Jumat, 11 Februari 2011

"Welcome to Garuda Indonesia, Please fasten your seat belt !!"

Kamis kemaren IHSG turun 43,83 poin (-1,29%) ke level 3.373,65, total seluruh transaksi Rp 5,175 triliun, foreign mencatatkan nettbuy Rp 519,2 miliar. Tercatat investor asing memborong saham BBKP senilai Rp 664,3 miliar. Transaksi tersebut difasilitasi oleh CIMB Securites (YU) melalui transaksi tutup sendiri (crossing). Sehingga setelah dikurangi crossingan BBKP tersebut, maka tercatat foreign melakukan nettsell 145 miliar di pasar regular dengan total transaksi 4,510 triliun. Rupiah ditutup melemah tipis di posisi Rp 8.935/US $.
 
Semalam Bursa Wall Street berakhir flat, Dow Jones ditutup melemah tipis 10,60 poin (-0,09%) ke level 12.229,29. S&P 500 menguat tipis 0,99 poin (+0,07%) ke level 1.321,87 dan Nasdaq naik tipis 1,38 poin (+0,05%) ke level 2.790,45
 
Kemaren IHSG dan bursa regional asia tercatat melemah, terimbas reaksi investor akibat pengetatan likuiditas di China. Berita positif dari Moody's Investor Service yang mempublikasikan laporan soal cadangan Indonesia dan menaikkan peringkatnya ke Ba1 dengan prospek stabil tidak dapat menahan kejatuhan indeks. Secara teknikal indeks juga tidak mampu bertahan di level support 3383, sehingga diperkirakan akan test support di 3309 kembali.
 
Hari ini saham Garuda (GIAA) akan ditransaksikan untuk pertama kalinya di BEI. Berbagai rumor negatif telah mewarnai GIAA, yang menyatakan bahwa saham tersebut kurang terserap secara maksimal oleh investor. Dikabarkan bahwa dari jatah investor asing sebanyak 20%  hanya terserap sekitar 2% saja. Akibatnya, underwriter harus siap menyerap sisa jatahnya dengan usaha mencari pinjaman lewat perbankan agar dapat membeli sisa jatah asing tersebut. Rumor lain juga mengatakan banyaknya investor ritel yang mengalami default order dengan tidak mengeksekusi pesanannya sehingga penjamin emisi harus menanggung pembelian saham tersebut. Bahkan digosipkan bahwa saham GIAA diobral seharga Rp650/lembar di "grey market". Dikabarkan pula bahwa investor asing tidak meminati saham perdana GIAA lantaran harganya terlalu mahal. Asing menawar GIAA di kisaran Rp450-550/saham. Beberapa analis mengatakan bahwa harga wajar Garuda seharusnya disekitar Rp550-650/saham.

Terkait apakah benar atau tidaknya berbagai rumor tersebut, dipastikan sukses tidaknya GIAA melantai di bursa akan sangat mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Jika IPO GIAA ini tidak sukses, maka akan menyebabkan indeks jatuh lebih dalam lagi, karena akan mempengaruhi kepercayaan investor.
Segala kemungkinan masih bisa terjadi di market. Bisa saja GIAA naik pada hari perdananya. Sebab para penjamin emisi punya kepentingan untuk menjaga harga saham GIAA ini, setidaknya sampai mereka bisa menjual semua saham tersebut yang tidak terserap oleh pasar pada waktu penawaran IPO. Terlebih lagi ada "embel-embel" lambang Garuda gitu lho... Masa hari pertama langsung turun?? Malu donk !!
So let's see the game.... 
 
IHSG:
Support 3383 ternyata tidak mampu menahan penurunan indeks, maka berpeluang menguji support di level psikologis 3300-3309.
Penurunan sudah memasuki hari ke 4, seharusnya resiko sudah mulai terbatas. Namun jika IPO GIAA tidak sukses maka tidak menutup kemungkinan indeks akan ditutup merah lagi, sehingga sepanjang minggu ini IHSG akan merah padam.
Dan jika sampai level psikologis 3300 tertembus, maka indeks akan meluncur ke posisi target dari pola triple bottom yang pernah dipostingkan bulan lalu, yaitu level 3369-3365 (MA 200). Jika itu terjadi berarti indeks akan turun lebih dari 100 poin, maka pertimbangkan untuk mengambil posisi buy karena indeks sudah sangat keterlaluan turunnya dalam 5 hari terakhir.
Diperkirakan MA 200 IHSG akan menjadi support yang kuat untuk menahan penurunan indeks, sebab jika ditutup dibawah itu maka IHSG akan confirm longterm downtrend.
 
 
BBNI:
Kemaren asing mencatatkan nettbuy 45 milliar
Candle membentuk hammer dan ditutup diatas MA 20.
Penurunan tertahan oleh MA 200 dan support uptrend jangka pendeknya.
Stochastic death cross hari kedua, namun MACD masih uptrend dalam posisi golden cross
Support 3250...3150...3075
Resist 3450...3525...3625
 
 
BMRI:
Asing mencatatkan nettbuy 62 milliar kemaren
Penurunan tertahan oleh bibir bawah bolinger band dan candle membentuk dragon fly doji
Dan senin depan akan mulai diperdagangan right nya, berarti tinggal 2 hari saja.
Pemerintah menargetkan dana yang dicapai dari RI ini cukup besar yaitu 11 triliun sehingga akan berusaha menjaga harganya untuk tidak turun mendekati harga tebusnya di 5000, agar pemegang saham BMRI mau menebus rightnya, sehingga RI nya dapat berjalan sukses.
MACD mulai death cross dan Stochastic downtrending dalam posisi death cross
Support 5450...5350
Resisten 5800...6150
 
 
SMGR:
Ditutup diatas MA 5 dan MA 20
Stochastic dan MACD uptrend dalam posisi golden cross
Break 8450 berpeluang menuju target 8900-9000
Support 7950-8000
Resist 8400-8450
 
 
AALI:
Harga komoditi CPO yang masih betahan di level atas RM 3900
Penurunan tertahan oleh garis support 21.000
Candle membentuk hammer yang merupakan konfirmasi reversal
Stochastic dan MACD death cross dalam arah sideway
Spekulasi BOW di area support 21.000-21.250 dengan target jangka pendek 23.000
Level stop loss dibawah 21.000
Support 21.000-21.200
Resist 22.200....23.100 
 
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit for all...

Kamis, 10 Februari 2011

Apakah akan Reversal atau Terjadi Kepanikan ??

Rabu kemaren IHSG jatuh 42,462 poin (-1,23%) ke level 3.417,471, total transaksi Rp 4,484 triliun, foreign mencatatkan nettsell Rp 444,034 miliar dan Rupiah melemah 15 poin ke Rp 8.930/US $. Aksi jual saham kembali marak terjadi di lantai bursa membuat indeks sama sekali tidak bergerak ke zona hijau. Kebanyakan investor melepas portofolio sahamnya untuk beralih ke surat utang pemerintah yang berisiko rendah. Pengetatan kebijakan moneter China yang kembali menaikan suku bunganya, membuat bursa regional asia melemah.
 
Semalam Dow Jones ditutup menguat tipis 6,74 poin (+0,06%) ke level 12.239,89. S&P 500 melemah tipis 3,69 poin (-0,28%) ke level 1.320,88 dan Nasdaq turun tipis 7,98 poin (-0,29%) ke level 2.789,07. Aksi profit taking akhirnya menghadang laju penguatan Bursa Wall Street yang sudah naik selama 7 hari berturut-turut. Selain itu dalam testimoninya semalam, pernyataan Bernanke mengenai data tenaga kerja dan inflasi dianggap datar oleh pelaku pasar.
 
Sesuai prediksi, tekanan pada indeks kemaren masih berlanjut. Terlebih setelah support 3.425 tertembus, indeks meluncur kembali ke level 3.300 dengan posisi terendah di 3.384,88 dan menjelang penutupan mental keatas kembali sebesar 32 poin dan ditutup di 3.417,47. Berbagai sentimen negatif mulai dari maraknya aksi kekerasan berbau SARA, likuiditas yang terserap oleh IPO GIAA dan RI BMRI, kekuatiran akan masih tingginya inflasi (setelah cabai, sekarang ganti kedelai) dan kekuatiran akan berlanjutnya kenaikan BI Rate serta yang terakhir adalah suvery Thompson Reuters yang menyatakan valuasi IHSG lebih mahal dari rata2 market Asia lainnya membuat investor melepaskan portfolionya.
 
Namun melihat penurunan yang sudah memasuki hari ketiga, seharusnya resiko sudah mulai terbatas. Saat ini support yang harus dipantau ada di 3383, jika support ini masih kuat menahan penurunan indeks, diperkirakan akan terjadi bottom reversal untuk sementara. Tapi jika support tersebut sampai tertembus, maka diperkirakan indeks akan meluncur dan mencoba untuk test support 3309 lagi. Dan hati2 jika masih tembus 3309, maka IHSG akan menciptakan harga terendahnya kembali, dengan harapan terakhir adalah MA 200 yang saat ini ada di level 3262. Dan jika sampai hal tersebut terjadi hari ini, maka lakukan strong buy, karena berarti indeks sudah tertekan lebih dari 150 poin, yang berarti "sudah sangat keterlaluan" karena terlalu oversold. Manfaatkan kepanikan pasar untuk meraih untung dengan bermain cepat.
IHSG:
 
 
Untuk hari ini, saya tidak akan menampilkan rekomendasi chart saham. Cukup cermati saham2 Big Caps yang saat ini juga tertahan mendekati level support kuatnya. Lebih mudahnya, cermati saham2 BC dari sektor Banking dan Energy, karena biasanya kedua sector ini naik atau turun secara begantian guna menjaga indeks. Oleh karena itu, sebisa mungkin jangan memasang antrian bid. Sebab jika antrian bid tipis, bandar juga akan kesulitan membuang barang, karena harganya pasti akan meluncur dengan cepat. Lebih baik kita memantau support2 kuatnya, jika terjadi reversal pada support tersebut, maka kita bisa melakukan spekulasi buy. Demikian juga jika terjadi kepanikan, boleh dipertimbangkan saham2 yang reboundnya cepat seperti BBCA, ITMG, SMGR dan ASII.
 
Have an Amazing Trade and Good Luck...

Rabu, 09 Februari 2011

Market Belum Kondusif dan Mulai Agak Mengkhawatirkan

Selasa kemaren IHSG terkoreksi 27,774 poin (-0,80%) ke level 3.459,933, total transaksi Rp 4,716 triliun, foreign mencatatkan nettbuy Rp 218,974 miliar dan Rupiah ditutup menguat ke 8.915/US $.
 
Semalam Dow Jones ditutup naik 71,52 poin (+0,59%) ke level 12.233,15. S&P 500 naik 5,52 poin (+0,42%) menjadi 1.324,57, dan Nasdaq naik 13,06 poin (0,47%) ke 2.797,05. Sentimen positif yang mempengaruhi pergerakan bursa AS, adalah penjualan ritel AS yang mengalami rebound dan tingkat pendapatan yang lebih tinggi dari prediksi seiring dengan tingginya angka penjualan. Penguatan Dow merupakan penguatan selama 7 hari berturut-turut, namun tipisnya volume perdagangan menunjukan bahwa kekuatan buyer sudah mulai berkurang. Selain itu pelemahan pada saham energi membatasi penguatan S&P 500 dan Nasdaq. Hal itu terjadi setelah China, yang merupakan konsumen energi terbesar kedua dunia memutuskan menaikkan suku bungannya untuk kedua kalinya dalam 6 pekan terakhir. Langkah itu langsung menekan harga komoditas karena khawatir akan ada penurunan permintaan.
 
Kemaren IHSG sempat menyentuh level 3500 pada awal pembukaan, namun pada sore penutupan perdagangan ditutup turun, menyusul aksi jual yang marak terjadi di perdagangan Sesi II. Saat ini belum ada momentum yang dapat dipakai investor untuk mengambil posisi buy. Market juga tidak begitu kuat dan tidak ada satu arah yang jelas atau sentimen yang kuat di pasar. Selain itu, dengan mulai maraknya aksi kekerasan yang terjadi akhir2 ini, juga membuat investor enggan untuk masuk ke pasar.
Melihat situasi ini, tampaknya market kita keadaanya masih belum kondusif dan bisa dikatakan agak mulai mengkhawatirkan. Waspadai jika level 3425 ditembus dengan volume besar, bila hal itu terjadi maka pertimbangkan untuk keluar dari market dulu. Jangan memaksakan untuk melakukan trading jika situasinya tidak memungkinkan, apalagi jika tanda2 bottom reversal belum muncul. Namun jika indeks dapat bertahan di level support short term uptrend di 3450, maka masih ada kemungkinan untuk bertahan dan kembali berkonsolidasi di area 3450-3550.
Hati2 dengan pola Market "Pasar Pagi" seperti yang terjadi 2 hari terakhir, dimana indek dibuka hijau mengikuti Dow Jones yang positif, namun setelah itu tertekan sepanjang perdagangan. Untuk hari ini saya hanya akan menjadi penonton saja, sambil menunggu keluarnya laporan keuangan final 2010 dari para emiten bursa. Saham rekomendasi hanya 1 yang saya tampilkan yaitu INCO, itu pun sifatnya spekulasi, yaitu jika mampu break 5100 dengan volume yang besar.
 
INCO:
Harga komoditi nickel masih bertahan di level 28.000 dan asing mulai mengakumulasi saham ini
Stochastic mulai death cross di overbought area
MACD golden cross dalam arah positif naik
Volume kemaren naik signifikan 2 kali rata-rata VMA 20 days
Spekulasi buy hanya jika mampu break level 5100 dengan volume yang besar
Target jangka pendek 5250-5300
Support 5000...4875
Resisten 5100...5150
 
 
Have an Amazing Trade and Good Luck...

Selasa, 08 Februari 2011

Masih Diliputi Keraguan dan Wait & See

Senin kemaren IHSG melemah tipis 8,462 poin (-0,25%) ke level 3.487,70, total transaksi Rp 3,493 triliun, foreign mencatatkan nettsell Rp 80,471 miliar dan Rupiah ditutup menguat 20 poin ke posisi Rp 8.970/US $. 
 
Semalam Dow Jones ditutup menguat 69,40 poin (+0,57%) ke level 12.161,55. S&P 500 juga menguat 8,18 poin (+0,62%) ke level 1.319,05 dan Nasdaq menguat 14,69 poin (+0,53%) ke level 2.783,99.
Penguatan disebabkan oleh kekhawatiran investor tentang situasi di Mesir sedikit mereda setelah adanya pembicaraan antara pemerintah Mesir (Presidan Hosni Mubarak) dan kaum oposisi. Selain itu, munculnya aktivitas merger dan akuisisi kembali membuat bursa Wall Street bergairah.

Di awal perdagangan kemaren, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 3.521,633 sebelum akhirnya terkena aksi profit taking dan gagal tutup diatas level 3500. Peluang bagi IHSG untuk kembali naik ke level 3500 masih terbuka, sebab koreksi yang terjadi bulan lalu akibat ketakutan pelaku pasar akan kenaikan BI Rate dan inflasi yang tinggi harusnya sudah terefleksi pada market saat ini.
Namun 2 hari terakhir, transaksi di IHSG sangat minim. Investor tampaknya masih ragu2 dan terkesan wait & see. Padahal sentimen positif sudah datang dari pernyataan BPS yang menyatakan bahwa Ekonomi Indonesia Q4-2010 tumbuh 6,9% (YoY) diatas perkiraan ekonom 6,2%, sehingga sepanjang 2010 ekonomi tumbuh 6,1% diatas target pemerintah 5,8%.
Keraguan investor terlihat dari masih banyaknya investor yang belum percaya diri untuk menyimpan portfolio dalam jangka panjang. Dalam kondisi market yang konsolidasi dan penuh keraguan seperti ini, kita tidak perlu terlalu aggresive dalam memburu saham. Terkadang kita harus menunggu arah market yang jelas dulu baru kita melakukan buy. Untuk rekomendasi saham, sebenarnya ada beberapa saham yang menarik secara TA, namun kurangnya volume menjadikannya kurang valid, sehingga semuanya bersifat sangat spekulasi.
 
TINS: 
Laba bersih TINS di 2010 naik menjadi Rp 802 miliar, meningkat sebesar 156,23% dari perolehan akhir 2009 yang sebesar Rp 313 miliar.
Harga komoditasnya masih tinggi dan mampu bertahan di level 31.000
Asing masih terus membukukan nettbuy walaupun sudah tidak terlalu besar.
Stochasitic masih naik dalam posisi golden cross di overbought area
MACD bergerak uptrend dalam posisi golden cross
Spekulasi buy jika break 2975 dengan volume besar, target jangka pendek ke 3125-3150
Support 2850...2725
Resist 2975...3125


BDMN:
Stochastic golden cross kembali dan menuju overbought area
MACD uptrending dalam posisi golden cross dengan histogram bar hijau kembali
Volume besar diatas VMA 20 harinya
Target harga bila mampu menembus resisten downtrend-nya di 6500, maka akan ke level tertingginya di 7000 an lagi.
Support 6050...5800
Resist 6500...6650


DGIK:
Kemaren candle menunjukan reversal membentuk full bar candle dengan open=low, close=high, dengan volume yang naik signifikan.
Support MA 50 adalah support kuatnya sementara ini, dan berhasil tutup diatas MA 5 yang menjadi reisistennya hampir 1 bulan terakhir.
Stochastic golden cross meninggalkan oversold area
MACD mulai berbalik arah dan berpeluang golden cross
Spekulasi BOW di 133-135 atau buy jika confirm break 140 dengan volume besar, berpeluang lagi menguji level tertingginya tahun ini di 157-159
Hati2 bermain saham ini, jangan lupa pasang stoploss yang ketat.
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit...

Minggu, 06 Februari 2011

Bagaimana Respond Market Pasca Kenaikkan BI Rate??

Jumat lalu, IHSG ditutup naik 15,343 poin (+0,44%) ke level 3.496,169, total transaksi Rp 2,798 triliun, foreign mencatatkan nettsell Rp 76,62 miliar. Rupiah ditutup menguat di posisi Rp 8.996/US $. Sehingga sepanjang pekan lalu, IHSG konsolidasi dan hanya mencatatkan kenaikan tipis 0,25%.
 
Penutupan perdagangan Jumat, Dow Jones naik 29,89 poin (+0,25%) ke level 12.092,15. S&P 500 naik tipis 3,77 poin (+0,29%) ke level 1.310,87 dan Nasdaq naik 15,42 poin(+0,56%) ke level 2.769,30. Pemicunya adalah tingkat pengangguran AS yang secara tidak terduga turun, serta kinerja perusahaan yang melampaui analis. Sehingga selama pekan lalu, Dow Jones naik 2,3%, S&P 500 menguat 2,7% dan Nasdaq bertambah 3,1%. Dow Jones masih bergerak bullish dalam uptrend channel-nya dengan target di level 12,200-12,300 dan support berada di MA 20 nya yaitu 11,800.

Jum'at lalu IHSG dan Rupiah langsung menguat setelah merespon kebijakan BI yang menaikkan BI Rate sebanyak 25 bps ke level 6,75% dalam rangka menekan laju inflasi. Inilah kenaikan BI Rate pertama kalinya setelah ditahan 18 bulan terakhir. Terpantau setelah BI Rate dinaikan, Rupiah langsung menguat dan berhasil ditutup di bawah 9000, demikian juga dengan indeks yang langsung menghijau setelah pada penutupan sesi I ditutup merah. Secara TA, indeks cukup bagus, namun perdagangan terakhir tidak didukung oleh volume yang memadai disebabkan oleh masih banyaknya investor yang liburan imlek (khususnya para Fund Manager Asia), sehingga bisa dianggap tidak valid. Apalagi setelah diumumkan kenaikan BI Rate, asing mulai mencatatkan nettsell, padahal sebelumnya tercatat nettbuy. Seharusnya kenaikan BI Rate akan membuat dana asing mengalir masuk lagi ke Indonesia sebab return yang diberikan menjadi lebih menarik dan membuat nilai tukar Rupiah menjadi lebih kuat.

IHSG:
Membentuk pola 3 white soldiers candlestick dalam 3 hari terakhir.
Berhasil menembus MA 20 days yang selama 1 bulan terakhir menjadi resistance kuat. MACD sudah bergerak dalam trend positif dan golden cross.
Stochastic cenderung sideways dengan posisi golden cross.
Namun sayang tidak didukung oleh volume yang besar. 
Secara TA, indeks masih konsolidasi, konfirmasi Bullish Rally adalah bila IHSG berhasil ditutup di atas titik amannya yang saat ini berada di 3,570.
Support 3,470...3,425
Resistan 3,510...3,570

BMRI:
Ditutup pada support short term uptrend channelnya
Senin besok adalah cum date RI nya, sehingga yang tercatat memegang saham ini hingga akhir perdagangan besok senin berhak menebus rightnya atau menjual hak nya pada perdagangan right dari tanggal 14-21 Februari 2011.  
Dari hasil Right Issue dan IPO Garuda diperkirakan BMRI akan mendapatkan dana sebesar 12,5 triliun yang akan memperkuat struktur permodalannya dan akan menjadikan BMRI sebagai bank terbesar di Indonesia. Selain itu BMRI berencana ekspansi untuk menjadi bank bertaraf internasional kedepannya.
Spekulasi buy di 5800-5950, karena pemerintah berharap RI-nya sukses sebab dana yang ingin dikumpulkan cukup besar senilai 11 triliun, sehingga akan menjaga harganya untuk tidak turun terlalu dalam, supaya Right-nya ditebus semua dan berjalan sukses.
Stochastic death cross di overbought area, MACD golden cross uptrending.
Voume penurunan 2 hari terakhir relatif kecil.
Support 5800...5900
Resist 6050...6250


TINS:
Harga komoditi timah naik dan break up di level 31.000
Pekan lalu asing membukukan nettbuy hampir tiap hari
Membentuk pola ascending triangle
Stochasitic golden cross di overbought area
MACD bergerak dalam trend positif di posisi golden cross
Starategy: lakukan buy jika break 2925 dengan volume besar
Support 2825...2750
Resist 3000...3050


Have an Amazing Trade and Good Luck...
 

Kamis, 03 Februari 2011

BI Rate akankah Dinaikan??

Rabu lalu IHSG menguat 38,325 poin (+1,11%) ke level 3.480,826, total transaksi senilai Rp 4,339 triliun, foreign membukukan nettbuy Rp 135,962 miliar. Rupiah ditutup menguat 20 poin di Rp 9.020/US $.
 
Sementara itu, Bursa Wall Street pada penutupan Rabu malam bergerak flat. Memanasnya kembali situasi politik di Mesir membuat laju penguatan saham2 menjadi terhambat. Dow Jones ditutup naik tipis 1,81 poin (+0,02%) ke 12.041,97. S&P 500 melemah 3,56 poin (-0,27%) ke 1.304,03 dan Nasdaq melemah 1,63 poin (-0,06%) ke 2.749,56.

Besok adalah hari Jum'at yang merupakan hari kejepit setelah liburan imlek. Biasanya market cenderung koreksi dan sepi (karena investor masih berlibur, khususnya fund2 manager asia yang merayakan imlek), walaupun tidak mutlak selalu begitu. Apalagi besok adalah pengumuman BI Rate, sehingga jika keputusan yang diambil tidak disukai oleh investor maka market akan merespon dengan bergerak negatif.
Kemungkinan BI akan menahan BI Rate untuk tetap di 6,5%, karena melihat inflasi inti yang masih dibawah 5%, apalagi tercatat menurun, sehingga mencerminkan bahwa inflasi dasar masih stabil. Namun bila BI Rate dinaikan, biasanya market akan turun, tetapi efeknya hanya sementara. Sebab setelah itu dana asing akan mengalir kembali masuk ke Indonesia karena investor asing menilai bahwa return yang diberikan menjadi jauh lebih menarik. 
Untuk perdagangan besok, tetap cermati harga minyak dan komoditi dunia, nilai tukar Rupiah dan penutupan Dow Jones malam ini. Pada saat blog ini ditulis, Dow baru saja dibuka dengan koreksi tipis.
 
IHSG:
Tutup diatas MA 5, namun kenaikan tertahan oleh resisten downtrend channel
Stochastic dan MACD bergerak sideway dalam posisi golden cross dengan volume transaksi rendah dibawah VMA 20 harinya. 
Secara TA, saat ini IHSG belum dapat dikatakan aman karena masih berada dibawah level 3570 yang merupakan titik amannya.
Support 3445... 3412
Resisten 3493... 3549
  
AALI:
Dibuka dengan open gap di 22.650-22.700
Break resisten short term downtrend line nya
MA 5 golden cross dengan MA 200
Stochastic golden cross meninggalkan oversold area
MACD berbalik arah naik dan berpeluang golden cross
Volume perdagangan sepi, dibawah VMA 20 harinya
Strategy: Spekulasi BOW di level 22.250-22.500 atau buy bila break 23.200 dengan volume besar
Support 22.200...21.250
Resist 23.200...23.900
 
 
UNTR:
Berhasil close diatas MA 20
Stochastic golden cross arah uptrending
MACD berhasil golden cross dengan histogram bar pertama kalinya diatas centre line
Buy jika mampu break 22.900 dengan volume besar
support 21.750, resist 22.900
 
 
Have an Amazing Trade and Good Luck...

Rabu, 02 Februari 2011

SELAMAT TAHUN BARU IMLEK 2562






GONG XI FA CAI 2562

WISHING YOU A WONDERFUL AND PROSPEROUS NEW YEAR WITH LOTS OF HAPPINESS...

Dow Jones tembus 12.000, IHSG siap bagi-bagi "Angpao"

Selasa kemaren IHSG naik 33,334 poin (+0,97%) ke level 3.442,501, total transaksi  Rp 4,858 triliun, foreign mencatatkan nettbuy Rp 215,64 miliar. Rupiah menguat 15 poin di Rp 9.035/US $. Penguatan IHSG dipimpin oleh saham2 pertambangan, menyusul kenaikan harga komoditas dunia.

Semalam Dow Jones ditutup di atas level psikologi 12.000 dan S&P 500 ditutup di atas level 1.300 untuk pertama kali sejak Juni 2008, Dow naik 148,23 poin (+1,25%) ke level 12.040,16. S&P 500 naik 21,45 poin (+1,67%) di level 1.307,57 dan Nasdaq naik 51,11 poin (+1,89%) ke level 2.751,19. Kenaikan disebabkan oleh meningkatnya data2 ekonomi seperti data manufaktur dan pendapatan yang kuat dari emiten yang memperlihatkan aktifitas ekonomi tumbuh.

Kemaren BPS mengumumkan inflasi Januari 2011 cukup tinggi mencapai 0,89% diatas market expected yang hanya 0,63%, dan inflasi YoY mencapai 7,02% diatas market expected 6,81%. Sementara inflasi inti Januari 2011 sebesar 0,49%, dimana inflasi inti YoY tercatat 4,18% turun dari 4,28%, sehingga menunjukan bahwa inflasi dasar tetap stabil, memberikan napas bagi BI untuk tidak menaikan BI Rate pada RDG BI hari jum'at ini.
Kemaren IHSG dibuka langsung menguat pada pembukaan perdagangan, namun setelah keluarnya data inflasi, indeks langsung melorot karena investor melihat inflasi yang diatas 7% YoY. Namun setelah mencermati bahwa inflasi inti mengalami penurunan, yang menunjukan bahwa ternyata inflasi dapat terkontrol dan asing masih melakukan pembelian, maka investor kembali melakukan akumulasi buy khususnya pada saham2 pertambangan.
Untuk IHSG hari ini, tetap cermati saham2 komoditi terkait dengan masih tingginya harga2 komoditas. Investor juga masih menantikan pengumuman BI rate yang rencananya akan diumumkan jum'at nanti.
Dengan Dow yang ditutup diatas 12.000, maka besar kemungkinan akan membawa angin positif bagi IHSG dan Bursa Asia yang masih buka pada hari ini, mengingat beberapa bursa sudah mulai tutup untuk liburan imlek. Akankah IHSG membagi-bagikan angpao pada hari ini?

HRUM:
Penurunan tertahan di level support 7800, dan candle membentuk hammer
Ada 2 gap atas yang belum tertutup yaitu Gap I di 8250-8400, Gap II di 9050-8900
Stochastic dan MACD downtrending dalam posisi death cross, Volume naik diatas VMA 20 harinya.
Ada peluang untuk menutup Gap pertamanya di 8400.
Support di 7,750-7800, Resistance terdekat di 8,400


ADRO:
Kemaren Asing mencatatkan nettbuy yang cukup besar senilai 135 milliar
Tutup diatas MA 5, Stochastic golden cross berusaha meninggalkan oversold area, MACD mulai berbalik arah untuk naik kembali dan Volume naik cukup besar.
Berpeluang test resist downtend channel di 2550.
Support 2325...2225
Resist 2500...2550


BUMI:
Berhasil menutup Gap nya di 2825-2850

Stochastic dan MACD berpeluang untuk golden cross dan volume perdagangan naik
Berpeluang test resist short termnya di 2975 dan jika break maka akan main dilevel 3000 an kembali.
Buy jika break 3000 dengan volume signifikan dan tetap main pendek selama level 3000 ini tidak dapat ditembus.
Support 2700-2750, Resist 2975-3000



SGRO:
Break resisten downtrend channelnya dan membentuk full bar candle, dengan open=low dan close=high.
Tutup diatas MA 5, Stochastic bergerak sideway di oversold area, MACD berbalik arah mulai naik, volume masih sangat rendah.
Break 2950 berpeluang bermain di level 3000 an kembali
Spekulasi buy di 285-2900, dengan target jangka pendek 3050.
Support 2800...2850
Resist 2950...3050 


Have an Amazing Trade and Good Luck...

Selasa, 01 Februari 2011

Menanti Keluarnya Data Inflasi

Senin kemaren IHSG anjlok 78,443 poin (-2,25%) ke level 3.409,167, total transaksi Rp 5,266 triliun, foreign membukukan nett sell Rp 199,868 miliar. Rupiah ditutup melemah 20 poin ke Rp 9.055/US $. IHSG dan Bursa Global terkena aksi jual akibat sentimen negatif dari kerusuhan di Mesir.
 
Semalam Bursa Wall Street ditutup positif dengan Dow Jones naik 68,23 poin (+0,58%) ke 11.891,93. S&P 500 naik 9,78 poin (+0,77%) ke 1.286,12. Nasdaq naik 13,19 poin (+0,49%) ke 2.700,08. Perbaikan kinerja mengalahkan sentimen Mesir. Sentimen positif datang dari data ekspansi bisnis yang mengalami pertumbuhan tercepat sejak 1988 dan kinerja Exxon Mobil Corp yang berhasil melampaui estimasi analis. Harga minyak naik lebih dari 3% ke level US $92,19/barel kemaren, bahkan sempat  menembus level US$ 100/ barel untuk pertama kalinya sejak 2008, karena kekuatiran kisruh di Mesir dapat menganggu produksi minyak sehingga membuat saham2 energi menguat.

Sementara itu, efek domino dari kerusuhan Mesir menjalar ke Bursa Global. Hampir semua Bursa global kemaren mengalami penurunan. Namun jika melihat penurunan yang dalam pada IHSG kemaren dibandingkan Bursa Regional, tampaknya bukan disebabkan kerusuhan Mesir semata, melainkan disebabkan investor mengantisipasi keluarnya data inflasi yang diperkirakan lebih buruk dari perkiraan. Selain itu tampak beberapa sekuritas yang harus menjual portfolionya guna menyiapkan dana bagi pembayaran IPO Garuda karena nasabahnya "overflowed" (permintaan yang berlebih) saat pemesanan bookbuiding. Tampak salah satu sekuritas pemerintah (DX) yang menjadi penjamin emisi IPO Garuda, melepas banyak saham2 ASII, BBRI, BBNI dan KRAS, sehingga menjadi sekuritas yang mencatatkan nettsell paling banyak. Selain itu sekuritas lainnya (CC) terlihat banyak melepas saham BJBR. Sehingga dengan penurunan kemaren menyebabkan IHSG anjlok hampir sebesar 8% sepanjang bulan Januari 2011, terburuk sejak Oktober 2008.
 
Kemaren banyak saham yang dibuka dengan gap down. Untuk hari ini, cermati data inflasi yang biasanya akan keluar menjelang akhir sesi pertama. Jika inflasi dibawah 0,5% maka kemungkinan indeks akan rebound, maka pilih saham2 BC seperti ASII, BBRI, BMRI, ada kemungkian gapnya akan tertutup. Namun jika inflasi keluar mendekati 1% atau bahkan lebih, maka indeks akan semakin tertekan. 
Cermati juga saham2 berbasis komoditi seiring dengan naiknya harga2 komoditi energi, CPO dan tambang2 logam. 
 
IHSG:
Berada pada zona bahaya dan dalam trend medium bearish
Close dibawah MA5, Stochastic death cross dan MACD slip death cross
Volume penurunan dalam 2 hari ini kecil dibawah VMA 20 harinya
Support 3400...3360...3309
Resist 3430... 3458...3493
 
 
BBRI:
Dibuka gap down, dengan gap di 4950-5050
Jika data inflasi yang keluar bagus, maka berpeluang menutup gap.
Bergerak sideway dalam box trading 4525-5400
Stochastic death cross dalam arah menurun, MACD berbalik arah melemah dan berpeluang death cross
Spekulasi BOW di level 4550-4725, level cutloss dibawah 4550
Support 4725...4525
Resist 4975...5050...5200
 

TINS:
Harga komoditi timah naik menembus $ 30.000, dan Asing masih melakukan nettbuy sebesar 33 milliar.
Berpeluang menutup gap nya di 2700-2725
Stochastic uptrending menuju overbought area, MACD melemah dalam posisi golden cross
Spekulasi BOW pada support2nya.
Support 2700...2625
Resist 2800...2900
 
 
Cermati juga saham rekomendasi kemaren BMRI dan SMGR. Perhatikan indikator2 nya dan support2 nya. Untuk BMRI lakukan spekulasi buy di level 5700-5850, sedangkan SMGR akan sangat bagus jika bisa dapat dibawah harga 7500 dengan level cutloss dibawah 7250.
 
Have an Amazing Trade and Good Luck...

Minggu, 30 Januari 2011

Kerusuhan di Mesir Membayangi Bursa Global

Jum'at lalu, IHSG ditutup melemah 27,014 poin (-0,77%) ke level 3.487,610, total transaksi Rp 6,8 triliun (ada crossingan saham SOBI di market Nego sebesar 2,7 triliun), dan foreign membukukan nettsell sebesar 258 millar.
 
Penutupan perdagangan akhir pekan Dow Jones turun 166,13 poin (-1,4%) ke 11.823,70, S&P 500 merosot 23,20 poin (-1,8%) menjadi 1.276,34, dan Nasdaq anjlok 68.39 poin (-2.48%) ke 2,686.89.
Bursa Dow Jones ditutup melemah tajam, setelah secara weekly mengalami kenaikan 8 minggu berturut-turut dan menguji support uptrend channel.
Sementara itu, harga minyak dunia melonjak 4,3% pada penutupan perdagangan akhir pekan menjadi US $ 89,34/barrel, disebabkan kerusuhan di Mesir, dan didorong oleh berita bahwa ekonomi AS tumbuh pada laju tercepatnya dalam 5 tahun pada 2010. PDB AS meningkat sebesar 3,2% pada kuartal IV tahun 2010, meningkatkan harapan permintaan minyak meningkat.
 
Penurunan Dow Jones diperkirakan akan membuat Bursa Asia dan IHSG dibuka merah senin besok. Sentimen negatif datang dari Kerusuhan di Mesir akan menjadi fokus investor pada pekan depan. Investor akan melihat sejauh mana dampak kerusuhan di Mesir, kekhawatiran demonstrasi yang mirip pro-demokrasi seperti yang terjadi di Tunisia, Yaman dan Yordania, dikhawatirkan menyebar di tempat lain kawasan tersebut, dapat mengganggu stabilitas Timur Tengah yang merupakan produsen minyak terbesar dunia. Diperkirakan Bursa Global (US dan Eropa) yang telah mengalami rally kenaikan selama berminggu2, akan menjadikan krisis di Mesir itu sebagai alasan untuk melakukan profit taking dan diperkirakan akan ada koreksi dalam jangka pendek. 
 
Lalu bagaimana dengan IHSG pekan depan?
Investor tampaknya akan memantau data inflasi yang akan keluar pada hari selasa, dan kebijakan BI Rate pada RDG BI minggu ini. Jika inflasi keluar mendekati 1% atau lebih berarti inflasi tahunan akan diatas 7%, hal ini akan menjadi tekanan pada BI untuk segera menaikan BI Rate. Tetapi jika inflasi keluar dibawah 0,5% (kecil sekali kemungkinan ini terjadi, karena akhir pekan lalu BPS menyatakan inflasi Januari 2011 mendekati 1%, dengan harga beras, cabai dan gula sebagai pemicu utama), maka diperkirakan indeks akan rebound kembali.
Jika melihat situasi saat ini baik dari internal maupun ekternal, sentimen negatif tampaknya lebih dominan mempengaruhi indeks pekan depan. Maka sebagai investor kita harus tahu apa yang harus diperbuat. Jika kita melihat resiko yang lebih besar dari pada reward, kita tidak perlu memaksakan diri untuk masuk ke pasar. Menjadi penonton akan lebih bijaksana sambil menunggu datangnya arah kepastian.
 
IHSG:
IHSG harus mewaspadai penurunan Bursa Global.
Tutup diatas MA 5, Indikator stochastic naik dalam posisi golden cross, MACD hampir golden cross
Waspadai penurunan indeks dibawah 3450-3455, jika disertai dengan volume besar dan asing melakukan nettsell kembali dalam jumlah besar serta nilai tukar Rupiah tertekan terhadap US $, maka ada baiknya untuk keluar dulu dari market.
Support 3400...3428...3455
Resisten 3500...3530...3550
 
BMRI:
Cum Date Right Issue tanggal 7 Februari 2011, dan perdagangan Right dari tanggal 14 s/d 21 Februari 2011, kemungkinan harga sahamnya dijaga agar RI nya sukses. Selain itu BMRI akan mendapatkan sejumlah dana sebesar 1,4 triliun dari IPO Garuda Indonesia, hal ini menjadi sentimen positif bagi BMRI karena akan memperkuat permodalan keuangannya. 
Stochastic uptrending dalam posisi golden cross
MACD golden cross dalam arah uptrending
BOW di level 5700-5900
Support 5900...5700...5350
Resisten 6150...6300...6550
 
 
SMGR:
Sepanjang 2010, SMGR memprediksi pendapatan mencapai Rp 14,3 triliun naik 10% dan laba prognosa sebesar Rp 3,63 triliun. Menguasai 43% pangsa pasar semen di Indonesia, dan memproyeksikan laba bersih Rp 4,17 triliun di 2011. Berencana mengakuisisi perusahaan semen di Malaysia, serta sedang membangun 2 pabrik baru akan membuat kinerja kedepan sangat bagus. Dengan kinerja yang solid dan prospek kedepan yang bagus maka penurunan harga akan membuat valuasinya menarik.
Secara TA masih melemah, Stochastic death cross, MACD downtrending dalam posisi death cross.
Kemaren Asing mencatatkan nettsell cukup banyak hampir 87 milliar.
Penurunan kemaren menciptakan gap di 7900-7950
Sangat baik jika bisa dapat dibawah harga 7500, maka gunakan strategy BOW di level 7250-7500
Support 7700...7500...7250
Resisten 7950...8150...8400
 
 
Have an Amazing Trade and Good Luck...

Jumat, 28 Januari 2011

IHSG akan Konsolidasi Kembali

Kamis kemaren IHSG naik tipis 12,907 poin (+0,36%) ke 3.514,624, total transaksi Rp 6,04 triliun, dimana foreign nett buy Rp 723,360 miliar. Rupiah ditutup menguat 10 poin di Rp 9.030/US $.
Semalam Dow Jones naik kurang dari 0,1% menjadi 11.989,83, S&P 500 naik 0,2% menjadi 1.299,54 dan Nasdaq naik 15.78 poin (+0.58%) menjadi  2,755.28. Dengan demikian, sudah lima hari terakhir, indeks S&P 500 melesat naik 1,5%. Tingkat kepercayaan mulai membaik, penjualan rumah juga meningkat, namun angka pengajuan klaim pengangguran yang lebih tinggi ketimbang prediksi.

Pada perdagangan kemaren, indeks menguat sepanjang Sesi I, dan awal sesi 2, namun 1 jam menjelang penutupan IHSG terkena aksi ambil untung, karena penguatan yang lebih dari 5% selama 3 hari. Profit taking melanda saham2 unggulan yang memang sudah menguat tajam sejak indeks rebound 3 hari lalu.
Berita negatif yang dipakai alasan oleh investor untk melakukan profit taking adalah diturunkannya Peringkat kredit Jepang oleh S&P dan Fitch Rating, menjadi AA- karena kekhawtiran PM Jepang tidak akan mampu untuk mengatasi utang Jepang, serta rumor yang mengatakan banyak sekuritas yg "terganjal" IPO Garuda karena nasabah "overflowed" saat pemesanan bookbuiding, sehingga harus menjual portfolio nya untuk menyiapkan dana bagi pembayarannya.
Hari ini jum'at, biasanya trader mengurangi posisi dan melakukan profit taking, ditambah dengan penguatan kemaren yang sudah mulai terbatas, maka disarankan untuk lebih berhati2. Namun kemaren asing melakukan nettbuy yang semakin besar, terutama pada saham ASII (218 mlliar) dan BBRI (123 milliar). Bulan ini tinggal 2 hari perdagangan, dan setelah itu awal bulan akan keluar data inflasi yang ditunggu2 oleh investor, sehingga besar kemungkinaannya IHSG masih akan konsolidasi dulu di level 3455-3570 dalam 3 hari kedepan.
Semalam dalam penutupan perdagangan, harga minyak dunia turun ke level US $85/barrel, namun harga komoditi logam seperti nickel dan timah malah mengalami kenaikan, sehingga cermati juga saham2 seperti ANTM, INCO dan TINS.  
IHSG:
Diperkirakan akan konsolidasi dulu setelah kenaikan selama 3 hari.
Stochastic golden cross dalam arah uptrending, MACD berpeluang golden cross dan Volume naik diatas VMA 20 days.
Jika IHSG turun dibawah 3454 dengan volume yang besar, maka ada baiknya lakukan penjualan lebih dulu, namun jika melihat asing yang mulai nettbuy dan bursa global yang cenderung bergerak sideway maka besar kemungkianan IHSG akan konsolidasi dulu.

INDY:
Tutup diatas MA 5, namun kenaikan tertahan oleh MA 50
Stochastic golden cross di oversold area, MACD death cross dalam posisi downtrend, Volume meningkat diatas VMA 20 days.
BOW on support2 nya
Support 4250... 4125
Resist 4450... 4600
TINS:
Dibuka dengan gap di 2700-2725
Kenaikan tertahan oleh reisiten downtrend cahannel
Stochastic golden cross arah uptrending, MACD golden cross dengan histogram bar diatas centre line, volume meningkat signifikan 3 kali VMA 20 days.
Kemaren Asing mencatat nettbuy banyak sebesar 66 M
Support 2700, resisten 2875
Break 2900 berpeluang untuk bermain dilevel 3000 an kembali.  
Have an Amazing Trade and Good Luck...

Kamis, 27 Januari 2011

Sinyal Rebound Mulai Nampak pada IHSG

Rabu kemaren IHSG melonjak 67,811 poin (+1,97%) ke level 3.501,717, total transaksi Rp 5,5 triliun, dimana foreign nett buy Rp 537,135 miliar. Rupiah menguat tipis di posisi Rp 9.040/$. Penguatan IHSG dibantu oleh penguatan saham2 perbankan, sedangkan yang menjadi satu-satunya penghambat laju kenaikan indeks adalah sektor perkebunan.
 
Semalam Bursa Wall Street ditutup naik tipis, dengan Dow Jones naik 8,25 poin (+0,07%) ke 11.985,44, S&P 500 naik 5,45 poin (+0,42%) ke 1.296,63, dan Nasdaq naik 20,25 poin (+0,74%) ke level 2.739,50. Kenaikan dipicu karena The Fed berjanji melanjutkan rencana pembelian obligasi sebesar US$ 600 miliar yang dapat memperkuat dolar AS, serta harapan ekuitas untuk terus mendapat likuiditas. Dalam pidato tahunan di depan konges, Presiden Obama mengusulkan pembekuan pengeluaran domestik selama 5 tahun ke depan, langkah ini sangat positif dan diharapkan oleh pasar serta dapat mengurangi defisit nasional AS.
 
IHSG akhirnya kembali ke level 3500, setelah pada sesi pertama indeks bolak balik ke zona merah dan hijau. Penguatan IHSG dimotori oleh ASII yang bergerak kembali ke level 50.000, dan diikuti oleh saham2 perbankan. Asing kembali masuk dan melakukan nettbuy yang lebih besar dari hari sebelumnya. Kenaikan indeks yang besar dalam 2 hari terakhir sudah cukup tinggi, sehingga dapat memicu profit taking. Namun jika market masih mendukung tidak ada salahnya membuat profit saham anda terus berlari.
 
Saham2 yang masuk rekomendasi kami 2 hari lalu, seperti BBRI, BBTN dan INTP telah memberikan profit sebesar 8% (Selamat kepada pembaca blog ini yang telah membeli saham2 tersebut). INTP sudah masuk ke target kami di 14.600-15.000. Untuk BBRI jika tidak dapat menembus 5400, maka ada baiknya untuk profit taking dulu. Sedangkan BBTN masih akan mencoba mencapai target kami di 1510-1560 (lihat postingan Selasa 25 Januari 2010).
Untuk saham rekomedasi kemaren, AKRA tampaknya masih akan melanjutkan penguatannya. Sedangkan untuk DOID disarankan untuk lakukan profit taking di level 1400-1450, sebab jika turun kembali akan membentuk pola Head & Shoulder.
 
Untuk rekomendasi hari ini, cermati saham2 berikut ini:
ASII:
Asing masih melakukan nettbuy sebesar 107 Milliar
Kembali bermain di level 50.000 setelah break area konsolidasinya
Close diatas MA 20, Stochastic uptrend golden cross dan MACD golden cross dengan histogram bar diatas centre line.
Lakukan BOW di 50.000, dengan target ke 53.000
Support 50.100... 49.500
Resist 51.250...52.950
 
 
BMRI:
BMRI sedang dalam "Proses Akumulasi" dimana harga turun tertahan dibawah, namun volume naik signifikan.
Break resisten short term downtrend channelnya dengan volume yang besar
Stochastic golden cross meninggalkan oversold area, MACD mulai golden cross
Strong buy dengan target ke 6900-7000an dan level cutloss jika close dibawah 5500
Support 5700... 5500
Resisten 6150...6350...6600
 
 
BJBR:
Terlihat BJBR sedang dalam "Proses Akumulasi", dimana harga saham turun tertahan didasar namun volume naik signifikan.
Break resisten short term downtrend channel, dengan volume yang besar.
Stochastic golden cross di oversold area, MACD mulai golden cross.
Strong buy disekitar 1180-1220, dengan target short term ke 1400-1500
Level cutloss jika close dibawah 1120.
Support 1200...1170...1130
Resisten 1240...1300...1410
 
 
ICBP:
Rencana ICBP menaikkan harga mi instan sebesar Rp 100/bungkus menjadi sentimen positif.
Break resist short term downtrend line.
Berhasil tutup diatas MA 20, Stochastic uptrend golden cross dan MACD baru golden cross dengan histogram bar diatas centre line.
Jika mampu break 4850 berpeluang bermain di level 5000 kembali.
Support 4650...4525... 4350
Resist 4850... 4975  
 
 
Have an Amazing Trade and Good Luck...

Rabu, 26 Januari 2011

IHSG Rebound ataukah cuma sekedar Pull Back ??

Selasa kemaren IHSG melompat 87,845 poin (+2,62%) ke level 3.433,906, total transaksi Rp 5,604 triliun, dimana foreign nettbuy Rp 331,83 miliar. Rupiah menguat di posisi Rp 9.045/$ US. Indeks mulai menguat setelah 3 hari mengalami koreksi dalam. Penguatan bursa regional yang merespon kenaikan bursa global (dari kenaikan Dow Jones), memicu sentimen positif IHSG.
 
Semalam Bursa Wall Street berakhir flat, dengan Dow Jones ditutup melemah 3,33 poin (-0,03%) ke level 11.977,19, S&P 500 naik tipis 0,34 poin (+0,03%) ke level 1.291,18 dan Nasdaq menguat 1,70 poin (+0,06%) ke level 2.719,25. Saham-saham baru bergerak menguat di akhir sesi, setelah melemah di awal perdagangan karena laporan keuangan yang mengecewakan dari 3M dan Johnson & Johnson. Namun optimisme terhadap keseluruhan laporan keuangan akhirnya mampu menutup kekecewaan itu.

Setelah mendapat tekanan hampir selama 2 minggu ini, IHSG kembali mengalami rebound. Dana asing  mulai mengalir masuk kembali ke bursa kita dengan nettbuy sebesar 331 Miliar. Namun perlu waspada karena kenaikan kemaren belum berarti IHSG sudah aman, bisa saja cuma pantulan pull back karena sudah tertekan sangat dalam. Seperti tanggal 12 Januari lalu, dimana IHSG mengalami pull back setelah tertekan dalam dan minggu lalu jatuh lebih dalam lagi. Kenaikan IHSG kemaren dimotori oleh saham2 grup Astra dan hampir semua saham Blue Chip (BC).
 
Lalu bagimana dengan hari ini?
Peluang berlanjutnya penguatan IHSG hari ini masih terbuka sejalan dengan aksi investor asing yang kemarin mulai membukukan pembelian bersih, meski tidak signifikan. Namun potensi perlemahan juga perlu diwaspadai, karena volume perdagangan kemaren masih di bawah rata-rata, dan fase medium bearish belum berakhir.
Tetap cermati saham2 BC yang menjadi sektor pengerak IHSG, jika masih melanjutkan kenaikkannya  dengan dukungan volume yang besar serta asing masih melakukan nettbuy dalam jumlah yang lebih besar dari kemaren, maka IHSG diperkirakan akan benar2 rebound dan tidah hanya sekedar pull back. Waspadai saham2 komoditi seperti coal sector, cpo sector dan tambang2 logam karena penurunan harga komoditasnya. Cermati dulu saham2 banking, sebab jika inflasi yang akan diumumkan minggu depan (awal bulan) tidak seburuk perkiraan maka banking sector-lah yang akan memimpin rebound IHSG.  
 
IHSG: 
IHSG naik signifikan namun tidak disertai dengan volume yang besar, dimana volume dibawah rata-rata VMA(Volume Moving Average) 20 harinya.
Tutup tepat diatas MA 5, stochastic golden cross di oversold area, dan MACD mulai ada tanda pembalikan arah.
IHSG belum lepas dari downtrend channelnya, dan jika mampu break resisten di 3455, maka akan masuk area konsolidasi dulu di level 3455-3570 an.
Support 3419... 3400... 3380
Resist 3455... 3500
 
 
ASII:
Investor Asing mulai mengumpulkan kembali saham ini dengan nettbuy sebesar 174 M
Kenaikan tertahan oleh sabuk tengah BB yaitu MA 20
Masih bergerak sideway dalam area trading 45.750-49.750
Stochastic golden cross dan uptrending
MACD golden cross dengan histogram bar diatas centre line untuk pertama kalinya
Jika tidak mampu tembus diatas 49.800, ada baiknya lakukan sell dulu, karena kemungkian harga masih bergerak sideway. Namun jika mampu tembus, maka akan bermain di level 50.000-52.000 an kembali. 
Support 48.250... 46.700
Resisten 49.700... 52.000
 
 
BBRI:
Melanjutkan postingan rekomendasi kemaren, pola abandoned baby terbukti menjadi reversal kuat dan mampu break resisten downtrend channelnya.
Asing melakukan nettbuy sebesar 75 M.
Stochastic dan MACD golden cross arah uptrending
Support 4850-4900
Resist 5350...5550
 
 
AALI:
Candle membentuk pola bullish engulfing, yang merupakan reversal untuk konfirmasi buy.
Membentuk support kuat di 21.250, namun kenaikan tertahan oleh MA 5.
Stochastic golden cross diarea oversold, dan MACD berpeluang untuk golden cross
Lakukan BOW di area 22.250-22.350, target arah terdekat 24.500-25.000, dengan stop loss jika close dibawah 21.200
Support 22.350... 21.250
Resist 23.600... 24.200... 25.000
 
 
DOID: 
Candlestick menunjukan reversal pembalikan arah dengan volume meningkat diatas VMA 20 harinya
Stochastic golden cross di oversold area
Support 1280... 1230
Resist 1340...1410
 
 
AKRA:
Hari ini merupakan agenda RUPS terkait penjualan PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk kpd Cargil International Luxemberg.
Candle membentuk bullish harami, yang merupakan bottom reversal untuk konfirmasi buy.
Kenaikan didukung oleh volume diatas VMA 20 days.
Stochastic berpelung golden cross di oversold area, MACD death cross dan masih downtrend
Support 1410... 1390
Resist 1470... 1510 
 
 
Have an Amazing Trade and Good Luck...