Rabu, 15 Juni 2011

Dow Jones Kembali diatas 12.000, IHSG Bisa Lanjut Menguat

Selasa kemaren, IHSG dibuka dengan bergerak konsolidasi, keluar masuk zona merah dan hijau sepanjang sesi I. Namun menjelang sesi II, IHSG terbawa tren positif dari Bursa Asia setelah keluarnya data-data ekonomi China yang positif. Indeks akhirnya ditutup naik 24,515 poin (+0,65%) ke level 3.773,273, total transaksi senilai Rp 4,913 triliun, foreign mencatatkan net buy sebesar 1,787 triliun dan Rupiah ditutup menguat tipis di Rp 8.535/US $. Tingginya nilai transaksi dan foreign net buy disebabkan adanya proses tender offer saham BRAU oleh Vallar Plc senilai Rp 1,835 triliun. Sehingga jika transaksi tersebut tidak dihitung, maka tercatat foreign net sell sebesar 48 miliar dan total transaksi perdagangan tercatat tipis senilai 3 triliun.

Sementara dini hari tadi, Bursa Wall Street mengalami rebound dengan kenaikan rata-rata diatas 1%. Dow Jones ditutup naik 123,14 poin (+1,03%) menjadi 12.076,11. S&P 500 naik 16,04 poin (+1,26%) menjadi 1.287, 87 dan Nasdaq naik 39,03 poin (+1,48%) menjadi 2.678,72. Kenaikan ini terkait dengan data penjualan ritel AS dan data produksi industri China, yang berhasil mengurangi kekhawatiran seputar pelemahan ekonomi, sehingga membawa Dow kembali keatas level 12.000.

Kemaren IHSG mengakhiri penurunan 4 hari berturut-turut dengan mencatatkan kenaikan dalam value transaksi yang tipis. Secara TA, jika hari ini IHSG dibuka dan mampu bertahan diatas level 3780, maka indeks berpeluang menguji resisten 3792, yang jika mampu ditembus akan membuka peluang indeks menuju level 3800 kembali, dengan resisten berikutnya di 3807. Sedangkan support indeks hari ini, berada di level 3759. Indikator yang ada masih lemah, namun mulai terlihat sedikit membaik. Penurunan Stochastic mulai tertahan dan terlihat ada perlawanan, sehingga diharapkan hari ini dapat terjadi golden cross. Namun MACD masih terlihat melemah dengan histogram bar merah masih turun dibawah centre line. Untuk dapat dikatakan rebound, indeks harus dapat naik diatas 3829 yang menjadi resisten short term trend linenya saat ini.

Saham-saham yang dapat dicermati untuk hari ini:
JSMR:
Berhasil rebound dari support uptrend line jangka menengah dan dari garis MA 200-nya.
Stochastic golden cross dan bersiap meninggalkan oversold area.
Penurunan MACD mulai berbalik arah, dengan histogram bar hijau mulai muncul, berpotensi terjadi golden cross kembali.
Volume transaksi naik signifikan diatas VMA 20 hariannya.
Kenaikan kemaren tertahan oleh garis MA 20-nya.
Jika kenaikan berlanjut, berpotensi menuju 3500-3525, yang jika mampu ditembus berpeluang menuju level 3575-3600.
Namun jika level 3500-3525 terlihat mulai susah untuk ditembus, maka sebagai antisipasi boleh melakukan profit taking dulu.
Support 3400...3350...3325
Resisten 3500...3525...3575

AALI:
Rebound dari uptrend channel-nya, setelah mengalami penurunan selama 6 hari berturut-turut.
Candlestick membentuk full marubozu biru dalam pola bullish engulfing, mengidikasikan terjadi rebound.
Stochastic dan MACD masih bergerak turun, namun mulai ada indikasi untuk berbalik arah
Volume masih cenderung tipis dibawah rata-rata 20 hariannya dan diharapkan ada peningkatan, sehingga mengkonfirmasi rebound yang terjadi.
Jika mampu melanjutkan kenaikan diatas 23.150, berpeluang menuju target terdekat di 23.800-23.850.
Support 22.900.... 22.500
Resisten 23.150.... 23.350.... 23.550

PGAS:
Berhasil rebound dari support kuat level 3900, yang merupakan double supportnya, yaitu support pola H&S (panah biru) dan support uptrendline jangka menengah (garis trendline hitam).
Stochastic telah golden cross kembali
Penurunan MACD mulai melambat, terlihat dari histogram bar hijau yang mulai muncul hari kedua.
Namun volume masih cenderung tipis dibawah VMA 20 days, diharapkan terjadi peningkatan volume lebih lanjut.
Untuk dapat melanjutkan kenaikannya, PGAS harus menembus level 4000, yang menjadi resisten short term down trend line-nya. Penembusan level 4000, akan membuka peluang menuju 4075-4100, yang jika dapat ditembus keatas lebih lanjut, akan menggagalkan pola H&S.
Namun jika turun dan close dibawah 3900, segera lakukan cut loss, karena akan membawa PGAS turun menuju level 3550 (sesuai target pola H&S), dengan target terdekat ada di 3750.
Support 3950...3900
Resisten 4000...4075

TINS:
Berhasil rebound dari pola triple bottom.
Stochastic mulai golden cross namun masih bergerak sideways di oversold area, diharapkan hari ini terjadi kenaikan sehingga dapat meninggalkan oversold area tersebut.
Penurunan MACD mulai melambat, terlihat dari histogram bar hijau yang mulai muncul.
Volume kenaikan diatas VMA 20 hariannya.
Namun kenaikannya terhadang oleh resisten 2550, yang jika dapat ditembus berpeluang menuju target terdekat di 2650.
Jika rebound ini menguat, maka akan menuju target rebound triple bottom ini di level 2900-2925.
Namun jika turun dan close dibawah 2475, segera lakukan cutloss karena akan berpotensi menuju 2050 (sesuai target triple bottom) dengan target terdekat di 2300.
Support 2475...2500
Resisten 2550... 2575...2600...2650

Have an Amazing Trade and Happy Profit

Selasa, 14 Juni 2011

Penurunan IHSG Diperkirakan Sudah Mulai Terbatas Untuk Saat Ini

Mengawali pekan ini, IHSG kembali ditutup turun 38,890 poin (-1,02%) ke level 3.748,758, total transaksi senilai Rp 3,9 triliun, foreign mencatatkan net sell 55 miliar dan Rupiah ditutup melemah di posisi Rp 8.540/US $. Kekhawatiran akan melambatnya ekonomi global menjadi sentimen yang sangat ditakuti, sehingga pelaku pasar kembali mengamankan portfolionya.

Sementara itu dini hari tadi, Bursa Wall Street berakhir flat dan bergerak mixed, dengan Dow Jones ditutup naik 1,06 poin (+0,01%) menjadi 11.952,97, S&P 500 naik 0,85 poin (+0,07%) menjadi 1.271,83, sedangkan Nasdaq turun 4,04 poin (-0,15%) menjadi 2.639,69.

Secara TA, koreksi pada IHSG diperkirakan sudah mulai terbatas saat ini. Walaupun belum ada indikasi untuk bottom reversal, namun indeks akan mencoba untuk bertahan di sekitar support 3730 pada hari ini. Tetapi jika support 3730 ini tertembus kebawah, maka indeks akan menuju support berikutnya di 3715-3717, dan support berikutnya yang diperkirakan akan kuat menahan indeks dari penurunan lebih lanjut hari ini, berada di level 3700-3704. Sedangkan resisten indeks untuk hari ini diperkirakan berada di level 3760. Indikator yang ada masih bergerak negatif, dimana Stochastic dan MACD masih bergerak turun dalam posisi death cross, sehingga dari indikatornya belum terlihat adanya tanda2 untuk rebound.

Sedangkan untuk saham2 yang dapat dicermati, tetap amati pergerakan saham Blue Chip yang menjadi penjaga indeks. Saat ini banyak saham-saham yang mulai tertahan di support2 kuatnya. Untuk trader harian dan short term trader, boleh lakukan spekulasi buy di area support tersebut, dan dianjurkan hanya untuk trading cepat, karena kondisi yang masih belum kondusif. Level-level support yang dapat dijadikan entry buy untuk spekulasi hari ini: BUMI di 3300, BBRI di 6200, BBCA di 7000, BMRI di 6900, SMGR di 9200, INTP di 16.300 dan PGAS di 3900. Namun namanya spekulasi buy, jika setelah di buy ternyata kemudian turun, maka jangan segan untuk melakukan cut loss 2 poin dari level buy tersebut untuk membatasi resiko, karena kondisi yang masih belum aman.
Tetap fokus dan disiplin dengan trading plans masing-masing. Lakukan money management yang baik dan gunakan risk management untuk melindungi modal anda.

Senin, 13 Juni 2011

Tekanan Bursa Global Masih Berlanjut

Jumat (10/6/2011), IHSG ditutup turun 18,539 poin (-0,49%) ke level 3.787,648, total transaksi senilai Rp 3,1 triliun, foreign mencatatkan netsell 142 miliar. Sementara itu, Dow Jones ditutup turun 172,45 poin (-1,42%) ke level 11.951,91. S&P 500 turun 18,02 poin (-1,40%) ke level 1.270,98 dan Nasdaq turun 41,14 poin (-1,53%) ke level 2.643,73. Sehingga selama pekan lalu, Dow Jones turun 1,6%, S&P 500 turun 2,2% dan Nasdaq terkoreksi 3,3%.

Bursa Wall Street kembali ditutup melemah turun selama enam pekan berturut-turut, menyebabkan Dow Jones turun dibawah level 12.000 untuk pertama kalinya sejak Maret lalu. Penurunan ini terjadi karena pelemahan data-data ekonomi AS mengenai jumlah lapangan pekerjaan, penurunan permintaan barang-barang produksi dan pasar perumahan. Selain itu kebijakan The Fed yang tidak akan memperpanjang program quantative easing kedua yang akan berakhir pada Juni ini juga menimbulkan kekhawatiran dikalangan investor mengenai perlambatan ekonomi global.

Tidak sesuai perkiraan, reboundnya Dow pada kamis malam tidak membuat IHSG mengalami pull back keatas kembali. IHSG bahkan ditutup melemah turun menjauhi level 3800. Sepertinya pelaku pasar telah mempredisikan bahwa Dow pada jum'at malam akan melanjutkan pelemahannya, setelah melihat Bursa Eropa yang dibuka turun cukup dalam pada pembukaan jum'at sore pekan lalu. Dan seperti IHSG yang menjauhi level psikologis 3800, Dow pun akhirnya ditutup menjauhi level psikologis 12.000.

Secara TA, meskipun penurunan IHSG kemaren masih tertahan oleh support uptrend line jangka menengah dan garis MA 50 nya, namun indikator2 yang ada semakin mengkonfirmasikan pergerakan negatif. Indikator RSI mengkonfirmasi pola divergence negatif dengan bergerak turun menuju oversold area. Sedangkan MACD bergerak turun dalam trend yang negatif, terlihat dari histogram bar merah yang semakin bergerak turun. Walaupun volume transaksi cenderung tipis, namun perlu diwaspadai jika tiba-tiba terjadi peningkatan volume transakasi pada saat penurunan lebih lanjut. Senin ini, IHSG dipastikan akan melanjutkan penurunannya dengan menguji support 3760, dengan support kuat berikutnya yang diperkirakan akan menahan penurunan indeks berada di level 3737. Sedangkan untuk resisten hari ini diperkirakan akan berada di level 3797.

Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah: "Apakah penurunan ini normal ataukah indeks akan crash??" Well, menurut beberapa analis dan juga saya sendiri berpendapat, bahwa penurunan saat ini bukanlah crash!! Penurunan yang terjadi diseluruh Bursa Dunia saat ini dikarenakan market menge-just perlambatan ekonomi global yang sedang terjadi. Namun sebagai trader kita harus mengkuti trend yang sedang terjadi saat ini, ingat: “Trends is your friend”. Jadi walaupun secara jangka panjang IHSG masih bullish, namun untuk jangka menengah kita mulai memasuki fase bearish. Dan celakanya, market dikatakan crash baru akan diketahui jika trend jangka panjang indeks telah di break down. Maka untuk itu tidak ada salahnya jika kita mengurangi resiko dengan mulai merampingkan portfolio kita, sambil menunggu tekanan jual dari market Global berkurang. Ingat, money management dan risk management adalah salah satu kunci sukses dalam trading di bursa saham.
Untuk hari Senin, saya tidak mengulas saham-saham yang secara spesifik dapat dicermati. Tetap fokus pada  arah pergerakan indeks, yang akan tercermin dari pergerakan saham-saham Blue Chip penjaga indeks, seperti saham banking (BMRI, BBRI, BBCA), ASII, TLKM dan BUMI.

Jumat, 10 Juni 2011

Bursa AS Rebound, IHSG Berpeluang Untuk Pullback Keatas Kembali

Kamis kemaren IHSG masih terpengaruh tekanan jual Bursa Regional. Keluarnya data ekonomi China yang tidak sesuai ekspektasi membuat mayoritas Bursa Asia tertekan, terutama bursa China dan Hanseng. IHSG akhirnya ditutup turun 19,634 poin (-0,51%) ke level 3.806,187, total transaksi senilai Rp 4,9 triliun, foreign mencatatkan net sell 695 miliar dan Rupiah ditutup melemah di Rp 8.521/US $.

Sementara itu dini hari tadi, Bursa Wall Street mengalami rebound setelah penurunan 6 hari berturut-turut, dengan Dow Jones naik 75,42 poin (+0,63%) menjadi 12.124,36. S&P 500 naik 9,44 poin (+0,74%) menjadi 1.289 dan Nasdaq naik 9,49 poin (+0,35%) menjadi 2,684.87. Penguatan yang terjadi seiring dengan keluarnya data defisit perdagangan yang menyempit dan kepercayaan konsumen yang naik.

Meski kemaren BI memutuskan untuk menahan BI Rate di 6,75% dan menyatakan tekanan inflasi yang cenderung turun, tapi IHSG masih tetap tertekan. IHSG masih belum dapat keluar dari bayang2 tekanan Bursa Global. Apalagi setelah BI mengingatkan agar investor mewaspadai ancaman sejumlah resiko dari ekternal yang berpotensi memberikan tekanan pada stabilitas ekonomi dalam negeri. Hal ini membuat investor asing segera menarik dananya keluar dari bursa hingga mecatatkan net sell yang cukup besar pada perdagangan kemaren. Namun dengan Bursa Wall Street dan Eropa yang mengalami teknikal rebound semalam, maka IHSG berpeluang untuk mengalami pullback keatas kembali pada hari ini. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia kembali berada diatas US $100/barrel, setelah OPEC memutuskan untuk mempertahankan kuota produksi menjelang ekspektasi kenaikan permintaan energi akhir tahun ini, diharapkan membuat saham2 sektor pertambangan dapat menguat pada hari ini.

Secara TA, indikator yang ada masih mencerminkan penurunan lebih lanjut. Terlihat dari Stochastic dan MACD yang masih bergerak turun dalam posisi death cross. Namun volume transaksi pada saat turun kemaren cenderung sepi dibawah rata-rata hariannya. Dan penurunan indeks kemaren tertahan oleh support uptrend jangka menengahnya. Jika hari ini IHSG dibuka dan mampu bertahan di level 3815, maka indeks berpeluang menguji resisten 3835, dengan resisten berikutnya ada di level 3844. Dan support hari ini diperkirakan masih berada di level 3797, dengan support kuat berikutnya ada dilevel 3781.
Saham-saham yang dapat dicermati untuk hari ini adalah:

BUMI:
Walaupun stochastic berpotensi untuk death cross, namun bisa saja gagal jika hari ini BUMI dapat melanjutkan penguatannya.
MACD berpotensi untuk golden cross
Volume transaksi kemaren naik signifikan diatas VMA 20 days.
Jika mampu menembus resisten 3475, berpeluang menuju target berikutnya di 3550 yang jika dapat ditembus keatas akan menuju resisten 3650.
Support 3375...3350
Resisten 3525...3550

BORN:
Membentuk ascending triangle dengan resisten di 1560.
Jika mampu break dari resisten 1560 dan close diatasnya, maka akan menuju target berikutnya di 1610.
Stochastic bergerak naik dalam posisi golden cross menuju overbought area
MACD telah golden cross dan mulai bergerak naik
Namun volume transaksi masih cenderung tipis dibawah VMA 20 days
Support 1530...1510
Resisten 1560...1600

PGAS:
Penurunan kemaren tertahan di double supportnya, yaitu support pola H&S (garis biru) dan support uptrendline jangka menengah (garis hitam).
Secara umum indikatornya masih terlihat akan melanjutkan penurunan, dengan Stochastic dan MACD bergerak turun dalam posisi death cross
Volume juga naik diatas VMA 20 hariannya.
Spekulasi buy di 3900-3950, dengan target terdekat di 4025, yang jika mampu ditembus akan menuju ke 4100.
Stop loss jika break low dan tutup dibawah level 3900, karena akan mengkonfirmasi pola H&S, dengan target penurunan sesuai pola tersebut ada di level 3550.
Support 3925...3900
Resisten 4000...4025

Have an Amazing Trade and Happy Profit

Kamis, 09 Juni 2011

IHSG Menunggu Reboundnya Bursa Global

Rabu kemaren IHSG bergerak di zona merah sepanjang perdagangan. Sentimen negatif dari melambatnya pertumbuhan ekonomi Amerika membuat kekhawatiran ekonomi dunia dan menekan Bursa Global. IHSG akhirnya ikut tertekan dengan ditutup turun 17,132 poin (-0,45%) ke level 3.825,821. Total transaksi senilai Rp 6,3 triliun, foreign mencatatkan net sell sebesar 119 miliar dan Rupiah ditutup melemah tipis di Rp 8.515/US $. Tingginya nilai transaksi diakibatkan adanya transaksi nego saham NISP senilai Rp 2 triliun lebih.

Sementara itu dini hari tadi, Bursa Wall Street kembali tertekan. Dow Jones ditutup turun 21,87 poin (-0,18%) ke posisi 12.048,94. S&P 500 turun 5,38 poin (-0,42%) ke level 1.279,56 dan Nasdaq turun 26,18 poin (-0,97%) ke level 2.675,38. Harga minyak dunia kembali ke level US $100/barrel setelah OPEC menyatakan tidak akan meningkatkan produksinya dan menahan kuota produksinya.

Hari ini market menunggu pengumuman BI Rate yang akan diumumkan siang ini. Diperkirakan BI tidak akan mengubah suku bunganya dan tetap berada di level 6,75%. Hal ini dapat menjadi angin segar bagi saham-saham perbankan yang mengalami tekanan jual pada perdagangan kemaren untuk dapat pull back keatas kembali. Secara umum, saat ini belum ada sentimen positif yang cukup kuat untuk mendorong indeks naik lebih lanjut menembus all time highnya kembali. Pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh sentimen Bursa Global, terutama Dow Jones yang telah mengalami tekanan jual selama 6 hari berturut-turut. Secara TA, penurunan Dow telah terbatas karena oversold dan berpeluang untuk mengalami teknikal rebound dalam jangka pendek. Peluang rebound Dow nanti diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi IHSG untuk keluar dari area konsolidasi 3.810-3.850.

Jika IHSG hari ini dibuka dan mampu bertahan di level 3835, maka indeks berpeluang menguji resisten terdekat di 3849, yang jika dapat ditembus akan menguji resisten berikutnya di 3860. Namun jika IHSG dibuka turun, maka indeks akan menguji level support di 3801, dengan support kuat hari ini diperkirakan ada di level 3791. Jika dilihat dari indikator yang ada, sepertinya penurunan masih akan berlanjut. Stochastic dan MACD masih bergerak turun dalam posisi death cross. Namun saya perkirakan hari ini indeks masih akan dapat bertahan di level 3800.
Untuk hari ini saham2 yang dapat dicermati adalah:

BBRI:
Masih bergerak dalam pola symetrical triangle
Stochastic death cross dan MACD bergerak sideways berpotensi untuk golden cross
Volume masih cenderung tipis dibawah rata-rata hariannya
Trading buy di level 6200-6250 di support triangle patternnya dan sell di 6450-6500
Support 6250...6200
Resisten 6450...6500

SMGR:
Setelah berkali-kali gagal menembus resisten kuat level 9800, SMGR terkoreksi turun menuju level support kuatnya di 9200.
Penurunan kemaren membuka peluang membentuk pola double bottom.
Selama tidak close di bawah 9200, masih akan bergerak konsolidasi di level 9200-9800.
Namun jika break low dan close dibawah 9200, diperkirakan penurunan akan berlanjut menuju level 8600-8700.
Stochastic dan MACD bergerak turun dalam posisi death cross.
Volume pada saat terjadi penurunan naik signifikan
Support 9250...9200
Resisten 9400...9500

ITMG:
Kenaikan kemaren masih tertahan di resisten downtrend line-nya
Secara umum, ITMG dalam jangka pendek masih bergerak konsolidasi di level 46.000-48.000
Penembusan level 48.000 akan membuka peluang bagi ITMG untuk kembali ke level 50.000
Stochastic masih golden cross dan akan memasuki overbought area
MACD masih dalam posisi golden cross dan bergerak sideways
Volume masih rendah dibawah rata-rata transaksi hariannya
Support 47.000....46.600
Resisten 47.900.... 48.300

MAPI:
Saham ini mengalami teknikal rebound dari tekanan jual jangka pendeknya.
Stochastic golden cross bergerak keatas dan keluar dari oversold area.
Penurunan MACD mulai melambat dan mulai berbalik arah.
Volume pada saat rebound kemaren sangat besar diatas VMA 20 days
Jika masih dapat melanjutkan kenaikan dan menembus resisten 3650, berpeluang menuju all time highnya kembali di level 3975.
Support 3400...3375
Resisten 3550...3600


BRAU:
Berhasil break out dari double resistennya sekaligus yaitu di level 560 dan 570
Stochastic dan MACD bergerak naik dalam posisi golden cross
Bolinger band mulai membuka lebar, berpeluang untuk melanjutkan kenaikannya.
Volume pada saat terjadi break out naik signifikan diatas rata-rata hariannya.
Berpotensi menuju target terdekat di 600-610, yang jika mampu ditembus akan menuju level 650-660.
Support 560...550
Resiten 600...610

Have an Amazing Trade and Happy Profit

Rabu, 08 Juni 2011

IHSG Masih Akan Bergerak Flat dan Konsolidasi

Selasa kemaren IHSG dibuka dan bergerak di zona merah hampir sepanjang perdagangan. Namun aksi beli di menit-menit akhir, mampu mengangkat indeks ke teritori positif, setelah posisi Dow Jones futures pada sore kemaren naik cukup tinggi dan pembukaan Bursa Eropa yang bergerak di zona hijau. IHSG akhirnya ditutup naik tipis 8,752 poin (+0,22%) ke level 3.842,953, total transaksi senilai Rp 4 triliun, foreign mencatatkan net sell sebesar 376 miliar dan Rupiah ditutup melemah tipis di posisi Rp 8.518/US $.

Sementara itu dini hari tadi, Dow Jones ditutup melemah 19,15 poin (-0,16%) ke level 12.070,81. S&P 500 juga melemah 1,23 poin (-0,10%) ke level 1.284,94 dan Nasdaq melemah 1 poin (-0,04%) ke level 2.701,56. Bursa Wall Street melanjutkan pelemahannya untuk hari ke-5 berturut-turut, dipicu komentar Bernanke yang mengemukakan masalah pelemahan ekonomi namun tidak menawarkan kemungkinan untuk mempertimbangkan stimulus moneter lanjutan guna menyokong perekonomian, sehingga membuat investor semakin khawatir soal perlambatan ekonomi AS.

IHSG masih bergerak konsolidasi dalam range yang sempit, sambil menunggu reboundnya Bursa Wall Street. Dengan gagalnya penutupan Bursa Wall Strret di area postif semalam, maka IHSG diperkirakan masih akan bergerak sideways kembali. Secara TA, jika hari ini IHSG mampu dibuka dan bertahan di level 3845, maka indeks akan menguji resisten 3859, yang jika mampu ditembus berpeluang menguji resisten all time high indeks di level 3873. Sedangkan untuk support indeks hari ini, diperkirakan akan berada di level 3824, dengan support berikutnya di 3812.

UNTR:
Berhasil break out dari masa konsolidasi pasca Right Issue dengan menembus resisten 23.000.
Stochastic golden cross kembali di overbought area.
MACD mulai cross up centre line 0 dalam pergerakan naik
Volume naik signifikan diatas rata-rata hariannya
Berpeluang mentutup gap atas di 23.300 dengan target jangka menengah masih berpotensi menuju all time high-nya di level 26.400-26.600, stop loss jika close dibawah garis MA 200-nya yang saat ini berada di level 22.180.
Support 23.000.... 22.700
Resisten 23.300.... 23.400

BRMS:
Setelah konsolidasi dalam waktu yang cukup lama, kemaren BRMS berhasil break out double resisten di level 710 dan 730 dengan volume yang besar.
Stochastic bergerak naik memasuki overbought area dalam posisi golden cross
MACD bergerak naik dalam trend positif dengan histogram bar hijau naik signifikan, menunjukan saham ini sedang bullish.
Bolinger band yang menyempit, mulai terbuka lebar, memungkinkan akan terjadi pergerakan harga keatas yang signifikan.
Berpeluang menguji target di resisten all time high level 820, dengan minor target di 770.
Support 730...710
Resisten 770...800

BRPT:
Setelah mengalami koreksi yang cukup dalam, saham ini terlihat adanya indikasi untuk bottom reversal.
Stochastic mulai golden cross di over sold area
MACD walaupun masih bergerak turun dalam posisi death cross, namun trendnya masih positif dan bergerak naik, selama tidak turun dibawah centre line 0.
Volume perdagangan masih rendah dibawah rata-rata hariannya.
Trading buy, dengan minor target di 1110 dan jika masih mampu naik akan menguji resisten 1190, stop loss jika close dibawah 1030.
Support 1030...1020
Resiten 1090...1110...1130

DEWA:
Berhasil break out resisten level 111 dengan volume yang sangat tinggi.
Indikator RSI mulai bergerak naik kembali
MACD mulai golden cross kembali dengan histogram bar hijau muncul kembali diatas centre line 0, sehingga mengindikasikan kenaikan akan berlanjut.
Masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikan dengan target di 140-141 dan target terdekat di 122.
Support 111...107
Resisten 120...122

Have an Amazing Trade and Happy Profit

Selasa, 07 Juni 2011

IHSG Masih Konsolidasi dan Cenderung Melemah

Senin kemaren IHSG dibuka dan bergerak di zona merah sepanjang perdagangan, mengikuti pelemahan Bursa Asia. IHSG akhirnya ditutup melemah tipis 9,819 poin (-0,26%) ke level 3.834,201, total transaksi sebesar 3,4 triliun, foreign mencatatkan net sell 251 miliar dan Rupiah ditutup menguat di posisi Rp 8.520/US $.

Sementara itu dini hari tadi, Bursa Wall Street masih ditutup melemah dengan Dow Jones turun 61,15 poin (-0,50%) ke level 12.090. S&P 500 turun 13,99 poin (-1,08%) ke level 1.286,17, dan Nasdaq turun 30,22 poin (-1,11%) ke level 2.702,56. Pelemahan ini masih dipengaruhi oleh data-data ekonomi AS yang kurang baik sehingga membuat outlook ekonomi AS menjadi turun.

Mengawali perdagangan pekan ini, IHSG bergerak dalam pola konsolidasi. Indikasi melambatnya ekonomi AS, dan masih minimnya sentimen dari dalam negeri pasca pengumuman inflasi pekan lalu, membuat IHSG cenderung bergerak sideways. Volume transaksi perdagangan yang cenderung tipis, membuat koreksi kemaren masih dianggap wajar. Secara TA, penurunan indeks kemaren tepat tertahan di support 3819. Jika hari ini support tersebut tertembus, maka indeks akan menguji support berikutnya di 3808. Namun jika indeks mampu bergerak naik dan bertahan di 3845, maka indeks akan menguji resisten di level 3859.
Saham-saham yang dapat dicermati untuk hari ini:

BUMI:
Dengan semakin dekatnya tanggal listing Bumi di Bursa London yaitu 17 Juni 2011, menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham ini kemaren, meskipun dari sisi fundamental tidak terlalu berpengaruh banyak.
Secara umum, indikator yang ada masih bergerak positif, dimana Stochastic telah golden cross dan keluar dari oversold area.
MACD potensial untuk golden cross jika kenaikan masih berlanjut.
Volume juga naik signifikan diatas rata-rata 20 hariannya.
Kenaikan saat ini tertahan oleh garis MA 20 dan fibo 50%-nya di 3475
Untuk naik lebih lanjut maka BUMI harus dapat menembus level 3475 dengan volume yang besar, sehingga berpeluang menuju level 3575.
Support 3400...3375
Resisten 3525...3575

BMRI:
Masih bergerak dalam pola symetrical triangle
Secara umum indikator yang ada masih menunjukan pelemahan, dimana Stochastic dan MACD masih bergerak turun.
Namun penurunan yang terjadi tidak disertai oleh volume, terlihat volume penurunan kemaren cenderung tipis.
Trading BOW di support triangle pattern, yaitu di level 6900-6950, dengan target terdekat ada di level 7250 dan stop loss jika close dibawah 6800.
Support 6950...6900
Resisten 7100...7250
BORN:
Membentuk pola ascending triangle pattern dengan resisten di 1560.
Stochastic golden cross dan masih bergerak naik
MACD baru terjadi golden cross
Volume naik sesuai rata-rata 20 hariaannya
Jika mampu menembus 1560 dan close diatasnya, akan menuju level terdekat di 1610
Namun jika turun kembali akan menguji support trend line triangle pattern-ny di 1500-1510
Support 1520...1500
Resisten 1560...1600

BDMN:
Diperkirakan membentuk pola ascending triangle pattern dengan resisten di level 6200.
Stochastic death cross di over bought area.
MACD masih golden cross dan bergerak naik, namun mulai melambat
Volume cenderung tipis dibawah rata-ratanya.
Spekulasi BOW dengan strategi pembelian pertama di level 6000-6050, dan kedua di 5800-5850, dengan target terdekat di level 6200, yang jika mampu ditembus keatas akan menuju 6500-6550, stop los jika close dibawah 5800.
Support 6000...6050
Resisten 6150...6200

Have an Amazing Trade and Happy Profit

Minggu, 05 Juni 2011

Awal Pekan ini, IHSG Masih Cenderung Tertekan

Sepanjang perdagangan market pada Jumat (3/6/2011), diwarnai oleh aksi jual. Namun aksi selective buying investor pada detik-detik akhir jelang penutupan, berhasil membuat IHSG ditutup naik tipis 6,259 poin (+0,16%) ke level 3.844,02. Total transaksi sebesar Rp 4,6 triliun, foreign mencatatkan net buy 93 miliar dan Rupiah ditutup menguat di Rp 8.525/US $.

Sementara itu, Dow Jones ditutup turun 97,29 poin (-0,79%) menjadi 12.151,26. S&P 500 turun 12,78 poin (-0,97%) menjadi 1.300,16 dan Nasdaq turun 40,53 poin (-1,46%) ke level 2.732,78. Sehingga selama sepekan, Dow turun 2,3%, S&P turun 2,2% dan Nasdaq turun 2,3%. Ini merupakan pertama kalinya Dow Jones turun dalam 5 pekan terturut-turut sejak Juli 2004. Bursa Wall Street melemah dengan laporan data pekerjaan yang mengecewakan dan angka pengangguran bulan Mei 2011 yang meningkat menjadi 9,1%, menandakan mulai terjadi perlambatan pemulihan ekonomi AS. Selain itu ancaman dari Moody’s yang akan men-downgrade peringkat kredit AS, jika Kongres hingga Agustus 2011 tidak mencapai kesepakatan terkait batas limit utang AS dari level saat ini senilai US$14,3 triliun, turut menekan market.

Walaupun Bursa Wall Street masih ditutup turun pada akhir pekan lalu, namun saya perkirakan IHSG masih akan mampu bertahan di level 3800 untuk pekan ini. Dan jika IHSG dapat keluar dari tekanan Eksternal, maka indeks akan menguji level resisten all time high di 3872, untuk mencatakan rekor barunya kembali. Prediksi saya, koreksi pada Bursa Wall Street akan segera berhenti. Selain telah turun selama 5 pekan berturut-turut, penurunan ini sudah sesuai ekspektasi terhadap perlambatan ekonomi AS yang sedang terjadi saat ini, sehingga dalam jangka pendek, diperkirakan akan terjadi rebound. Selain itu dengan semakin jelasnya rincian tentang paket bailout tahap dua bagi Yunani yang kemungkinan besar akan tersedia pada Juli 2011, membuat kepercayaan investor meningkat atas kemampuan para pembuat kebijakan Eropa untuk menangani krisis utang di kawasan tersebut. Dari dalam negeri, performa ekonomi Indonesia masih cukup bagus, setelah data inflasi Mei dirilis cukup rendah di level 0,12%, pada pekan lalu. Sehingga diperkirakan BI akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level 6,75% pada bulan ini. Selain itu, pasca keluarnya laporan keuangan emiten2 pada kwartal I-2011, membuat valuasi sahamnya menjadi menarik akibat adanya peningkatan laba bersih pada beberapa emiten besar. Semuanya ini, saya perkirakan masih akan dapat mendorong IHSG untuk menuju level 4000, pada bulan ini atau paling lambat bulan depan.

Secara TA, jika IHSG mampu bertahan diatas 3850, maka berpeluang untuk menguji resisten all time high di 3872. Namun akibat penurunan Dow akhir pekan lalu, sepertinya indeks lebih cenderung tertekan pada pembukaan senin besok, dengan support di 3819 dan support berikutnya ada di 3808. Kalau melihat penutupan indeks kemaren, terlihat masih bergerak positif. Candlestick membentuk hammer dengan ekor yang panjang. Stochastic masih bergerak naik dalam posisi golden cross dan MACD berpotensi untuk terjadi golden cross jika kenaikan masih berlanjut. Volume transaksi juga tinggi diatas rata-rata hariannya. Perkiraan saya, awal pekan ini indeks masih akan tertekan, namun mendekati akhir pekan indeks akan mengalami rebound kembali.
Untuk pekan ini, saham-saham yang layak untuk dicermati adalah:

BBRI:
Masih bergerak dalam pola symetrical triangle
Stochastic masih golden cross dan bergerak naik
MACD potensial golden cross
Volume cukup tinggi, sesuai VMA 20 days
Sell jika tidak mampu naik diatas 6500, dan buyback kembali di 6150-6200.
Namun jika mampu menembus 6500, berpeluang menguji resisten all time high di 6650.
Support 6300...6150
Resisten 6550...6650

UNTR:
Pasca Right Issue masih bergerak konsolidasi di level 22.500-23.000.
Stochastic masih golden cross di overbought area
MACD golden cross dan bergerak naik bersiap menembus keatas centre line 0.
Volume masih bergerak sesuai rata-rata 20 hariannya.
Trading BOW di level 22.250-22.500, dengan minor target menutup gap atas di 23.300 dan target jangka menegah masih berpotensi menuju 26.400-26.600, stop loss jika close dibawah garis MA 200-nya yang saat ini ada di level 22.160
Support 22.700.... 22.250
Resisten 23.050.... 23.400

INDY:
Masih bergerak naik dalam uptrend channelnya
Namun dilihat dari indikatornya, sepertinya penurunan akan berlanjut menuju support 3975-4000
Stochastic masih death cross dan bergerak turun keluar dari overbought area
MACD berpotensi terjadi death cross
Namun volume transaksi pada saat terjadi koreksi cenderung tipis
Trading buy di area support uptrend line di level 3975-4000, target 4400-4450, stop loss jika close dibawah 3950.
Support 4100...4000
Resisten 4200...4300

Have an Amazing Trade and Happy Profit

Jumat, 03 Juni 2011

IHSG Mencoba Bertahan di Level 3800

Menyambut libur long weekend, Rabu lalu (1/6/2011), IHSG bergerak sideways. Investor terlihat ragu, menyusul pengumuman data inflasi yang mencatatkan adanya inflasi tipis pada bulan Mei sebesar 0,12%. Indeks ditutup naik sangat tipis 0,794 poin (+0,02%) ke level 3.837,761, total transaksi senilai Rp 5,947 triliun, foreign mencatatkan net buy 611 miliar dan Rupiah ditutup stagnan di Rp 8.540/US $. Nilai transaksi cukup tinggi karena adanya transaksi nego BMTR senilai Rp 1,1 triliun.

Sementara itu pada rabu malam, Dow Jones ditutup anjlok 279,42 poin (-2,22%) ke level 12.290,37. S&P500 juga turun 30,66 poin (-2,28%) ke level 1.314,54 dan Nasdaq melemah 66,11 poin (-2,33%) ke level 2.769,19. Bursa Wall Street mengakhiri penguatannya selama 4 hari berturut-turut, dengan penurunan yang dalam, disebabkan oleh buruknya data ekonomi yang dibawah ekspektasi, setelah laporan data manufaktur AS dan tenaga kerja yang mengecewakan. Selain itu diturunkannya peringkat hutang Yunani oleh Moody's menjadi Caa1 dari B1 dengan outlook negatif menambah kekhawatiran investor bahwa ekonomi global sedang mengalami perlambatan.
Dini hari tadi penurunan Bursa Wall Street mulai terbatas dan berakhir mixed. Dow Jones ditutup turun 41,59 poin (-0,34%) menjadi 12.248,55, S&P 500 turun tipis 1,61 poin (-0,12%) menjadi 1.312,94, namun Nasdaq ditutup naik 4,12 poin (+0,15%) menjadi 2.773,31. Investor menunggu data laporan ketenagakerjaan bulan Mei yang akan dirilis Jum'at malam ini dan mencermati pernyataan peringkat Moody`s atas utang Amerika Serikat.

Pada kamis kemaren, Bursa Asia bergerak turun rata-rata diatas 1%, mengikuti kejatuhan Bursa Wall Street pada Rabu malam. Sehingga dipastikan IHSG Jum'at ini akan merespon dengan mengikuti pelemahan Bursa Global selama libur kemaren. Secara TA, jika IHSG mampu bertahan di level 3800, diperkirakan support akan berada di 3808. Namun jika level 3800 tertembus kebawah, maka diperkirakan level 3797 akan menjadi supportnya, dan support kuat berikutnya yang diperkirakan dapat menahan penurunan indeks hari ini, berada di level 3781. Mengingat hari ini adalah hari Jum'at yang merupakan hari kejepit dan juga merupakan hari cuti libur bersama, maka diperkirakan transaksi akan berlangsung sepi. Perkiraan saya, IHSG masih akan bertahan di level 3800 pada hari ini dan sepertinya indeks baru akan menentukan arahnya pada pekan depan ketika perdagangan sudah kembali berjalan normal.
Saham-saham yang dapat dicermati untuk hari ini:

CPIN:
Kenaikan kemaren tertahan di resisten downtrend line pola descending trianglenya.
Stochastic masih bergerak naik dalam posisi golden cross
MACD sudah mulai golden cross
Jika berhasil Break out level 1940, berpeluang menuju 2000-2050 kembali.
Namun mengingat kondisi Bursa Global yang mengalami tekanan, disarankan BOW dengan strategi buy pertama di 1880, dan buy ke dua di 1830. Stop loss jika close dibawah 1830.
Support 1900...1880
Resisten 1940...1980

ADRO:
Mengalami pullback dengan volume yang tipis.
Stochastic mulai death cross di overbought area.
MACD masih bergerak naik dalam trend positif
Spekulasi BOW di 2350-2375, dengan target masih berada di 2500, stop loss jika close dibawah 2350.
Support 2400...2350
Resisten 2475...2500

ASRI:
Dibuka dengan open Gap Up di 315-320.
Berhasil Break Out Level All Time High dengan volume yang sangat besar.
Stochastic dan MACD golden cross dan bergerak naik
Jika masih melanjutkan kenaikannya, berpeluang menuju 355-360
Support 325...320
Resisten 345...355


Have an Amazing Trade and Happy Profit

Rabu, 01 Juni 2011

Mencermati Pengumuman Inflasi Bulan Mei 2011

Selasa kemaren IHSG bergerak berfluktuatif di antara zona merah dan hijau. Namun akhirnya IHSG di tutup menguat ditengah lonjakan Bursa Asia yang rata-rata menguat lebih dari 1%. Indeks akhirnya ditutup naik tipis 10,830 poin (+0,28%) ke level 3.836,967, total transaksi senilai Rp 7,293 triliun, foreign tercatat net buy sebesar 237 miliar dan Rupiah ditutup menguat di Rp 8.540/US $.

Sementara itu dini hari tadi, Dow Jones ditutup naik 128,21 poin (+1,03%) menjadi 12.569,79, S&P 500 naik 14,10 poin (+1,06%) menjadi 1.345,20, dan Nasdaq naik 38,44 poin (+1,37%) menjadi 2.835,30. Bursa Wall Street menguat ditengah meningkatnya harapan sebuah solusi untuk mengatasi krisis utang Yunani dengan mengabaikan data-data ekonomi AS yang masih lemah.

Kemaren hampir semua mayoritas Bursa Global menguat diatas 1%, ditengah optimisme bahwa Uni Eropa akan memberi bantuan lebih lanjut untuk Yunani dalam merestrukturisasi utang luar negerinya dan akan mengucurkan tambahan dana bantuan di akhir Juni mendatang. Hal ini dapat menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG pada hari ini, disamping pengumuman inflasi yang akan diumumkan siang nanti, dengan perkiraan terjadinya deflasi. Secara TA, dengan penutupan IHSG di level 3836, maka terbuka peluang bagi indeks untuk menuju level 3850 sebagai resistennya, yang jika mampu ditembus keatas akan berpeluang untuk menguji resisten berikutnya di level all time high yaitu 3872. Sedangkan untuk support indeks hari ini diperkirakan berada di level 3815. Indikator yang ada secara umum masih terlihat cenderung menguat, dengan Stochastic masih berpeluang melanjutkan kenaikannya dan MACD berpeluang terjadi golden cross. Volume transaksi perdagangan juga mulai berjalan normal, naik diatas rata-rata hariannya.
Untuk hari ini, saham-saham yang layak dicermati adalah:

ADRO:
Berhasil break out dari resisten area konsolidasi selama 3 bulan terakhir di level 2400 dengan volume yang sangat besar.
Dari indikator RSI, masih berpeluang untuk naik, karena belum memasuki area overbought
MACD golden cross dan bergerak naik dalam trend yang positif
Resisten kuat berikutnya yang harus di break ada di level 2500, dan jika mampu dijebol keatas berpeluang menuju target 2625-2650.
Trading buy di 2400-2425, dengan minor target menuju 2500-2550, stop loss jika close dibawah 2350
Support 2400...2375
Resisten 2500...2550

KLBF:
Kenaikan kemaren tertahan di resisten down trend line.
Secara umum, indikator yang ada mencerminkan pergerakan harga keatas lebih lanjut.
Candle mulai bergerak diatas cloud dan titik Parabolic Sar mulai muncul dibawah, menunjukan bahwa trend rally keatas akan berlangsung kembali.
Stochastic golden cross dan bergerak naik
MACD mulai terjadi golden cross
Volume naik signifikan diatas rata-rata hariannya.
Jika mampu menembus 3625, berpeluang menuju all time high di 3725, yang jika mampu di break out akan menuju target 3850.
Bila terjadi profit taking di area 3475-3525 adalah kesempatan untuk mengakumulasi saham ini.
Support 3525...3475
Resisten 3625... 3725

BBTN:
Berhasil break out dari resisten down trend line-nya
Stochastic golden cross dan bergerak naik
MACD berpeluang terjadi golden cross
Volume naik diatas VMA 20 hariannya.
Trading buy dengan minor target di level 1710-1720, yang jika mampu ditembus keatas akan menuju target 1750-1760, stop loss jika close dibawah 1600
Support 1630...1610
Resisten 1690...1720

BMTR:
Berhasil break dari resisten down trend line-ya dengan volume yang besar
Stochastic golden cross dan mulai bergerak naik.
MACD golden cross bergerak naik menembus centre line 0.
Jika mampu menembus resisten 860-870, berpeluang menguji level 900.
Support 830...800
Resisten 860...870...900
ELTY:
Berhasil rebound, dengan candlestick membentuk pola hammer dengan ekor yang panjang.
Saat ini MA 20 menjadi support kuat bagi saham ini.
Namun indikator Stochastic dan MACD masih death cross dan bergerak turun.
Volume pada saat terjadi rebound, naik sangat signifikan.
Spekulasi buy di area 157-160, dengan target terdekat ada di level 170, yang jika mampu ditembus keatas akan menuju 180-182, stop loss jika close dibawah 155.
Support 160...157
Resisten 166...170
Cermati pula saham ENRG dan DEWA, karena pergerakannya hampir sama dengan ELTY. Biasanya ENRG akan bergerak lebih dulu. Jadi jika ENRG masih melanjutkan kenaikannya maka dipastikan ELTY dan DEWA akan menyusul.

Have an Amazing Trade and Happy Profit