Jumat, 29 April 2011

IHSG Masih Konsolidasi Dalam Penguatan Terbatas

Kamis kemaren IHSG  dibuka langsung menguat terdorong oleh penguatan bursa Wall Street. Sepanjang sesi I, indeks bergerak di zona hijau. Namun memasuki sesi II, indeks mulai tertekan oleh aksi profit taking akibat pelemahan Bursa Regional Asia dimotori oleh Bursa Shanghai dan Hanseng yang mulai berbalik arah. Praktis sepanjang sesi II indeks berada di zona merah. Tapi sentimen positif dari tumbuhnya kinerja keuangan emiten dan rencana pembagian dividen membuat indeks mampu berbalik arah menjelang penutupan. Hingga akhirnya IHSG berhasil naik tipis 3,998 poin (+0,10%) ke level 3.808,929, total transaksi Rp 3,8 triliun, foreign mencatatkan net buy 371 miliar dan Rupiah ditutup menguat di posisi Rp 8.575/US $.
 
Sementara itu, dini hari tadi Bursa Wall Street ditutup positif, dengan Dow Jones ditutup menguat 72,35 poin (+0,47%) ke level 12.763,31. S&P 500 menguat 4,82 poin (+0,36%) ke level 1.360,48 dan Nasdaq menguat tipis 2,65 poin (+0,09%) ke level 2.872,53. Wall Street kembali melanjutkan penguatannya dipicu oleh kuatnya laporan keuangan dan pernyataan The Fed yang masih tetap akan mempertahankan dukungannya terhadap program kebijakan moneter yang longgar (quantitaitve easing).
 
Hari ini adalah hari terakhir perdagangan di pekan ini yang juga merupakan hari terakhir untuk trading di bulan April. Indeks diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Indikator Stochastic dan MACD bergerak sideways, tapi masih dalam trend positif. Namun volume yang cenderung kecil membuat kenaikan indeks terasa mulai berat. Support IHSG masih berada di level 3789, sedangkan resisten I berada di level 3825 dan resisten II di level 3840.
Walaupun belum terlihat adanya tanda2 yang mengkhawatirkan dari indeks, namun tetap perlu waspada, mengingat indeks saat ini mulai bergerak pada resisten uptrend channelnya, sehingga "potensi untuk menguat lebih terbatas dari pada penurunan". Apalagi kenaikan akhir2 ini tidak disertai dengan volume yang besar, mencerminkan bahwa kekuatan buyer mulai terbatas. Cermati emiten2 yang memiliki kinerja laporan keuangan kuartal I-2011 yang bagus namun sahamnya belum naik signifikan. 
 
AALI:
Mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 140% selama kuartal I-2011 menjadi Rp 654 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara TA, AALI masih konsolidasi dan bergerak sideways dalam kecenderungan menguat.
Bolinger band yang menyempit dengan konsolidasi yang cukup lama, maka jika terjadi break out akan terjadi pergerakan harga yang signifikan.
Jika mampu menembus resisten area kosolidasi di level 23.800, akan menuju ke level 25.500-26.000.
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross dan mulai memasuki area overbought
MACD masih bergerak sideways di area buy dan masih dalam trend positif
Volume naik signifikan diatas VMA 20 days
Support 23.000.... 22.750
Resist 23.250... 23.500... 23.800
 
JPFA:
Berita JPFA yang berniat menjual anak usahanya PT So Good Food di harga US$100 juta menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham ini, sehingga berhasil break resisten area short term konsolidasinya di level 3575.
Namun kenaikan untuk sementara ini akan tertahan oleh resisten uptrend channel di 3725.
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross mulai memasuki area overbought
MACD golden cross kembali di buy area dan histogram bar hijau mulai muncul diatas centreline 0
Volume naik signifikan diatas VMA 20 hariannya
Support 3575-3600, Resisten 3700-3725
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar