Jumat, 19 Agustus 2011

IHSG Ini Sakti atau Sakit Ya..??

Kamis 18 Agustus 2011, IHSG bergerak anomali. Ditengah Bursa Global yang merah akibat tekanan jual, IHSG malah bergerak naik dan menjadi satu-satunya bursa dikawasan Asia yang menguat signifikan. IHSG ditutup naik 67,717 poin (+1,71%) ke level 4.020,994, total transaksi senilai Rp 6,099 triliun, foreign mencatatkan net buy 25 miliar dan Rupiah ditutup melemah di posisi Rp 8.545/US $.

Kepanikan dan kecemasan Bursa Global kembali muncul setelah para petinggi di Eropa gagal mendapatkan jalan keluar dari krisis utangnya. Bursa Global kembali tertekan setelah keluarnya data GDP zona Euro awal pekan ini yang berada di bawah ekpektasi pasar, yang mengkonfirmasi bahwa ekonomi global sedang melambat dan berpotensi untuk masuk kedalam resesi. Selain itu rencana pemberian stimulus di AS oleh The Fed menjadi tidak jelas, setelah adanya pernyataan 2 pejabat bank sentral AS yang menolak adanya Quantitative Easing jilid 3 turut meningkatkan risiko pasar. Hingga tengah malam, pada saat blog ini terupdate, Bursa Eropa baru saja ditutup dengan rata-rata turun diatas 4,5% hingga 6%. Demikian juga dengan Bursa Wall Street yang masih running dengan penurunan diatas 3,5%.

Sesuatu yang aneh terjadi pada IHSG pada penutupan perdagangan kamis sore tadi. Ketika Bursa Regional Asia tertekan turun diatas 1%, dan market Eropa yang running rata-rata turun diatas 2% pada sore menjelang penutupan market kita, IHSG malah melaju kencang dan ditutup naik 1,7%. Sebagai pelaku pasar, jujur saya juga sempat ragu-ragu melihat pergerakan IHSG yang bergerak anomali atau bergerak berlawanan dengan regional. Oleh sebab itu, saya hanya melakukan one day trading dan itu pun saya lakukan dalam jumlah lot yang tidak begitu besar. Saya tidak mau buy dan hold, karena saya tidak mau mengambil resiko dengan kondisi bursa global yang masih fragile/rapuh ini.


Jika pembaca/pengunjung blog ini sempat memperhatikan tulisan saya pada shoutbox pada tanggal 12 Agustus lalu, ketika salah seorang pembaca setia blog ini yaitu ibu Julia bertanya kepada saya, saat itu saya telah memberikan warning. Menurut perkiraan saya, setelah IHSG tertekan dalam hingga level 3590 pada 9 Agustus lalu, indeks akan mengalami teknikal rebound hingga kisaran level 3965-4050 untuk kemudian berpeluang turun menguji lownya kembali. Dan sepertinya perkiraan saya terbukti malam ini. Dengan Bursa Global yang turun rata-rata diatas 4%, tampak sulit bagi IHSG untuk tidak ikut tertekan pada perdagangan hari Jum'at ini. Walaupun perkiraan saya belum tentu benar 100% bahwa indeks akan menguji lownya kembali, karena apapun bisa terjadi nanti atau hari-hari kedepan, namun setidaknya saya sudah bersiap-siap untuk kemungkinan yang terburuk.

Meskipun nanti IHSG dibuka dan lebih cenderung bergerak berdasarkan psikologis pelaku pasar antara "fear and greed", namun saya akan mencoba melakukan analisa secara TA. Dari chart terlihat bahwa pergerakan IHSG justru cenderung bergerak positif dengan berhasil break out dari resisten downtrendline di level 3964 dan bertahan diatas level tersebut hingga saat penutupan. Indikator secara umum masih memperlihatkan kecenderungan bergerak positif, dimana Stochastic masih bergerak naik dan MACD berpeluang untuk terjadi golden cross. Jika nanti IHSG bergerak turun mengikuti bursa global, maka support terdekat indeks berada di 3919, dengan support-support selanjutnya berada di level 3856--3806--3755. Dan support kuatnya diperkirakan berada di MA 200, yaitu sekitar level 3717.

Untuk rekomendasi saham, memang ada beberapa saham yang mulai memunculkan sinyal buy secara TA. Namun dengan kondisi market yang panik, seperti biasanya TA akan menjadi kurang akurat, sehingga saya tidak akan memberikan rekomendasi secara khusus. Tetap usahakan untuk berpikir jernih dan fokus. Ada saatnya ketika orang mulai panik dan harga-harga menjadi diluar logika, maka disitulah kesempatan akan datang....
Ok, itu dulu dari saya, dan semoga sukses...!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar