Selasa, 19 April 2011

Sinyal Bearish dari Bursa Global Mulai Muncul

Senin kemaren IHSG ditutup turun tipis 3,439 poin (-0,09%) ke level 3.727,073, total transaksi Rp 3,4 triliun, foreign mencatatkan net sell 19 miliar dan Rupiah ditutup melemah di Rp 8.670/US $. Aksi China yang memperketat kebijakan moneternya dengan menaikan persyaratan cadangan untuk perbankan negaranya dalam menekan inflasi yang masih tinggi, menjadi sentimen negatif bagi Bursa Asia dan IHSG.
 
Sementara itu, dini hari tadi Wall Street ditutup turun, setelah Standard & Poor's Ratings Service memangkas outlook peringkat jangka panjang AS menjadi negatif dari stabil serta masalah kekhawatiran hutang Eropa. Dow Jones ditutup turun 140,24 poin (-1,14%) di level 12.201,59. S&P 500 turun 14,54 poin (-1,1%) ke level 1.305,14 dan Nasdaq turun 29,27 poin (-1,06%) ke level 2.735,38.
 
Sentimen eksternal yang negatif, seperti pengetatan kebijakan moneter China, hasil earning di AS yang dibawah estimasi dan ketidakstabilan keadaan di Eropa akibat krisis hutang serta masih memanasnya keadaan di Timur Tengah khususnya Libya, masih membebani potensi kenaikan IHSG, menjelang pengumuman kinerja kuartal I dan kenaikan rating Indonesia menuju investment grade. Dan saat ini memang sentimen dari ekternal tersebut lebih berpengaruh kuat pada IHSG dibandingkan dari internal.
 
Secara TA, trend jangka pendek IHSG saat ini menjadi sideways dalam kisaran level 3700-3750. Indeks cenderung konsolidasi, sebelum bergerak ke arah trend jangka pendek yang lebih jelas. Jika IHSG nanti ditutup dibawah level 3700, maka trend short term IHSG menjadi jelas yaitu turun. Tapi jika indeks mampu tutup diatas 3750, maka peluang untuk menuju level tertinggi IHSG sepanjang sejarah di 3789 akan terbuka lebar. 
Jika kita lihat indikator2 yang ada, memang sinyalnya kurang bagus. Dengan candle membentuk pola spinning tops, bisa jadi ini merupakan revesal trend short term indeks dari sideways menjadi turun. Apalagi indikator MACD dan Stochastic yang melemah dan cenderung bergerak turun dalam posisi death cross. Ditambah lagi dengan kondisi Bursa Global yang mulai memunculkan sinyal bearish. Faktor2 tersebut akan memberikan tekanan pada IHSG secara short term. Tetap berhati-hatilah pada saat kondisi market bergerak volatile dalam kecenderungan menurun seperti saat ini.
Untuk hari ini, support IHSG akan berada di 3700 dengan support kuatnya ada di level 3670, sedangkan resisten pertama ada di 3735 dan resisten kedua ada di 3750.
 
BDMN:
Stochastic bergerak turun dalam posisi death cross
MACD masih death cross dan menurun, dengan histogram bar merah dibawah centre line. Terlihat adanya divergence negatif pada MACD, dimana harga saham bergerak konsolidasi, namun MACD bergerak turun.
Secara TA, BDMN membentuk divergence negatif sejak pertengahan Januari hingga akhir Februari, dimana harga saham bergerak semakin naik, namun volume semakin turun. Setelah itu, BDMN bergerak konsolidasi dalam range trading 6300-6700 selama hampir 1,5 bulan. Memang saat ini harganya masih tertahan di support konsolidasinya di 6300. Namun melihat penurunan 2 hari terakhir, dimana volume semakin besar, maka ada kemungkinan akan menjebol support tersebut dan mengakhiri konsolidasinya dengan bergerak turun.
Sell On Strength jika penurunan berlanjut dan break low 6300, dengan target penurunan ke 6000, yang jika berlanjut akan menuju 5850 (fibo 50%).
 
TLKM:
Berhasil break out dari resisten down trend line-nya, selama tidak turun lagi dibawah 7200 masih akan melanjutkan kenaikannya.
Namun secara short term masih bergerak sideways dalam range 7000-7350
Jika mampu menembus 7350, akan bergerak menuju 7500-7600
Stochastic golden cross dan bergerak naik
MACD bergerak naik dalam posisi golden cross dengan momentum histogram bar hijau yang menguat 
Spekulasi BOW di 7200-7250, dengan target menuju 7500, stop loss jika break down 7000
Support 7200-7250, resist 7350-7400
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar