Kamis, 13 Januari 2011

IHSG Berhasil Rebound

Rabu kemaren IHSG melonjak 99,639 poin (+2,88%) ke level 3.554,766, dengan total transaksi sebesar Rp 6,883 triliun, dimana asing masih melakukan penjualan bersih (foreign nett sell) sebesar Rp 511,573 miliar. Meski asing masih melepas saham, aksi beli investor institusi lokal mendorong indeks menguat. Indeks berhasil rebound setelah 4 hari berturut-turut anjlok dengan cukup dalam. Sentimen positif dari bursa global dan regional juga turut membantu penguatan indeks.
 
Semalam Dow Jones ditutup naik 83,48 poin (+0,72%) ke level 11.755,36, S&P 500 naik 11,47 poin (+0,90%) ke level 1.285,95, dan Nasdaq naik 20,50 poin (+0,75%) ke level 2.737,33. Wall Street berhasil ditutup positif setelah kekhawatiran masalah utang Eropa mereda serta saham2 perbankan dan komoditas yang mendorong indeks positif. Masalah surat utang di Portugal mereda mendorong pelaku pasar berani beralih ke aset berisiko. Pelaku pasar berspekulasi bahwa Menteri Keuangan Zona Eropa akan menyelamatkan keadaan Eropa.

Seperti yang diprediksikan kemaren bahwa faktor positif dari bursa global dan kenaikan harga2 komoditas dapat menjadi sentimen positif bagi IHSG, terbukti IHSG mampu mengalami teknikal rebound dengan dipimpin oleh saham2 sektor komoditi. Diperkirakan untuk hari ini IHSG masih mampu melanjutkan kenaikannya, karena sentimen positif dari China dan Jepang yang berkomitmen menyerap penerbitan obligasi di Eropa yang untuk sementara ini dapat meredam masalah krisis hutang eropa dan juga dari ekspektasi membaiknya laba perusahaan2 di AS yang akan dirilis sehingga membuat bursa global masih menguat, tercatat bursa US dan Eropa naik cukup signifikan. Selain itu harga2 komoditas yang masih menguat dapat menjadi angin segar bagi saham2 komoditi, dimana pada penutupan perdagangan kemaren harga minyak dunia berada pada level US $92,10/barrel, dan nickel naik 1200 menjadi 22.900, timah juga naik 400 menjadi 26.950.
Sedangkan secara TA, beberapa saham di IHSG sudah mulai memunculkan sinyal buy walaupun sinyal tersebut belum terlalu kuat karena adanya beberapa indikator yang belum confirm sempurna. Tetap waspada dan bermain cepat sebab arah market secara medium term belum ada kepastian dan juga asing masih melakukan nettsell meskipun sudah mulai mereda.
 
 
TLKM:
Asing melakukan nettbuy yang cukup besar hampir 145 M
Stochastic golden cross berpotensi meninggalkan oversold area, MACD histogram mulai hijau
Ada gap di 7600-7650, dan berpeluang untuk menutup gap tersebut
Ada 2 resisten yang akan menahan kenaikan TLKM yaitu resist trendline di 7800 yang juga merupakan MA20 nya, dan jika level itu dapat ditembus akan menjadi trigger menuju level 8000
Support 7100...7350
Reisiten 7650... 7800
 
INDF:
Asing melakukan nettbuy sebesar 32 M
Stochastic dan MACD berpeluang golden cross, volume rebound meningkat diatas VMA 20 days
Kenaikan tertahan oleh MA 20
Support 4450... 4600
Resist 4825... 5000
 
INDY:
Asing melakukan netbuy 15 M
Stochastic dan MACD berpeluang golden cross, volume rebound meningkat diatas VMA 20 days
Berhasil tutup diatas MA5, dimana MA5>MA20>MA50>MA200, yang berarti bullish
Support 4650...4875
Resist 5100...5300...5550
 
AKRA:
Rebound dari support trendlinenya
Membentuk full Marubozu bullish candle setelah 1 hari sebelumnya doji, ini merupakan sinyal positif
Stochastic goldencross meninggalkan oversold area, MACD histogram mulai hijau dan berpeluang golden cross di area centreline, kenaikan tertahan oleh MA50
Rumor AKRA akan membagikan dividen dalam jumlah yang cukup besar setelah menjual SOBI ke Cargil Inc menjadi sentimen positif untuk saham ini.
Support 1520... 1590
Resist 1670...1730
 
WIKA:
Candle membentuk pola bullish engulfing, yang berarti bull mulai mengontrol bear.
Candle berhasil masuk kembali kedalam bolinger dan tutup diatas MA5
Stochastic golden cross berpotensi keluar dari oversold area, MACD histogram mulai hijau
Support 590...620
Resist 670...690
 
 
Have an Amazing Trade and Good Luck...
 

Rabu, 12 Januari 2011

IHSG siap ikuti Rebound Market Global, Mampukah??

Selasa kemaren IHSG masih turun 23,422 poin (-0,68%) ke level 3.455,127, dengan total transaksi senilai Rp 7,235 triliun, dimana asing masih melakukan penjualan bersih (foreign nett sell) sebesar Rp 1,344 triliun. Indeks gagal mencetak rebound, padahal pada awal perdagangan sempat menguat hingga 70 poin. Kekhawatiran akan tingginya inflasi di bulan Januari ini masih membayangi investor, terlebih lagi tidak adanya rencana maupun langkah nyata dari pemerintah untuk meredam laju inflasi membuat investor Asing melanjutkan melepas portfolionya. Hal ini membuat investor lokal mulai ikut2an panik setelah melihat asing masih melepas sahamnya.

Semalam Dow Jones menguat 34,43 poin (+0,30%) ke level 11.671,88, S&P 500 juga menguat tipis 4,73 poin (+0,37%) ke level 1.274,48 dan Nasdaq menguat 9,03 poin (+0,33%) ke level 2.716,83.
Lonjakan harga minyak mentah dunia langsung menopang kenaikan saham-saham energi. Namun saham konsumer dan transportasi melemah karena kekhawatiran tingginya biaya bahan bakar akibat melonjaknya harga minyak. Perdagangan berjalan tidak terlalu ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange sebanyak 7,2 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 8,47 miliar lembar saham.
 
Tips trading Rabu 12 Januari 2011:
Banyak faktor positif yang mulai muncul diharapkan mampu membuat IHSG rebound pada hari ini. Terlepas dari apakah IHSG benar2 rebound atau hanya akan mengalami pullback lagi, beberapa sentimen positif itu adalah:
1. Bursa regional Asia kebanyakan mulai balik arah dan mengalami rebound, ditambah juga dengan bursa Eropa yang mencatatkan kenaikan lumayan besar diatas 1% dan bursa US semalam juga melanjutkan kenaikannya lagi.
2. Secara intraday IHSG juga sudah terlalu oversold sehingga ada kemungkinan untuk mengalami technical rebound sementara.
3. Harga2 komoditi mulai naik kembali, dimana pada penutupan perdagangan kemaren harga minyak sudah kembali naik di level US $90/barrel, Investor dibuat khawatir oleh masalah pasokan akibat adanya penutupan jaringan pipa Trans Alaska, dimana pipa sepanjang 1.300 kilometer di Trans Alaska itu 'menguasai' 12% dari produksi minyak di AS. Selain itu harga2 komoditi lainnya juga merangkak naik seperti nickel yang naik 825 menjadi 24.700, timah juga naik 275 menjadi 26.550.
4. Berita Reuters melaporkan bahwa Jepang sedang mempertimbangkan untuk membeli sekitar 20 persen dari obligasi zona euro yang akan diterbitkan pada Januari ini untuk mengumpulkan dana guna mendukung utang Irlandia, sehingga umtuk sementara dapat mengurangi kecemasan dari krisis hutang di zona eropa.
5. Ekspektasi akan bagusnya laporan keuangan perusahaan2 besar US yang mulai rilis pekan ini.

Sedangkan yang menjadi sentimen negatif adalah masih besarnya Asing melepas portfolionya. Tercatat selama 4 hari penurunan bursa, asing telah melakukan netsell lebih dari 4,5 triliun. Dan jika bursa regional asia khususnya emerging market sudah mulai rebound, namun IHSG tidak juga mampu rebound, berarti ada "something wrong" dengan keadaan Indonesia yang dikhawatirkan oleh investor asing. Saat ini investor sedang mencermati langkah apa yang akan diambil oleh pemerintah untuk meredam inflasi. Perkiraan analis Credit Suisse Group (Robert Prior Wandesforde) yang dirilis kemarin menyebutkan BI berpeluang menaikkan BI Rate hingga 100 bps dari Maret sampai Agustus guna meredam lonjakan inflasi.
Tetap disarankan untuk bermain cepat dalam kondisi market seperti ini, karena secara technical masih memungkinkan IHSG untuk turun kembali sampai mencapai titik terendahnya sebelum benar2 rebound.  

ASII :
Seperti perkiraan kemaren bahwa gap atas berpeluang ditutup, dan setelah itu turun kembali.
Asing masih aggresive melepas saham ini, tercatat net sell sebesar 263 M. 
Secara teknikal  masih cenderung konsolidasi dengan kemungkinan masih turun.
Range trading saat ini ada di 46.000-49.500, akan sangat bagus jika mampu ditutup kembali diatas 49.600, dengan level cutloss jika tutup dibawah 45.900.


UNTR:
Kamaren asing mejual saham ini dengan volume yang besar, net sell 85 M
Stochastic dan MACD masih melemah dan turun
Spekulasi buy diarea 20.100-20300, karena ada 2 support disana, yaitu support kuat 20.250 dan garis MA200


INCO:
Kenaikan komoditi nickel kembali menjadi sentimen positif bagi INCO
Secara TA penurunan masih dapat berlanjut walau sudah terbatas
Stochastic dan MACD masih melemah dan turun
Spekulasi buy diarea 4400-4450, karena ada 2 support disana, yaitu support kuat 4425 dan garis MA200


ANTM:
Harga komoditi nickel dan emas mulai rebound kembali
Stochastic turun mendekati oversold area dan MACD masih turun
Penurunan tertahan oleh 2 supportnya yaitu support kuat di 2225 dan oleh garis MA 200.
Akan sangat baik jika mampu naik dan ditutup diatas 2400
Level cutloss jika tutup di bawah 2200
Support 2225-2250, Resist 2400



Have an Amazing Trade and Good Luck...

Selasa, 11 Januari 2011

Investor Asing keluar dari Emerging Market

Senin kemaren, IHSG terpuruk 152,904 poin (-4,22%) ke level 3.478,549, dengan total transaksi senilai Rp 8,629 triliun, dimana Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 1,63 triliun. Tingginya tingkat kekhawatiran investor terhadap besaran inflasi di bulan Januari 2011 ini membuat bursa saham tertekan. Banyak sekali sentimen negatif yang diperkirakan akan memicu besaran inflasi, seperti menguatnya harga minyak dunia dan harga komoditas lainnya serta harga pangan, pemberlakuan kenaikan TDL industri dan pembatasan subsidi BBM juga menjadi sentimen negatif. Selain itu keluarnya dana asing dari bursa saham juga menjadi penyebab utama koreksi yang terjadi.
 
Semalam Bursa Wall Street ditutup dengan mixed, dimana Dow melemah 37,31 poin (-0,32%) ke level 11.637,45, S&P 500 juga melemah 1,75 poin (-0,14%) ke level 1.269,75 namun Nasdaq menguat 4,63 poin (+0,17%) ke level 2,707,80. Indeks saham di bursa Wall Street berhasil memperkecil penurunannya pada akhir penutupan berkat prospek laporan keuangan emiten yang lebih baik yang akan mulai rilis minggu depan. Ekspektasi itu mampu meredam kekhawatiran investor seputar krisis utang Portugal yang harus meminta bailout untuk mengatasi krisis utangnya. Namun kekhawatiran itu memudar karena adanya pembicaraan dukungan dari Bank Sentral Eropa. 
 
Tips trading untuk Selasa 11 Januari 2011 :
Faktor2 yang menjadi sentimen negatif buat IHSG:
1. Ketakutan investor akan tingginya inflasi yang akan memicu naiknya BI rate, setelah Morgan Stanley mengatakan, bahwa BI kemungkinan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin mulai bulan depan untuk meredam tekanan inflasi.
2. Investor asing melakukan penjualan saham secara massive. Jika kemaren cuma ASII, TLKM dan sektor banking, namun hari ini hampir semua sektor saham terkena aksi jual oleh asing. Dan tampaknya koreksi juga terjadi di hampir semua bursa saham negara2 emerging market. Terlihat di regional Asia hampir semua pasar terkoreksi seperti IHSG, yaitu Bursa Bombay turun 467.69 (-2.38%), Bursa Shanghai turun 46.42 (-1.64%), bahkan bursa Bangladesh, Dhaka Stock Exchange anjlok hingga 9,25% hanya 1 jam setelah pembukaan perdagangan sehingga otoritas bursa Bangladesh harus menghentikan sementara perdagangan sahamnya ( baca di: http://www.detikfinance.com/read/2011/01/10/152344/1543246/6/indeks-saham-anjlok-investor-bangladesh-ngamuk ). Penyebab utama dari semua itu adalah membaiknya ekonomi AS meski masih terdapat beberapa faktor risiko. Hal ini menyebabkan 'flight to quality' dari aset-aset di negara emerging market kembali ke AS.
3. Dari sisi faktor ekternal, beberapa negara seperti China dan India kini tengah mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuannya.
4. Selain itu berita dari krisis eropa yang kembali mencuat, diberitakan bahwa tekanan terhadap Portugal meningkat dari Jerman, Perancis dan negara2 lain di zona tersebut agar mencari bantuan keuangan dari Uni Eropa dan IMF untuk menghentikan penyebaran krisis utang di wilayah tersebut.

Hampir tidak ada faktor yang menjadi sentimen positif buat IHSG saat ini, namun secara TA, masih ada potensi techincal rebound "terbatas" karena secara intraday sudah oversold, tapi sekali lagi sifatnya hanya pantulan sementara. Sehingga disarankan untuk bermain cepat.

Untuk itu saya tidak akan memberikan rekomendasi banyak saham, karena pada situasi seperti ini TA tidak akan terlalu akurat, disebabkan market lebih banyak dipengaruhi oleh psikologi trading dari para pelaku pasar. Hanya saham ASII yang akan saya bahas, mengingat jika terjadi rebound, biasanya saham ini yang bergerak dulu. Cermati juga saham BBRI yang hari ini sudah mengalami stok split 1:2 dan biasanya jika sektor banking rebound, saham ini termasuk yang rebound duluan.

IHSG:
Penurunan IHSG dalam 3 hari berturut-turut semakin besar disertai dengan volume yang semakin besar pula (turun 311 point dalam 3 hari).Asing 3 hari ini melakukan net sell lebih dari 3,5 triliun
Break garis Support double bottom di 3529
Berdasarkan pola penurunan tersebut (3789-3529=260 poin) maka berpeluang menuju 3269 (dari 3529-260 poin=3269) dan sebagai support pertahanan kuatnya adalah garis MA 200 (garis warna hijau) yang saat ini berada di 3193
Untuk saat ini support ada di fibo 127% di 3458 (mudah2an tidak jebol lagi karena panik selling) maka ada potensi untuk rebound "sementara" dengan resist di 3529 (support yang menjadi resistnya untuk saat ini)

ASII:
Candle keluar dari batas bawah bolinger band, sehingga berpeluang untuk masuk kembali.
Indikator William menunjukan adanya tanda reversal
Ada gap atas di 48250-48750 yang berpeluang ditutup jika terjadi pantulan keatas kembali.
Namun jika melihat candle yang tutup di bawah MA 200, dan volume penjualan yang tinggi serta asing yang aggresive melepas saham ini, maka diperkirakan penjualan masih akan berlanjut, terlepas dari apakah gap nya akan ditutup lebih dulu atau tidak.

Have an Amazing Trade and Good Luck...
 

Senin, 10 Januari 2011

Tips Trading Senin 10 Januari 2011

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (7/1/2011), IHSG turun 104,804 poin (-2,81%) ke level 3.631,453, dengan total transaksi sebesarRp 6,656 trilliun, dimana Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 1,51 triliun.
Ada beberapa hal yang menyebabkan IHSG mengalami koreksi yang begitu besar pada akhir pekan lalu, antara lain:
1. Secara TA, IHSG berada pada posisi Triple Top disekitar 3789, hal ini menyebabkan para Trader untuk mengambil posisi profit taking setelah rally akibat window dressing pada akhir tahun.
2. Indeks melorot seiring dengan anjloknya beberapa harga komoditas dunia akibat penguatan dollar AS. Tercatat harga minyak dunia yang kembali turun dibawah $ 90/barrel.
3. Inflasi yang tinggi terutama berkaitan komoditas pangan yang diramal bakal naik 7% hingga 8% yang disebabkan oleh cuaca yang ekstrem pada berbagai belahan dunia. Hal ini membuat investor berspekulasi bahwa jika inflasi tinggi, maka besar kemungkinan BI akan menaikkan suku bunga acuannya.
4. Spekulasi lain adalah pendapat bahwa penurunan IHSG disebabkan adanya pengalihan dana oleh investor asing ke pasar Amerika Serikat, yang disebabkan oleh kondisi di AS yang sedang mengalami pemulihan. Para investor terutama asing, yang sudah mendapatkan keuntungan besar dari emerging market, kembali mengalihkan dananya ke AS.

Sementara itu pada penutupan perdagangan akhir pekan di Wall Street, Dow Jones ditutup melemah 22,55 poin (-0,19%) ke level 11.674,76; S&P 500 turun tipis 2,35 poin (-0,18%) ke level 1.271,50 dan Nasdaq terkoreksi 6,72 poin (-0,25%) ke level 2.703,17. Wall Street terkoreksi menyusul putusan bersalah oleh pengadilan dalam kasus perbankan sehingga membuat investor melepas saham2 bank. Belum lagi ditambah pengumuman data pengangguran dimana dilaporkan masih banyak warga Amerika yang mencari pekerjaan kendati angka pengangguran mulai surut.
Selain itu secara TA, Dow Jones yang sudah bergerak naik selama 6 minggu terakhir harus diwaspadai sebab indicator MACD, Stochastic dan juga RSI terlihat cenderung membentuk negative divergence. Bila ditutup dibawah 11.400, maka Dow akan berpotensi untuk kembali terkoreksi ke level 11.000.

Lalu bagaimana dengan perdagangan IHSG pada pekan depan? Beberapa faktor yang masih menjadi "Strength" (faktor kekuatan) bagi IHSG adalah:
1. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan masih akan tumbuh sebesar 6,3%-6,4% sepanjang 2011 ini. 
2. Faktor peringkat Indonesia yang diperkirakan akan naik menjadi investment grade masih memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar. 
3. Outlook makroekonomi Indonesia yang masih stabil terlihat dari nilai tukar Rupiah, suku bunga yang tetap, cadangan devisa yang meningkat dan kuatnya domestic market.
4. Harga2 komoditi yang diperkirakan akan menguat sepanjang 2011 ini akan memberikan dampak yang positif bagi saham2 pertambangan seperti CPO sektor, coal sektor, dan energy sektor maupun tambang2 logam.

Sedangkan yang menjadi "Weakness" (faktor pelemahan) bagi IHSG adalah:
1. Investor asing yang mulai keluar dari IHSG dalam 2 hari terakhir cukup besar, hampir sekitar 2 triliun. Terlihat saham2 yang dilepas adalah ASII, TLKM, BBRI, BMRI, BBNI, BBCA. Aksi jual yang melanda saham ASII disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang kurang mendukung sektor otomotif yaitu rencana pembatasan BBM bersubsidi, kenaikan bea pajak balik nama, dan pajak progresif kendaran bermotor, sehingga hal ini bisa menurunkan minat beli konsumen di kuartal I. Tingkat inflasi juga berpengaruh terhadap pergerakan saham ASII. Sebab Inflasi yang tinggi dapat diartikan kenaikan suku bunga dan jika itu terjadi, pembiayaan di sektor otomotif dan properti akan mengalami penurunan. Selain itu kenaikan suku bunga ini juga akan menggerus margin profit saham2 perbankan. Sedangkan untuk saham TLKM terkait dengan stagnannya pertumbuhan laba bersihnya namun ROE nya menurun dalam beberapa tahun terakhir ini.
2. Penguatan US dollar yang menyebabkan harga2 komoditi mulai turun. Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, harga minyak dunia turun menjadi $ 88,03/barel. Hal ini diikuti dengan penurunan beberapa harga komoditi lainnya. Selain itu komoditi CPO juga mengalami penurunan yang cukup besar. Koreksi pada CPO ini terjadi karena pasar beralih menggunakan minyak kedelai untuk bahan bakar dan makanan. Pasalnya, pasca kenaikan minyak sawit yang mencapai rekor tertinggi dalam 34 bulan terakhir di US$ 1.267,56 per ton, menyebabkan harga minyak kedelai menjadi lebih murah.
3. Profit taking yang dilakukan oleh para pelaku pasar. Seperti kita tahu bahwa kenaikan pada akhir tahun dan 3 hari awal perdagangan tahun ini adalah semu, dikarenakan kenaikan tersebut tidak diikuti oleh volume yang besar. Hal ini terjadi karena rally yang terjadi pada akhir tahun adalah akibat dari window dressing, dimana emiten berusaha mengangkat sahamnya untuk mempercantik laporannya pada akhir tahun.

Dari beberapa alasan diatas terlihat bahwa untuk jangka menengah-pendek IHSG masih akan cenderung melemah diakibatkan oleh faktor inflasi yang disebabkan oleh harga pangan yang terus meningkat di tengah perubahan iklim yang ekstrim. BMG memperkirakan cuaca yang ekstrim ini akan berlangsung hingga bulan Maret-Mei 2011, selain itu pembatasan BBM bersubsidi, kenaikan TDL, kenaikan cukai rokok dan naiknya gaji PNS juga akan memicu inflasi sehingga diperkirakan Inflasi pada triwulan I/2011 akan mencapai 7%. 
Namun untuk jangka panjang, dengan melihat kondisi fundamental makroekonomi kita, maka setiap penurunan adalah kesempatan untuk membeli, maka cermati saham2 yang berfundamental baik dan memiliki kinerja kedepannya bagus seperti saham2 sektor komoditi (batubara, CPO dan enegy) dan juga saham2 yang mendapat sentimen positif dari kebijakan pemerintah, seperti saham2 pelayaran yang akan diuntungkan dengan kebijakan "asas cabotage" yang mulai diberlakukan awal tahun ini.

IHSG :
Membentuk pola triple top 2 hari lalu di 3789.
Karena sudah bergerak naik terlalu tajam sepanjang 2010, sehingga koreksi sehat sangat diperlukan agar tidak overheating.
Stochastic death cross dan keluar dari overbought area.
Momentum MACD juga melemah selama 2 hari berturut-turut.
Diperkirakan jika koreksi berlanjut akan menuju level support 3595 dan resistance ada di level 3675.

BUMI :
BUMI menguji support trend line jangka pendek di 3125
MACD berpotensi death cross bila BUMI melemah di bawah 3,075
Stochastic death cross dan berpotensi keluar dari overbought area
Support 3000-3025, Resist 3200

ITMG :
Indeks Dow Jones Coal (DJUSCL) masih bergerak naik
Koreksi tertahan oleh short term support line dan MA 20 di 52.300   
Stochastic death cross di overbought area dn momentum MACD melemah
Support 50.000-50.700, Resist 55.000-55.900
MPPA:
Di rumorkan bahwa akuisisi Lotte Shopping Co Ltd. terhadap hypermart mendekati clossing, dengan skema pengambilan saham Star Pacific tbk (LPLI) oleh Lotte pada harga diatas 1900.
Ada gap sebesar 130 rupiah di harga 1690-1820
Berpeluang menutup gap atas di 1820, jika transaksi penjualan hypermart terlaksana.
Stochastic naik meninggalkan oversold area.
MACD berpeluang golden cross
Support 1560-1590, Resisten 1740-1820




Have an Amazing Trade and Good Luck...
-SMH-