Dalam laporan keuangan 2012 yang telah
diaudit oleh akuntan publik tersebut, dinyatakan bahwa kenaikan laba
bersih yang terjadi disebabkan oleh keuntungan atas penyesuaian nilai
wajar. Nilainya cukup tinggi, yaitu mencapai Rp. 2,48 triliun.
Padahal pendapatan perseroan hanya naik tipis sebesar +1%, sedangkan
Gross dan Operating Profit malah mengalami penurunan sebesar -33,2%
dan -55,5% yang disebabkan oleh naiknya biaya produksi dan operasi
penambangan. Sedangkan total aset perseroan per Desember 2012
mencapai Rp 19,71 Triliun, mengalami kenaikan +29,67% dari tahun 2011
yang sebesar Rp. 15,2 triliun.
Dari data-data tersebut diatas, sesuatu yang menarik perhatian saya adalah pendapatan dari revaluation gain yang sangat besar mencapai Rp. 2,48 triliun dan tidak dijelaskan berasal dari mana. Dari sini saya kemudian mulai berpikir, dan mencoba untuk menganalisanya.


