Senin, 08 Agustus 2011

IHSG Mengalami Tekanan Jual Yang Hebat

Jum'at akhir pekan kemaren IHSG ditutup turun tajam 200,443 poin (-4,87%) ke level 3.921,643, total transaksi senilai Rp 9,934 triliun, foreign mencatatkan net sell Rp 1,232 triliun dan Rupiah ditutup melemah di Rp 8.555/US $. Sementara itu, Bursa Wall Street bergerak sangat berfluktuatif ditengah transaksi yang sangat ramai, dua kali volume harian normal, hingga akhirnya ditutup mixed. Dow Jones ditutup naik 60,93 poin (+0,54%) ke level 11.444,61, S&P 500 turun tipis 0,69 poin (-0,06%) ke level 1.199,38 dan Nasdaq melemah 23,98 poin (-0,94%) ke level 2.532,41 poin. Dalam sepekan, Dow Jones turun 5,8%, S&P 500 turun 7,2% dan Nasdaq anjlok 8,1%. Penurunan ini disebabkan investor cemas terhadap lambatnya laju pertumbuhan ekonomi AS dan ketidakmampuan para politisi AS dalam menanggulangi krisis utang AS dengan cepat, serta kekhawatiran akan memburuknya krisis utang Eropa. 

Sementara itu, sentimen negatif dari Bursa Global masih berlanjut setelah S&P menurunkan peringkat utang luar negeri AS menjadi AA+ dari sebelumnya AAA. S&P juga memberikan outlook negatif A1+ untuk rating jangka pendeknya dan berpeluang untuk melakukan pemangkasan kembali atas rating AS dalam 12 sampai 18 bulan ke depan jika AS tidak dapat memangkas defisit finansial serta beban utangnya.

IHSG mengalami panic selling pada perdagangan akhir pekan kemaren, setelah investor mengamankan portofolionya mengikuti pelemahan yang terjadi pada bursa2 utama dunia setelah Dow Jones anjlok sebesar 500 poin lebih pada kamis malam. Banyak pelaku pasar yang terkejut dan tidak siap menghadapi penurunan indeks yang tiba-tiba dan langsung dalam. Namun sebagai trader seharusnya jika kita mau disiplin, maka hal ini tidak seharusnya terjadi. Pada hari kamis pekan lalu saya telah memberikan warning, jika IHSG tidak mampu ditutup diatas level 4138 maka trend naik jangka pendek IHSG akan patah dan indeks akan cenderung tertekan. Dan terbukti pada hari kamis itu, IHSG ditutup di 4122, sehingga di bawah support short term uptrend channelnya. Saya sendiri telah mengurangi posisi portfolio saya walaupun belum semuanya bersih, namun setidaknya masih beruntung karena masih memiliki jumlah cash yang cukup besar yang bisa saya pergunakan untuk mengambil posisi pada saat ada peluang nantinya.

Secara TA, penurunan kemaren telah memasuki hari yang keempat secara berturut. Walaupun telah oversold namun belum dapat dikatakan bahwa penurunan ini sudah berakhir. Dari indikator yang ada terlihat semuanya negatif, dengan Stochastic keluar dari oversold area dan strong downtrend. MACD pun telah death cross dan bergerak turun dengan histogram bar merah bergerak makin turun dibawah centreline. Volume perdagangan pada saat turun juga naik signifikan diatas rata-rata 20 hariannya. Jika besok IHSG masih melanjutkan penurunannya, maka indeks akan menguji kembali support 3866 dan support medium uptrend line yang saat ini berada di level 3855. Waspadai jika support uptrendline tersebut dijebol kebawah dengan volume besar, maka indeks akan meluncur kembali kebawah menuju target terdekat di 3809 yang jika ditembus maka dipastikan indeks akan masuk kembali ke level 3700an. Sedangkan jika besok IHSG mengalami teknikal rebound, maka indeks akan menguji resisten2 terdekatnya di level 3944 dan 3992, yang jika dapat ditembus keatas berpeluang kembali ke level 4000an. Untuk sementara saya perkirakan target pullback ada disekitar 4031-4070. Bagi yang belum sempat menjual portfolionya pada saat penurunan kemaren, pertimbangkan kesempatan ini untuk mulai mengurangi/merampingkan portfolionya.
Prediksi saya, market masih akan sangat volatile dengan kecenderungan untuk tertekan. Perhatikan level-level kritis indeks untuk hari senin 8 Agustus 2011, support ada di 3866 dengan support kritis ada di 3855. Jika level tersebut ditembus dengan mudah maka indeks masih cenderung tertekan dengan target menuju 3704 pada pekan ini. Namun jika indeks masih mampu bertahan dan ditutup diatas level 3892, maka indeks akan cenderung untuk mulai konsolidasi dan akan mengalami pullback dengan target menuju 4031-4070 pada pekan ini. Jadi perhatikan support 3866 dan 3855, jika tidak tertembus kebawah, pertimbangkan untuk mulai masuk ke market dan lakukan trading cepat. Sedangkan untuk saham-sahamnya, perhatikan saham-saham bluechip berfundamental bagus yang masih dalam trend naik jangka panjang namun kemaren mengalami gap down pada saat market koreksi. Karena jika indeks mengalami pullback ada kemungkinan gap tersebut untuk ditutup kembali. Ok, sekian dulu dari saya... Good Luck and Happy Trading.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar