Jumat, 15 April 2011

Short Term IHSG Masih Cenderung Tertekan

Kamis kemaren, IHSG ditutup turun 26,434 poin (-0,71%) ke level 3.707,979, total transaksi Rp 4,1 triliun, foreign mencatatkan net sell 309 miliar dan Rupiah ditutup melemah di Rp 8.660/US $. Tidak adanya sentimen positif yang cukup kuat dan lesunya Bursa Regional, membuat IHSG bergerak di zona merah sepanjang perdagangan kemaren.
 
Sementara itu, dini hari tadi Dow Jones ditutup naik tipis 14,16 poin (+0,12%) ke level 12.285,15. S&P naik 0,11 poin (+0,01%) ke level 1.314,52, dan Nasdaq turun 1,30 poin (-0,05%) ke level 2.760,22. Investigasi senat terhadap Goldman Sachs memukul Wall Street, sementara kenaikan jobless claim yang tidak sesuai harapan membuat sentimen buruk terhadap pasar. Polling ekonom yang dilakukan Reuters, yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi tumbuh 2,9% di 2011 dibandingkan proyeksi semula sebesar 3,1% juga memberikan sentimen buruk pasar. 
 
Trend penurunan jangka pendek IHSG semakin jelas. Kemaren indeks menguji level psikologis 3700 lagi dan sempat membuat Lower Low-nya pada pekan ini dengan posisi terendahnya di 3697. Padahal 2 hari lalu indeks seolah-olah tampak kuat dengan di "drive" oleh kenaikan saham BUMI yang fenomenal. Hal inilah yang membuat trader pemula menjadi bingung, seperti yang saya katakan kemaren. Oleh karena itu, sebagai trader kita jangan sampai terjebak oleh pergerakan harian. Apalagi menitan, karena kita terpaku oleh running trade, sehingga psikologis kita "terkondisikan" berdasarkan runningan tersebut. Tetap harus menggunakan logika dan melihat serta memperhatikan pergerakan dari trend yang sedang terjadi, karena itu relatif lebih aman dan jelas. Dalam hal ini, saya masih mempertahankan sikap wait and see, sambil menunggu keluarnya sinyal buy dari market, yang saya perkirakan akan muncul disekitar support 3670 nanti.
 
Secara TA, indikator2 yang ada masih mengkonfirmasikan penurunan indeks. Stochastic masih death cross dan mulai meninggalkan overbought area. MACD masih melemah dan berpotensi untuk terjadi death cross. Bagusnya adalah koreksi yang terjadi tidak disertai dengan volume yang besar, sehingga mencerminkan bahwa pelaku pasar masih banyak yang melakukan posisi hold. Mengapa? karena memang trend IHSG secara medium term masih bullish yaitu selama tidak turun dibawah 3610. Untuk hari ini, jika koreksi masih berlangsung, indeks akan meninggalkan level 3700, dan akan menguji supportnya di 3670, sedangkan jka bergerak naik resisten indeks berada di 3730.
 
TLKM:
Kenaikan kemaren tertahan oleh resisten down trend linenya
Stochastic masih bergerak turun dalam posisi death cross
MACD slips tidak jadi death cross dan mulai bergerak naik kembali
Volume naik kembali diatas VMA 20 hariannya
Jika mampu menembus 7250, berpeluang menuju 7350-7500 kembali
Support 7000-7150, resist 7300-7350
 
PGAS:
Stochastic death cross meninggalkan overbought area
MACD masih bergerak naik dalam posisi golden cross, namun mulai melemah
Volume selama terjadinya koreksi tipis dibawah VMA 20 days
Trading BOW di support uptrend disekitar level 3825-3850, dengan target menuju 4050-4100, stop loss jika turun dibawah 3750
Support 3925...3850
Resist 4000...4050
 
BWPT:
Masih bergerak naik dalam up trend channelnya
Stochastic death cross di overbought area
MACD masih bergerak naik dalam posisi golden cross, namun mulai melemah
Volume penurunan cenderung tipis dibawah rata-rata volume 20 hariannya
Support 1190-1200, Resist 1220...1250
 
TINS:
Stochastic bergerak turun dalam posisi death cross bersiap meninggalkan overbought area
MACD masih bergerak naik dalam posisi golden cross
Penurunan yang terjadi tidak disertai volume yang besar
Trading BOW diarea support uptrend line di level 2775-2800, stop loss jika break down 2750
Support 2775-2800, resist 2900-2925  
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar