Jumat, 18 Februari 2011

Mulai Muncul Sinyal Buy

Kamis kemaren IHSG menguat 17,595 poin (+0,51%) ke level 3.434,38, total transaksi Rp 4,370 triliun, asing mencatatkan nettbuy Rp 125,2 miliar dan Rupiah menguat ke  posisi Rp 8.878/US $. 
Semalam Dow ditutup naik 29,97 poin (+0,24%) menjadi 12.318,14, S&P 500 naik 4,11 poin (+0,31%) menjadi 1.340,43 dan Nasdaq naik 6,02 poin (+0,21%) ke 2.831,58. Kenaikan indeks didorong oleh kian membaiknya kinerja perusahaan dan pendapatan perseroan yang bagus serta membaiknya data2 manufaktur.
Kemaren IHSG berhasil menjebol resist downtrend line nya di 3431. Kenaikan dipimpin oleh saham ASII dan saham2 sektor semen. Sementara harga minyak yang terkoreksi dibawah US $85/barrel membuat saham2 komoditi terasa berat untuk naik, hanya HRUM dan ITMG yang tercatat naik. Begitu juga dengan saham2 CPO sektor, akibat penurunan yang dalam pada komoditi CPO, membuat sektor AGRI menjadi sektor yang mengalami tekanan paling dalam kemaren.
Penutupan IHSG yang diatas downtrenlinenya dilevel 3431 mengubah arah trend short term dari turun menjadi naik, sehingga dapat menjadi signal buy. Kenaikan harga minyak pada perdagangan semalam yang kembali ke US $ 86,48/barel diharapkan menjadi sentimen positif bagi saham2 energi untuk membantu kenaikan indeks pada hari ini.
IHSG:
Ditutup tepat diatas resiten short term downtrendlinenya
Namun hati2 karena IHSG masih belum "benar2 aman" dan secara medium term masih bearish karena masih dibawah MA 50 dan MA 20 nya. Apalagi jika indeks kembali turun dibawah 3430, akan menjadikan IHSG kembali pada trend turun.
Stochastic dan MACD dalam posisi golden cross
Volume perdagangan tercatat masih kecil dibawah VMA 20 days
Support 3430... 3387
Resist 3450...3471 
ASII:
Selamat bagi yang mengikuti rekomendasi 2 hari lalu untuk membeli ketika gap bawah tertutup di 48.600-48.700.
Foreign mencatatkan nett buy cukup besar hampir 200 miliar kemaren
Berhasil tutup diatas MA 50 dan MA 200
Stochastic dan MACD uptrending dalam posisi golden cross
Kenaikan kemaren diikuti volume transaksi yang signfikan diatas VMA 20 harinya
Support 50.250.... 49.500
Resist 51.650....52.250
SMGR:
Break resist pola ascending triangle di 8500
Stochastic masih naik dalam posisi golden cross di overbought area
MACD uptrending masih dalam posisi golden cross
Volume naik signifikan diatas VMA 20 days
Support 8450-8500
Resist 8850... 9000
INTP:
Kenaikan tertahan oleh MA 50 dan fibo 61,8% di 15.300
Break resist pola ascending triangle di 14.900, masih berpeluang naik menuju 15.500-15.600
Stochastic mulai golden cross dan MACD uptrending masih dalam posisi golden cross
Volume naik signifikan diatas VMA 20 days
Support 14.900... 14.800
Resist 15.300... 15.550... 16.000
ITMG:
Break resist downtrend linenya, berpeluang melanjutkan kenaikan dengan target terdekat 48.200-48.400
Stochastic golden cross meninggalkan meninggalkan oversold area
MACD mulai berbalik arah dan berpeluang untuk golden cross
Volume perdagangan diatas volume rata-rata 20 harinya
Support 45.350... 44.500
Resist 47.000.... 48.350
PGAS:
Candle membentuk full candle marubozu, dimana open=low dan close=high
Stochastic golden cross dan MACD mulai berbalik arah naik tapi masih dalam posisi death cross
Lakukan BOW di 3900-3925, target terdekat 4050-4075, stoploss level di 3825
Support 3900...3825
Resist 4000...4075...4175
KRAS:
Berita partisipasi KRAS sebagai penyuplai baja bagi proyek pembangunan selat sunda dan rencana penerbitan non preemtive right issue sekitar 5% dikisaran harga 1200-1350 menjadi katalis positif bagi saham ini.
Setelah membentuk 3 kali doji, KRAS rebound dari bottomnya
Jika mampu menembus 1080, akan membuka peluang menuju 1150-1200
Stochastic golden cross berusaha meninggalkan ovesold area
MACD mulai golden cross dan Volume perdagangan naik diatas rata-rata 20 harinya
Support 1030... 1010
Resist 1080... 1140
CPIN:
Break short term downtrend linenya dan berhasil close diatas MA 20
Stochastic mulai golden cross
MACD golden cross dengan histogram bar mulai hijau kembali diatas centre line
Volume naik signifikan diatas VMA 20 days
BOW di 1550-1560, dengan target terdekat 1660-1700
Support 1560... 1510
Resist 1650... 1730
  
Have an Amazing Trade and Happy Profit

Kamis, 17 Februari 2011

IHSG Berjalan Datar dan Membosankan

Rabu kemaren IHSG menguat sangat tipis 0,018 poin (+0,01%) ke level 3.416,79, total transaksi Rp 4,126 triliun, foreign mencatatkan nettsell tipis Rp 8,5 milliar dan Rupiah menguat di Rp 8.892/US $.  
Semalam Dow Jones ditutup menguat 63,12 poin (+0,52%) ke 12.289,76, dan S&P 500 naik 7,90 poin (+0,59%) ke 1.335,91 serta Nasdaq menguat 21,88 poin (+0,78%) ke 2.826,23. 
Sepanjang perdagangan kemaren IHSG berada di zona merah, namun aksi beli yang dilakukan menjelang penutupan berhasil "memaksa" indeks ditutup menguat sangat tipis. Perdagangan berjalan datar dan terkesan membosankan. Tidak ada kejadian yang istimewa dipasar, hanya 1 saham yang bergerak menarik pada saat pembukaan yaitu MPPA, terkait rencana emiten tersebut untuk membagi deviden yang cukup besar senilai Rp 300,-. 
Meskipun sentimen positif datang dari penguatan bursa regional dan penguatan Rupiah, tapi minimnya sentimen dari dalam negeri dan sikap investor yang masih wait & see menunggu keluarnya laporan keuangan full year 2010, membuat IHSG bergerak sepi. Saat ini IHSG berusaha untuk close diatas 3431, sehingga mengubah arah short term trend dari turun menjadi naik.   
IHSG:
Rebound 3 hari terakhir tidak disertai dengan volume yang besar, mencerminkan buyer yang lemah
Apalagi kenaikan kemaren terlihat terlalu dipaksakan, mengikuti penguatan bursa regional.
Saat ini IHSG masih bergerak dalam downtrend channelnya, namun jika indeks mampu break resist downtrend di 3431 dengan volume besar, akan membuka peluang menuju 3500 kembali
Stochastic golden cross, MACD bergerak sideway dalam posisi golden cross
Support 3400... 3370
Resist 3431... 3460...3500
BBRI:
Melanjutkan postingan kemaren (Rabu 16-2-2011), selamat bagi yang membeli pada harga rekomendasi 4625.
Jika mampu tembus 4825, membuka peluang untuk menuju 5000, bahkan berpeluang menutup gap 5050.
Namun dengan kecilnya volume perdagangan yang masih dibawah VMA 20 days dan belum stabilnya market, maka jika tidak mampu break 4825 boleh untuk lakukan profit taking dulu 
Stochastic golden cross berusaha meninggalkan oversold area
MACD mulai berbalik arah dan berpeluang golden cross
Support 4650...4525
Resist 4825... 5000
TINS:
Melanjutkan postingan 2 hari lalu (Senin 14-2-2011), bagi yang telah membeli di harga rekomendasi 2750, cermati level 2975-3000, jika tidak mampu tembus lakukan profit taking terlebih dulu, mengingat harga komoditas timah yang mulai terkoreksi tipis namun masih berada pada harga tertingginya diatas level $ 32.000
Berhasil close diatas MA 5 dan MA 20 berhasil cross up MA 50
Stochastic berhasil golden cross
MACD slip tidak jadi death cross dan bergerak naik
Volume perdagangan naik cukup besar.
Support 2800...2750
Resist 2900...3000 
Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Rabu, 16 Februari 2011

Kenaikan Tanpa Volume, Menunjukan Kekuatan Buyer yang Lemah

Senin lalu IHSG ditutup menguat 25 poin (+0,74%) ke level 3.416,77, total transaksi Rp 12,27 triliun, foreign mencatatkan nettbuy 1,76 triliun dan Rupiah menguat ke level 8925/US $. Besarnya transaksi terkait dengan eksekusi RI BMRI senilai 9 triliun dan transaksi negosiasi lainnya, sehingga total transaksi di pasar reguler sepi, "hanya" sebesar 2,73 triliun dan foreign tercatat nettsell 25 miliar.
Senin malam Bursa Wall Street ditutup mixed, Dow Jones melemah tipis 5,07 poin (-0,04%) ke  12.268,19. S&P 500 menguat tipis 3,17 poin (+0,24%) ke 1.332,32 dan Nasdaq menguat 7,74 poin (+0,28%) ke 2.817,18. Transaksi perdagangan di NYSE hanya sebesar 6,6 miliar lembar saham, yang merupakan level terendah dibandingkan rata2 transaksi sepanjang tahun ini yang mencapai 8 miliar. Rendahnya volume menunjukkan kemungkinan reli pada Dow Jones sudah mencapai puncaknya.

Seperti prediksi kami sebelumnya, indeks naik namun volume transaksi kecil, bahkan bisa dikatakan sangat sepi, walaupun dikaburkan oleh transaksi eksekusi dari RI BMRI sehingga terlihat besar dan cukup ramai. Kebanyakan saham2 Big Caps naik tapi tanpa disertai volume yang besar, mencerminkan kekuatan buyer yang lemah. Hal ini menyebabkan indeks rawan tertekan jika terjadi profit taking.
Selasa kemaren Bursa Regional Asia ditutup mixed, dengan penurunan terbesar pada Bursa Hanseng dan STI yang mendekati -1%, sedang major bursa asia lainnya ditutup mixed +/- dibawah 0,5%. Dan pada saat blog ini dibuat, Dow Jones baru dibuka sekitar 2 jam dengan koreksi tipis dibawah 0,5%. Kenaikan Dow sudah terlihat mulai berat, disebabkan sentimen positif dari musim keluarnya laporan keuangan sudah hampir berakhir. Selain itu rally yang berlangsung sejak awal Desember 2010, menyebabkan Dow saat ini berada dalam kondisi overbought. Apakah dengan Dow yang terkoreksi nanti akan membuat IHSG juga ikut mengalami koreksi? Ataukah IHSG akan bergerak anomali terhadap Dow, seiring dengan musim keluarnya laporan keuangan pada IHSG? Sangat menarik untuk dicermati dan kita akan menemukan jawabannya menjelang akhir bulan nanti.

ASII:
Break resist pola descending triangle dan dibuka dengan open gap up di 48.650-49.000.
Bergerak dalam channel downtrendlinenya, dengan resist di 49.950-50.200, yang jika mampu dijebol dan close diatasnya maka ASII berpeluang menuju 52.000.
Namun jika melihat asing yang nettsell 61 miliar dan dibuka gap up dengan volume kecil, maka sementara ini kecil peluangnya untuk menjebol resisten downtrend linenya. 
Lakukan sell jika tidak mampu break 50.200, dan buy back kembali jika gap tertutup di 48.600-48.700.
Stochastic mulai golden cross, MACD bergerak sideway dalam posisi golden cross.
Support 48.650.... 47.600
Resist 50.200.... 50.700
LSIP:
Harga komoditi CPO yang masih tinggi diatas level RM 3900 dan semakin dekatnya stock split 1:5 yang cum datenya direncanakan pada 24-2-2011 dapat menjadi katalis positif bagi saham ini.
Stochastic golden cross berusaha meninggalkan oversold area 
MACD mulai berbalik arah, tapi masih dalam posisi death cross
Volume kenaikan kemaren cukup besar
Jika bisa dapat dibawah harga 11.000 akan menarik, lakukan buy, dengan level stop loss di 10.650
Support 10.900-10.700
Resist 11.200.... 11.650.... 12.000
PTBA:
Reversal dari candle yang membentuk long legged doji 2 hari lalu, dikonfirmasi dengan candle yang ditutup hijau pada perdagangan kemaren.
Namun volume yang kecil dibawah VMA 20 days, membuat pola reversal masih di ragukan kevalidannya.
Stochastic golden cross meninggalkan oversold area
MACD mulai berbalik arah dan bersiap untuk golden cross
Jika mau berspekulasi, lakukan BOW di 19.300-19.400, dengan target terdekat di level 21.000, dengan level stop loss 18.650
Support 19.400...19.000...18.700
Resist 19.900... 20.450... 21.000   
BBRI:
Reversal dari support kuat 4525 dan mampu break resist short term downtrendline-nya
Namun kekuatan reversal diragukan dengan kecilnya volume perdagangan yang dibawah VMA 20 days.
Stochastic golden cross di oversold area dan MACD sideway dalam posisi death cross
BOW di 4575-4625 dengan target jangka pendek 4800-4850, stoploss level di 4500
Support 4600...4525
Resist 4700...4825

Catatan: cermati juga saham TINS yang harga komoditinya mengalami break high kembali diatas $ 32.000, lihat rekomendasi sehari sebelumnya.

Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Minggu, 13 Februari 2011

Sentimen Positif dari pengunduran diri Presiden Mesir

Jum'at lalu, IHSG naik 18,12 poin (+0,53%) ke 3.391,76, total transaksi Rp 5,27 triliun, foreign mencatatkan nettsell Rp 180,308 miliar dan Rupiah ditutup tidak berubah di Rp 8.935/US $.
 
Sedangkan Bursa Wall Street ditutup positif dengan Dow Jones naik 43,97 poin (+0,36%) ke 12.273,36. S&P500 naik 7,28 poin (+0,55%) ke 1.329,15 dan Nasdaq naik 18,99 poin (+0,68%) ke 2.809,44. Investor menyambut positif pengunduran Presiden Mesir Hosni Mubarak yang membuka kemungkinan berakhirnya krisis di Mesir, namun tetap ada sedikit kekhawatiran dengan peralihan kekuasaan Mesir ke tangan militer.

Kondisi indeks yang sudah oversold, akibat penurunan dari senin-kamis pekan lalu, membuat indeks sedikit membuat perlawanan pada 1 jam menjelang penutupan, sehingga ditutup positif. Namun penguatan indeks kemaren bukan berarti IHSG bakalan rebound, karena IHSG masih jauh dari "zona aman". Penguatan kemaren sifatnya teknikal jangka pendek dan tidak mencerminkan arah market sesungguhnya. Terlihat saham2 yang mendrive kenaikan indeks adalah ASII, BBCA, semen sektor dan coal sektor. Tapi hanya ASII dan INTP yang kenaikannya disertai volume yang lumayan besar, selebihnya tanpa didukung oleh volume yang signifikan.
 
Senin besok adalah hari kejepit, karena selasa-nya bursa libur hari besar Maulid Nabi. Biasanya perdagangan akan berjalan sepi. Namun kami perkirakan IHSG masih akan positif, terimbas sentimen positif dari Bursa Global akibat pengunduran Presiden Mesir. Hati2 jika besok IHSG naik tapi volume perdagangan tipis, apalagi jika foreign masih mencatatkan nettsell. Karena bisa saja, hari Rabu nya, ketika market buka kembali, indeks akan mengalami tekanan lanjutan. 
 
Setelah GIAA yang mengalami "hard landing" pada hari pertama perdagangan di bursa, Pemeritah masih punya 1 agenda lagi yaitu RI BMRI yang harga rightnya mulai diperdagangkan besok hingga Jum'at 18 Februari 2011. Jika fundamental GIAA yang kurang bagus dan beberapa pengamat mengatakan kalau harga IPO nya terlalu mahal, tidak demikian dengan BMRI. Sejauh ini tidak ada yang bilang kalau harga RI BMRI di 5000 itu kemahalan. Selain itu, BMRI sudah teruji kinerjanya selama ini di bursa dan merupakan salah satu saham Big Caps yang banyak dipegang oleh fund2 besar. Jadi kecil kemungkinannya harga sahamnya akan ditekan turun apalagi jatuh dibawah harga RI nya 5000.
 
Untuk besok cermati saham BMRI dan tambang logam, mengingat harga komoditas timah dan nikel yang masih naik, terutama timah yang mencatatakan harga tertingginya untuk tahun ini. Sedangkan untuk komoditas batubara, harganya mengalami penurunan disebabkan oleh turunnya harga minyak seiring mundurnya Presiden Mesir Hosni Mubarak.
 
TINS:
Harga komoditas timah terus merangkak naik dan break high untuk tahun ini di $ 31.800
Penurunan tertahan oleh MA 20 dan MA 50
Stochastic death cross turun meninggalkan overbought area
MACD melemah dan berpeluang death cross, namun volume penurunan 2 hari terakhir sangat tipis.
Ada gap bawah di 2700-2725
Berpeluang untuk test 2975-3000 kembali, lakukan BOW di 2700-2750, dengan level cutloss di 2600.
Support 2700-2725, resist 2850...2925 
 
 
BUMI:
Candle membentuk pola Bullish Engulfing, yang merupakan pola reversal pembalikan ke arah uptrend.
Namun volume yang kecil dibawah VMA 20 days, membuat pola tersebut masih di ragukan kevalidannya.
Apalagi saat ini harga komoditas batubara turun mengikuti turunnya harga minyak.
Stochastic golden cross di oversold area dan MACD downtrend masih dalam posisi death cross.
Hati2 jika tidak mampu break 2750-2775, lakukan sell dulu karena masih bergerak dalam downtrend channelnya. Namun jika mampu break, berpeluang menuju 2900-2950
Support 2650...2500
Resist 2775...2900
 
 
INTP:
Kenaikan tertahan resisten 14.900 dan fibo 50% di 14.850, sehingga gagal break pola ascending triangle.
Berhasil tutup diatas MA 5 dan MA 20 dengan volume yang lumayan besar diatas VMA 20 days.
Stochastic death cross meninggalkan overbought area.
MACD uptrend masih dalam posisi golden cross.
Akan bagus jika mampu tutup diatas 14.900.
Support 14.000....13.750
Resist 14.900....15.350
 
 
ASII:
Bergerak dalam pola descending triangle, dengan kenaikan tertahan oleh MA 5 dan MA 20.
Stochastic down trend dalam posisi death cross.
MACD sideway dalam posisi golden cross.
Berdasarkan 2 indikator diatas, maka ASII masih bergerak mencari arah.
Jika mampu close diatas 48.900, maka stochastic akan kembali golden cross, dan break resist pola descending triangle, membuka peluang untuk kembali ke level 50.000 lagi. 
Support 47.200-47.500 dan resist 48.700....49.900
 
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit.

Jumat, 11 Februari 2011

"Welcome to Garuda Indonesia, Please fasten your seat belt !!"

Kamis kemaren IHSG turun 43,83 poin (-1,29%) ke level 3.373,65, total seluruh transaksi Rp 5,175 triliun, foreign mencatatkan nettbuy Rp 519,2 miliar. Tercatat investor asing memborong saham BBKP senilai Rp 664,3 miliar. Transaksi tersebut difasilitasi oleh CIMB Securites (YU) melalui transaksi tutup sendiri (crossing). Sehingga setelah dikurangi crossingan BBKP tersebut, maka tercatat foreign melakukan nettsell 145 miliar di pasar regular dengan total transaksi 4,510 triliun. Rupiah ditutup melemah tipis di posisi Rp 8.935/US $.
 
Semalam Bursa Wall Street berakhir flat, Dow Jones ditutup melemah tipis 10,60 poin (-0,09%) ke level 12.229,29. S&P 500 menguat tipis 0,99 poin (+0,07%) ke level 1.321,87 dan Nasdaq naik tipis 1,38 poin (+0,05%) ke level 2.790,45
 
Kemaren IHSG dan bursa regional asia tercatat melemah, terimbas reaksi investor akibat pengetatan likuiditas di China. Berita positif dari Moody's Investor Service yang mempublikasikan laporan soal cadangan Indonesia dan menaikkan peringkatnya ke Ba1 dengan prospek stabil tidak dapat menahan kejatuhan indeks. Secara teknikal indeks juga tidak mampu bertahan di level support 3383, sehingga diperkirakan akan test support di 3309 kembali.
 
Hari ini saham Garuda (GIAA) akan ditransaksikan untuk pertama kalinya di BEI. Berbagai rumor negatif telah mewarnai GIAA, yang menyatakan bahwa saham tersebut kurang terserap secara maksimal oleh investor. Dikabarkan bahwa dari jatah investor asing sebanyak 20%  hanya terserap sekitar 2% saja. Akibatnya, underwriter harus siap menyerap sisa jatahnya dengan usaha mencari pinjaman lewat perbankan agar dapat membeli sisa jatah asing tersebut. Rumor lain juga mengatakan banyaknya investor ritel yang mengalami default order dengan tidak mengeksekusi pesanannya sehingga penjamin emisi harus menanggung pembelian saham tersebut. Bahkan digosipkan bahwa saham GIAA diobral seharga Rp650/lembar di "grey market". Dikabarkan pula bahwa investor asing tidak meminati saham perdana GIAA lantaran harganya terlalu mahal. Asing menawar GIAA di kisaran Rp450-550/saham. Beberapa analis mengatakan bahwa harga wajar Garuda seharusnya disekitar Rp550-650/saham.

Terkait apakah benar atau tidaknya berbagai rumor tersebut, dipastikan sukses tidaknya GIAA melantai di bursa akan sangat mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Jika IPO GIAA ini tidak sukses, maka akan menyebabkan indeks jatuh lebih dalam lagi, karena akan mempengaruhi kepercayaan investor.
Segala kemungkinan masih bisa terjadi di market. Bisa saja GIAA naik pada hari perdananya. Sebab para penjamin emisi punya kepentingan untuk menjaga harga saham GIAA ini, setidaknya sampai mereka bisa menjual semua saham tersebut yang tidak terserap oleh pasar pada waktu penawaran IPO. Terlebih lagi ada "embel-embel" lambang Garuda gitu lho... Masa hari pertama langsung turun?? Malu donk !!
So let's see the game.... 
 
IHSG:
Support 3383 ternyata tidak mampu menahan penurunan indeks, maka berpeluang menguji support di level psikologis 3300-3309.
Penurunan sudah memasuki hari ke 4, seharusnya resiko sudah mulai terbatas. Namun jika IPO GIAA tidak sukses maka tidak menutup kemungkinan indeks akan ditutup merah lagi, sehingga sepanjang minggu ini IHSG akan merah padam.
Dan jika sampai level psikologis 3300 tertembus, maka indeks akan meluncur ke posisi target dari pola triple bottom yang pernah dipostingkan bulan lalu, yaitu level 3369-3365 (MA 200). Jika itu terjadi berarti indeks akan turun lebih dari 100 poin, maka pertimbangkan untuk mengambil posisi buy karena indeks sudah sangat keterlaluan turunnya dalam 5 hari terakhir.
Diperkirakan MA 200 IHSG akan menjadi support yang kuat untuk menahan penurunan indeks, sebab jika ditutup dibawah itu maka IHSG akan confirm longterm downtrend.
 
 
BBNI:
Kemaren asing mencatatkan nettbuy 45 milliar
Candle membentuk hammer dan ditutup diatas MA 20.
Penurunan tertahan oleh MA 200 dan support uptrend jangka pendeknya.
Stochastic death cross hari kedua, namun MACD masih uptrend dalam posisi golden cross
Support 3250...3150...3075
Resist 3450...3525...3625
 
 
BMRI:
Asing mencatatkan nettbuy 62 milliar kemaren
Penurunan tertahan oleh bibir bawah bolinger band dan candle membentuk dragon fly doji
Dan senin depan akan mulai diperdagangan right nya, berarti tinggal 2 hari saja.
Pemerintah menargetkan dana yang dicapai dari RI ini cukup besar yaitu 11 triliun sehingga akan berusaha menjaga harganya untuk tidak turun mendekati harga tebusnya di 5000, agar pemegang saham BMRI mau menebus rightnya, sehingga RI nya dapat berjalan sukses.
MACD mulai death cross dan Stochastic downtrending dalam posisi death cross
Support 5450...5350
Resisten 5800...6150
 
 
SMGR:
Ditutup diatas MA 5 dan MA 20
Stochastic dan MACD uptrend dalam posisi golden cross
Break 8450 berpeluang menuju target 8900-9000
Support 7950-8000
Resist 8400-8450
 
 
AALI:
Harga komoditi CPO yang masih betahan di level atas RM 3900
Penurunan tertahan oleh garis support 21.000
Candle membentuk hammer yang merupakan konfirmasi reversal
Stochastic dan MACD death cross dalam arah sideway
Spekulasi BOW di area support 21.000-21.250 dengan target jangka pendek 23.000
Level stop loss dibawah 21.000
Support 21.000-21.200
Resist 22.200....23.100 
 
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit for all...

Kamis, 10 Februari 2011

Apakah akan Reversal atau Terjadi Kepanikan ??

Rabu kemaren IHSG jatuh 42,462 poin (-1,23%) ke level 3.417,471, total transaksi Rp 4,484 triliun, foreign mencatatkan nettsell Rp 444,034 miliar dan Rupiah melemah 15 poin ke Rp 8.930/US $. Aksi jual saham kembali marak terjadi di lantai bursa membuat indeks sama sekali tidak bergerak ke zona hijau. Kebanyakan investor melepas portofolio sahamnya untuk beralih ke surat utang pemerintah yang berisiko rendah. Pengetatan kebijakan moneter China yang kembali menaikan suku bunganya, membuat bursa regional asia melemah.
 
Semalam Dow Jones ditutup menguat tipis 6,74 poin (+0,06%) ke level 12.239,89. S&P 500 melemah tipis 3,69 poin (-0,28%) ke level 1.320,88 dan Nasdaq turun tipis 7,98 poin (-0,29%) ke level 2.789,07. Aksi profit taking akhirnya menghadang laju penguatan Bursa Wall Street yang sudah naik selama 7 hari berturut-turut. Selain itu dalam testimoninya semalam, pernyataan Bernanke mengenai data tenaga kerja dan inflasi dianggap datar oleh pelaku pasar.
 
Sesuai prediksi, tekanan pada indeks kemaren masih berlanjut. Terlebih setelah support 3.425 tertembus, indeks meluncur kembali ke level 3.300 dengan posisi terendah di 3.384,88 dan menjelang penutupan mental keatas kembali sebesar 32 poin dan ditutup di 3.417,47. Berbagai sentimen negatif mulai dari maraknya aksi kekerasan berbau SARA, likuiditas yang terserap oleh IPO GIAA dan RI BMRI, kekuatiran akan masih tingginya inflasi (setelah cabai, sekarang ganti kedelai) dan kekuatiran akan berlanjutnya kenaikan BI Rate serta yang terakhir adalah suvery Thompson Reuters yang menyatakan valuasi IHSG lebih mahal dari rata2 market Asia lainnya membuat investor melepaskan portfolionya.
 
Namun melihat penurunan yang sudah memasuki hari ketiga, seharusnya resiko sudah mulai terbatas. Saat ini support yang harus dipantau ada di 3383, jika support ini masih kuat menahan penurunan indeks, diperkirakan akan terjadi bottom reversal untuk sementara. Tapi jika support tersebut sampai tertembus, maka diperkirakan indeks akan meluncur dan mencoba untuk test support 3309 lagi. Dan hati2 jika masih tembus 3309, maka IHSG akan menciptakan harga terendahnya kembali, dengan harapan terakhir adalah MA 200 yang saat ini ada di level 3262. Dan jika sampai hal tersebut terjadi hari ini, maka lakukan strong buy, karena berarti indeks sudah tertekan lebih dari 150 poin, yang berarti "sudah sangat keterlaluan" karena terlalu oversold. Manfaatkan kepanikan pasar untuk meraih untung dengan bermain cepat.
IHSG:
 
 
Untuk hari ini, saya tidak akan menampilkan rekomendasi chart saham. Cukup cermati saham2 Big Caps yang saat ini juga tertahan mendekati level support kuatnya. Lebih mudahnya, cermati saham2 BC dari sektor Banking dan Energy, karena biasanya kedua sector ini naik atau turun secara begantian guna menjaga indeks. Oleh karena itu, sebisa mungkin jangan memasang antrian bid. Sebab jika antrian bid tipis, bandar juga akan kesulitan membuang barang, karena harganya pasti akan meluncur dengan cepat. Lebih baik kita memantau support2 kuatnya, jika terjadi reversal pada support tersebut, maka kita bisa melakukan spekulasi buy. Demikian juga jika terjadi kepanikan, boleh dipertimbangkan saham2 yang reboundnya cepat seperti BBCA, ITMG, SMGR dan ASII.
 
Have an Amazing Trade and Good Luck...

Rabu, 09 Februari 2011

Market Belum Kondusif dan Mulai Agak Mengkhawatirkan

Selasa kemaren IHSG terkoreksi 27,774 poin (-0,80%) ke level 3.459,933, total transaksi Rp 4,716 triliun, foreign mencatatkan nettbuy Rp 218,974 miliar dan Rupiah ditutup menguat ke 8.915/US $.
 
Semalam Dow Jones ditutup naik 71,52 poin (+0,59%) ke level 12.233,15. S&P 500 naik 5,52 poin (+0,42%) menjadi 1.324,57, dan Nasdaq naik 13,06 poin (0,47%) ke 2.797,05. Sentimen positif yang mempengaruhi pergerakan bursa AS, adalah penjualan ritel AS yang mengalami rebound dan tingkat pendapatan yang lebih tinggi dari prediksi seiring dengan tingginya angka penjualan. Penguatan Dow merupakan penguatan selama 7 hari berturut-turut, namun tipisnya volume perdagangan menunjukan bahwa kekuatan buyer sudah mulai berkurang. Selain itu pelemahan pada saham energi membatasi penguatan S&P 500 dan Nasdaq. Hal itu terjadi setelah China, yang merupakan konsumen energi terbesar kedua dunia memutuskan menaikkan suku bungannya untuk kedua kalinya dalam 6 pekan terakhir. Langkah itu langsung menekan harga komoditas karena khawatir akan ada penurunan permintaan.
 
Kemaren IHSG sempat menyentuh level 3500 pada awal pembukaan, namun pada sore penutupan perdagangan ditutup turun, menyusul aksi jual yang marak terjadi di perdagangan Sesi II. Saat ini belum ada momentum yang dapat dipakai investor untuk mengambil posisi buy. Market juga tidak begitu kuat dan tidak ada satu arah yang jelas atau sentimen yang kuat di pasar. Selain itu, dengan mulai maraknya aksi kekerasan yang terjadi akhir2 ini, juga membuat investor enggan untuk masuk ke pasar.
Melihat situasi ini, tampaknya market kita keadaanya masih belum kondusif dan bisa dikatakan agak mulai mengkhawatirkan. Waspadai jika level 3425 ditembus dengan volume besar, bila hal itu terjadi maka pertimbangkan untuk keluar dari market dulu. Jangan memaksakan untuk melakukan trading jika situasinya tidak memungkinkan, apalagi jika tanda2 bottom reversal belum muncul. Namun jika indeks dapat bertahan di level support short term uptrend di 3450, maka masih ada kemungkinan untuk bertahan dan kembali berkonsolidasi di area 3450-3550.
Hati2 dengan pola Market "Pasar Pagi" seperti yang terjadi 2 hari terakhir, dimana indek dibuka hijau mengikuti Dow Jones yang positif, namun setelah itu tertekan sepanjang perdagangan. Untuk hari ini saya hanya akan menjadi penonton saja, sambil menunggu keluarnya laporan keuangan final 2010 dari para emiten bursa. Saham rekomendasi hanya 1 yang saya tampilkan yaitu INCO, itu pun sifatnya spekulasi, yaitu jika mampu break 5100 dengan volume yang besar.
 
INCO:
Harga komoditi nickel masih bertahan di level 28.000 dan asing mulai mengakumulasi saham ini
Stochastic mulai death cross di overbought area
MACD golden cross dalam arah positif naik
Volume kemaren naik signifikan 2 kali rata-rata VMA 20 days
Spekulasi buy hanya jika mampu break level 5100 dengan volume yang besar
Target jangka pendek 5250-5300
Support 5000...4875
Resisten 5100...5150
 
 
Have an Amazing Trade and Good Luck...

Selasa, 08 Februari 2011

Masih Diliputi Keraguan dan Wait & See

Senin kemaren IHSG melemah tipis 8,462 poin (-0,25%) ke level 3.487,70, total transaksi Rp 3,493 triliun, foreign mencatatkan nettsell Rp 80,471 miliar dan Rupiah ditutup menguat 20 poin ke posisi Rp 8.970/US $. 
 
Semalam Dow Jones ditutup menguat 69,40 poin (+0,57%) ke level 12.161,55. S&P 500 juga menguat 8,18 poin (+0,62%) ke level 1.319,05 dan Nasdaq menguat 14,69 poin (+0,53%) ke level 2.783,99.
Penguatan disebabkan oleh kekhawatiran investor tentang situasi di Mesir sedikit mereda setelah adanya pembicaraan antara pemerintah Mesir (Presidan Hosni Mubarak) dan kaum oposisi. Selain itu, munculnya aktivitas merger dan akuisisi kembali membuat bursa Wall Street bergairah.

Di awal perdagangan kemaren, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 3.521,633 sebelum akhirnya terkena aksi profit taking dan gagal tutup diatas level 3500. Peluang bagi IHSG untuk kembali naik ke level 3500 masih terbuka, sebab koreksi yang terjadi bulan lalu akibat ketakutan pelaku pasar akan kenaikan BI Rate dan inflasi yang tinggi harusnya sudah terefleksi pada market saat ini.
Namun 2 hari terakhir, transaksi di IHSG sangat minim. Investor tampaknya masih ragu2 dan terkesan wait & see. Padahal sentimen positif sudah datang dari pernyataan BPS yang menyatakan bahwa Ekonomi Indonesia Q4-2010 tumbuh 6,9% (YoY) diatas perkiraan ekonom 6,2%, sehingga sepanjang 2010 ekonomi tumbuh 6,1% diatas target pemerintah 5,8%.
Keraguan investor terlihat dari masih banyaknya investor yang belum percaya diri untuk menyimpan portfolio dalam jangka panjang. Dalam kondisi market yang konsolidasi dan penuh keraguan seperti ini, kita tidak perlu terlalu aggresive dalam memburu saham. Terkadang kita harus menunggu arah market yang jelas dulu baru kita melakukan buy. Untuk rekomendasi saham, sebenarnya ada beberapa saham yang menarik secara TA, namun kurangnya volume menjadikannya kurang valid, sehingga semuanya bersifat sangat spekulasi.
 
TINS: 
Laba bersih TINS di 2010 naik menjadi Rp 802 miliar, meningkat sebesar 156,23% dari perolehan akhir 2009 yang sebesar Rp 313 miliar.
Harga komoditasnya masih tinggi dan mampu bertahan di level 31.000
Asing masih terus membukukan nettbuy walaupun sudah tidak terlalu besar.
Stochasitic masih naik dalam posisi golden cross di overbought area
MACD bergerak uptrend dalam posisi golden cross
Spekulasi buy jika break 2975 dengan volume besar, target jangka pendek ke 3125-3150
Support 2850...2725
Resist 2975...3125


BDMN:
Stochastic golden cross kembali dan menuju overbought area
MACD uptrending dalam posisi golden cross dengan histogram bar hijau kembali
Volume besar diatas VMA 20 harinya
Target harga bila mampu menembus resisten downtrend-nya di 6500, maka akan ke level tertingginya di 7000 an lagi.
Support 6050...5800
Resist 6500...6650


DGIK:
Kemaren candle menunjukan reversal membentuk full bar candle dengan open=low, close=high, dengan volume yang naik signifikan.
Support MA 50 adalah support kuatnya sementara ini, dan berhasil tutup diatas MA 5 yang menjadi reisistennya hampir 1 bulan terakhir.
Stochastic golden cross meninggalkan oversold area
MACD mulai berbalik arah dan berpeluang golden cross
Spekulasi BOW di 133-135 atau buy jika confirm break 140 dengan volume besar, berpeluang lagi menguji level tertingginya tahun ini di 157-159
Hati2 bermain saham ini, jangan lupa pasang stoploss yang ketat.
 
Have an Amazing Trade and Happy Profit...

Minggu, 06 Februari 2011

Bagaimana Respond Market Pasca Kenaikkan BI Rate??

Jumat lalu, IHSG ditutup naik 15,343 poin (+0,44%) ke level 3.496,169, total transaksi Rp 2,798 triliun, foreign mencatatkan nettsell Rp 76,62 miliar. Rupiah ditutup menguat di posisi Rp 8.996/US $. Sehingga sepanjang pekan lalu, IHSG konsolidasi dan hanya mencatatkan kenaikan tipis 0,25%.
 
Penutupan perdagangan Jumat, Dow Jones naik 29,89 poin (+0,25%) ke level 12.092,15. S&P 500 naik tipis 3,77 poin (+0,29%) ke level 1.310,87 dan Nasdaq naik 15,42 poin(+0,56%) ke level 2.769,30. Pemicunya adalah tingkat pengangguran AS yang secara tidak terduga turun, serta kinerja perusahaan yang melampaui analis. Sehingga selama pekan lalu, Dow Jones naik 2,3%, S&P 500 menguat 2,7% dan Nasdaq bertambah 3,1%. Dow Jones masih bergerak bullish dalam uptrend channel-nya dengan target di level 12,200-12,300 dan support berada di MA 20 nya yaitu 11,800.

Jum'at lalu IHSG dan Rupiah langsung menguat setelah merespon kebijakan BI yang menaikkan BI Rate sebanyak 25 bps ke level 6,75% dalam rangka menekan laju inflasi. Inilah kenaikan BI Rate pertama kalinya setelah ditahan 18 bulan terakhir. Terpantau setelah BI Rate dinaikan, Rupiah langsung menguat dan berhasil ditutup di bawah 9000, demikian juga dengan indeks yang langsung menghijau setelah pada penutupan sesi I ditutup merah. Secara TA, indeks cukup bagus, namun perdagangan terakhir tidak didukung oleh volume yang memadai disebabkan oleh masih banyaknya investor yang liburan imlek (khususnya para Fund Manager Asia), sehingga bisa dianggap tidak valid. Apalagi setelah diumumkan kenaikan BI Rate, asing mulai mencatatkan nettsell, padahal sebelumnya tercatat nettbuy. Seharusnya kenaikan BI Rate akan membuat dana asing mengalir masuk lagi ke Indonesia sebab return yang diberikan menjadi lebih menarik dan membuat nilai tukar Rupiah menjadi lebih kuat.

IHSG:
Membentuk pola 3 white soldiers candlestick dalam 3 hari terakhir.
Berhasil menembus MA 20 days yang selama 1 bulan terakhir menjadi resistance kuat. MACD sudah bergerak dalam trend positif dan golden cross.
Stochastic cenderung sideways dengan posisi golden cross.
Namun sayang tidak didukung oleh volume yang besar. 
Secara TA, indeks masih konsolidasi, konfirmasi Bullish Rally adalah bila IHSG berhasil ditutup di atas titik amannya yang saat ini berada di 3,570.
Support 3,470...3,425
Resistan 3,510...3,570

BMRI:
Ditutup pada support short term uptrend channelnya
Senin besok adalah cum date RI nya, sehingga yang tercatat memegang saham ini hingga akhir perdagangan besok senin berhak menebus rightnya atau menjual hak nya pada perdagangan right dari tanggal 14-21 Februari 2011.  
Dari hasil Right Issue dan IPO Garuda diperkirakan BMRI akan mendapatkan dana sebesar 12,5 triliun yang akan memperkuat struktur permodalannya dan akan menjadikan BMRI sebagai bank terbesar di Indonesia. Selain itu BMRI berencana ekspansi untuk menjadi bank bertaraf internasional kedepannya.
Spekulasi buy di 5800-5950, karena pemerintah berharap RI-nya sukses sebab dana yang ingin dikumpulkan cukup besar senilai 11 triliun, sehingga akan menjaga harganya untuk tidak turun terlalu dalam, supaya Right-nya ditebus semua dan berjalan sukses.
Stochastic death cross di overbought area, MACD golden cross uptrending.
Voume penurunan 2 hari terakhir relatif kecil.
Support 5800...5900
Resist 6050...6250


TINS:
Harga komoditi timah naik dan break up di level 31.000
Pekan lalu asing membukukan nettbuy hampir tiap hari
Membentuk pola ascending triangle
Stochasitic golden cross di overbought area
MACD bergerak dalam trend positif di posisi golden cross
Starategy: lakukan buy jika break 2925 dengan volume besar
Support 2825...2750
Resist 3000...3050


Have an Amazing Trade and Good Luck...
 

Kamis, 03 Februari 2011

BI Rate akankah Dinaikan??

Rabu lalu IHSG menguat 38,325 poin (+1,11%) ke level 3.480,826, total transaksi senilai Rp 4,339 triliun, foreign membukukan nettbuy Rp 135,962 miliar. Rupiah ditutup menguat 20 poin di Rp 9.020/US $.
 
Sementara itu, Bursa Wall Street pada penutupan Rabu malam bergerak flat. Memanasnya kembali situasi politik di Mesir membuat laju penguatan saham2 menjadi terhambat. Dow Jones ditutup naik tipis 1,81 poin (+0,02%) ke 12.041,97. S&P 500 melemah 3,56 poin (-0,27%) ke 1.304,03 dan Nasdaq melemah 1,63 poin (-0,06%) ke 2.749,56.

Besok adalah hari Jum'at yang merupakan hari kejepit setelah liburan imlek. Biasanya market cenderung koreksi dan sepi (karena investor masih berlibur, khususnya fund2 manager asia yang merayakan imlek), walaupun tidak mutlak selalu begitu. Apalagi besok adalah pengumuman BI Rate, sehingga jika keputusan yang diambil tidak disukai oleh investor maka market akan merespon dengan bergerak negatif.
Kemungkinan BI akan menahan BI Rate untuk tetap di 6,5%, karena melihat inflasi inti yang masih dibawah 5%, apalagi tercatat menurun, sehingga mencerminkan bahwa inflasi dasar masih stabil. Namun bila BI Rate dinaikan, biasanya market akan turun, tetapi efeknya hanya sementara. Sebab setelah itu dana asing akan mengalir kembali masuk ke Indonesia karena investor asing menilai bahwa return yang diberikan menjadi jauh lebih menarik. 
Untuk perdagangan besok, tetap cermati harga minyak dan komoditi dunia, nilai tukar Rupiah dan penutupan Dow Jones malam ini. Pada saat blog ini ditulis, Dow baru saja dibuka dengan koreksi tipis.
 
IHSG:
Tutup diatas MA 5, namun kenaikan tertahan oleh resisten downtrend channel
Stochastic dan MACD bergerak sideway dalam posisi golden cross dengan volume transaksi rendah dibawah VMA 20 harinya. 
Secara TA, saat ini IHSG belum dapat dikatakan aman karena masih berada dibawah level 3570 yang merupakan titik amannya.
Support 3445... 3412
Resisten 3493... 3549
  
AALI:
Dibuka dengan open gap di 22.650-22.700
Break resisten short term downtrend line nya
MA 5 golden cross dengan MA 200
Stochastic golden cross meninggalkan oversold area
MACD berbalik arah naik dan berpeluang golden cross
Volume perdagangan sepi, dibawah VMA 20 harinya
Strategy: Spekulasi BOW di level 22.250-22.500 atau buy bila break 23.200 dengan volume besar
Support 22.200...21.250
Resist 23.200...23.900
 
 
UNTR:
Berhasil close diatas MA 20
Stochastic golden cross arah uptrending
MACD berhasil golden cross dengan histogram bar pertama kalinya diatas centre line
Buy jika mampu break 22.900 dengan volume besar
support 21.750, resist 22.900
 
 
Have an Amazing Trade and Good Luck...

Rabu, 02 Februari 2011

SELAMAT TAHUN BARU IMLEK 2562






GONG XI FA CAI 2562

WISHING YOU A WONDERFUL AND PROSPEROUS NEW YEAR WITH LOTS OF HAPPINESS...

Dow Jones tembus 12.000, IHSG siap bagi-bagi "Angpao"

Selasa kemaren IHSG naik 33,334 poin (+0,97%) ke level 3.442,501, total transaksi  Rp 4,858 triliun, foreign mencatatkan nettbuy Rp 215,64 miliar. Rupiah menguat 15 poin di Rp 9.035/US $. Penguatan IHSG dipimpin oleh saham2 pertambangan, menyusul kenaikan harga komoditas dunia.

Semalam Dow Jones ditutup di atas level psikologi 12.000 dan S&P 500 ditutup di atas level 1.300 untuk pertama kali sejak Juni 2008, Dow naik 148,23 poin (+1,25%) ke level 12.040,16. S&P 500 naik 21,45 poin (+1,67%) di level 1.307,57 dan Nasdaq naik 51,11 poin (+1,89%) ke level 2.751,19. Kenaikan disebabkan oleh meningkatnya data2 ekonomi seperti data manufaktur dan pendapatan yang kuat dari emiten yang memperlihatkan aktifitas ekonomi tumbuh.

Kemaren BPS mengumumkan inflasi Januari 2011 cukup tinggi mencapai 0,89% diatas market expected yang hanya 0,63%, dan inflasi YoY mencapai 7,02% diatas market expected 6,81%. Sementara inflasi inti Januari 2011 sebesar 0,49%, dimana inflasi inti YoY tercatat 4,18% turun dari 4,28%, sehingga menunjukan bahwa inflasi dasar tetap stabil, memberikan napas bagi BI untuk tidak menaikan BI Rate pada RDG BI hari jum'at ini.
Kemaren IHSG dibuka langsung menguat pada pembukaan perdagangan, namun setelah keluarnya data inflasi, indeks langsung melorot karena investor melihat inflasi yang diatas 7% YoY. Namun setelah mencermati bahwa inflasi inti mengalami penurunan, yang menunjukan bahwa ternyata inflasi dapat terkontrol dan asing masih melakukan pembelian, maka investor kembali melakukan akumulasi buy khususnya pada saham2 pertambangan.
Untuk IHSG hari ini, tetap cermati saham2 komoditi terkait dengan masih tingginya harga2 komoditas. Investor juga masih menantikan pengumuman BI rate yang rencananya akan diumumkan jum'at nanti.
Dengan Dow yang ditutup diatas 12.000, maka besar kemungkinan akan membawa angin positif bagi IHSG dan Bursa Asia yang masih buka pada hari ini, mengingat beberapa bursa sudah mulai tutup untuk liburan imlek. Akankah IHSG membagi-bagikan angpao pada hari ini?

HRUM:
Penurunan tertahan di level support 7800, dan candle membentuk hammer
Ada 2 gap atas yang belum tertutup yaitu Gap I di 8250-8400, Gap II di 9050-8900
Stochastic dan MACD downtrending dalam posisi death cross, Volume naik diatas VMA 20 harinya.
Ada peluang untuk menutup Gap pertamanya di 8400.
Support di 7,750-7800, Resistance terdekat di 8,400


ADRO:
Kemaren Asing mencatatkan nettbuy yang cukup besar senilai 135 milliar
Tutup diatas MA 5, Stochastic golden cross berusaha meninggalkan oversold area, MACD mulai berbalik arah untuk naik kembali dan Volume naik cukup besar.
Berpeluang test resist downtend channel di 2550.
Support 2325...2225
Resist 2500...2550


BUMI:
Berhasil menutup Gap nya di 2825-2850

Stochastic dan MACD berpeluang untuk golden cross dan volume perdagangan naik
Berpeluang test resist short termnya di 2975 dan jika break maka akan main dilevel 3000 an kembali.
Buy jika break 3000 dengan volume signifikan dan tetap main pendek selama level 3000 ini tidak dapat ditembus.
Support 2700-2750, Resist 2975-3000



SGRO:
Break resisten downtrend channelnya dan membentuk full bar candle, dengan open=low dan close=high.
Tutup diatas MA 5, Stochastic bergerak sideway di oversold area, MACD berbalik arah mulai naik, volume masih sangat rendah.
Break 2950 berpeluang bermain di level 3000 an kembali
Spekulasi buy di 285-2900, dengan target jangka pendek 3050.
Support 2800...2850
Resist 2950...3050 


Have an Amazing Trade and Good Luck...

Selasa, 01 Februari 2011

Menanti Keluarnya Data Inflasi

Senin kemaren IHSG anjlok 78,443 poin (-2,25%) ke level 3.409,167, total transaksi Rp 5,266 triliun, foreign membukukan nett sell Rp 199,868 miliar. Rupiah ditutup melemah 20 poin ke Rp 9.055/US $. IHSG dan Bursa Global terkena aksi jual akibat sentimen negatif dari kerusuhan di Mesir.
 
Semalam Bursa Wall Street ditutup positif dengan Dow Jones naik 68,23 poin (+0,58%) ke 11.891,93. S&P 500 naik 9,78 poin (+0,77%) ke 1.286,12. Nasdaq naik 13,19 poin (+0,49%) ke 2.700,08. Perbaikan kinerja mengalahkan sentimen Mesir. Sentimen positif datang dari data ekspansi bisnis yang mengalami pertumbuhan tercepat sejak 1988 dan kinerja Exxon Mobil Corp yang berhasil melampaui estimasi analis. Harga minyak naik lebih dari 3% ke level US $92,19/barel kemaren, bahkan sempat  menembus level US$ 100/ barel untuk pertama kalinya sejak 2008, karena kekuatiran kisruh di Mesir dapat menganggu produksi minyak sehingga membuat saham2 energi menguat.

Sementara itu, efek domino dari kerusuhan Mesir menjalar ke Bursa Global. Hampir semua Bursa global kemaren mengalami penurunan. Namun jika melihat penurunan yang dalam pada IHSG kemaren dibandingkan Bursa Regional, tampaknya bukan disebabkan kerusuhan Mesir semata, melainkan disebabkan investor mengantisipasi keluarnya data inflasi yang diperkirakan lebih buruk dari perkiraan. Selain itu tampak beberapa sekuritas yang harus menjual portfolionya guna menyiapkan dana bagi pembayaran IPO Garuda karena nasabahnya "overflowed" (permintaan yang berlebih) saat pemesanan bookbuiding. Tampak salah satu sekuritas pemerintah (DX) yang menjadi penjamin emisi IPO Garuda, melepas banyak saham2 ASII, BBRI, BBNI dan KRAS, sehingga menjadi sekuritas yang mencatatkan nettsell paling banyak. Selain itu sekuritas lainnya (CC) terlihat banyak melepas saham BJBR. Sehingga dengan penurunan kemaren menyebabkan IHSG anjlok hampir sebesar 8% sepanjang bulan Januari 2011, terburuk sejak Oktober 2008.
 
Kemaren banyak saham yang dibuka dengan gap down. Untuk hari ini, cermati data inflasi yang biasanya akan keluar menjelang akhir sesi pertama. Jika inflasi dibawah 0,5% maka kemungkinan indeks akan rebound, maka pilih saham2 BC seperti ASII, BBRI, BMRI, ada kemungkian gapnya akan tertutup. Namun jika inflasi keluar mendekati 1% atau bahkan lebih, maka indeks akan semakin tertekan. 
Cermati juga saham2 berbasis komoditi seiring dengan naiknya harga2 komoditi energi, CPO dan tambang2 logam. 
 
IHSG:
Berada pada zona bahaya dan dalam trend medium bearish
Close dibawah MA5, Stochastic death cross dan MACD slip death cross
Volume penurunan dalam 2 hari ini kecil dibawah VMA 20 harinya
Support 3400...3360...3309
Resist 3430... 3458...3493
 
 
BBRI:
Dibuka gap down, dengan gap di 4950-5050
Jika data inflasi yang keluar bagus, maka berpeluang menutup gap.
Bergerak sideway dalam box trading 4525-5400
Stochastic death cross dalam arah menurun, MACD berbalik arah melemah dan berpeluang death cross
Spekulasi BOW di level 4550-4725, level cutloss dibawah 4550
Support 4725...4525
Resist 4975...5050...5200
 

TINS:
Harga komoditi timah naik menembus $ 30.000, dan Asing masih melakukan nettbuy sebesar 33 milliar.
Berpeluang menutup gap nya di 2700-2725
Stochastic uptrending menuju overbought area, MACD melemah dalam posisi golden cross
Spekulasi BOW pada support2nya.
Support 2700...2625
Resist 2800...2900
 
 
Cermati juga saham rekomendasi kemaren BMRI dan SMGR. Perhatikan indikator2 nya dan support2 nya. Untuk BMRI lakukan spekulasi buy di level 5700-5850, sedangkan SMGR akan sangat bagus jika bisa dapat dibawah harga 7500 dengan level cutloss dibawah 7250.
 
Have an Amazing Trade and Good Luck...