nya dengan volume besar
Investor Asing banyak mengumpulkan saham ini sejak sepekan lalu
Kenaikan tertahan oleh fibo 78,6% di 350
Momentum MACD menguat dalam posisi golden cross
Stochastic mulai berbalik arah dan berpeluang golden cross
Biasanya setelah mengalami kenaikan signifikan, saham ini akan konsolidasi dulu.
Apalagi candle sudah terlalu jauh dari MA 5 dan keluar dari bolinger band
BOW pada support2-nya di 335 (fibo 61,8%) hingga 325 (fibo 50%), dengan level cutloss jika tutup dibawah MA 20-nya
Jika masih melanjutkan penguatan berpeluang menuju target terdekat di level 365-380.
 

Semoga Berguna and Happy Profit
 

Aura Positif dari Dipertahankannya BI Rate, Dibayangi oleh Tingginya Harga Minyak Dunia

Jumat (4/3/2011), IHSG naik 48,364 poin (+1,38%) ke level 3.542,903, total transaksi sebesar Rp 26,8 triliun, foreign mencatatkan nett sell Rp 5,9 triliun dan Rupiah ditutup menguat di posisi Rp 8.790. Transaksi di bursa melonjak akibat transaksi penjualan BUMI untuk Vallar di pasar negosiasi dengan total transaksi Rp 21,3 triliun. Sehingga di market reguler total transaksi tercatat hanya sebesar 4,7 trilyun, dan foreign mencatatkan nett buy sebesar 669 millar.

Sementara itu, Dow Jones turun 88,32 poin (-0,72%) ke level 12.169,88. S&P 500 turun 9,82 poin (-0,74%) ke level 1.321,15 dan Nasdaq melemah 14,07 poin (-0,50%) ke level 2.784,67. Sehingga selama sepekan lalu Dow Jones naik 0,3% sedangkan S&P dan Nasdaq keduanya bertambah 0,1%. Wall Street kembali melemah pada perdagangan Jumat lalu, atas melonjaknya harga minyak dunia ke level tertinggi dalam 29 bulan. Kontrak harga minyak naik 2,5% menjadi US$ 104/barel, sedangkan minyak mentah jenis Brent naik hingga di atas US$116/barel. Kenaikan harga minyak memicu kecemasan investor kalau anggaran belanja konsumen akan melambat dan menekan tingkat konsumsi.

Penguatan Bursa Regional Asia dan keputusan BI untuk menahan BI Rate direspons positif oleh investor di lantai bursa pada perdagangan akhir pekan lalu. Saham2 perbankan menjadi katalis penguatan indeks. Indeks berhasil menembus resist pola triangle pattern, dan bagusnya lagi berhasil tutup diatas MA 50. Secara teknikal, MACD masih dalam trend positif, namun Stochastic yang cenderung overbought menyebabkan IHSG berpeluang untuk mengalami profit taking. Hanya saja penurunan tidak boleh lebih rendah dari 3475-3480 yang menjadi support short term uptrend line IHSG saat ini. Jika itu terjadi, maka indeks akan memasuki konsolidasi dengan kecenderungan melemah lagi. Support dan Resisten selama sepekan kedepan berada di  level 3475-3480 dan 3590-3605 (fibo 61,8%). Sedangakan suport dan resisten terdekat ada di 3515 dan 3550.
  
ITMG:
Secara teknikal, ITMG masih dalam kondisi downtrend
Namun candle membentuk hammer dengan ekor yang panjang, menandakan telah terjadi reversal
Kenaikan hampir mencapai fibo 50%, maka target kenaikan selanjutnya adalah fibo 61,8% disekitar 45.300.
Ada gap atas di level 45.700-45.400.
Stochastic dan MACD masih dalam posisi death cross, namun mulai berbalik arah dan berpeluang golden cross.
Volume terjadinya reversal sangat besar mencapai 3 kali volume rata-rata VMA 20 days.
Spekulasi BOW dengan target 45.300 (fibo 61,8%) hingga 45.700 (gap atas), stop loss level di MA 200
Support 43.250....42.500
Resist 45.300....45.700

HEXA:
Bergerak dalam pola ascending triangle
3 candle terakhir bergerak diatas cloud, menandakan bahwa saham ini mulai masuk area bullish
Sangat bagus jika break 6950 dan mampu close diatasnya dengan volume besar.
MACD masih bergerak sideways dalam posisi golden cross di buy area
Indikator GMMA juga mulai bullish, walaupun masih bergerak sideways
Namun volume perdagangan masih bergerak tipis
Spekulasi buy di 6700-6800, dengan level cutloss di 6600
Target jika pola ascending triangle di break out, ada di 7800 (fibo 123,6%), namun tetap bertahap dan harus melewati level psikologis 7000 dan 7450 sebagai harga tertingginya.
Support 6700-6750
Resist 6900...7150...7450

INDF:
Break out dari resisten down trend line-nya
Momentum MACD menguat dalam posisi golden cross di buy area
Stochastic golden cross memasuki area overbought
Volume naik signifikan
Spekulasi buy di 4900-5000, dengan target 5100-5250
Support 4850-4900, resist 5050...5100...5200

BDMN:
Masih bergerak uptrend, namun waspadai adanya pola distribusi, dimana harga naik tapi volume semakin turun.
Stochastic dan MACD bergerak sideways cenderung melemah
Volume semakin turun dibawah rata-rata VMA 20 days
Lakukan SOS jika turun menjebol support uptrend-nya dengan volume besar
Support 6250...6050...5850
Resisten 6500...6700

Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Review Trading Summary for Last Week

Hanya untuk sekedar Sharing dan tidak ada maksud tertentu....
Review Trading Summary untuk pekan lalu, 28 Februari-4 Maret 2011:
 
CTRA: buy at 310..... target done, sold at 345,  Profit: 11,3%
ICBP: buy at 4675... target at 4850-5000, sold at 4775, Profit: 2,1%
BLTA: buy at 345... still open position, stop loss at 330, target 380-400
BUMI: buy at 2900.... target 3200-3300 not achieve, sold at 3000, Profit: 3,4%
 
BBNI: buy at 3600... still open position with target 3850-3900, if not achieve, profit lock at 3725
BBCA: buy at 6500... target done, sold at 6750, Profit: 3,8%
 
ANTM: buy at 2225.... still open position, stop loss at 2150, target 2350-2400
SGRO: buy at 2675... still open position, stop loss at 2575, target 2800-2850
AKRA: buy at 1580... still open position, stop loss at 1550, target 1690-1720
BBRI: buy at 4850... target done, sold at 5050, Profit: 4,1%
 
UNSP: buy at 360... still open position, stop loss at 350, target 385-400
INDF: buy at 4850... target done, sold at 5000, Profit: 3,1%
BBCA: buy at 6500... target done, sold at 6750, Profit: 3,8%
BBTN: buy at 1450... target done at 1500, still open position with target 1560-1620
 
JSMR: buy at 3275... still open position, stop loss at 3200, target 3500-3575
KRAS: buy at 1080... cutloss at 1060, Loss: 1,8%
BJBR: buy at 1160... still open position, stop loss at 1130, target 1220-1230
LSIP: buy at 2275... target done 2350-2400, still open position
 
Focus & Discipline is the key of succes...

Jumat, 04 Maret 2011

Analisa Saham BORN

Untuk menjawab pertanyaan bro : Guest8 atau guest99...
Secara TA, BORN jebol pola descending triangle dengan volume yang cukup besar pada saat pola tersebut dijebol.2 hari lalu.
Target penurunan berdasarkan pola descending triangle ada di 1240 (fibo 161,8%) hingga 1300 (fibo 150%)
Indikator MACD downtrend menuju area jual
Stochastic death cross di posisi oversold
 

Sentimen Positif dari Dow akan membuat IHSG melanjutkan penguatannya

Kamis kemaren IHSG naik tipis 8,342 poin (+0,23%) ke level 3.494,539, total transaksi Rp 4,767 triliun, foreign mencatatkan nettbuy Rp 310 miliar dan Rupiah ditutup menguat tipis di Rp 8.805/US $. Volume perdagangan meningkat karena adanya akuisisi AGRO oleh BBRI senilai Rp 303 miliar.
 
Semalam Bursa Wall Street ditutup melesat, dengan Dow Jones naik 191.40 poin (+1,59%) menjadi 12.258,20, S&P 500 naik 22,53 poin (+1,72%) menjadi 1.330,97 dan Nasdaq melompat 50.67 poin (+1.84%) di 2,798.74. Kenaikan dipicu data baru yang menunjukkan positifnya pasar tenaga kerja, penjualan ritel dan sektor jasa ekonomi, menyusul turunnya lagi harga minyak. Pemerintah AS mengklaim pengangguran turun menjadi 368.000 yang merupakan angka terendah sejak akhir Mei 2008.

Penguatan Bursa Regional Asia pada perdagangan kemaren memberi sentimen positif terhadap laju IHSG, tapi sayangnya, penguatan ini belum mampu mengembalikan IHSG ke level 3.500. IHSG sempat naik untuk mengetest resist pola triangle pattern di 3512, tetapi menjelang 1/2 jam sebelum penutupan, indeks malah melorot dan ditutup dibawah level psikologis 3500.
Hari ini adalah pengumuman BI Rate. Kemungkinan BI Rate akan dipertahankan di 6,75% dan sentimen ini diharapkan menjadi katalis bagi kenaikan indeks lebih lanjut. Ditambah lagi dari kenaikan Dow semalam yang cukup besar, akan memberikan efek psikologis yang positif bagi market Regional Asia dan IHSG pada hari ini.
Jika kemaren gagal untuk bertahan di level psikologis 3500, maka hari ini besar kemungkinannya indeks akan tutup diatas level tersebut. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa resist pola triangle di 3512 yang menjadi resist kuat saat ini, juga akan dilewati. 

LSIP:
Break dari downtrend channel dengan volume yang besar
Stochastic uptrend dalam posisi golden cross
Momentum MACD menguat dalam posisi golden cross
Volume naik signifikan
Target terdekat 2350-2400
Support 2225-2250
Resist 2300...2350...2400
 
BJBR:
Break dari downtrend line-nya
Namun masih bergerak sideways dan konsolidasi di level 1090-1230
Stochastic dan MACD naik dalam posisi golden cross
Volume naik signifikan diatas VMA 20 days
Berpeluang menguji resist area konsolidasinya di 1220-1230
Support 1150...1130...1090
Resist 1180...1200...1230
 
KRAS:
Break out dari downtrend line-nya, tapi masih belum bisa keluar dari area konsolidsi di 1010-1080
Stochastic dan MACD dalam trend positif
Volume naik signifikan
Berpeluang menuju 1140-1150, jika mampu break resist area konsolidasinya
Support 1010...1040
Resist 1080...1110...1140
 
JSMR:
Rumor peningkatan laba bersih sebesar 300% pada tahun 2010 dan besarnya deviden yang akan dibagi, mengangkat saham ini.
Kenaikan tertahan oleh resist down trend line-nya
Stochastic death cross di overbought area
MACD masih naik dalam posisi death cross
Volume kenaikan beberapa hari ini cukup signifikan
Akan bagus jika mampu break 3275, dapat menuju 3500-3575
Support: 3250...3175
Resist: 3375....3425
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Kamis, 03 Maret 2011

IHSG Mencoba Bermain di Level 3500 Kembali

Rabu kemaren IHSG ditutup turun 26,42 poin (-0,76%) ke level 3.486,197, total transaksi Rp 3,7 triliun, foreign mencatatkan nettsell Rp 98 miliar dan Rupiah menguat tipis di Rp 8.815 /US $.

Semalam Dow Jones ditutup menguat tipis 8,78 poin (+0,07%) ke level 12.066,80. S&P 500 naik 2,11 poin (+0,16%) ke level 1.308,44 dan Nasdaq menguat 10,66 poin (+0,39%) ke level 2.748,07. Bursa Wall Street berhasil menguat tipis meski masih dibayangi tingginya harga minyak mentah dunia. Investor merespons positif data yang memberikan sinyal perekonomian dapat menerima tingginya harga minyak itu. Data Beige Book dari Federal Reserve menunjukkan bahwa perekonomian menggeliat selama 2011 dan survei swasta menunjukkan kuatnya permintaan sektor swasta.

Sementara itu, penurunan Dow Jones pada selasa malam lalu akibat menyebarnya ketegangan di Timur Tengah kembali,  memicu harga minyak menembus US$ 100/barel, menyebabkan bursa Regional Asia tertekan pada perdagangan kemaren. IHSG juga tidak luput dari tekanan tersebut. Sepanjang perdagangan kemaren indeks berjalan di zona merah. Namun penurunan IHSG kali ini terbatas, disebabkan kondisi perekonomian Indonesia yang membaik. Terlihat dari keluarnya data inflasi yang rendah dan ekspektasi bahwa BI akan tetap mempertahankan BI rate di level 6,75% pada RDG BI akhir pekan ini. Hal ini menyebabkan saham2 sektor perbankan terlihat kuat dan menahan kejatuhan indeks.

Dengan penurunan IHSG, menyebabkan indeks gagal menjebol resisten pola triangle pattern. Namun penutupan yang masih diatas MA 20, berarti masih bergerak di area bolinger atas, sehingga peluang untuk naik dan menjebol resistennya masih lebih besar. Indikator Stochastic dan MACD juga masih bergerak naik dalam posisi golden cross. Sehingga penurunan yang terjadi masih dianggap wajar dan belum mengkhawatirkan.
Dengan Dow Jones yang ditutup positif walaupun tipis, maka kemungkinan hari ini indeks akan mencoba bermain di level 3500 kembali. Dan tidak menutup kemungkinan, resist pola triangle akan dijebol.

BBTN:
Kemaren lusa mulai break pola symetrical triangle pattern
Berdasarkan pola tersebut, maka target dapat menuju 1560-1620, tentu saja harus melewati level psikologis 1500 terlebih dulu.
Stochastic dan MACD masih bergerak naik dengan momentum bullish yang masih kuat
Volume 2 hari ini juga naik signifikan, menunjukkan bahwa kekuatan bull masih kuat.
Trading buy dengan target terdekat 1500 dan jika mampu dibreak dengan volume besar akan menuju 1560-1620.
Support 1430...1380
Resist 1470...1500...1560

BBCA:
Candle membentuk three white souldiers dimana 2 candle terakhir bergerak diatas cloud, yang menunjukan sinyal bullish.
Momentum MACD menguat dan masih dalam trend naik
Indikator GMMA juga menunjukan perubahan trend yang mengidentifikasikan bullish trend, dimana short term MA group diatas long term MA group.
Trading buy di 6400-6500, dengan target terdekat 6700-6750, yang jika mampu dibreak akan menuju 7000-7150
Support 6450...6250
Resist 6700-6750

ASII:
2 candle terakhir bergerak diatas cloud yang menunjukan sinyal bullish
Ada gap bawah di 52.050-52.300
Momentum MACD menguat dan masih bergerak naik
Indikator GMMA short term MA group masih diatas long term MA group yang merupakan bullish trend
Namun volume yang kecil dibawah rata-rata VMA 20 hari, menunjukan kekuatan naik yang mulai melemah.
Setiap kali ada gap bawah selalu ditutup dulu baru kemudian melanjutkan kenaikannya.
Suggest: buy pada saat gap bawah tertutup di area 52.000-52.300, dengan target terdekat menuju 55.000-55.800
Support 53.000....52.050
Resist 54.250....55.000....55.800

INDF:
Candle sudah berada diatas cloud, menunjukan sinyal bullish
Namun harga masih bergerak datar dengan kecenderungan menguat
Setelah break pola symetrical triangle, maka target dapat menuju 5250-5450, tapi harus melewati level psikologis 5000 terlebih dulu.
MACD bergerak sideways dalam posisi golden cross
Indikator GMMA juga mulai bullish, walaupun masih bergerak sideways
Trading buy dengan target terdekat 5000-5100, stop loss level 4725
Support 4750...4775
Resist 4900...5000...5100

UNSP:
Rumor bahwa laba bersih 2010 yang naik signifikan mengangkat saham ini
Kenaikan tertahan oleh resist dan fibo 38,2% di 360
Stochastic masih naik dalam posisi golden cross di oversold area
MACD bergerak dalam trend positif
Jika mampu break 360, akan menuju 385-400
Support 340-345
Resist 370...385

Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Rabu, 02 Maret 2011

Ketidakpastian Ekonomi Global Membayangi Penguatan IHSG

Selasa kemaren, IHSG naik 42,269 poin (+1,21%) ke level 3.512,617, total transaksi Rp 4,69 triliun, foreign mencatatkan nettbuy Rp 570 miliar dan Rupiah ditutup melemah tipis di Rp 8.820/US $.
 
Semalam Dow Jones turun 169,38 poin (-1,39%) ke level 12.056,96. S&P 500 juga merosot 21,04 poin (-1,59%) ke level 1.306,18 dan Nasdaq merosot 44,86 poin (-1,61%) ke level 2.737,41. Lonjakan harga minyak yang kembali naik, seiring memanasnya kembali kondisi di Timur Tengah, dimana kali ini terjadi di Iran, langsung memicu aksi jual di bursa Wall Street. Minyak light sweet pengiriman April melonjak $ 2,66 menjadi US$ 99,63/barel, sedang minyak Brent juga melonjak $ 3,62 menjadi US$ 115,42/barel.
 
Kemaren BPS mengumumkan inflasi Bulan Februari 2011 sebesar 0,13% dan Inflasi year on year turun menjadi 6,84%, dibawah market ekspektasi 7.13%. Maka sesuai prediksi kemaren, jika data inflasi keluar lebih kecil dari market ekspektasi maka IHSG berpeluang menuju 3500, dengan saham2 banking sektor dan ASII sebagai "lead indikator"-nya. Dan hasilnya indeks berhasil naik diatas 3500 untuk ditutup tepat di resisten pola triangle pattern di 3512. Jika resist ini mampu dijebol maka terbuka peluang bagi IHSG untuk mengalami rally keatas kembali.
 
Dan apabila kita "flashback" kembali, bahwa penyebab terbesar penurunan IHSG sejak awal Januari 2011 adalah masalah inflasi yang tinggi diatas 7%, sedangkan BI Rate saat itu hanya 6,5%. Sehingga BI akhirnya menaikan BI Rate ke 6,75% pada awal Februari 2011. Namun masalah itu tampaknya sekarang mulai berkurang. Dengan inflasi yang mulai turun mendekati BI Rate saat ini, maka kecil kemungkinannya BI akan menaikan Rate-nya kembali pada RDG BI jum'at ini, karena pemerintah juga tidak menginginkan Rupiah menguat terlalu cepat. Selain itu, masalah pembatasan konsumsi BBM juga "tertunda", dengan dimundurkannya jadwal dari semula 1 April menjadi 1 Juli, sehingga hal ini menjadi sentimen positif bagi saham ASII, ditambah lagi keluarnya laporan keuangan yang bagus serta rencana pembagian deviden, membuat ASII mengalami rebound.
 
Dengan melihat semua masalah yang mulai terkendali, seharusnya tidak ada masalah bagi IHSG untuk melanjutkan penguatannya. Apalagi musim laporan keuangan emiten2 besar yang akan segera rilis bulan Maret ini sebagian besar hasilnya bagus (walaupun masih unaudited), lalu diteruskan dengan musim pembagian deviden. Ditambah lagi, berita positif lainnya yang datang pekan lalu, dimana Lembaga pemeringkat Fitch menaikan peringkat surat utang Indonesia dari level stabil menjadi positif dan mereflesikan probabilitas lebih besar untuk menaikan ke "investment grade" dalam waktu 6-12 bulan mendatang. 
 
Namun semua sentimen positif dari internal saat ini, terhadang oleh masalah baru yang datang dari ekternal. Ketidak pastian ekonomi global akibat gejolak politik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak melonjak ke US $100/barel. Hal ini ditakutkan memperparah inflasi dunia dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
 
Lalu bagaimana dengan IHSG hari ini?
Dengan Dow yang ditutup turun cukup dalam semalam, maka kemungkinannya Bursa regional Asia akan tertekan. Demikian juga dengan IHSG, sehingga untuk tips hari ini, disarankan untuk melakukan BOW dari saham2 yang keliatan kuat kemaren.
 
IHSG:
Tampaknya IHSG cenderung lebih memilih untuk break resist dari pola triangle pattern-nya
Namun kenaikan masih tertahan di resist, sehingga dibutuhkan konfirmasi dengan menjebol resistnya
Stochastic golden cross dengan arah naik menuju overbought area
Momentum MACD menguat dan bergerak dalam trend positif
Kenaikan juga didukung oleh volume yang cukup besar diatas rata-rata VMA 20 harinya
Support 3493...3470...3423
Resist 3521...3549...3605
 
BBRI:
Break pola descending triangle
Berpeluang menutup gap di 5000-5050
Stochastic dan MACD masih naik dalam posisi golden cross
Volume naik diatas rata-rata VMA 20 harinya
Trading BOW dengan support 4775-4800
Resist 4975...5050...5200
 
AKRA:
Cum deviden tanggal 11 Maret sebesar Rp 135/lembar saham 
Sejak break resisten downtrend line, penurunan tertahan oleh MA 50 sebagai support kuatnya
Berhasil close diatas MA 5, dimana MA 5 berhasil cross up MA 50
Stochastic golden cross di overbought area
MACD bergerak uptrend menuju buy area dan histogram bar kembali hijau menunjukan kekuatan momentum bullish kembali.   
Volume naik signifikan diatas rata-rata VMA 20 harinya
Trading BOW dengan target terdekat 1690-1720
Support 1550-1570 dan resist 1630...1690...1720
 
INDY:
Bergerak sideway di level 3650-3950
Stochastic dan MACD golden cross
Volume naik diatas VMA 20 days
Penurunan mulai terbatas, trading BOW di 3725-3800
Jika mampu break 3950, target terdekat di 4100-4375
Support 3800... 3650
Resist 3950...4100...4375
 
SGRO:
Candle bottom reversal di support 2575
Berhasil close diatas MA 200
Stochastic golden cross berusaha meninggalkan oversold area
MACD berbalik arah berpeluang golden cross
Spekulasi buy di 2650-2700, dengan target terdekat di 2800-2850
Support 2700...2650...2575
Resist 2750... 2800...2850
 
ANTM:
Laba bersih ANTM 2010 (unaudited) naik 175% menjadi 1,66 triliun menjadi sentimen positif
Dibuka open gap di 2200-2225
Break out dari sideways level 2150-2225
Stochastic dan MACD masih uptrend dalam posisi golden cross
Volume perdagangan naik signifikan
Spekulasi buy di 2200-2225, target terdekat 2350-2400, stop loss level 2150
Support 2225...2150
Resist 2325...2425 

Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Selasa, 01 Maret 2011

Mencermati Pengumuman Inflasi Hari Ini

Senin kemaren, IHSG menguat 26,83 poin (+0,77%) ke level 3.470,348, total transaksi Rp 3,78 triliun, foreign mencatatkan nettsell Rp 234,78 miliar dan Rupiah ditutup menguat di Rp 8.810/US $.
 
Mayoritas saham di bursa AS naik semalam, dengan sejumlah sentimen positif dari data ekonomi AS yang kian membaik dan keinginan investor kelas dunia Warren Buffet untuk melakukan akuisisi. Dow Jones ditutup naik 95,89 poin (+0,79%) di level 12,226.34. Nasdaq naik tipis 1,22 poin (+0,04%) di 2,782.27 dan S&P 500 naik tipis 2,87 poin (+0,22%) di 1,322.75.

Kemaren IHSG bergerak mondar-mandir, plus minus tipis dan transaksi berjalan sepi hampir sepanjang perdagangan. Namun 1 jam menjelang penutupan terlihat adanya aksi akumulasi pada market. Penguatan sebagian besar bursa regional Asia mampu mendorong indeks naik dan ditutup di zona hijau. Posisi Asing yang masih nettsell dan value transaksi yang tipis masih perlu diwaspadai, walaupun Rupiah berhasil ditutup menguat.
Dengan berhasil tutup di 3470, berarti indeks berhasil tutup diatas MA 20 dan membuka peluang untuk naik menuju 3500. Indikator stochastic juga hampir saja golden cross. Sedangkan MACD juga mulai naik dan histogram bar kembali hijau menunjukan mulai adanya kekuatan momentum bullish.  
Tampaknya ekpektasi pelaku pasar terhadap inflasi yang akan diumumkan hari ini terlihat bagus. Hal ini dapat dilihat dari saham2 perbankan seperti BMRI, BBCA, BBNI dan juga ASII yang terlihat kuat.
Untuk itu hari ini cermati pengumuman inflasi yang akan dikeluarkan siang ini. Jika angka inflasi lebih kecil dari market ekspektasi dan dibawah 7% YoY, maka besar kemungkinan saham2 banking sektor masih akan menguat lagi.
 
ASII:
Secara medium term saham ini masih bearish dan belum mampu menembus resist penurunannya.
Tetapi secara short term, saham ini masih bergerak dalam channel uptrend-nya.
Indikator stochastic mulai golden cross
MACD masih naik di buy area namun momentum kenaikan mulai melemah.
Waspadai volume transaksi yang cenderung turun karena menunjukan bahwa kenaikan mulai terbatas
Lakukan sell jika tidak mampu break out 53.500
Support 51.600... 50.300
Resist 52.950... 53.500
 
BBCA:
Masih bergerak dalam  uptrend channel-nya
Stochastic death cross keluar dari overbougt area
Momentum MACD melemah di buy area namun masih bergerak naik
Volume naik cukup signifikan
Support 6100-6150, Resist 6250...6450
Jika berhasil break 6500, akan menuju 6700-6750
 
BBNI:
Masih bergerak naik dalam channel uptrend-nya
Stochastic golden cross dan MACD bergerak dalam trend positif menuju buy area
Volume naik cukup signifikan
Jika berhasil break 3600 dengan volume yang besar maka akan menuju 3850-3900
Support 3400-3425, Resist 3575-3600
 
BMRI:
Paska perdagangan right, bergerak terbatas dalam range trading 5600-6000
Stochastic mulai golden cross dan momentum MACD menguat masih dalam posisi uptrend 
Namun volume kenaikan 2 hari ini cenderung tipis, menunjukan penguatan yang terbatas
Lakukan sell jika tidak mampu tembus 6000
Support 5600-5650
Resist 5950...6050
 
BUMI:
Menjelang penutupan saham BUMI diangkat dan ditutup di posisi tertingginya di 3000
Stochastic masih golden cross menuju overbought area
MACD golden cross bergerak dalam trend positif
Namun volume turun dibandingkan sehari sebelumnya walaupun masih diatas VMA 20 days
Pasca tukar guling transaksi dengan Vallar Plc, lakukan sell on news di area 3200-3300.
Support 2800...2900
Resist 3050...32000...3300
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit.