Kamis kemaren IHSG naik tipis 2,785 poin (+0,07%) ke level 3.730,583, total transaksi Rp 4,973 triliun, foreign mencatatkan nett buy 241 miliar dan Rupiah ditutup melemah ke Rp 8.670/US $.
Sementara itu, subuh tadi Bursa Wall Street ditutup melemah tipis, dengan Dow Jones turun 17,26 poin (-0,14%) ke level 12.409,49. S&P 500 turun 2,03 poin (-0,15%) ke level 1.333,51, dan Nasdaq turun 3,68 poin (-0,13%) ke level 2.796,14. Bursa Wall Street melemah menyusul terjadinya gempa kedua di Jepang pada Kamis malam. Gempa berskala 7,4 dan peringatan tsunami membuat investor kembali khawatir.
Sesuai dengan prediksi, kemaren IHSG bergerak fluktuatif dan bolak-balik antara zona hijau dan merah sebelum akhirnya ditutup naik tipis 2 poin. Belum adanya sentimen positif yang cukup kuat untuk mendorong IHSG melaju lebih lanjut, membuat indeks bergerak stagnan. Namun aksi beli selektif pada saat penutupan membuat indeks naik secara perlahan dan ditutup di zona hijau.
Dengan indeks yang ditutup tepat di resistennya yaitu level 3730 dan membentuk candle doji, maka diperlukan konfirmasi lebih lanjut pada hari ini untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Dari indikator2 yang ada, sepertinya sich... masih bisa lanjut naik. Namun bentuk candle terakhir yang membentuk doji diposisi atas dan dekat dengan resisten uptrend channelnya, perlu untuk diwaspadai. Sebab jika hari ini ditutup merah akan membentuk sinyal reversal pembalikan arah turun. Kenaikan juga sudah terlihat mulai terbatas, jika dilihat dari pola uptrend channelnya. Dibutuhkan sentimen positif yang sangat kuat untuk membuat indeks naik lebih lanjut. Untuk itu hari ini indeks diperkirakan akan bergerak flat dengan kecenderungan melemah dalam range trading 3700-3755.
BJBR:
Break resisten short term area konsolidasi di 1280, dan berhasil close di 1300
Stochastic golden cross kembali di over bought area
Momentum MACD menguat dan bergerak naik
Volume naik signifikan diatas VMA 20 days
Berpeluang untuk melanjutkan kenaikannya, namun terbatas oleh resisten down trend line jangka panjangnya di 1320-1330. Sepertinya untuk short term kenaikan akan terbatas oleh resisten ini. Tapi momen pembagian deviden sebesar 59 rupiah, akan membuat saham ini untuk melanjutkan rally-nya dan menjebol resisten tersebut mendekati cum devidennya.
Jika resisten tersebut mampu di tembus keatas maka berpeluang menuju target 1400-1410
Support 1280-1290, resist 1320-1330
HEXA:
Membentuk pola descending triangle
Stochastic bergerak sideways dalam posisi death cross
Momentum penurunan MACD mulai melemah
Volume penurunan naik diatas VMA 20 hariannya
Berpotensi turun menuju support-nya di 5800, sehingga membentuk triple bottom
Hati-hati bagi yang pegang posisi, jika level 5800 ditembus kebawah !! Karena akan membuat saham ini untuk turun dibawah 5500. Namun jika support 5800 ini kuat menahan penurunan, maka akan naik kembali untuk testing resisten 6050-6100.
Spekulasi buy di 5800-5850, dengan target short term di 6100, dan medium term di 6400
Stop loss jika close dibawah level 5800
Support 5800-5850, resist 6050-6100
PGAS:
Kenaikan tertahan oleh resisten downtrend line-nya
Stochastic mulai golden cross kembali
MACD bergerak naik menembus centre line 0
Volume meningkat luar biasa
Perlu diperhatikan adanya resisten berlapis pada saham ini !!
Jika mampu menembus resisten downtrend line di 3950, PGAS akan dihadang oleh minor resisten yaitu level psikologis 4000. Sepertinya resisten ini akan mudah untuk dilewati, jika 3950 ditembus dengan volume besar. Namun resisten berikutnya adalah resisten kuat yaitu MA 200 yang saat ini ada dilevel 4050. Dan sepertinya untuk saat ini kenaikan akan berhenti dulu disana. Tapi jika resisten tersebut dapat ditembus keatas, maka laju kenaikan PGAS akan lebih mudah untuk menuju 4250-4300.
Spekulasi Buy jika break 3950, dengan target short term di 4050 dan target medium term menuju 4250-4300, cut loss level di 3850
Support 3850-3875, resist 4000...4050
Have an Amazing Trade and Happy Profit




Tidak ada komentar:
Posting Komentar