Jumat, 04 Maret 2011

Sentimen Positif dari Dow akan membuat IHSG melanjutkan penguatannya

Kamis kemaren IHSG naik tipis 8,342 poin (+0,23%) ke level 3.494,539, total transaksi Rp 4,767 triliun, foreign mencatatkan nettbuy Rp 310 miliar dan Rupiah ditutup menguat tipis di Rp 8.805/US $. Volume perdagangan meningkat karena adanya akuisisi AGRO oleh BBRI senilai Rp 303 miliar.
 
Semalam Bursa Wall Street ditutup melesat, dengan Dow Jones naik 191.40 poin (+1,59%) menjadi 12.258,20, S&P 500 naik 22,53 poin (+1,72%) menjadi 1.330,97 dan Nasdaq melompat 50.67 poin (+1.84%) di 2,798.74. Kenaikan dipicu data baru yang menunjukkan positifnya pasar tenaga kerja, penjualan ritel dan sektor jasa ekonomi, menyusul turunnya lagi harga minyak. Pemerintah AS mengklaim pengangguran turun menjadi 368.000 yang merupakan angka terendah sejak akhir Mei 2008.

Penguatan Bursa Regional Asia pada perdagangan kemaren memberi sentimen positif terhadap laju IHSG, tapi sayangnya, penguatan ini belum mampu mengembalikan IHSG ke level 3.500. IHSG sempat naik untuk mengetest resist pola triangle pattern di 3512, tetapi menjelang 1/2 jam sebelum penutupan, indeks malah melorot dan ditutup dibawah level psikologis 3500.
Hari ini adalah pengumuman BI Rate. Kemungkinan BI Rate akan dipertahankan di 6,75% dan sentimen ini diharapkan menjadi katalis bagi kenaikan indeks lebih lanjut. Ditambah lagi dari kenaikan Dow semalam yang cukup besar, akan memberikan efek psikologis yang positif bagi market Regional Asia dan IHSG pada hari ini.
Jika kemaren gagal untuk bertahan di level psikologis 3500, maka hari ini besar kemungkinannya indeks akan tutup diatas level tersebut. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa resist pola triangle di 3512 yang menjadi resist kuat saat ini, juga akan dilewati. 

LSIP:
Break dari downtrend channel dengan volume yang besar
Stochastic uptrend dalam posisi golden cross
Momentum MACD menguat dalam posisi golden cross
Volume naik signifikan
Target terdekat 2350-2400
Support 2225-2250
Resist 2300...2350...2400
 
BJBR:
Break dari downtrend line-nya
Namun masih bergerak sideways dan konsolidasi di level 1090-1230
Stochastic dan MACD naik dalam posisi golden cross
Volume naik signifikan diatas VMA 20 days
Berpeluang menguji resist area konsolidasinya di 1220-1230
Support 1150...1130...1090
Resist 1180...1200...1230
 
KRAS:
Break out dari downtrend line-nya, tapi masih belum bisa keluar dari area konsolidsi di 1010-1080
Stochastic dan MACD dalam trend positif
Volume naik signifikan
Berpeluang menuju 1140-1150, jika mampu break resist area konsolidasinya
Support 1010...1040
Resist 1080...1110...1140
 
JSMR:
Rumor peningkatan laba bersih sebesar 300% pada tahun 2010 dan besarnya deviden yang akan dibagi, mengangkat saham ini.
Kenaikan tertahan oleh resist down trend line-nya
Stochastic death cross di overbought area
MACD masih naik dalam posisi death cross
Volume kenaikan beberapa hari ini cukup signifikan
Akan bagus jika mampu break 3275, dapat menuju 3500-3575
Support: 3250...3175
Resist: 3375....3425
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Kamis, 03 Maret 2011

IHSG Mencoba Bermain di Level 3500 Kembali

Rabu kemaren IHSG ditutup turun 26,42 poin (-0,76%) ke level 3.486,197, total transaksi Rp 3,7 triliun, foreign mencatatkan nettsell Rp 98 miliar dan Rupiah menguat tipis di Rp 8.815 /US $.

Semalam Dow Jones ditutup menguat tipis 8,78 poin (+0,07%) ke level 12.066,80. S&P 500 naik 2,11 poin (+0,16%) ke level 1.308,44 dan Nasdaq menguat 10,66 poin (+0,39%) ke level 2.748,07. Bursa Wall Street berhasil menguat tipis meski masih dibayangi tingginya harga minyak mentah dunia. Investor merespons positif data yang memberikan sinyal perekonomian dapat menerima tingginya harga minyak itu. Data Beige Book dari Federal Reserve menunjukkan bahwa perekonomian menggeliat selama 2011 dan survei swasta menunjukkan kuatnya permintaan sektor swasta.

Sementara itu, penurunan Dow Jones pada selasa malam lalu akibat menyebarnya ketegangan di Timur Tengah kembali,  memicu harga minyak menembus US$ 100/barel, menyebabkan bursa Regional Asia tertekan pada perdagangan kemaren. IHSG juga tidak luput dari tekanan tersebut. Sepanjang perdagangan kemaren indeks berjalan di zona merah. Namun penurunan IHSG kali ini terbatas, disebabkan kondisi perekonomian Indonesia yang membaik. Terlihat dari keluarnya data inflasi yang rendah dan ekspektasi bahwa BI akan tetap mempertahankan BI rate di level 6,75% pada RDG BI akhir pekan ini. Hal ini menyebabkan saham2 sektor perbankan terlihat kuat dan menahan kejatuhan indeks.

Dengan penurunan IHSG, menyebabkan indeks gagal menjebol resisten pola triangle pattern. Namun penutupan yang masih diatas MA 20, berarti masih bergerak di area bolinger atas, sehingga peluang untuk naik dan menjebol resistennya masih lebih besar. Indikator Stochastic dan MACD juga masih bergerak naik dalam posisi golden cross. Sehingga penurunan yang terjadi masih dianggap wajar dan belum mengkhawatirkan.
Dengan Dow Jones yang ditutup positif walaupun tipis, maka kemungkinan hari ini indeks akan mencoba bermain di level 3500 kembali. Dan tidak menutup kemungkinan, resist pola triangle akan dijebol.

BBTN:
Kemaren lusa mulai break pola symetrical triangle pattern
Berdasarkan pola tersebut, maka target dapat menuju 1560-1620, tentu saja harus melewati level psikologis 1500 terlebih dulu.
Stochastic dan MACD masih bergerak naik dengan momentum bullish yang masih kuat
Volume 2 hari ini juga naik signifikan, menunjukkan bahwa kekuatan bull masih kuat.
Trading buy dengan target terdekat 1500 dan jika mampu dibreak dengan volume besar akan menuju 1560-1620.
Support 1430...1380
Resist 1470...1500...1560

BBCA:
Candle membentuk three white souldiers dimana 2 candle terakhir bergerak diatas cloud, yang menunjukan sinyal bullish.
Momentum MACD menguat dan masih dalam trend naik
Indikator GMMA juga menunjukan perubahan trend yang mengidentifikasikan bullish trend, dimana short term MA group diatas long term MA group.
Trading buy di 6400-6500, dengan target terdekat 6700-6750, yang jika mampu dibreak akan menuju 7000-7150
Support 6450...6250
Resist 6700-6750

ASII:
2 candle terakhir bergerak diatas cloud yang menunjukan sinyal bullish
Ada gap bawah di 52.050-52.300
Momentum MACD menguat dan masih bergerak naik
Indikator GMMA short term MA group masih diatas long term MA group yang merupakan bullish trend
Namun volume yang kecil dibawah rata-rata VMA 20 hari, menunjukan kekuatan naik yang mulai melemah.
Setiap kali ada gap bawah selalu ditutup dulu baru kemudian melanjutkan kenaikannya.
Suggest: buy pada saat gap bawah tertutup di area 52.000-52.300, dengan target terdekat menuju 55.000-55.800
Support 53.000....52.050
Resist 54.250....55.000....55.800

INDF:
Candle sudah berada diatas cloud, menunjukan sinyal bullish
Namun harga masih bergerak datar dengan kecenderungan menguat
Setelah break pola symetrical triangle, maka target dapat menuju 5250-5450, tapi harus melewati level psikologis 5000 terlebih dulu.
MACD bergerak sideways dalam posisi golden cross
Indikator GMMA juga mulai bullish, walaupun masih bergerak sideways
Trading buy dengan target terdekat 5000-5100, stop loss level 4725
Support 4750...4775
Resist 4900...5000...5100

UNSP:
Rumor bahwa laba bersih 2010 yang naik signifikan mengangkat saham ini
Kenaikan tertahan oleh resist dan fibo 38,2% di 360
Stochastic masih naik dalam posisi golden cross di oversold area
MACD bergerak dalam trend positif
Jika mampu break 360, akan menuju 385-400
Support 340-345
Resist 370...385

Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Rabu, 02 Maret 2011

Ketidakpastian Ekonomi Global Membayangi Penguatan IHSG

Selasa kemaren, IHSG naik 42,269 poin (+1,21%) ke level 3.512,617, total transaksi Rp 4,69 triliun, foreign mencatatkan nettbuy Rp 570 miliar dan Rupiah ditutup melemah tipis di Rp 8.820/US $.
 
Semalam Dow Jones turun 169,38 poin (-1,39%) ke level 12.056,96. S&P 500 juga merosot 21,04 poin (-1,59%) ke level 1.306,18 dan Nasdaq merosot 44,86 poin (-1,61%) ke level 2.737,41. Lonjakan harga minyak yang kembali naik, seiring memanasnya kembali kondisi di Timur Tengah, dimana kali ini terjadi di Iran, langsung memicu aksi jual di bursa Wall Street. Minyak light sweet pengiriman April melonjak $ 2,66 menjadi US$ 99,63/barel, sedang minyak Brent juga melonjak $ 3,62 menjadi US$ 115,42/barel.
 
Kemaren BPS mengumumkan inflasi Bulan Februari 2011 sebesar 0,13% dan Inflasi year on year turun menjadi 6,84%, dibawah market ekspektasi 7.13%. Maka sesuai prediksi kemaren, jika data inflasi keluar lebih kecil dari market ekspektasi maka IHSG berpeluang menuju 3500, dengan saham2 banking sektor dan ASII sebagai "lead indikator"-nya. Dan hasilnya indeks berhasil naik diatas 3500 untuk ditutup tepat di resisten pola triangle pattern di 3512. Jika resist ini mampu dijebol maka terbuka peluang bagi IHSG untuk mengalami rally keatas kembali.
 
Dan apabila kita "flashback" kembali, bahwa penyebab terbesar penurunan IHSG sejak awal Januari 2011 adalah masalah inflasi yang tinggi diatas 7%, sedangkan BI Rate saat itu hanya 6,5%. Sehingga BI akhirnya menaikan BI Rate ke 6,75% pada awal Februari 2011. Namun masalah itu tampaknya sekarang mulai berkurang. Dengan inflasi yang mulai turun mendekati BI Rate saat ini, maka kecil kemungkinannya BI akan menaikan Rate-nya kembali pada RDG BI jum'at ini, karena pemerintah juga tidak menginginkan Rupiah menguat terlalu cepat. Selain itu, masalah pembatasan konsumsi BBM juga "tertunda", dengan dimundurkannya jadwal dari semula 1 April menjadi 1 Juli, sehingga hal ini menjadi sentimen positif bagi saham ASII, ditambah lagi keluarnya laporan keuangan yang bagus serta rencana pembagian deviden, membuat ASII mengalami rebound.
 
Dengan melihat semua masalah yang mulai terkendali, seharusnya tidak ada masalah bagi IHSG untuk melanjutkan penguatannya. Apalagi musim laporan keuangan emiten2 besar yang akan segera rilis bulan Maret ini sebagian besar hasilnya bagus (walaupun masih unaudited), lalu diteruskan dengan musim pembagian deviden. Ditambah lagi, berita positif lainnya yang datang pekan lalu, dimana Lembaga pemeringkat Fitch menaikan peringkat surat utang Indonesia dari level stabil menjadi positif dan mereflesikan probabilitas lebih besar untuk menaikan ke "investment grade" dalam waktu 6-12 bulan mendatang. 
 
Namun semua sentimen positif dari internal saat ini, terhadang oleh masalah baru yang datang dari ekternal. Ketidak pastian ekonomi global akibat gejolak politik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak melonjak ke US $100/barel. Hal ini ditakutkan memperparah inflasi dunia dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
 
Lalu bagaimana dengan IHSG hari ini?
Dengan Dow yang ditutup turun cukup dalam semalam, maka kemungkinannya Bursa regional Asia akan tertekan. Demikian juga dengan IHSG, sehingga untuk tips hari ini, disarankan untuk melakukan BOW dari saham2 yang keliatan kuat kemaren.
 
IHSG:
Tampaknya IHSG cenderung lebih memilih untuk break resist dari pola triangle pattern-nya
Namun kenaikan masih tertahan di resist, sehingga dibutuhkan konfirmasi dengan menjebol resistnya
Stochastic golden cross dengan arah naik menuju overbought area
Momentum MACD menguat dan bergerak dalam trend positif
Kenaikan juga didukung oleh volume yang cukup besar diatas rata-rata VMA 20 harinya
Support 3493...3470...3423
Resist 3521...3549...3605
 
BBRI:
Break pola descending triangle
Berpeluang menutup gap di 5000-5050
Stochastic dan MACD masih naik dalam posisi golden cross
Volume naik diatas rata-rata VMA 20 harinya
Trading BOW dengan support 4775-4800
Resist 4975...5050...5200
 
AKRA:
Cum deviden tanggal 11 Maret sebesar Rp 135/lembar saham 
Sejak break resisten downtrend line, penurunan tertahan oleh MA 50 sebagai support kuatnya
Berhasil close diatas MA 5, dimana MA 5 berhasil cross up MA 50
Stochastic golden cross di overbought area
MACD bergerak uptrend menuju buy area dan histogram bar kembali hijau menunjukan kekuatan momentum bullish kembali.   
Volume naik signifikan diatas rata-rata VMA 20 harinya
Trading BOW dengan target terdekat 1690-1720
Support 1550-1570 dan resist 1630...1690...1720
 
INDY:
Bergerak sideway di level 3650-3950
Stochastic dan MACD golden cross
Volume naik diatas VMA 20 days
Penurunan mulai terbatas, trading BOW di 3725-3800
Jika mampu break 3950, target terdekat di 4100-4375
Support 3800... 3650
Resist 3950...4100...4375
 
SGRO:
Candle bottom reversal di support 2575
Berhasil close diatas MA 200
Stochastic golden cross berusaha meninggalkan oversold area
MACD berbalik arah berpeluang golden cross
Spekulasi buy di 2650-2700, dengan target terdekat di 2800-2850
Support 2700...2650...2575
Resist 2750... 2800...2850
 
ANTM:
Laba bersih ANTM 2010 (unaudited) naik 175% menjadi 1,66 triliun menjadi sentimen positif
Dibuka open gap di 2200-2225
Break out dari sideways level 2150-2225
Stochastic dan MACD masih uptrend dalam posisi golden cross
Volume perdagangan naik signifikan
Spekulasi buy di 2200-2225, target terdekat 2350-2400, stop loss level 2150
Support 2225...2150
Resist 2325...2425 

Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Selasa, 01 Maret 2011

Mencermati Pengumuman Inflasi Hari Ini

Senin kemaren, IHSG menguat 26,83 poin (+0,77%) ke level 3.470,348, total transaksi Rp 3,78 triliun, foreign mencatatkan nettsell Rp 234,78 miliar dan Rupiah ditutup menguat di Rp 8.810/US $.
 
Mayoritas saham di bursa AS naik semalam, dengan sejumlah sentimen positif dari data ekonomi AS yang kian membaik dan keinginan investor kelas dunia Warren Buffet untuk melakukan akuisisi. Dow Jones ditutup naik 95,89 poin (+0,79%) di level 12,226.34. Nasdaq naik tipis 1,22 poin (+0,04%) di 2,782.27 dan S&P 500 naik tipis 2,87 poin (+0,22%) di 1,322.75.

Kemaren IHSG bergerak mondar-mandir, plus minus tipis dan transaksi berjalan sepi hampir sepanjang perdagangan. Namun 1 jam menjelang penutupan terlihat adanya aksi akumulasi pada market. Penguatan sebagian besar bursa regional Asia mampu mendorong indeks naik dan ditutup di zona hijau. Posisi Asing yang masih nettsell dan value transaksi yang tipis masih perlu diwaspadai, walaupun Rupiah berhasil ditutup menguat.
Dengan berhasil tutup di 3470, berarti indeks berhasil tutup diatas MA 20 dan membuka peluang untuk naik menuju 3500. Indikator stochastic juga hampir saja golden cross. Sedangkan MACD juga mulai naik dan histogram bar kembali hijau menunjukan mulai adanya kekuatan momentum bullish.  
Tampaknya ekpektasi pelaku pasar terhadap inflasi yang akan diumumkan hari ini terlihat bagus. Hal ini dapat dilihat dari saham2 perbankan seperti BMRI, BBCA, BBNI dan juga ASII yang terlihat kuat.
Untuk itu hari ini cermati pengumuman inflasi yang akan dikeluarkan siang ini. Jika angka inflasi lebih kecil dari market ekspektasi dan dibawah 7% YoY, maka besar kemungkinan saham2 banking sektor masih akan menguat lagi.
 
ASII:
Secara medium term saham ini masih bearish dan belum mampu menembus resist penurunannya.
Tetapi secara short term, saham ini masih bergerak dalam channel uptrend-nya.
Indikator stochastic mulai golden cross
MACD masih naik di buy area namun momentum kenaikan mulai melemah.
Waspadai volume transaksi yang cenderung turun karena menunjukan bahwa kenaikan mulai terbatas
Lakukan sell jika tidak mampu break out 53.500
Support 51.600... 50.300
Resist 52.950... 53.500
 
BBCA:
Masih bergerak dalam  uptrend channel-nya
Stochastic death cross keluar dari overbougt area
Momentum MACD melemah di buy area namun masih bergerak naik
Volume naik cukup signifikan
Support 6100-6150, Resist 6250...6450
Jika berhasil break 6500, akan menuju 6700-6750
 
BBNI:
Masih bergerak naik dalam channel uptrend-nya
Stochastic golden cross dan MACD bergerak dalam trend positif menuju buy area
Volume naik cukup signifikan
Jika berhasil break 3600 dengan volume yang besar maka akan menuju 3850-3900
Support 3400-3425, Resist 3575-3600
 
BMRI:
Paska perdagangan right, bergerak terbatas dalam range trading 5600-6000
Stochastic mulai golden cross dan momentum MACD menguat masih dalam posisi uptrend 
Namun volume kenaikan 2 hari ini cenderung tipis, menunjukan penguatan yang terbatas
Lakukan sell jika tidak mampu tembus 6000
Support 5600-5650
Resist 5950...6050
 
BUMI:
Menjelang penutupan saham BUMI diangkat dan ditutup di posisi tertingginya di 3000
Stochastic masih golden cross menuju overbought area
MACD golden cross bergerak dalam trend positif
Namun volume turun dibandingkan sehari sebelumnya walaupun masih diatas VMA 20 days
Pasca tukar guling transaksi dengan Vallar Plc, lakukan sell on news di area 3200-3300.
Support 2800...2900
Resist 3050...32000...3300
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Minggu, 27 Februari 2011

IHSG Bergerak Mondar-Mandir Membingungkan

Jumat lalu, IHSG naik tipis 4,398 poin (+0,12%) ke level 3.443,53, total transaksi tipis Rp 3,75 triliun, foreign mencatatkan nettsell 299 miliar dan Rupiah kembali ditutup menguat di Rp 8.835/US $. 

Sementara itu Bursa Wall Street ditutup naik setelah gejolak harga minyak mentah mulai mereda. Meski data pertumbuhan ekonomi AS di kuartal IV-2010 dirilis 2,8% lebih rendah dari ekspektasi pasar 3,2%, Dow Jones tetap naik 61,95 poin (+0,51%) ke 12.130,45. Nasdaq naik 43,15 poin (+1,58%) ke level 2.781,05 dan S&P 500 juga naik 13,78 poin (+1,06%) ke level 1.319,88.

Pada perdagangan jum'at lalu, IHSG bergerak datar dan transaksi berjalan sepi. Indeks bergerak mondar-mondir antara zona negatif dan positif. Tampaknya indeks bergerak membingungkan. Namun jika kita cermati, IHSG saat ini bergerak sideways di level 3350-3510, dalam pola pattern triangle-nya. 
Untuk memudahkan, bagi yang mau bermain aman dan konservatif, tinggal memantau perimeter garis support B-D dan garis resisten A-C-E. Jika garis resisten A-C-E ditembus keatas maka indeks akan ada "rally" kembali. Namun sebaliknya, jika garis support B-D yang ditembus kebawah maka "siksaan" masih akan berlanjut. Untuk lebih jelasnya, lakukan double click untuk memperbesar gambar dibawah ini.

Memang jika melihat polanya, koq sepertinya agak2 membahayakan yach..., karena lebih cenderung membentuk symetrical triangle bearish (3 waves on the top and 2 waves on the bottom).

Namun selama garis support tidak tertembus, maka indeks masih akan bergerak sideways, dan peluang masih ada. Berikut tips beberapa saham yang menjadi rekomendasi untuk Senin 28 Februari 2011:

BUMI:
Berita Vallar Plc yang bakal merampungkan transaksi dengan BUMI pada 28 Februari besok menjadi sentimen positif. 
Dibuka open gap dan berhasil close diatas resist down trend linenya
Stochastic masih naik dalam posisi golden cross menuju overbought area
MACD golden cross dan menunjukkan kekuatan momentum bulish
Volume naik signifikan 2 kali VMA 20 harinya, menunjukan adanya buying power yang meningkat.
Dengan memanfaatkan news dari Vallar Plc, maka speculative buy dengan target 3200-3300, apabila mampu break 3000.
Support 2825...2725
Resist 3000...3150

BLTA:
Bakal listing anak usahanya yaitu PT. Buana Listya Tama pada Maret atau April mendatang, dapat menjadi sentimen positif bagi BLTA kedepannya. 
Indikator Williams % R cross up -80, meninggalkan oversold area
Stochastic naik dalam posisi golden cross meninggalkan oversold area
Setiap kali indikator Stochastic dan Williams%R meninggalkan oversold area, bersamaan dengan candle menyentuh garis supportnya, maka BLTA mengalami rebound
Dengan Reward > Risk, maka Trading Buy, target jangka pendek 380-400, stoploss di 330
Support 335-340, Resisten 365...380

ICBP:
Kenaikan tertahan oleh resist downtrend channel
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross
Momentum MACD menguat dan masih dalam posisi golden cross
Namun kekuatan buying melemah, tercermin dari volume yang turun meskipun masih diatas VMA 20 days
Spekulative buy jika break 4675, target terdekat 4850-5000, stoploss level di 4500
Support 4625...4500
Resist 4725...4850...4975 

CTRA:
Volume perdagangan kemaren tiba2 membesar, menunjukan adanya buying power yang besar
Kenaikan tertahan oleh resist down trend channelnya
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross meninggalkan oversold area
MACD golden cross dan menunjukkan kekuatan momentum bullish
Speculative buy jika break 310, dengan target terdekat 335-350, stoploss level 290
Support 300...290
Resist 320...335...350

Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Jumat, 25 Februari 2011

Musim Laporan Keuangan Telah Mulai, Dimulai dari Astra Group

Kemaren kamis, IHSG melemah 34,99 poin (-1,01%) ke level 3.439,13, total transaksi Rp 4,448 triliun, foreign mencatatkan nettsell 296,7 milliar dan Rupiah ditutup menguat di posisi Rp 8.875/US $. 
 
Semalam Bursa Wall Stret berakhir mix, dengan Dow Jones ditutup turun 37.28 poin (-0.31%) ke 12,068.50, S&P 500 turun tipis 1,3 poin (-0,1%) menjadi 1.306,10 dan Nasdaq naik 14.91 poin (+0.55%) ke 2,737.90. Pelemahan Dow Jones agak tertahan setelah harga minyak turun 0,8% ke US $ 97,28/barrel, setelah adanya jaminan dari AS bahwa Arab Saudi dan International Energy Agency (IEA) akan memberikan kompensasi untuk terpangkasnya suplai minyak dari Libya.
 
Sepanjang perdagangan kemaren indeks berada di zona merah, seiring koreksi Bursa Global terimbas negatif  kerusuhan politik di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara terutama Libya. Harga minyak dunia bahkan sudah melewati level US$100/barel pada perdagangan kemaren akibat potensi hilangnya supply minyak dari Libya, disebabkan penarikan tenaga kerja perusahaan migas asing di Libya. Hampir seluruh perusahaan minyak dan gas asing yang beroperasi di Libya kini tak beroperasi lagi, seperti Total (Prancis), Repsol (Spanyol), ENI (Italia), OMV dan terakhir Wintershall (Jerman). Kenaikan harga minyak ini dapat memicu inflasi global yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.
 
Kemaren indeks ditutup dibawah level psikologis 3450, dengan volume yang lumayan besar. Sebuah sinyal yang kurang bagus. Apalagi hari ini hari jum'at dimana biasanya market kurang bergairah untuk naik. Walaupun secara TA kemungkinan besar indeks masih akan melemah, namun tidak berarti IHSG pasti turun, sebab kemaren juga mulai rilis laporan2 keuangan, terutama dari Astra Group yang rata2 membukukan kenaikan laba. Untuk itu, perdagangan hari ini menarik untuk dicermati, terutama saham2 dari grup Astra.
 
IHSG:
Penurunan tertahan oleh fibo 23,6% di 3422
Ditutup di bawah MA 20, sehingga membuka peluang untuk mengetest di bawah level 3400 kembali
Stochastic death cross, dan MACD melemah tapi masih dalam posisi golden cross
Support 3422...3390
Resist 3450... 3475
 
ASII:
Berhasil mencetak laba bersih Rp 14,3 triliun, naik 43% dibandingkan 2009 yang sebesar Rp 10,04 triliun. Selain itu juga akan membagikan dividen final sebesar Rp1.130/lembar saham.
Masih dalam tekanan profit taking, setelah rebound kenaikan pekan lalu yang disebabkan penundaan rencana pencabutan subsidi BBM.
Namun selama profit taking, volume cenderung kecil.
Stochastic masih death cross meninggalkan overbought area
MACD masih uptrend dalam posisi golden cross di buy area
Lakukan BOW di 50.000-50.500
 
AUTO:
Dibuka dengan open gap up di 12.650-12.900, setelah sebelum perdagangan dibuka mengumumkan kenaikan laba bersih sebesar 48,56% menjadi Rp 1,141 triliun di 2010, dibandingkan periode yang sama sebelumnya Rp 768,265 miliar.
Sudah konfirm keluar dari downtrend channelnya, dengan volume yang luar biasa besar. 
Stochastic mulai golden cross lagi dan MACD masih bergerak naik dalam posisi golden cross
Namun waspadai profit taking pasca kenaikan yang signifikan
Support 13.500...13.300...12650
Resist 14.450... 15.000
 
AALI:
Mencatat laba bersih Rp 2,016 triliun, naik 21,45% dari tahun sebelumnya, Rp 1,66 triliun.
Bergerak sideway dalam range trading 21.000-23.250
Stochastic death cross, namun MACD masih dalam posisi golden cross dengan arah mendatar
Harga komoditi CPO turun drastis dalam 2 hari terakhir dan pengenaan pajak ekspor CPO Februari yang naik jadi 25% menjadi sentimen negatif bagi saham ini.
Namun release laporan keuangan yang positif diharapkan dapat membuat saham ini setidaknya mengalami pullback, seperti saham AUTO kemaren
Spekulasi BOW di area level support 21.000-21.250
 
UNTR:
Mencatat laba bersih Rp 3,872 triliun atau naik tipis 1,44% dari periode sebelumnya Rp 3,817 triliun.
Stochastic death cross meninggalkan overbought area
MACD masih dalam posisi golden cross tapi mulai melemah
Kenaikan laba yang tipis dapat membuat saham ini tertekan, maka waspadai jika support trendline di 22.500 jebol dapat membawa saham ini turun lagi.
 
ASGR:
Pencapaian laba bersih di 2010 mencapai Rp 118,41 miliar, naik 76,78% dari periode sebelumnya Rp 66,95 miliar.
Stochastic mulai golden cross lagi
MACD masih naik dalam posisi golden cross
Kenaikan tertahan oleh resist di fibo 38,2% di 680
Valuasi yang murah dengan PER sebesar 7,6x, membuat saham ini cocok untuk investasi.
Support 640-650
Resist 680...710...730

Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Kamis, 24 Februari 2011

Harga Minyak Dunia mulai Menyentuh Level Psikolgis US $ 100/Barrel

Rabu (23/2/2011), IHSG menguat 23,023 poin (+0,66%) ke level 3.474,123, total transaksi Rp 4,085 triliun, foreign mencatatkan nettsell  Rp 253,048 miliar dan Rupiah menguat tipis di Rp 8.850/US $. 

Semalam Dow Jones ditutup turun 107,01 poin (-0,88%) ke level 12.105,78. S&P 500 juga melemah 8,04 poin (-0,61%) ke level 1.307,40 dan Nasdaq merosot 33,43 poin (-1,21%) ke level 2.722,99. BursaWall Street selama 2 hari berturut-turut merosot merespons lonjakan harga minyak mentah akibat krisis di Libya, karena kekhawatiran gangguan suplai di Libya, yang kini merupakan produsen minyak terbesar keempat di Afrika Utara.

Sesuai prediksi kemaren, IHSG dibuka langsung turun menguji level 3437, dan indeks sempat turun ke level terendahnya di 3435. Namun karena penurunan itu tidak disertai dengan volume, indeks dengan cepat kembali ke atas level 3450. Dan setelah melewati 3450, indeks terus bergerak di zona hijau hingga akhir perdagangan, meskipun sebagian besar Bursa Regional Asia masih bergerak di zona merah.
Maka seperti dugaan kami, bahwa adanya "pihak2 tertentu" (saya sebut saja "Bandar" atau BD") yang berkepentingan menjaga indeks, karena posisi mereka yang masih terjepit akibat posisi buy mereka pekan
lalu. Sehingga untuk bisa keluar dari posisi itu, mereka harus menaikan indeks agar dapat keluar dari market.

Semalam Bursa Wall Street masih malanjutkan pelemahan yang cukup dalam untuk hari keduanya. Dan semalam minyak juga mulai menembus level psikolgis US $100/barrel dan ditutup di level $ 99/barrel. Semua ini disebabkan masih memanasnya kondisi di Libya. Seperti diketahui bahwa Libya adalah negara pengekspor minyak terbesar ke 15 di dunia, yang menyumbang 2 % dari output produksi minyak dunia. Sehingga karena kekuatiran tersebut membuat harga minyak melambung tinggi dalam 2 hari terakhir. Hal ini menjadi sentimen negatif bagi seluruh Bursa Global, karena kenaikan minyak yang tinggi dapat memperparah kondisi inflasi dunia dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
Kemaren Morgan Stenley juga memprediksi bahwa perekonomian global bisa kembali jatuh ke jurang resesi jika harga minyak dunia menyentuh level US$ 120/barrel. Hal ini dapat membuat investor untuk menjauhi Bursa Saham dulu dan beralih ke instrumen investasi yang memiliki risiko lebih rendah seperti emas dan obligasi pemerintah.

Pada perdagangan kemaren saham2 coal sektor bergerak naik, merespon tingginya harga minyak. Walaupun harga batu bara belum naik setinggi harga minyak, tapi akan menjadi masuk akal jika BD menaikan saham2 coal sektor untuk mengangkat indeks. Jika hari ini IHSG masih naik ditengah Bursa Global yang merah, maka hati2 dengan pola distribusi yang dilakukan oleh BD untuk keluar dari market. Apalagi kemaren indeks naik tetapi Asing mencatatkan nettsell dalam jumlah yang lumayan besar.

Hari ini semua rekomendasi saham adalah hanya untuk trading, bukan untuk posisi simpan. Dalam kondisi global yang masih tidak menentu, jangan terlalu aggresive dan melakukan banyak trading. Fokuslah hanya pada 1-2 saham saja, sehingga akan memudahkan kita untuk memantau dan mengambil keputusan. Oleh sebab itu rekomendasi hari ini, semuanya sifatnya BOW (Buy on Weakness) dengan target yang pendek. Tetaplah berhati-hati dan lakukan disiplin....

PGAS:
Secara medium term, saham ini bearish dan Asing masih terus membukukan nettsell
Namun hari ini mengalami pullback dari garis support downtrend channelnya dan candle membentuk bullish engulfing
Indikator stochastic dan MACD belum menunjukan adanya pembalikan arah, masih turun dalam posisi death cross
Jika tekanan jual asing mulai mereda, spekulasi BOW di 3675-3700 dengan target terdekat di 3875-4000, dan cutloss level di 3625
Support 3650-3675
Resist 3825...3900...4000
PTBA:
Rebound dari support kuatnya yang saat ini ada di MA 200 dan break short term downtrend channel
Berhasil tutup diatas MA 20, Stochastic dan MACD naik dalam posisi golden cross
Volume naik sangat signifikan 2 kali VMA 20 days
BOW di 19.900-20.000 dengan target ke 20.700-21.000
Support 19.950... 19.600... 19.150
Resist 20.700... 21.250
ADRO:
Membentuk pola ascending triangle
Kenaikan tertahan oleh resist fibo 38,2% dan resist pola ascending triangle
Stochastic dan MACD golden cross arah uptrending
Jika mampu break 2500, maka berdasar pola ascending triangle akan menuju 2750
Support 2425...2375
Resist 2500...2575...2650
INDY:
Break resist falling wedge pattern dengan volume besar dan berhasil tutup diatas MA 5
Stochastic golden cross arah sideway di oversold area
MACD sideway dalam posisi death cross
Spekulasi BOW 3725-3750, dengan target 3850-3950
Support 3725...3650
Resist 3850...3950
ICBP:
Break resist downtrend channel dengan volume yang signifikan
Stochastic golden cross keluar dari oversold area
MACD mulai golden cross dengan histogram bar hijau diatas centreline
Spekulasi BOW di support2nya 4425-4475, dengan target jangka pendek 4650-4675
Support 4475...4425
Resist 4550...4650

Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Rabu, 23 Februari 2011

Sentimen Negatif dari Ekternal Berpengaruh Kuat pada IHSG

Selasa (22/2/2011), IHSG ditutup turun 46,543 poin (-1,33%) ke level 3.451,10, total transaksi Rp 3,67 triliun, foreign mencatatkan nettbuy 150,6 milliar dan Rupiah ditutup melemah di Rp 8.878/US $.

IHSG terkena tekanan bursa global akibat memanasnya konflik di Timur Tengah, khususnya Libya sebagai negara penghasil minyak dunia. Hal ini langsung membuat harga minyak melonjak 7,8% ke level US$ 93/barel. Investor mengkhawatirkan ketidakstabilan di Timur Tengah dan Afrika Utara dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global, karena risiko besar untuk dunia saat ini adalah harga minyak.
Tekanan dari Bursa Regional Asia yaitu Nikkei dan Bursa Shanghai juga mempengaruhi IHSG, setelah Moody's menurunkan peringkat kredit Jepang dari stabil menjadi negatif dan mulai teresponnya kenaikan GWM di China pada bursanya. 

Semua sentimen negatif ini, membuat IHSG berada di zona merah sepanjang perdagangan, bahkan indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya di level 3.437,3 pada awal perdagangan. Namun seperti yang saya sampaikan kemaren, bahwa level 3450 adalah level psikologis untuk zona bahaya IHSG, jika ditutup dibawahnya. Maka tampak pada perdagangan hari ini terjadi peperangan di level tersebut dengan indeks naik-turun diatas dan dibawah 3450 sepanjang perdagangan sesi 2. Namun akhirnya indeks berhasil ditutup "hanya" 1 poin diatasnya. Dari pergerakan tersebut, terlihat adanya "pihak-pihak tertentu" yang berkepentingan menjaga indeks untuk tidak turun terlalu dalam. Karena pekan lalu mereka sudah masuk dalam jumlah yang cukup besar, sehingga posisi mereka saat ini juga terjepit. Juga volume penurunan dalam 2 hari terakhir tergolong kecil dan asing masih membukukan nettbuy. 

Namun secara TA dan psikologis, indeks mendekati zona bahaya untuk turun lagi, apalagi "sentimen ekternal" pengaruhnya sangat kuat bagi IHSG saat ini. Maka untuk besok perhatikan level terendah 3437, karena ada kemungkinan level ini untuk di test kembali. Jika level tersebut dijebol dengan volume besar maka dipastikan IHSG akan meluncur kembali ke level 3300 an. Oleh karena itu perhatikan penutupan Dow Jones malam ini, dan juga opening Bursa Regional Asia besok.

AKRA:
Berita AKRA yang akan membagikan deviden spesial sebesar Rp 135/saham akan menjadi katalis positif bagi kenaikan saham ini.
MA 5 cross up MA 20 dan volume naik cukup signifikan diatas VMA 20 days
Kenaikan tertahan oleh resisten 1500, namun jika mampu break, akan menuju 1570-1600
Stochastic dan MACD golden cross arah uptrend
Support 1460...1430
Resist 1510...1550
LSIP:
Ditutup sedikit diatas MA 5, dengan candle membentuk doji.
Stochastic golden cross meninggalkan oversold area
MACD masih turun dalam posisi death cross
2 hari lagi (24/2/2011) adalah hari terakhir perdagangan LSIP sebelum stock split 1:5
Biasanya menjelang stok split harga sahamnya dipertahankan untuk tidak jatuh, bahkan tidak jarang sahamnya malah diangkat agar dapat stock split diharga yang tinggi.
Spekulasi BOW di level support2nya
Support 10.500... 10.200
Resist 11.050...11.450...11.800
INDF:
Melanjutkan rekomendasi postingan sehari sebelumnya
MA 5 cross up MA 20 dan MA 50, sedangkan MA 20 cross up MA 50
Stochastic golden cross menuju oversold area dan MACD golden cross 
Volume naik signifikan diatas VMA 20 days
BOW di level support2nya, bagi yang belum buy
Bagi yang sudah buy, boleh hold dan perhatikan level 4900, jika tertembus berpeluang ke level 5000
Support 4725-4750, Resist 4900...4950...5100

Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Senin, 21 Februari 2011

IHSG Masih Masuk Dalam Koreksi Sehat

IHSG senin ini turun tipis 3,854 poin (-0,12%) ke level 3.497,643, total transaksi Rp 3,918 triliun, foreign mencatatkan nettbuy Rp 307,134 miliar dan Rupiah ditutup menguat tipis di Rp 8.850/US $.
 
Setelah menguat selama 5 hari sebelumnya, pada perdagangan hari ini, IHSG keluar-masuk teritori positif dan negatif sepanjang perdagangan. Dan akhirnya profit taking membuat indeks terkoreksi tipis pada penutupan. Jika melihat volume penurunan yang tipis dibandingkan volume kenaikan pekan lalu, maka IHSG masih masuk dalam koreksi sehat. Apalagi asing masih melakukan nettbuy. Koreksi masih tergolong wajar jika indeks dapat bertahan di level 3465. Namun waspadai jika indeks turun kembali dibawah 3450 dengan volume besar, maka indeks akan masuk ke zona bahaya kembali.
 
Penurunan IHSG selain akibat profit taking yang dilakukan investor, juga disebabkan oleh faktor ekternal, seperti meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan Afrika Utara, yang mulai menyebar ke Libya, Aljazair, Yaman dan Bahrain. Faktor lainnya adalah pengetatan kebijakan moneter di China yang kembali menaikan GWM perbankan 50 basis poin untuk ke-5 kalinya sejak Oktober tahun lalu.
Senin malam Bursa Wall Street tutup memperingati hari President's Day. Sedangkan major Bursa Eropa pada saat blog ini dipostingkan, rata2 masih melemah dibawah 1%.
 
GGRM:
Kemaren Asing mulai melakukan akumulasi dalam jumlah besar, tercatat nett buy 86 milliar lebih
Break resist downtrend channel
Stochastic golden cross meninggalkan oversold area
MACD golden cross dengan histogram bar hijau pertama kali diatas centreline 
Volume kenaikan 2 hari terakhir sangat besar.
Masih berpotensi melanjutkan kenaikan dengan target jangka pendek di 39.000
Support 37.350... 36.400
Resist 38.200... 39.100
 
 
INDF:
Break resist pola symmetrical triangle
MA 5 golden cross MA 20 dan MA 50
Stochstic golden cross menembus centreline
MACD golden cross dengan histogram bar hijau diatas centreline
Volume kenaikan 2 hari ini cukup besar diatas VMA 20 days
Berpeluang ke level 5000 kembali
Support 4725-4750, Resist 4900...4950...5100
 
 
SCMA:
Rumor merger dengan IDKM membuat saham ini naik
Kenaikan tertahan resiten uptrend channel 3825
Stochastic dan MACD golden cross
Volume perdagangan naik cukup besar
Break 3825, berpeluang menuju 3950-4000
Namun waspadai profit taking karena kenaikan yang sudah cukup tinggi dan candle sudah keluar dari batas atas bolinger band.
Support 3725...3650
Resist 3825...3950
 
 
ADHI:
Berita bahwa ADHI meraih kontrak baru senilai 262 milliar menjadi sentimen posistif bagi saham ini
Berhasil tutup diatas MA 20, namun kenaikan tertahan oleh resist downtrend channel
Stochastic dan MACD golden cross
Jika mampu break 800, berpeluang menuju 850-860
Support 770...750
Resist 820...850 
 
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Minggu, 20 Februari 2011

Pekan Ini IHSG Masih Akan Melanjutkan Kenaikannya

Jum'at lalu, IHSG ditutup menguat 67,12 poin (+1,95%) ke level 3.501,497, total transaksi Rp 6,33 triliun, foreign nett buy Rp 554,67 miliar dan Rupiah ditutup menguat di posisi Rp. 8.850/US $. 
 
Sedangkan Dow Jones naik 73,11 poin (+0,59%) ke level 12.391,25 pada penutupan Jum'at lalu. S&P 500 naik 2,58 poin (+0,19%) ke level 1.343,01 dan Nasdaq juga menguat 2,37 poin (+0,08%) ke level 2.833,95. Wall Street berhasil mencetak penguatan untuk minggu ketiganya secara berturut-turut. S&P 500 naik 6,8% sepanjang tahun ini dan lebih dari 20% dalam enam bulan terakhir.

Sesuai prediksi kami sebelumnya, bahwa sinyal buy mulai nampak ketika IHSG menjebol resist down-trend-line-nya di 3431 pada hari kamis pekan lalu. Dan sinyal tersebut benar2 direspon luar biasa oleh para pelaku pasar. Terlihat dari volume perdagangan yang berjalan ramai, padahal biasanya volume perdagangan hari jum'at cenderung sepi. Indeks terus berada di zona hijau sepanjang perdagangan dan foreign juga mulai masuk ke pasar dalam jumlah yang cukup besar. Sehingga selama sepekan terakhir, IHSG bergerak positif naik 3,24%.
Dengan Dow yang masih ditutup positif, dan antisipasi dari mulai keluarnya laporan keuangan, maka pekan depan diperkirakan IHSG masih akan melanjutkan kenaikannya.
 
IHSG:
Berhasil tutup diatas level psikologis 3500
Stochastic dan MACD naik dalam posisi golden cross
Volume kenaikan kemaren cukup besar diatas VMA 20 days
Target kenaikan selanjutnya adalah di fibo 50% di 3550 dan MA 50 yang saat ini di 3561
Support 3494...3456
Resist 3536... 3550
 
 
BBKP:
Paska 1 hari setelah perdagangan right-nya, saham ini naik 9,6% dengan volume yang sangat besar
Candle membentuk full candle marubozu, dimana open=low dan close=high
Ada gap atas di 590-610, yang berpeluang untuk ditutup
Stochastic golden cross di oversold area
MACD mulai balik arah dan berpeluang untuk golden cross
Support 550...520
Resist 590...620 
 
BMRI:
Break resist area konsolidasi di 5600 dan berhasil tutup diatas MA 20, namun kenaikan tertahan oleh resist downtrend channel
Asing mulai melakukan akumulasi dalam jumlah besar, tercatat nett buy 100 miliar
Stochastic naik dalam posisi golden cross
MACD golden cross dengan histogram bar mulai hijau diatas centre line
Volume naik signifikan, 2 kali diatas VMA 20 days
Senin besok adalah hari terakhir perdagangan right-nya, apakah BMRI akan seperti BBKP yang paska perdagangan right, sahamnya diangkat naik signifikan??
Support 5800...5600
Resist 5950...6250
 
 
HRUM:
Kenaikan tertahan oleh fibo 50% di 8850 dan volume saat koreksi kemaren cenderung tipis 
MA 5 golden cross MA20, stochastic uptrending dalam posisi goldencross dan MACD mulai goldencross
Ada gap atas di 8900-9050 yang berpotensi ditutup jika mampu break resisten 8850
Spekulasi BOW di 8500-8600, dengan target tedekat di 8850-8900
Support 8600...8500
Resist 8850...9100
 
 
ASRI:
Break resist downtrendlinenya
Stochastic golden cross uptrending dan MACD golden cross
Volume naik cukup besar diatas VMA 20 days
Resisten sementara ada di 265, jika mampu break akan membuka peluang kembali ke 290-300
BOW di 245-250, dengan target 1 di 265, target 2 di 275
Support 250... 240
Resist 265... 275
 
 
BBTN:
Candle membentuk three white soldiers dan break resist downtrendlinenya dengan volume yang cukup besar diatas VMA 20 days
Berita bahwa laba bersih BBTN tahun 2010 yang naik 63,82% (unaudited) menjadi 805 miliar dapat menjadi sinyal positif bagi saham ini untuk melanjutkan kenaikannya
Stochastic golden cross naik meninggalkan oversold area
MACD slip bergerak sideway dalam posisi masih golden cross
Support 1320...1300
Resist 1400...1430
 
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit.