Selasa kemaren IHSG dibuka langsung turun mengikuti Bursa Regional, menyusul turunnya Wall Street akibat penurunan outlook hutang AS. Sepanjang perdagangan, IHSG terjebak di zona merah, namun mendekati menit2 akhir menjelang penutupan, indeks berhasil rebound dan ditutup positif. IHSG akhirnya naik tipis 5,577 poin (+0,14%) ke level 3.732,650, total transaksi Rp 3,5 triliun, foreign mencatatkan net sell 218 miliar dan Rupiah ditutup melemah di Rp 8.690/US $.
Sementara itu dini hari tadi, Bursa Wall Street ditutup menguat dengan Dow Jones ditutup naik 65,15 poin (+0,5%) ke 12.266,75. S&P 500 naik 7,8 poin (+0,6%) menjadi 1.312,6 dan Nasdaq naik 9,5 poin (+0,4%) menjadi 2.744,97.
IHSG kemaren kembali bergerak anomali di tengah koreksi Bursa Global. Indeks yang diperkirakan akan bergerak turun dalam jangka pendek, malah ditutup positif. Sehingga trend short term IHSG masih tidak berubah. Masih konsolidasi dan sideways dalam range yang sempit di 3700-3735. Secara TA, trend jangka panjang IHSG masih bullish. Tapi trend short term ini yang masih membingungkan. Dengan posisi penutupan kemaren, dimana candle membentuk pola hammer dengan ekor yang panjang, sepertinya kenaikan indeks akan berlanjut. Namun bisa saja terjadi anomali lagi, dimana ketika bursa regional hijau, IHSG malah ditutup turun, seperti yang sudah sering terjadi. Kemungkinan ini bisa saja terjadi, apalagi jika kita melihat asing yang masih net sell cukup besar disaat indeks ditutup hijau kemaren. Tidak perlu bingung, selama indeks tidak ditutup dibawah level 3700, masih aman. Tapi saya berharap indeks dapat tutup diatas 3750, karena akan membuat trend indeks lebih jelas untuk melanjutkan kenaikannya.
IHSG kemaren kembali bergerak anomali di tengah koreksi Bursa Global. Indeks yang diperkirakan akan bergerak turun dalam jangka pendek, malah ditutup positif. Sehingga trend short term IHSG masih tidak berubah. Masih konsolidasi dan sideways dalam range yang sempit di 3700-3735. Secara TA, trend jangka panjang IHSG masih bullish. Tapi trend short term ini yang masih membingungkan. Dengan posisi penutupan kemaren, dimana candle membentuk pola hammer dengan ekor yang panjang, sepertinya kenaikan indeks akan berlanjut. Namun bisa saja terjadi anomali lagi, dimana ketika bursa regional hijau, IHSG malah ditutup turun, seperti yang sudah sering terjadi. Kemungkinan ini bisa saja terjadi, apalagi jika kita melihat asing yang masih net sell cukup besar disaat indeks ditutup hijau kemaren. Tidak perlu bingung, selama indeks tidak ditutup dibawah level 3700, masih aman. Tapi saya berharap indeks dapat tutup diatas 3750, karena akan membuat trend indeks lebih jelas untuk melanjutkan kenaikannya.
BJBR:
Hari ini adalah ex date deviden BJBR, biasanya sahamnya akan bergerak turun sesuai jumlah deviden tersebut, walaupun tidak selalu mutlak demikian, tapi logikanya seperti itu.
Jika kemaren ditutup di 1370, maka sesuai jumlah deviden harusnya penurunannya sampai 1310-1320. Cermati apakah penurunan hari ini disertai dengan volume besar atau tidak. Jika tidak maka penurunannya masih aman2 saja dan bersifat wajar sebagai reaksi dari deviden yang telah dibagikan.
Stochastic masih death cross dan sepertinya akan bergerak turun meninggalkan overbought area
MACD masih uptrend namun mulai mengalami perlambatan.
Ternyata kenaikan BJBR sebelum cum date deviden hanya sampai 1410, sesuai dengan target awal kami.
Bagi yang telah menjual sebelum cum date dan ingin buy back, ada baiknya menunggu di level 1280-1290 yang akan menjadi support kuatnya.
Support 1340...1320
Resist 1380..1400
INTP:
Masih bergerak naik dalam uptrend line-nya
Stochastic masih bergerak naik dalam posisi yang overbought
MACD slips tidak jadi death cross dan bergerak naik lagi
Namun kenaikan disertai oleh volume yang semakin turun, menggambarkan kekuatan buyer yang mulai melemah
Cermati resisten2 yang ada yaitu 17.400 dan 17.900, jika tidak dapat ditembus ada kemungkinan akan berbalik turun lagi
Support 17.000....16.700
Resist 17.400.... 17.500
PGAS:
Penurunan tertahan oleh MA 20 dengan candle membentuk doji
Stochastic masih bergerak turun dalam posisi death cross dan MACD mulai death cross
Penurunan yang terjadi termasuk koreksi wajar dikarenakan volume penurunan cenderung tipis
Masih bergerak dalam uptrend channel-nya menuju target 4050-4150
Support 3875-3850, resist 4000...4050
BLTA:
Kenaikan tertahan oleh resisten downtrend line-nya di 385
Stochastic golden cross dan bergerak naik
MACD mulai golden cross
Volume juga meningkat naik diatas VMA 20 days
Masih bergerak naik dalam uptrend channelnya, namun kenaikan akan terhadang oleh resisten kuatnya di 400-410
Rencana IPO anak perusahaannya PT.Buana Listya Tama pada pertengahan bulan depan akan menjadi katalis kenaikan saham ini untuk menembus resisten kuat tersebut
Support 375...365
Resist 395...400
Have an Amazing Trade and Happy Profit




Tidak ada komentar:
Posting Komentar