Rabu, 13 April 2011

Masih Cenderung Tertekan

Selasa kemaren IHSG ditutup turun 26,605 poin (-0,72%) ke level 3.719,233, total transaksi Rp 3,7 triliun, foreign mencatatkan net sell 270 miliar dan Rupiah ditutup melemah di Rp 8.660/US $. IHSG terkena tekanan akibat sentimen negatif dari Bursa Regional, setelah Jepang meningkatkan level darurat nuklirnya hingga ke tingkat maksimal sesuai skala internasional, menjadi Level 7, setara dengan krisis nuklir Chernobyl pada tahun 1986. 
 
Sementara itu, dini hari tadi Dow Jones ditutup turun 117,53 poin (-0,95%) ke level 12.263,58. S&P 500 turun 10,3 poin (-0,78%) ke level 1.314,16 dan Nasdaq turun 26,72 poin (-0,96%) ke level 2.744,79. Penurunan Bursa Wall Street dipengaruhi oleh prediksi pertumbuhan ekonomi akan lebih rendah setelah Departemen Perdagangan menyatakan impor turun 1,7% dan ekspor turun 1,4%. Hal ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi sudah mulai melambat. Selain itu, sentimen laporan keuangan yang mengecewakan dari pendapatan Alcoa yang dibawah estimasi juga mempengaruhi penurunan indeks. Saham2 energi memimpin penurunan setelah turunnya harga minyak ke level US $106/barrel. 
 
Sesuai perkiraan, langkah BI menahan BI Rate di 6,75% sudah tidak berdampak positif lagi bagi IHSG, dikarenakan posisinya yang sudah overbought. Malahan profit taking terjadi pada IHSG, dengan memanfaatkan sentimen negatif yang datang dari Bursa Global. Krisis nuklir di Jepang yang mencapai Level 7 dan langkah IMF memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi untuk Amerika dan Jepang membuat Bursa Global tertekan.

Hari ini IHSG masih cenderung tertekan dan profit taking masih akan berlangsung. Diperkirakan jika koreksi normal masih berlanjut, indeks akan mencoba testing support terdekat di level 3700 dengan perkiraan strong support di sekitar level 3670. Waspadai jika support kuat 3670 ini tertembus kebawah, karena akan memicu terjadinya panic selling. Hindari saham2 berbasis komoditi karena dengan turunnya harga minyak dan komoditi logam, akan memicu aksi profit taking lanjutan pada saham2 tersebut. Ada baiknya untuk melakukan profit taking dulu bagi yang masih profit dan memasang stop loss untuk mengurangi potensi loss yang lebih dalam. Peluang untuk melakukan akumulasi dengan strategi BOW akan sangat menarik sambil "menunggu" terjadinya technical rebound. Tidak perlu tergesa2 untuk masuk, terutama jika aksi jual masih berlangsung dan tidak ada perlawanan dari market.
 
BJBR:
Mendekati cum deviden tanggal 19-4-2011 sebesar 59,67 rupiah membuat saham ini masih tahan dari penurunan indeks. 
Stochastic masih bergerak sideways di overbought area
MACD masih bergerak naik dalam posisi golden cross
Volume rata-rata harian semakin meningkat
Jika keadaan masih kondusif, akan bergerak menuju target 1370-1410 yang diperkirakan akan tercapai, mengingat tanggal cum deviden yang semakin dekat, kurang dari seminggu. 
Jika terjadi penurunan akan sangat menarik untuk diakumulasi, perhatikan level2 support-nya sebagai entry point.
Lakukan BOW jika terjadi penurunan dengan entry poin 1 di 1280-1290 dan entry poin ke 2 di 1230-1240 
Support 1290...1240
Resist 1350...1370...1410

SMGR:
Dengan kondisi IHSG yang masih belum ada indikasi bottom reversal, saham ini masih cenderung bergerak turun.
Diperkirakan harga akan coba test sekitar support terdekat di level 9350-9400 dengan perkiraan strong support di sekitar level 9050-9100
Stochastic masih golden cross di overbought area
MACD masih bergerak naik, namun terlihat mulai melemah
Volume pada saat koreksi biasanya cenderung turun
Cermati level2 supportnya, jika ada perlawanan pada market, boleh lakukan spekulasi buy pada support2 tersebut
Support 9350-9400 dan Resist 9750-9800

PGAS:
Stochastic mulai death cross di over bought area
MACD masih uptrend, tapi mulai melemah
Volume cenderung menurun pada saat terjadi koreksi
Perhatikan support uptrend channel-nya di level 3825-3850, diperkirakan akan terjadi perlawanan di support tersebut
Resisten kuat ada di MA 200 yang menahan kenaikan pada pekan lalu
Support 3900...3825
Resist 4000...4050

Have an Amazing Trade and Happy Profit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar