Jum'at akhir pekan kemaren, IHSG ditutup anjlok 178,246 poin (-4,44%) ke level 3.842,748, total transaksi senilai Rp 7,5 triliun, foreign mencatatkan net sell 1,7 triliun dan Rupiah ditutup melemah di posisi Rp 8.560/US $.
Sementara itu Bursa Wall Street ditutup melemah untuk pekan keempat secara berturut akibat tekanan jual yang dilakukan investor atas kekhawatiran resesi di AS dan destabilisasi yang terjadi pada sistem keuangan Eropa. Kekhawatiran akan masuknya AS dan ekonomi global kedalam resesi membuat investor masih melepas portfolionya. Dow Jones ditutup turun 172,93 poin (-1,57%) menjadi 10.817,65, S&P 500 turun 17,12 poin (-1,50%) ke level 1.123,53 dan Nasdaq turun 38,59 poin (-1,62%) menjadi 2.341,84. Sehingga dalam sepekan, Dow Jones melemah 4%, S&P 500 terkoreksi 4,7% dan Nasdaq turun 6,6%.
Ternyata IHSG tidak cukup sakti yach, heheee...... Hanya berselang sehari setelah kembali ke Level 4000, IHSG kembali anjlok ke level 3800. Penurunan ini mengikuti koreksi Bursa Regional akibat proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat dan kekhawatiran adanya ancaman resesi global. Aksi jual investor dalam mengamankan portofolionya makin besar setelah Morgan Stanley merevisi pertumbuhan indeks MSCI Indonesia dari 13% menjadi tumbuh hanya 1%. Itu artinya jika pada penutupan akhir tahun 2010 IHSG berada di level 3703, maka target akhir tahun ini hanya berada dilevel 3740, turun dari target sebelumnya di 4184. Kondisi ini membuat market bereaksi negatif dan itu terlihat dari posisi net sell pemodal asing yang sangat besar pada perdagangan kemaren.
Secara TA, penurunan kemaren mengkonfirmasi trend bearish IHSG yang mulai terjadi pada awal bulan ini. Indikator yang ada juga confirm akan penurunan lebih lanjut, dengan Stochastic telah death cross dan MACD slips sehingga melanjutkan penurunannya. IHSG diperkirakan masih akan tertekan menuju support terdekat di 3806, dengan support-support selanjutnya berada di level 3780 dan 3755. Jika penurunan masih berlanjut, maka indeks akan menguji support kuatnya, yaitu MA 200 yang saat ini berada disekitar level 3719. Sedangkan untuk resisten IHSG terdekat berada di level 3856.
ASII:
Bergerak turun dalam volume yang sangat besar, dan close dibawah MA 50
MA 5 tidak jadi cross keatas MA 20
Stochastic berpeluang terjadi death cross
MACD slips tidak jadi golden cross dan bergerak turun kembali
Dari indikator diatas, sepertinya penurunan masih akan berlanjut untuk menguji support uptrend line disekitar 61.750-62.150, dan jika dibreak kebawah akan menguji support selanjutnya di sekitar 60.600-60.850.
Support 65.400.... 64.200.... 63.400
Resisten 66.800... 68.000.... 68.700
BBRI:
Stochastic death cross kembali
MACD tidak jadi golden cross dan bergerak turun kembali, dengan histogram bar merah muncul kembali turun dibawah centreline
Volume transaksi pada saat turun meningkat signifikan
Dari indikator diatas, berpotensi untuk bergerak turun kembali menguji support kuatnya saat ini di level 6000.
Support 6150....6000
Resisten 6450....6500
Have an Amazing Trade and Happy Profit



Tidak ada komentar:
Posting Komentar